Breaking News
light_mode
Trending Tags

๐—ก๐—ข๐—ฉ๐—˜๐—Ÿ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฅ ๐—š๐—”๐——๐—œ๐—ก๐—š ๐—ง๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—•๐—œ๐—ง, ๐—ฃ๐—œ๐—ข๐—ก ๐—ฅ๐—”๐—ง๐—จ๐—Ÿ๐—ข๐—Ÿ๐—Ÿ๐—ฌ ๐—จ๐—ฆ๐—จ๐—ก๐—š ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ ๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—›๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—ง

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Novel Mahar Gading telah resmi dipublikasikan pada Kamis (02/07/2026). Novel ini ditulis oleh Pion Ratulolly yang merupakan nama pena dari Muhammad Soleh Kadir.

Novel ini berisi kisah asmara antara Arakian Sabon Ama dan Mutiara Belaon Bur’an. Kisah asmara keduanya harus berbenturan dengan tuntutan adat berupa mahar gading. Di sinilah pergulatan kisah keduanya mengalami konflik yang bertubi-tubi.

Novel setebal 410 halaman ini tidak hanya berisi kisah romantisme. Tapi juga berisi pengetahuan tentang sistem perkawinan di Lamaholot, khususnya mahar gadis Lamaholot berupa gading. Selain itu, ada juga sejarah kemunculan gading sebagai mahar. Serta, nilai-nilai moral di balik gading sebagai mahar. Ada juga tentang dampak positif dan negatif mahar gading terhadap pasangan suami istri pasca menikah.

Agnetis Da Noa, seorang kolega pendidik, menyebut mahar gading di buku ini bukan sekadar latar. Tapi merupakan masalah utama yang menggerakkan napas cerita. Demikianlah, sebuah isu lokal dikemas dengan begitu apik oleh penulis yang merupakan guru pada SMPN 1 Adonara Timur ini.

Menurut Pion, dalam prakata buku ini, dirinya tidak menulis dari ruang hampa. Benih ceritanya tumbuh sejak 2017. Ia baru merajut naskah ini dari 2023 sampai 2026 ini. Selama tiga tahun berturut-turut ini dirinya menulis pada setiap bulan Ramadhan.

โ€œNovel ini adalah sebuah gugatan terhadap rasa kemanusiaan yang perlahan bergeser,โ€ tulis Prof. Simon Sabon Ola dalam prolognya. Guru Besar Undana itu menilai karya ini sukses mengurai kebuntuan cara pandang tentang cinta, adat, dan agama yang kerap dianggap bertolak belakang.

Sementara bagi jurnalis Yurgo Purab, novel ini adalah asupan bergizi yang menarik pembaca dari hiruk-pikuk menuju takzim. Gaya penulisannya pun unik. Kalimatnya pendek-pendek. Bernas. Tidak bertele-tele. Penulis Djafar Doel AH memuji penggunaan metafora yang begitu teliti dan menggugah kesadaran. Pion memang sengaja menyajikan narasi yang lincah agar pembaca bisa meresapi setiap konflik tanpa kehilangan napas.

Di balik kisah cinta tokoh utamanya, Ara dan Muti, terselip pesan transformasi budaya. Ony Tukan dari Simpasio Institute melihat buku ini sebagai ruang diskusi untuk mendaur ulang nilai tradisi agar tetap relevan di zaman modern.
Kini, Mahar Gading telah siap menghuni rak buku Anda. Ia hadir untuk mengingatkan kita semua. Bahwa ketaatan pada adat dan kesalehan agama bisa berjalan beriringan jika ditopang keikhlasan cinta.

โ€œNovel ini mengajarkan kepada kita bahwa sehitam apapun masa lalumu, masa depanmu masih terlalu putih,โ€ pungkas penyair Ary Toekan dalam endorsement-nya. Sebuah undangan bagi siapa saja untuk kembali pulang ke akar identitas, lewat sebatang gading yang melegenda.

Bagi Anda yang berminat untuk membaca keseluruhan isi buku ini, silakan memesan melalui bagian promosi. Nomor kontak resminya 0852-3916-3535. Atau, dapat menghubungi langsung penulis melalui Facebook Muhammad Soleh Kadir.

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Ibu, Sosok Sederhana denhan Cinta yang Luar Biasa

    Sudut Pandang: Ibu, Sosok Sederhana denhan Cinta yang Luar Biasa

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Julianti Monalisa
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh : Julianti Monalisa Bertumbuh dari Sebuah Perpisahan Ibu saya lahir pada 17 April 1979 di Pekalongan, Jawa Tengah. Delapan tahun pertama hidupnya ia habiskan di sana, di tengah keluarga dan terutama nenek yang sangat dekat dengannya. Kedekatan itu bukan sekadar cerita yang saya dengar setelah dewasa. Bagi ibu, nenek adalah tempat ia merasa nyaman. […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Panggung Kecil yang Menumbuhkan Mimpi Besar photo_camera 1

    Kotagoa Diamond Competition: Panggung Kecil yang Menumbuhkan Mimpi Besar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pada 15โ€“16 Mei 2026, suasana di lingkungan SMPSK Kotagoa Boawae terasa berbeda. Panggung pentas dan halaman tengah sekolah yang biasanya dipenuhi tepuk tangan untuk merayakan prestasi peserta didik, kali ini berubah menjadi ruang kompetisi yang hidup dan penuh semangat. Anak-anak dari berbagai Sekolah Dasar hadir membawa keberanian, bakat, dan harapan mereka. Dalam rangka menyongsong pesta […]

  • Sudut Pandang: KASUS NADIEM: BUKAN AYAM BERKOKOK

    Sudut Pandang: KASUS NADIEM: BUKAN AYAM BERKOKOK

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Agustinus Edy Kristanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Oleh: Agustinus Edy Kristanto Setelah rekaman ILC yang membahas kasus Nadiem Makarim, saya dan Bang Rocky Gerung (RG) salaman sambil tertawa. Ia bilang sebaiknya saya lebih detail lagi menjelaskan hubungan sebab-akibat. Sebelumnya kami terlibat sedikit debat tentang korelasi temporal dan analogi ayam-matahari. Ada baiknya saya jelaskan begini. Saya bukannya tidak menangkap analogi dimaksud. Tapi saya […]

  • PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 376
    • 11Komentar

    PERMEN edisi Senin Paskah ke-6 – 11 Mei 2026 – Pesona Roh Kudus dalam Komitmen Misioner Inspirasi: Kis 16:11-15; Yohanes 15:26-16:4a   Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Paulus begitu semangat untuk mencari dan menemui para pengikut Kristus. Hari-hari ini kita mendengar kisahnya bahwa Paulus ke sini-lah, ke sana-lah; ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, Makedonia-lah, […]

  • Bambu Masuk Sekolah: Cara Kreatif Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Rayakan Hari Anak Nasional di Wolowea photo_camera 1

    Bambu Masuk Sekolah: Cara Kreatif Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Rayakan Hari Anak Nasional di Wolowea

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Wolowea, 23 Juli 2026 โ€“ Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menyelenggarakan Workshop Bamboo Go To School di SDK Bokogo, Desa Wolowea, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang memadukan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan budaya lokal dengan melibatkan anak-anak, guru, orang tua, serta Pemerintah Desa Wolowea. […]

  • Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

    Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Oleh: Aprianus Jebarus,ย Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari Menyebut Namamu Aku pernah mencoba mencari celah pada bingkai senyummu Namun yang aku dapat hanyalah rajutan kata yang di bungkus rapi pada wajah cantikmu Itulah alasan pasti mengapa aku tetap di sini menatap langit tanpa henti sembari melantunkan doa di sepertiga malam menyebutkan namamu pada puisiku untuk […]

expand_less