Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

  • account_circle Aprianus Jebarus
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari

Menyebut Namamu
Aku pernah mencoba
mencari celah pada bingkai
senyummu
Namun yang aku dapat hanyalah
rajutan kata yang di bungkus rapi
pada wajah cantikmu
Itulah alasan pasti
mengapa aku tetap di sini
menatap langit tanpa henti
sembari melantunkan doa
di sepertiga malam
menyebutkan namamu
pada puisiku untuk Tuhan.
2026

Lukisan Tak Bernama
Di antara jutaan orang
yang ada di dunia ini
Kau dititipkan Tuhan
untuk datang menjemputku
pulang pada pangkuan
cinta dan kasih,
bersemi, tumbuh
bak fajar menyapa pagi,
menjemput hari.

Ketahuilah
Sebelum kau datang
Aku t’lah lebih dulu ada
bersama bayang yang
kau tinggalkan;
Menemani rasa yang abadi,
terjebak dalam halaman
roman bukan kenyamanan.

Sudahlah
Kau diam saja
Aku tak ingin pulang
Aku hanya ingin damai
bersama nama yang abadi
dalam lukisan tak bernama
pada dinding kamar kecil ini.
2026

Bukan Kita
Pada malam kutitipkan
sajak roman untukmu
Tentang aku yang tak
bisa melupakanmu
dari ingatanku

Pada Malam
Kusulam warna hitam
bercampur cantikmu
yang masih saja
membekas pada
cerita yang tak
dapat kuhapuskan
dari lembaran kisah
aku dan kamu
Bukan kita.
2026

Aku
Aku terlahir untuk menyambut
setiap mimpi yang aku tanam
sebelum aku mengenal dunia
Bukan untuk menghibur sedih
yang dimiliki ribuan mata
di ruangan penuh.

Aku
Hanyalah sepasang rasa
yang tercipta untuk
menciptakan cerita
pada ruang yang aku
ukir dengan tulus
tanpa ragu, hanya;
Cinta
Kasih
Mimpi
dan
keyakinan
dalam diri.
2026

Mencari Cinta Sejati
Sepotong surat masih tersimpan
rapi dengan balutan kenangan
pada cerita tentang kamu
yang dulu
Serpihan ingatan beterbangan
menelusuri samudera yang pernah
kamu lewati
berharap kan menemukan setitik
embun yang akan menghantarkan
langkah kaki yang masih tertatih ini
menuju pada senyum yang di sebut
rumah ternyaman untuk bercerita
tentang cinta.
2026

  • Penulis: Aprianus Jebarus
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Selain sandaran, manusia butuh kutipan Hallo, teman-teman. Apa kabar? Harapan saya, semoga selalu dalam keadaan yang sehat, siap menjalani akhir pekan dan selalu setia dalam menikmati perkara-perkara hidup yang dialami. Saya pun punya harapan lain yakni, semoga teman-teman setia membaca tulisan sederhana ini sampai akhir. Ya, jangan buru-buru tinggalkan tulisan saya sebelum ada jejak yang […]

  • MONIKA DI UJUNG NASIB

    MONIKA DI UJUNG NASIB

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Ando Sola
    • visibility 340
    • 2Komentar

    “Semua mereka melihatku seperti selembar rupiah yang bisa ditukar dengan kehormatan” Pada simpang tiga ujung desa Watu Ngadha, sekelompok anak kompleks duduk lingkar memainkan gitar tua. Mereka menyayikan lagu-lagu nostalgia, sambil menepuk dada dan mengerutkan dahinya. Mereka tenggelam pada setiap syair yang dinyanyikan. Aku tahu mereka sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Terdengar beberapa lagu yang […]

  • Merayakan Kemiskinan Bersama Tuhan

    Merayakan Kemiskinan Bersama Tuhan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
    • visibility 172
    • 0Komentar

    “Kamu galak seperti macan betina / Barangkali kamu akan gila / Tapi tak akan mati.” Sepenggal dialog tersebut menjadi pembuka yang menggugah dari pertunjukan Maria Zaitun yang dibawakan oleh Bengkel Seni Milenial (BSM), sebuah kelompok teater dari SMK Sura Dewa. Kelompok kecil ini secara konsisten menghidupkan ruang-ruang seni pertunjukan yang kerap sepi apresiasi. Namun, teater […]

  • Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Wima Wimastha
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Oleh: Frater Wima Wimastha adalah Frater tingkat III di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, keuskupan Agung Ende dan mahasiswa semester 6 di Institute Filsafat katolik dan Kreatif ledalero(IFTK).   Di era digital, informasi tidak lagi bergerak seperti arus sungai yang tenang dan searah. Ia menyerupai ombak yang terus memecah, berbalik, dan membentuk pantai-pantai baru […]

  • Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang  Terancam 

    Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang Terancam 

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Humberto Verbita
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Oleh: Humberto Verbita Diskursus Film Dokumenter PESTA BABI bukan lagi sekedar tayangan tetapi menjadi sebuah movement, suatu gerakan mulai dari para akademisi, talk show saluran TV nasional, lahan edukasi-promosi-monetisasi dari para pegiat sosial media bahkan sampai level masyarakat akar rumput (grass root). Namun semua gerakan massive ini mendadak terguncang dengan video viral yang berisikan kesaksian […]

  • Sudut Pandang: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

    Sudut Pandang: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Katarina Sindona Tanis
    • visibility 27
    • 2Komentar

    Oleh: Katarina Sindona Tanis Program Studi: Keperawatan Menurut saya kesehatan mental itu bukanlah suatu kemewahan, tetapi kesehatan mental adalah fondasi dari segala aspek kehidupan, termasuk belajar, berteman, bahkan untuk bertahan hidup. Bagi remaja kesehatan mental yang baik itu bukan berarti “tidak sakit jiwa” tetapi mampu mengelola emosi, membangun hubungan yang lebih sehat, dan menghadapi stres. […]

expand_less