Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

  • account_circle Mertin Lusi
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah hutan Wolobobo, jauh dari hiruk-pikuk ruang kelas, sebanyak 52 siswa baru SMAK St. Agustinus Langa memulai proses pembentukan diri melalui Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026.

Mengusung konsep camping, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Alam menjadi ruang kelas, tenda menjadi tempat belajar kebersamaan, dan setiap tantangan menjadi media menempa karakter. Selama empat hari, para peserta didampingi oleh Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa yang memfasilitasi berbagai materi dan latihan kepemimpinan.

LKTD tidak sekadar mengajarkan teori tentang kepemimpinan. Para siswa diajak menjalani proses yang menyentuh empat dimensi utama perkembangan manusia, yakni kecerdasan emosional, intelektual, spiritual, dan fisik.Mlalui dinamika kelompok, refleksi, permainan edukatif, diskusi, latihan disiplin, hingga aktivitas lapangan, siswa belajar mengendalikan emosi, membangun kerja sama, berpikir kritis, memperdalam kehidupan iman, sekaligus meningkatkan daya tahan dan ketangguhan.

Bagi SMAK St. Agustinus Langa, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang menjadi identitas sekolah.

Kepala SMAK St. Agustinus Langa, Sr. Antonia, USS, menegaskan bahwa setiap angkatan baru diwajibkan mengikuti LKTD karena kegiatan ini merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi siswa.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menjadikan siswa SMAK St. Agustinus sebagai kader Katolik yang berintegritas dan berkarakter untuk Gereja dan bangsa,” ujar Sr. Antonia saat apel pembukaan.
Menurutnya, tantangan zaman menuntut lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu mengambil keputusan yang benar, serta memiliki semangat pelayanan bagi sesama.
Kepercayaa yang diberikan sekolah kepada Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa disambut dengan penuh rasa syukur. Ketua Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa, Ayu Nau, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan untuk mendampingi para siswa baru dalam proses pembentukan karakter.

“Terima kasih kepada lembaga SMAK St. Agustinus yang sudah mempercayakan tim kami untuk menjadi rekan seperjalanan dalam menempa diri sebagai siswa Katolik yang militan dan berkarakter,” ungkap Ayu Nau.

Dalam pelaksanaan LKTD tahun ini, Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa menurunkan sepuluh orang pendamping, yaitu Pater Farmas, Mertin Lusi, Cen Tena, Iwan De Rozari, Enda Ndoa, Eka Pratama, Jeri Menang, Grit Wonga, dan Siska Dopo. Bersama para pendamping tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi kepemimpinan, tetapi juga belajar melalui pengalaman hidup bersama, saling melayani, dan menghadapi berbagai tantangan sebagai satu komunitas.

Selama empat hari berada di alam terbuka, para siswa belajar bahwa kepemimpinan bukanlah tentang menjadi yang paling hebat, melainkan tentang kemampuan melayani, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Selain itu, Fandris Wau guru pendamping yang menemani proses LKTD mengatakan bahwa meskipun dinginnya Wolobobo yang kadang dibawah 10 derajad beliau melihat siawa mereka belajar arti solidaritas dan balik lelahnya setiap aktivitasyang padat siswa menemukan kekuatan untuk saling menguatkan.

“ Saya percaya dalam proses ini para siswa saling menguatkan meskipun sangat lelah karena aktivitas padat dan juga dinginnya wolobobo membuat mereka belajar tentang solidaritas” kata Fandris demikian dia biasa disapa.

  • Penulis: Mertin Lusi
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Di Antara Cinta dan Perjuangan, Kisah Pierre Tandean

    Sudut Pandang: Di Antara Cinta dan Perjuangan, Kisah Pierre Tandean

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Patricius Aldi
    • visibility 139
    • 2Komentar

    Oleh: Patricius Aldi, Mahasiswa Universitas Sanata Dharma   “Cinta yang sudah sampai pada tahap paling dekat dengan bahagia, hanya untuk direnggut oleh satu malam kelam dalam sejarah bangsa.” Rencana hidup terkadang tidak sesuai ekspetasi kita. Begitu pula dengan pernikahan, ada yang pernikahannya batal karena hati yang berubah, dan ada yang batal karena maut datang memisahkan seperti kisah Pierre Tendean dan tunangannya. Pierre Andries Tendean lahir di Jakarta, 21 Februari 1939, putra seorang dokter berdarah […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 127
    • 0Komentar

    8 Juni 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang layak dikenang dalam perjalanan pendidikan di Boawae. Sore itu, Kotagoa Sport Area tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lapangan itu berubah menjadi panggung harapan, tempat lahirnya keberanian, kerja keras, dan mimpi-mimpi besar anak-anak. Sebanyak 27 tim dari berbagai Sekolah Dasar siap bertarung dalam cabang olahraga voli […]

  • Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Emanuel Boli Manuk
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Oleh: Emanuel Boli Manuk, Mahasiswa IFTK Ledalero Dunia terasa semakin sempit, tetapi justru semakin keras. Dalam satu hari, kita bisa menyaksikan seorang cucu di Jakarta berdebat sengit dengan kakeknya di Surabaya tentang harga cabai, lalu sejam kemudian melihat seorang aktivis lingkungan dan eksekutif perusahaan tambang saling serang di kolom komentar Instagram. Yang menarik, tak jarang […]

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 495
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

  • Ilustrasi

    Jejak Sunyi yang Tak Pernah Pergi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 1.086
    • 6Komentar

    Ada orang-orang yang hidupnya tidak banyak diceritakan, tetapi diam-diam membentuk dunia kecil di sekitar mereka dengan cara yang begitu berarti. Mereka tidak dikenal luas, tidak pula menonjolkan diri, tetapi kehadirannya menjadi akar, menguatkan, menopang, dan memberi kehidupan. Bapak Marianus Meze Ito, yang akrab disapa Marianus Rena, adalah salah satu dari mereka. Ia lahir pada 10 […]

  • Sudut Pandang: RD Chosmas Oswyn Koba:   Menjadi Cahaya di Tengah Perjalanan

    Sudut Pandang: RD Chosmas Oswyn Koba:  Menjadi Cahaya di Tengah Perjalanan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Anjelina Roslin
    • visibility 147
    • 2Komentar

    “Jangan Takut, Percaya Saja.”  (Markus 5:36). Ada kalanya saya memandang sosok yang berdiri di depan altar itu bukan hanya seorang imam. Bagi umat dan banyak orang ia adalah imam yang memimpin perayaan ekaristi dan menjadi tempat untuk menemukan penguatan. Namun, bagi saya, sosok itu memiliki arti yang jauh lebih dekat. Ia adalah sosok yang telah […]

expand_less