Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

  • account_circle Mertin Lusi
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah hutan Wolobobo, jauh dari hiruk-pikuk ruang kelas, sebanyak 52 siswa baru SMAK St. Agustinus Langa memulai proses pembentukan diri melalui Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026.

Mengusung konsep camping, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Alam menjadi ruang kelas, tenda menjadi tempat belajar kebersamaan, dan setiap tantangan menjadi media menempa karakter. Selama empat hari, para peserta didampingi oleh Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa yang memfasilitasi berbagai materi dan latihan kepemimpinan.

LKTD tidak sekadar mengajarkan teori tentang kepemimpinan. Para siswa diajak menjalani proses yang menyentuh empat dimensi utama perkembangan manusia, yakni kecerdasan emosional, intelektual, spiritual, dan fisik.Mlalui dinamika kelompok, refleksi, permainan edukatif, diskusi, latihan disiplin, hingga aktivitas lapangan, siswa belajar mengendalikan emosi, membangun kerja sama, berpikir kritis, memperdalam kehidupan iman, sekaligus meningkatkan daya tahan dan ketangguhan.

Bagi SMAK St. Agustinus Langa, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang menjadi identitas sekolah.

Kepala SMAK St. Agustinus Langa, Sr. Antonia, USS, menegaskan bahwa setiap angkatan baru diwajibkan mengikuti LKTD karena kegiatan ini merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi siswa.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menjadikan siswa SMAK St. Agustinus sebagai kader Katolik yang berintegritas dan berkarakter untuk Gereja dan bangsa,” ujar Sr. Antonia saat apel pembukaan.
Menurutnya, tantangan zaman menuntut lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu mengambil keputusan yang benar, serta memiliki semangat pelayanan bagi sesama.
Kepercayaa yang diberikan sekolah kepada Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa disambut dengan penuh rasa syukur. Ketua Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa, Ayu Nau, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan untuk mendampingi para siswa baru dalam proses pembentukan karakter.

“Terima kasih kepada lembaga SMAK St. Agustinus yang sudah mempercayakan tim kami untuk menjadi rekan seperjalanan dalam menempa diri sebagai siswa Katolik yang militan dan berkarakter,” ungkap Ayu Nau.

Dalam pelaksanaan LKTD tahun ini, Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa menurunkan sepuluh orang pendamping, yaitu Pater Farmas, Mertin Lusi, Cen Tena, Iwan De Rozari, Enda Ndoa, Eka Pratama, Jeri Menang, Grit Wonga, dan Siska Dopo. Bersama para pendamping tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi kepemimpinan, tetapi juga belajar melalui pengalaman hidup bersama, saling melayani, dan menghadapi berbagai tantangan sebagai satu komunitas.

Selama empat hari berada di alam terbuka, para siswa belajar bahwa kepemimpinan bukanlah tentang menjadi yang paling hebat, melainkan tentang kemampuan melayani, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Selain itu, Fandris Wau guru pendamping yang menemani proses LKTD mengatakan bahwa meskipun dinginnya Wolobobo yang kadang dibawah 10 derajad beliau melihat siawa mereka belajar arti solidaritas dan balik lelahnya setiap aktivitasyang padat siswa menemukan kekuatan untuk saling menguatkan.

“ Saya percaya dalam proses ini para siswa saling menguatkan meskipun sangat lelah karena aktivitas padat dan juga dinginnya wolobobo membuat mereka belajar tentang solidaritas” kata Fandris demikian dia biasa disapa.

  • Penulis: Mertin Lusi
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

    PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 278
    • 1Komentar

    PERMEN edisi Selasa Paskah ke-6 – 12 Mei 2026 – Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur Inspirasi: Kis 16:22-34, Yoh 16:5-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kali ini Paulus dan Silas menunjukkan kualitas sebagai orang beriman dan pengikut Kristus. Keduanya di penjara tetapi hati mereka selalu merdeka dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Anggota tubuh […]

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 420
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

  • Sudut Pandang: Kegelisahan Manusia dalam Film Pesta Babi: Sebuah Tinjauan Interaksionisme Simbolik

    Sudut Pandang: Kegelisahan Manusia dalam Film Pesta Babi: Sebuah Tinjauan Interaksionisme Simbolik

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rommy Makyn
    • visibility 194
    • 0Komentar

    (Rommy Makyn adalah seorang Frater tingkat 3 di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, keuskupan Larantuka dan mahasiswa prodi Ilmu Filsafat semester 6 di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero-Maumere) Film pada satu sisi berfungsi sebagai media hiburan, dan pada sisi lain sebagai medium refleksi dengan cara sunyi untuk berbicara atas realitas kehidupan manusia dalam […]

  • Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    1/ Hari Rabu. Detukeli berkabut dan dingin. Angin bergerak lambat. Jarum jam dinding di ruang makan bergerak menuju pukul 07.30 pagi. Saya sedang meneguk segelas susu di ruang makan ketika pintu depan diketuk dan disusul teriakan ‘selamat pagi.’ Dari dalam ruangan itu, saya membalas ‘halo’, lalu melangkah mendekati pintu. “𝘌𝘮𝘢 𝘛𝘶𝘢 (Pater), selamat pagi.” Mama […]

  • Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

    Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 222
    • 2Komentar

    ini puisi apa?  ibu bangun tidur. bapak ke sawah. adik menangis cari bapak. saya cari batang pisang. pagi, selalu sibuk di setiap detik kami. ada rindu-dendam yang tak tuntas pada bunga mimpi. rumah yang lain, ayam-ayam berebut makanan. adik ikut tertawa. saya sibuk mengeja suara babi kelaparan. lalu, lewatlah segerombolan masa lalu di kepala saya. […]

  • Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun 6:17 Play Button

    Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya. Waktu memang berjalan cepat, apalagi […]

expand_less