BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh
- account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 297
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
01 Mei 2026
Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6
Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan.
Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai amanat perpisahan Yesus yang berkata kepada murid-murid-Nya yang dibuka dengan kalimat: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Nah, izinkan saya titipkan di sanubari penikmat permen akan pesan Tuhan yang kuat pada hari ini bahwa di Hari Buruh Internasional, kita butuh hati yang profesional.
Hati yang profesional adalah hati yang tidak mudah gelisah, alias GEGANA_Gelisah Galau Merana, yah karena hati yang demikian hanya mungkin dan bisa mungkin kalau percaya kepada Allah, percaya juga kepada Yesus. Untuk orang Katolik ada bonus nya yakni hati yang percaya kepada doa-doa bersama Bunda Maria.
Ini baru hati yang profesional, jelas dan berkelas. Hati yang tahu jalan, kebenaran, dan hidup yang sesungguhnya hanya dalam Tuhan dan bersama Yesus dengan doa Bunda Maria.
Semoga kita tidak menggantungkan hati kita kepada hal-hal duniawi sampai kita mati-matian mengejar sesuatu yang dapat ditinggal mati dari pada mengejar hal surgawi yang bisa dibawa mati.
Ada kisah bahwa penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Makanya, Rasul Paulus tegaskan bahwa apa sebab kita tidak menaruh kepercayaan kepada Yesus, karena Allah telah menggenapi janji-Nya atas Yesus dan puncak penggenapan itu nyata dengan Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Makanya dari sinilah Yesus tegaskan bahwa DIA-lah, jalan, kebenaran, dan hidup. Sebagai Anak Allah, Yesus menghantar kita kepada Bapa.
Kata-kata Yesus hari ini seharusnya melegahkan hati penikmat permen dari GEGANA.
Sebagai homo faber, kita pasti bahagia jika dapat bekerja dengan baik dan benar; bila pekerjaan kita menghasilkan cuan apalagi sampai membawa kita dekat dengan Tuhan. Realitas merekam dengan jujur bahwa ada juga hati yang gelisah dengan pekerjaannya. Mari kita spill: upah masih di bawah standar, system kerja yang menindas, pekerja mendapat perlakuan yang tidak baik atau tidak adil di tempat kerja, bahkan pekerjaan bukan sebagai jalan memanusia-kan manusia, eh malah ada pekerjaan yang menginjak-injak citra Allah. Bahkan, ada manusia pekerja yang dibuat galau dengan hadirnya robot-robot.
Terhadap ini semua, mari, selalu andalkan Tuhan dalam pekerjaan kita. Karena itu, ketika dunia pekerjaan mengecewakan kita, Tuhanlah yang membangkitkan harapan, membesarkan hati. Hidup kita bukan hanya tentang buruh dunia, kita pun butuh surga. Sehingga, berikan budaya surgawi di dalam pekerjaan kita. Kita tidak hanya dimintai oleh Tuhan bekerja keras, bekerja cerdas, tetapi kita perlu bekerja tulus dan bekerja kudus. Yah, Semoga pekerjaan-pekerjaan kita selain mendatangkan cuan tetapi juga semakin mendekatkan kita pada Tuhan. Semoga kita senantiasa doakan apa yang kita kerjakan serentak mengerjakan apa yang kita doakan.
Bulan Maria adalah jalan doa, kebenaran doa, dan hidup doa bagi kita untuk semakin mengandalkan Tuhan, sebagai cara kita meminta ketulusan dan kekudusan yang diteladankan Bunda Maria. Semoga bulan Maria membantu kita untuk mengenal Bunda Maria lebih dalam, agar kita selami hatiNya, resapi nilainya, dan kita tahu bahwa ada hati seorang IBU yang selalu mengalirkan rahmat dan berkat. Karena, pekerja keras pun butuh hati profesional yang terarah ke surga kudus.
PERMEN_PermenunganMasterOyen
Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.
- Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
- Editor: Redaksi Mataleza

Saat ini belum ada komentar