Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

  • account_circle Alvarez Keupung
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.

 

TIGA RINDU

Rindu ini tiba – tiba datang
Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam
Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi
Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun
Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun

Rindu ini pun tiba – tiba bersua
Untuk ibu, aku begitu gelisah pada kata miliknya tak bersahutan lagi
Diamnya kali ini begitu lengang melewati hari-hari yang masih berdetak
Tak lagi bersuara seperti yang sudah-sudah
Ibu, biarkan aku sejenak bertanya: alamat mana kita nanti berjumpa ?

Rindu ini pun tiba lagi
Untukmu kakanda, aku hanya ingin memastikan apakah senyum itu masih ada
Entah mengapa sepiku begitu menusuk
Tak ada lagi cerita dan diskusi kita yang begitu mengalir
Kanda, peluk rinduku erat-erat
Agar tak pernah jadi luka abadi yang kutanggung sendiri

Bagimu semua, tiga rindu ini adalah doa yang menggetarkan mata batin Tuhan kita.

Ende, 8 Mei 2026.

ROH

Kalau engkau adalah angin
Berhembuslah saja dengan sepoimu

Kalau engkau adalah api
Menyalahlah saja dengan hangatmu

Kalau engkau adalah merpati
Kepaklah saja dengan sayapmu

Datanglah mengunjungi jiwaku yang bertepi
Tempat merangkul segala darimu.

Ende, 8 Mei 2026.

MENULIS DIRI

Aku tak mau gelisah membeku di ujung sukma
Maka yang semula adalah kata kutulis di sini
Tentang aku : “yang adalah apa yang aku pikirkan”

Mula-mula aku menulis diri di atas helai hati sendiri
Kemudian berjumpa dengan apa yang paling abadi, yang namanya waktu

Aku memburu sepi di ruang-ruang keramaian
Membahasakan tubuhku, membahasakan jiwaku, membahasakan rasaku, membahasakan kehendakku, membahasakan adaku

Sesudah menjelajahi segala dengan kata
Lalu kualamatkan kepada lubuk semesta:
Puisi ini seibarat keromantisan yang paling intim
Lebih mahal dari mentari yang dirindui pada musim hujan.

Ende, 8 Mei 2026.

JEJAK

Tuhan,
Aku bingung di sini
Pada gelapnya hidup ini

Ingin kutuntun diriku
Dengan rupa-rupa langkah, entah berapa hitungan

Jawablah saja Tuhan
Dengan cahaya manakah aku pastikan ada yang sebegitu dekat menemaniku

Mungkinkah Kau, tak berkesudahan menggendong jejakku dalam segala kegembiraanku, pun dalam segala sedihku.

Ende, 8 Mei 2026.

SEPI YANG BERISIK

Angin datang sepagi ini
Merayu dedaunan untuk bercinta sejenak
Mungkin sekadar canda
Agar datangnya tidak sia-sia

Sepi ini pun menjelma berisik
Entahlah mau berkabar kepada siapa
Sedang di balik jendela, aku melihat dedaunan “berdansa” merayakan pesta cinta

Aku pun tak seberuntung mujur
Sepi ini sebegitu berisik.

Ende, 8 Mei 2026.

  • Penulis: Alvarez Keupung
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Di Balik Manisnya Gula, Ada Bayang-bayang Kekuasaan

    Sudut Pandang: Di Balik Manisnya Gula, Ada Bayang-bayang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Irenius Arya Pandya Cetta
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Oleh: Irenius Arya Pandya Cetta Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan Wajah Yogyakarta di Persimpangan Zaman   Ketika Yogyakarta Mulai Berubah Yogyakarta hari ini dikenal sebagai kota budaya, kota pelajar, dan salah satu pusat sejarah Jawa. Di balik keraton, jalan-jalan yang ramai, serta kehidupan masyarakat yang terus bergerak, tersimpan sebuah masa ketika kota ini berubah […]

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • Cerpen Pastor: I Love You Full!

    Cerpen Pastor: I Love You Full!

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Sr. Auxilia Damanik, SFD
    • visibility 229
    • 4Komentar

    Oleh: Sr. Auxilia Damanik, SFD (Penulis merupakan biarawati pada Kongregasi Suster-Suster Fransiskus Dina atau SFD. Saat ini tengah memasuki tahun yuniorat pertama) Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Deru angin dari perbukitan berembus kencang, menggiring langkah kecilku berlari menapaki tanah berbatu. Langit sore tampak muram, tetapi bukit itu selalu menjadi tempat paling hidup […]

  • Sudut Pandang: RD Chosmas Oswyn Koba:   Menjadi Cahaya di Tengah Perjalanan

    Sudut Pandang: RD Chosmas Oswyn Koba:  Menjadi Cahaya di Tengah Perjalanan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Anjelina Roslin
    • visibility 147
    • 2Komentar

    “Jangan Takut, Percaya Saja.”  (Markus 5:36). Ada kalanya saya memandang sosok yang berdiri di depan altar itu bukan hanya seorang imam. Bagi umat dan banyak orang ia adalah imam yang memimpin perayaan ekaristi dan menjadi tempat untuk menemukan penguatan. Namun, bagi saya, sosok itu memiliki arti yang jauh lebih dekat. Ia adalah sosok yang telah […]

  • Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Singkirkan dulu euforia kemenangan 2-0 Prancis atas Maroko di laga Piala Dunia dini hari tadi. Ada rangkaian peristiwa penting lain yang lebih menyita perhatian masyarakat, yaitu penggeledahan yang dilakukan Polri ke sejumlah tempat, pernyataan Kejaksaan Agung, dan penjelasan TNI. Peristiwa tersebut, meski penting dan menjadi perhatian publik, sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Ini bukan […]

  • Pau Cubarsí dan Seni Bertahan yang Nyaris Terlupakan

    Pau Cubarsí dan Seni Bertahan yang Nyaris Terlupakan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sepak bola selalu jatuh cinta kepada pencetak gol. Kita mengingat Diego Maradona karena menggiring bola melewati setengah lapangan. Kita mengenang Lionel Messi karena ribuan sentuhan yang membuat hukum gravitasi seolah kehilangan kuasa. Kita memuja Cristiano Ronaldo karena gol-gol yang lahir dari lompatan yang mustahil dilakukan manusia biasa. Jarang sekali kita pulang dari stadion sambil berkata, […]

expand_less