Breaking News
light_mode
Trending Tags

Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

  • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 487
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026
Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12

Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan.

Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan.

Tor monitor penikmat permen yang adalah domba-dombaku, gembala mau lapor kalau Yesus hari ini katakan: di tempat Aku berada, kamu pun berada. Tuhan mau kita searah dan sejalan. Atau bahasa anak muda, Tuhan ingin kita tetap se-frekuensi. Kalau arah kita kepada keselamatan, maka jalan kekatolikkan yang telah kita tempuh jangan sampai putus apalagi buntu. Kita tidak adil dengan Tuhan kalau sampai kita tidak sejalan, tidak searah dengan Tuhan. Apalagi mengeluh: Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana? Semoga kita dijauhkan dari mentalitas searah tetapi beda jalan. Contohnya, mereka yang nikah beda agama. Ini searah tapi beda jalan. Parahnya lagi, kita sudah sejalan tiba-tiba dia beda arah – tidur di tempat tidur yang sama tetapi dengan mimpi yang berbeda.

Makanya dari sinilah Yesus bilang tegas bahwa DIAlah, jalan kebenaran dan hidup.
Yesus amati cara beriman para murid yang meresahkan bahkan sampai ada murid yang bicara terbuka bagaimana mereka kehilangan jejak Kristus, jalan iman mereka sudah tidak sejalan, arah iman mereka sudah tidak jelas. “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi, bagaimana kami tahu jalan ke sana? Ini gambaran para murid yang jelas-jelas tidak bergerak bersama Yesus, tidak sejalan dengan Yesus dan kehilangan gairah untuk menemukan kebenaran dan hidup surgawi dalam Tuhan.

Pernyataan Thomas juga sebetulnya mewakili realitas zaman sekarang yang mana kita umat yang katanya pengikut Kristus, di tiktok katanya Katolikku keren, katanya 100% Indonesia -100% Katolik, yang katanya bangga dengan Katolik yang adem, tetapi itu baru katanya, karena nyata-nya kita dengan sengaja, dengan tahu dan mau, kita sudah tidak sejalan dengan Yesus, kita meragukan kebenaran dari Yesus dan tidak menjadikan Yesus sumber dan tujuan hidup kita. Memang, nyatanya tak seindah katanya.
Ada yang katanya Katolik sejak lahir, tetapi nyatanya: sungguh-sungguh menghayati Kekatolikkan ketika hidup mau berakhir. Selama sehat, masih hebat, masih punya jabatan, masih punya kekayaan: jalan kepada Tuhan dan Gereja itu macam tertutup. Aneh bin ajaib bahwa ketika hendak “game over” (wafat) mulai menuntut paling banyak dari Gereja dan Tuhan.

Ada yang katanya beriman kepada Tuhan, tetapi perilaku macam orang pakai susuk, masuk Gereja tidak nyaman, ikut ekaristi masuk keluar tidak tenang, gelisah kalau berada di tempat doa, tetapi betah di tempat dosa. Alasan doa dan pembacaan Firman Tuhan di rumah ibadat terlalu bertele-tele. Saya mau tanya: apakah doa kita terlalu panjang alias bertele-tele atau cinta kita kepada Tuhan terlalu singkat? Misa nikah nyaris tidak ada orang, tapi pas pesta, waduh, itu biar acara orang belum buka dia sudah datang.  Pas acara bebas ketemu kita baru ajak: Ayo shu Romo, goyang! Hmmm, kalau saya ajak kau sembayang, itu baru pucat!

Masih banyak gambaran bagaimana, manusia zaman sekarang sudah banyak yang salah jalan. Kebenaran sudah ditafsir sendiri-sendiri, tidak gubris dengan kebenaran bersama, dalam hal ini aturan dan kesepakatan bersama. Orang lebih pilih kesenangan sendiri sambil abaikan yang lainnya. Healing bareng bestie elit, Ekaristi sulit. Kalau dia rasa suka buka musik, dia tidak gubris, biar di sebelah tetangga ada doa rosario.

Ini merupakan gambaran bagaimana orang hidup tidak sejalan dengan Tuhan, tidak searah dengan iman Katolik sehingga sulit berjalan dalam kekompakan iman dan hidup tanpa kebenaran iman.
Marilah, jadikan Yesus jalan kebenaran dan hidup. Yesus itu Sabda yang telah menjadi manusia. Makanya, jadikan Sabda Allah itu jalan, kebenaran dan hidup. Rajin baca Kitab Suci, jangan mata hanya melotot lihat hape. Rajin dengar Firman Suci, jangan telinga hanya mau dengar gosipin tetangga. Mulut pakai untuk membawa kabar sukacita dari Tuhan, jangan hanya mau gunakan istilah dan anjay-anjay kan sesama, bicara hanya mau buat orang punya hati tabola bale. At least, senyum lah kalau tidak bisa bicara yang baik.
Sehingga, katanya dan nyatanya itu sejalan, searah dan se-frekuanesi dengan kehendak Tuhan dan panggilan imamiah kita sebagai murid Yesus.

Rm. Laurensius Feto, Pr

  • Penulis: Rm. Laurensius Feto, P.r
  • Editor: Mataleza

Komentar (6)

  • Sr.Lena fmm

    Terima kasih sudah membagi resep yang luar biasa, bukannya biasa di luar ya hehe..untuk membangun kehidupan manusia yang lebih bermutu..yang sejati..
    Tentu sangat dibutuhkan semangat kejujuran dan kerendahan hati manusia untuk menggapai tujuan dan arahnya di dalam Tuhan ♥️

    Balas3 Mei 2026 11:03 pm
  • martinafeto@gmail.com

    Mksh renungan Harming Paskah V hr ini Rm🙏👍🥰

    Balas3 Mei 2026 1:04 pm
  • Veromey

    Siaap Romo

    Sabda Allah bukan sekadar untuk dibaca, tetapi dihidupi: lewat apa yang kita lihat, dengar, dan ucapkan. Tantangannya jelas—di tengah kebiasaan duniawi, kita diajak untuk lebih peka pada suara Tuhan dan menjadi pembawa sukacita bagi sesama. Ketika kata dan tindakan selaras, di situlah kita sungguh menjadi murid Yesus yang autentik.

    Balas3 Mei 2026 12:59 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DI BALIK GELAS KEMASAN MANIS GEN Z, ANCAMAN DIABETES DI TENGAH KECANDUAN MINUMAN MURAH 

    DI BALIK GELAS KEMASAN MANIS GEN Z, ANCAMAN DIABETES DI TENGAH KECANDUAN MINUMAN MURAH 

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Viktoria Eyen
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Oleh: Viktoria Eyen Npm:25201043 Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Keperawatan Indonesia hari ini menghadapi masalah kencing manis atau diabetes sangat mengkhawatirkan , apakah anda pernah melihat antrian di gerai minuman kekinian manapun di kota-kota besar pada siang hari. Hampir pasti yang mengantri didominasi anak muda, pelajar, mahasiswa dan pekerja muda yang rela menunggu belasan menit demi […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 87
    • 0Komentar

    8 Juni 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang layak dikenang dalam perjalanan pendidikan di Boawae. Sore itu, Kotagoa Sport Area tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lapangan itu berubah menjadi panggung harapan, tempat lahirnya keberanian, kerja keras, dan mimpi-mimpi besar anak-anak. Sebanyak 27 tim dari berbagai Sekolah Dasar siap bertarung dalam cabang olahraga voli […]

  • Memelihara Hati di Tengah Arus Digital:  Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    Memelihara Hati di Tengah Arus Digital: Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba, Frater OCD Dunia saat ini telah mengalami transformasi mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berpikir, dan memaknai realitas. Bagi generasi Z dan Aplha, ekosistem digital bukan lagi sekadar alat bantu atau saluran komunikasi tambahan, melainkan lingkungan hidup utama tempat identitas dibentuk, relasi dijalin, dan makna kehidupan dicari. Kemudahan konektivitas yang ditawarkan oleh smartphone dan platform […]

  • Penggali Sumur: Kembali ke Masa Lalu-Menata Masa Depan

    Penggali Sumur: Kembali ke Masa Lalu-Menata Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 301
    • 2Komentar

    “Kita akan menimba kehidupan, anak-anakku. Kita akan bercerita, belajar sabar, dan dikuatkan oleh persatuan, Nak. Di sumur, kita menemukan diri kita bukan lagi satu, tetapi menjelma persekutuan yang kuat, sebagaimana satu tetes air yang utuh dari bibir sumur dan menjadi banyak di dasar sana, anak-anakku. Itu sebabnya, om ingin menjadi penggali sumur.” Lima belas cerpen […]

  • Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 476
    • 2Komentar

    Dalam karyanya “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Yuval Hoah Harari mengatakan “jika masa depan umat manusia diputuskan tanpa melibatkan anda, kerena anda sibuk memberi makan dan memakaikan pakaian anak anda, tetap saja anda dan anak anda tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Ini memang sungguh tidak adil, tetapi siapa bilang sejarah itu adil?” (Harari, 2023). Namun […]

  • PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23 Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun: Maksud hati mengunjungi Om Strom, apa daya bertemu Veronika. ROH KUDUS menjadikan kita Strong. Di tengah situasi sedih dan terluka. Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja […]

expand_less