Breaking News
light_mode
Trending Tags

Merayakan Kemiskinan Bersama Tuhan

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Kamu galak seperti macan betina / Barangkali kamu akan gila / Tapi tak akan mati.”

Sepenggal dialog tersebut menjadi pembuka yang menggugah dari pertunjukan Maria Zaitun yang dibawakan oleh Bengkel Seni Milenial (BSM), sebuah kelompok teater dari SMK Sura Dewa. Kelompok kecil ini secara konsisten menghidupkan ruang-ruang seni pertunjukan yang kerap sepi apresiasi.

Namun, teater tidak semata-mata hadir untuk mengundang tepuk tangan. Lebih dari itu, teater seharusnya mampu menggugah kesadaran: apakah para penonton hanya menjadi saksi, atau turut tergerak untuk merenungkan kembali makna kehidupan? Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apakah kita masih memiliki belas kasih, atau justru semakin jauh dari empati?

Pertunjukan ini mengangkat Nyanyian Angsa, karya sastra dari pujangga besar Indonesia, W.S. Rendra. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Maria Zaitun, seorang pelacur tua yang kehilangan arah hidup. Ia berkeliling, mengetuk hati manusia, berharap menemukan sedikit kepedulian. Namun, pertanyaannya menjadi tajam: apakah nilai-nilai keimanan hanya berhenti di bibir, dan kebaikan sekadar menjadi narasi tanpa tindakan nyata?

Maria Zaitun hadir sebagai potret ketidakadilan sosial. Ia merepresentasikan bagaimana stigma terhadap “pekerja malam” sering kali menutup ruang empati. Masyarakat cenderung menghakimi tanpa berusaha memahami latar belakang dan keterpaksaan yang melatarbelakangi pilihan hidup tersebut.

Realitas hari ini menunjukkan bahwa manusia semakin mudah menghakimi dan mencela, tetapi kerap abai ketika berhadapan dengan ketidakadilan. Dalam situasi demikian, harapan terakhir seolah hanya tertuju pada Tuhan, satu-satunya yang memeluk tanpa syarat, tanpa memandang latar belakang kehidupan seseorang.

Menariknya, meskipun Nyanyian Angsa ditulis pada akhir 1960-an, relevansinya masih terasa hingga hari ini. Di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, persoalan kemiskinan ekstrem dan ketidakberdayaan masih menjadi realitas yang nyata. Kisah Maria Zaitun seakan menjadi cermin yang memantulkan wajah masyarakat kita sendiri.

Melalui refleksinya, tokoh Maria Zaitun mengajak kita untuk bertanya dengan jujur: masih adakah kepedulian yang tersisa dalam diri kita? Pada akhirnya, pertunjukan ini mengingatkan bahwa tempat kembali manusia hanyalah kepada Tuhan, yang menerima dan memeluk setiap insan dengan kasih tanpa batas.

Penampilan Bengkel Seni Milenial (BSM) dalam pertunjukan ini patut diapresiasi. Dengan penghayatan yang kuat, mereka berhasil menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam di tengah dunia yang kian kehilangan arah.

Pertunjukan ini digelar pada Rabu, 22 April 2026, di SDK Lamenais, dalam momentum kebersamaan perayaan Halal Bihalal dan Paskah bersama SMK Sura Dewa Larantuka.

Moh. Zaini Ratuloli, S.Pd

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruang Rasa: Perempuan yang Diajari Bertahan

    Ruang Rasa: Perempuan yang Diajari Bertahan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 186
    • 6Komentar

    Sebelum teman-teman mataleza.com lanjutkan membaca keseluruhan tulisan berikut ini, perlu saya sampaikan bahwa, tidak semua laki-laki demikian, tetapi pengalaman perempuan yang mengalami manipulasi adalah kenyataan yang tidak boleh diperkecil atau diabaikan. Luka mereka nyata. Selamat membaca! *** Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah pesan dari seorang teman. Ia perempuan, tinggal jauh di seberang. Jarak memisahkan […]

  • PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 328
    • 2Komentar

    PERMEN edisi Selasa 5 Paskah – 05 MEI 2026 –  Bekerja Sama dan Sama-Sama Bekerja Inspirasi: Kis 14:19-28 ; Yohanes 14:27-31a Paulus dan Barnabas buat sesuatu yang membuka mata hati penikmat Permen akan pentingnya bekerja dalam tim. Yah, dalam perjalanan misi pewartaan, keduanya mengangkat para penatua jemaat untuk memimpin jemaat kristiani yang mereka dirikan. Mereka […]

  • Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Di sudut kota Rosario yang riuh dan berdebu, sebuah rumah sederhana berdiri tenang. Rumah itu tidak dibangun oleh arsitek terkenal, melainkan oleh tangan seorang ayah dan kakek yang percaya bahwa keluarga selalu membutuhkan tempat untuk pulang. Di sanalah, pada 24 Juni 1987, lahir seorang bocah bernama Lionel Andrés Messi, anak ketiga […]

  • Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kasianus Sebho
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Di banyak daerah di Indonesia, terdapat satu fenomena yang sering dibicarakan tetapi jarang dipahami secara mendalam. Banyak petani yang berhasil membesarkan keluarga, membangun rumah, membeli lahan, hingga menyekolahkan anak-anak mereka sampai menjadi sarjana, pegawai negeri, pengusaha, guru, dokter, maupun profesi lainnya. Namun ketika anak-anak tersebut telah dewasa, tidak sedikit yang justru memilih meninggalkan sektor pertanian. […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Tuhan dan Puan Sedang Online Kucumbui minggu dijantung rindu Ada sehelai cemburu yang gugur Di dinding yang tak bercentang biru hanya dua garis abu-abu yang muram yang begitu setia menunggu di bukit setia.   Aku tahu, Mungkin kau sedang memulung harimu Dalam kesibukan Hingga serentetan pesanku kau abaikan. Minggu yang kucumbui kali ini begitu rapuh, […]

expand_less