Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Marianus Lako
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 209
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan

Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan
Apa itu sebuah kerinduan?
Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka?

Apa itu kerelaan?
Kalau tentang melepas tapi masih melekat
Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat
Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan

Meo 2026

Gagasan Kesepian

Apa pernah kau menyentuh tubuh hujan dengan dalih ingin demam dan terkapar oleh dia?

Apakah hujan adalah menemukan kehilangan? Ataukah hujan adalah

butiran gagasan-gagasan kesepian?
Lantas begitu, untuk apa ia selalu turun dan airnya mengisi

penuh bak rinduku yang kosong?

Kenangan 2025

Ruang rindu

Lelap meraba kepala
Isinya angan-angan saja
Seperti angin yang dijala melewati jaring laba
Seperti menyaring pudar-pudar rindumu yang

merambat lelah karena rona suara serak-serak saat sepi yang

bertabrakan dengan malam, hujan, dan kenangan sudah tak sama.

15 April 2026

Sarang Napasmu

Di bawah kolong-kolong hutan satwa
Ada riang-riang rindu yang rancu sedang

menghitung laba angin yang menyuruk ke kelam
Dan tinggalkan rusuk bulan yang padam keabuan

dalam keanggunannya.

Mencatatkan pohon-pohon waktu yang dahulu
disorak bau-bau tanah, diejek rumput-rumput liar,

diusir oleh arak-arakan keheningan
Dicacatkan oleh hujan dan panas :
Pada keremangan yang merenta,
Pada kenangan yang merendah,
Pada rendaman rindu yang meleleh di mulutmu,
Lihatlah tunas itu telah tumbuh menjadi ibu untuk sarang napasmu.

Di bawah kolong hutan rimba
Aku mencintai angin di atas bumbungan langit
Walau asalku di bawah tubuh hutan
Walau desirnya tak kudengar, tak kusesap
tak kulepas tuk mendengungkan wanginya yang sempat jatuh

bersama hujan kala itu, serasa berserakan kebahagiaan itu tak ingin

kurapikan dan tak ingin kubangun dari mimpi lelap ini.
Seperti memperkenalkan, dia terbang dalam rinduku,

singgah dalam runtuhku, sungguh dalam sesalku jika aku terbangun.

Mari merawat
Tak ada penawar yang telat
untuk hilangkan karma selain menikmatinya

April 2026

Gelisah

Di bawah kaki harapan
Berjalan tegak angkat dagu
Menyampaikan ragu dalam gelap
Isinya lisan-lisan cahaya
Berjalan jinjit takut tumpah ruah
Sedangkan di atas kepala,
Bintang menggerutu dalam temaram
Berharap lisan itu bergabung bersama anak cahayanya.

//
Menulis diatas debu
Tertiup angin, mengiringi angan
dengan Rindu yang rasanya macam-macam sekali
Seperti bau orang mati,
Tapi dupanya tak jadi
Lilinya mati
Rupanya aneh sekali
Setelah kulihat
Isinya macam-macam sekali
Seperti membatin tapi tak diberi Illahi.

\\

Aku mengais rindu di matamu
Mencari jarum ketenangan
Konon katanya :
” Menjahit takdir di bibir waktu
Dapat membungkam bising napsu”

Semoga menemukanmu dengan cinta

2026

Marianus Lako, penulis yang akrab disapa Anno Lako ini selain suka menulis juga jalan-jalan. Sering menjadi tukang omong dari pinggir lapangan sepak bola dan juga tenda pesta.

  • Penulis: Marianus Lako
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Di Bawah Terik Matahari, Ia Menanam Harapan

    Sudut Pandang: Di Bawah Terik Matahari, Ia Menanam Harapan

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Melinda Kristy Setyarini
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh: Melinda Kristy Setyarini Pagi belum sepenuhnya terang ketika bapakku sudah memulai harinya. Saat sebagian orang masih menikmati sisa tidur atau bersiap dengan pakaian rapi sebelum berangkat bekerja, bapak sudah lebih dahulu sibuk di peternakan bebek. Ada bebek-bebek yang harus diurus dan pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Setelah semuanya selesai, langkahnya berlanjut menuju sawah. Dari […]

  • Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Wima Wimastha
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Oleh: Frater Wima Wimastha adalah Frater tingkat III di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, keuskupan Agung Ende dan mahasiswa semester 6 di Institute Filsafat katolik dan Kreatif ledalero(IFTK).   Di era digital, informasi tidak lagi bergerak seperti arus sungai yang tenang dan searah. Ia menyerupai ombak yang terus memecah, berbalik, dan membentuk pantai-pantai baru […]

  • PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 410
    • 8Komentar

    PERMEN edisi Sabtu Paskah ke-5 – 09 MEI 2026 – Tuhan dan Remote Control Inspirasi: Kis 16:1-10 ; Yohanes 15:18-21 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Bacaan pertama menggambarkan Paulus yang di dalam benaknya penuh dengan idealisme dan gagasan-gagasan mengenai kerasulan dan perutusan. Mau ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, pokoknya ide cemerlang dan itu sudah […]

  • Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Beny K. Harman
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Oleh: Benny K. Harman Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir. Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan […]

  • PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

    PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 316
    • 1Komentar

    PERMEN edisi Selasa Paskah ke-6 – 12 Mei 2026 – Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur Inspirasi: Kis 16:22-34, Yoh 16:5-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kali ini Paulus dan Silas menunjukkan kualitas sebagai orang beriman dan pengikut Kristus. Keduanya di penjara tetapi hati mereka selalu merdeka dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Anggota tubuh […]

  • MONIKA DI UJUNG NASIB

    MONIKA DI UJUNG NASIB

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Ando Sola
    • visibility 435
    • 2Komentar

    “Semua mereka melihatku seperti selembar rupiah yang bisa ditukar dengan kehormatan” Pada simpang tiga ujung desa Watu Ngadha, sekelompok anak kompleks duduk lingkar memainkan gitar tua. Mereka menyayikan lagu-lagu nostalgia, sambil menepuk dada dan mengerutkan dahinya. Mereka tenggelam pada setiap syair yang dinyanyikan. Aku tahu mereka sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Terdengar beberapa lagu yang […]

expand_less