Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 207
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permen edisi SENIN 5 PASKAH –

04 MEI 2026 –

Katanya Sama Dengan Nyatanya

Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26

Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan Hari Pemadam Kebakaran Internasional (International Firefighters’ Day).

Bersamaan dengan itu, Yesus pun memahami situasi dan kondisi para murid setelah Dia pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi mereka. Sebab itu, Ia tidak akan meninggalkan mereka begitu saja, bagaikan yatim piatu. Upaya untuk mengobati kegalauan hati para murid yang bakal ditinggal Yesus pas sedang sayang-sayangnya, maka Yesus meminta agar Bapa-Nya mengirimkan penolong, Yaitu Roh Kebenaran. Sehingga, Injil yang menginspirasi penikmat permen hari ini sering diberi judul sebagai kata-kata penghiburan Yesus. Kata-kata penghiburan Yesus itu nyata karena kita pun alami sampai saat ini.

Dari Yesus kita belajar bahwa kata-kata penghiburan bukan karena daya puitis atau ada rima-rima nya. Kata yang punya kekuatan apalagi membawa dampak kebahagiaan ialah kata-kata yang dapat diterjemahkan ke dalam kenyataan. Sehingga, katanya sama dengan nyatanya. Penghormatan atas dedikasi pemadam kebakaran (damkar) bukan karena kata-kata mereka yang terangkai dalam motto nya yang beken “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Namun, lebih dari itu penghormatan atas Damkar karena memang mereka berlaku demikian. Mereka menunjukkan keberanian, pengabdian, dan kemanusiaan yang bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain. Dunia pemadam kebakaran adalah dunia yang memang seharusnya menunjukkan katanya sama dengan nyatanya. Kita dapat bayangkan kalau seandainya Damkar seperti teman-teman kita yang ketika ada kebakaran, ditelpon lalu mereka terima laporan dan mereka langsung katakan: On The Way (OTW). Tetapi tunggu punya tunggu, mereka tidak nongol-nongol. Jago merah sudah lahap semua, baru mereka tiba. Nah, itu lah pentingnya katanya harus sama dengan nyatanya.

Hal ini serupa dengan kisah Paulus dan Barnabas sewaktu mereka berjalan ke Listra. Mereka berjalan sambil berbuat baik dengan menyembuhkan orang yang lumpuh. Membuat orang lain berdiri tegak di atas kakinya sendiri. Karya nyata mereka bahkan sampai membuat imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, datang mempersembahkan kurban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Sampai di sini kita dapat melihat bagaimana kekuatan kata-kata harus sampai pada karya nyata.

Penikmat permen pun diminta dalam iman untuk selalu memiliki karakter diri yang katanya sama dengan nyatanya. Semoga kita tidak terjebak dengan kata “bombastis” tetapi kelakuan kita seperti kena bom-bardir, hancur berantakan.

Agar bisa sampai di titik katanya sama dengan nyatanya, maka kita perlu yang namanya Roh Kebenaran. Mintalah selalu Roh Kebenaran itu dari Allah Bapa lewat perantaraan Yesus Kristus. Semoga kita selalu tanya diri, apakah kata-kata saya sudah sejalan dengan kenyataan atau karya nyata? Sadarlah kita ketika kata-kata kita sama dengan kenyataan maka itulah kata-kata penghiburan. Kata yang menjadi nyatanya membuat orang lain dapat berdiri di atas kaki mereka sendiri. Namun, jika sebaliknya, orang lain yang sudah jatuh bisa seperti “butiran debu”, terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr

 

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (3)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih atasan tulisannya yang sangat menyentuh hati dan membuka pikiran,setiap kalimat memiliki makna yang mendalam dan luar biasa,sangat menginspirasi rasanya seperti mendapat energi baru setelah membaca renunga ini.Tetap semangat dan jadikan hari ini kesempatan untuk melakukan yang terbaik dan tetap semangat untuk menuliskan karya-karya selanjutnya.

    Balas4 Mei 2026 12:35 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 1.169
    • 7Komentar

    Sejarah peradaban selalu memberi kejutan yang melampaui batas imajinasi kita. Bagi umat manusia ribuan tahun lalu, membayangkan keberadaan kecerdasan buatan, mobil terbang, dan robot canggih seperti sekarang ini tentu mustahil. Pikiran mereka masih seputar cara berburuh, meramu makanan, dan membangun relasi sosial (Harari, 2017). Di luar itu, ada pertanyaan besar yang terus menghantui yaitu, apa […]

  • KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Noyaldista Lisan
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Oleh: Noyaldista Lisan Npm : 25201051 Kelas:2025B Program Studi: Keperawatan   Kesehatan reproduksi wanita merupakan salah satu aspek penting yang sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai di masyarakat. Padahal, kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seorang wanita untuk memiliki keturunan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi. […]

  • 𝗣𝗘𝗥𝗘𝗠𝗣𝗨𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚-𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗧𝗥𝗜𝗔𝗥𝗞𝗜?

    𝗣𝗘𝗥𝗘𝗠𝗣𝗨𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚-𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗧𝗥𝗜𝗔𝗥𝗞𝗜?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Helena Beraf
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Ada sebuah kebiasaan dalam masyarakat tempat saya lahir dan tumbuh yakni; kecenderungan menjaga anak perempuan mereka. Mengapa perempuan? Rupanya atas dasar norma, sopan santun dan budaya, anak perempuan (anak gadis) dipandang sebagai sesuatu yang berharga sehingga perlu dijaga kehormatannya. Perempuan dapat merepresentasikan kehormatan keluarganya. Saya ingat betul ketika saya memasuki masa remaja awal, mama kerapkali […]

  • Ruang Rasa: Kepekaan dan Rasa Peduli-Jalan Menjadi Manusia yang Lebih Utuh

    Ruang Rasa: Kepekaan dan Rasa Peduli-Jalan Menjadi Manusia yang Lebih Utuh

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 171
    • 7Komentar

    Hallo, teman-teman pembaca setia mataleza.com Senang kita bisa bertemu lagi di sini, di #Ruangrasa yang sudah cukup lama saya tidak bagikan. Saya yakin, di luar sana ada penantian penuh penasaran. Dan saya perlu meminta maaf jika tidak sering update secara berkala. Ya, maklum, bapak satu anak ini kadang sering menyibukkan diri dengan hal-hal remeh, misalnya […]

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 383
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

  • Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 487
    • 6Komentar

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12 Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan. Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan. Tor monitor penikmat […]

expand_less