Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 248
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permen edisi SENIN 5 PASKAH –

04 MEI 2026 –

Katanya Sama Dengan Nyatanya

Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26

Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan Hari Pemadam Kebakaran Internasional (International Firefighters’ Day).

Bersamaan dengan itu, Yesus pun memahami situasi dan kondisi para murid setelah Dia pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi mereka. Sebab itu, Ia tidak akan meninggalkan mereka begitu saja, bagaikan yatim piatu. Upaya untuk mengobati kegalauan hati para murid yang bakal ditinggal Yesus pas sedang sayang-sayangnya, maka Yesus meminta agar Bapa-Nya mengirimkan penolong, Yaitu Roh Kebenaran. Sehingga, Injil yang menginspirasi penikmat permen hari ini sering diberi judul sebagai kata-kata penghiburan Yesus. Kata-kata penghiburan Yesus itu nyata karena kita pun alami sampai saat ini.

Dari Yesus kita belajar bahwa kata-kata penghiburan bukan karena daya puitis atau ada rima-rima nya. Kata yang punya kekuatan apalagi membawa dampak kebahagiaan ialah kata-kata yang dapat diterjemahkan ke dalam kenyataan. Sehingga, katanya sama dengan nyatanya. Penghormatan atas dedikasi pemadam kebakaran (damkar) bukan karena kata-kata mereka yang terangkai dalam motto nya yang beken “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Namun, lebih dari itu penghormatan atas Damkar karena memang mereka berlaku demikian. Mereka menunjukkan keberanian, pengabdian, dan kemanusiaan yang bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain. Dunia pemadam kebakaran adalah dunia yang memang seharusnya menunjukkan katanya sama dengan nyatanya. Kita dapat bayangkan kalau seandainya Damkar seperti teman-teman kita yang ketika ada kebakaran, ditelpon lalu mereka terima laporan dan mereka langsung katakan: On The Way (OTW). Tetapi tunggu punya tunggu, mereka tidak nongol-nongol. Jago merah sudah lahap semua, baru mereka tiba. Nah, itu lah pentingnya katanya harus sama dengan nyatanya.

Hal ini serupa dengan kisah Paulus dan Barnabas sewaktu mereka berjalan ke Listra. Mereka berjalan sambil berbuat baik dengan menyembuhkan orang yang lumpuh. Membuat orang lain berdiri tegak di atas kakinya sendiri. Karya nyata mereka bahkan sampai membuat imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, datang mempersembahkan kurban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Sampai di sini kita dapat melihat bagaimana kekuatan kata-kata harus sampai pada karya nyata.

Penikmat permen pun diminta dalam iman untuk selalu memiliki karakter diri yang katanya sama dengan nyatanya. Semoga kita tidak terjebak dengan kata “bombastis” tetapi kelakuan kita seperti kena bom-bardir, hancur berantakan.

Agar bisa sampai di titik katanya sama dengan nyatanya, maka kita perlu yang namanya Roh Kebenaran. Mintalah selalu Roh Kebenaran itu dari Allah Bapa lewat perantaraan Yesus Kristus. Semoga kita selalu tanya diri, apakah kata-kata saya sudah sejalan dengan kenyataan atau karya nyata? Sadarlah kita ketika kata-kata kita sama dengan kenyataan maka itulah kata-kata penghiburan. Kata yang menjadi nyatanya membuat orang lain dapat berdiri di atas kaki mereka sendiri. Namun, jika sebaliknya, orang lain yang sudah jatuh bisa seperti “butiran debu”, terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr

 

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (3)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih atasan tulisannya yang sangat menyentuh hati dan membuka pikiran,setiap kalimat memiliki makna yang mendalam dan luar biasa,sangat menginspirasi rasanya seperti mendapat energi baru setelah membaca renunga ini.Tetap semangat dan jadikan hari ini kesempatan untuk melakukan yang terbaik dan tetap semangat untuk menuliskan karya-karya selanjutnya.

    Balas4 Mei 2026 12:35 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanya 19 Persen? Jangan Pernah Meremehkan Tradisi Juara PSN Ngada!

    Hanya 19 Persen? Jangan Pernah Meremehkan Tradisi Juara PSN Ngada!

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Rilis persentase peluang juara Liga 4 Piala Presiden 2026 oleh Bola Nusa memantik diskusi menarik di kalangan pencinta sepak bola nasional. Angka-angka yang tersaji bukan sekadar kalkulasi matematis di atas kertas, melainkan cerminan dari peta persaingan yang luar biasa ketat. Namun, di kasta ini, determinasi, mentalitas, dan konsistensi sering kali jauh lebih menentukan ketimbang hitungan […]

  • Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. PAKET CINTA DARI LAUTAN Sewaktu aku mandi di lautan Sungguh, aku merasakan getaran cintanya Dia tak pernah mengingkari jati dirinya, setia memberi asin garamnya Laut memang pergi dan datang menghempas tepian Gelora suaranya bertebaran ke langit Namun tak pernah […]

  • Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Pater Marsel Koka, RCJ
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh: Pater Marsel Koka, RCJ (Pastor dari Konggregasi Rogasionis Hati Yesus Maumere) Di sela-sela masa akhir liburan, saya berkesempatan mengunjungi kembali sebuah tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil selama enam tahun: SDN Riominsi, yang dahulu kami kenal sebagai SDK Terong Kedong. Sekolah kecil ini berada di Kampung Latung, Desa Benteng Tawa V, Kecamatan […]

  • Memelihara Hati di Tengah Arus Digital:  Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    Memelihara Hati di Tengah Arus Digital: Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba, Frater OCD Dunia saat ini telah mengalami transformasi mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berpikir, dan memaknai realitas. Bagi generasi Z dan Aplha, ekosistem digital bukan lagi sekadar alat bantu atau saluran komunikasi tambahan, melainkan lingkungan hidup utama tempat identitas dibentuk, relasi dijalin, dan makna kehidupan dicari. Kemudahan konektivitas yang ditawarkan oleh smartphone dan platform […]

  • Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 685
    • 2Komentar

    Dalam karyanya “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Yuval Hoah Harari mengatakan “jika masa depan umat manusia diputuskan tanpa melibatkan anda, kerena anda sibuk memberi makan dan memakaikan pakaian anak anda, tetap saja anda dan anak anda tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Ini memang sungguh tidak adil, tetapi siapa bilang sejarah itu adil?” (Harari, 2023). Namun […]

  • SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Mohammad Sjafie Tama
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh: Mohammad Sjafie Tama Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Ibarat Tubuh, Indonesia sedang disayat-sayat oleh pedang hukum milik kuasa modal. Baru saja dipertontonkan kepada kita, ruang sidang yang seharusnya menjadi altar suci bagi keadilan kini berubah menjadi ruang jagal bagi para inovator dan pengabdi. Tuntutan 18 tahun penjara serta denda Rp 5,6 […]

expand_less