Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 185
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 –

07 MEI 2026 –

Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi

Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani.

Kasih dapat menjadi landasan dan mampu membuat kita hidup dalam komunitas. Sehingga ada benarnya bahwa penatua-penatua Jemaat di Yerusalem tidak ‘srek’, merasa terganggu, merasa tidak ‘worth it’ misalnya orang itu harus dipisahkan antara bersunat dan tidak bersunat. Persaudaraan dalam Kristus harus melampaui itu semua.

Allah yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima semua orang tanpa kecuali, tanpa meng-kotak-kotak-kan, yang bersunat ataukah yang tidak bersunat. Kasih menjadikan para penatua berdiskusi dengan saling mendengarkan pendapat satu sama lain secara sabar dengan pikiran yang jernih dan hati yang bening. Sehingga, kasih-lah yang menjadikan komunikasi lancar dan menjadi komunitas yang besar, yah komunitas Kristiani yang menerima orang lain apa adanya, tidak persoalkan bersunat atau tidak bersunat. Maka dalam iman kita percaya bahwa kasih bukan perasaan semata, tetapi tindakan nyata dan konsisten dalam relasi baik dengan sesama.

Dengan demikian tidak heran, dari kasih lahirnya komunitas suami-istri, yang buah kasih mereka menjadi komunitas ayah, ibu, dan anak. Kasih membuat orang dengan tulus berkomunikasi satu sama lain. Ketulusan komunikasi itu yang menumbuhkan benih-benih cinta, yang mengikat satu sama lain dalam kenyamanan relasi sehingga terjadilah keluarga atau komunitas. Sehingga, jangan katakan komunitas keluarga kalau tidak ada komunikasi.

Rumah tangga yang api kasih-nya padam pasti tidak ada kehangatan komunikasi. Istri yang sudah terlanjur kecewa dengan suami yang selalu merasa superior, pasti akan memilih “berelasi dengan dingin” dan berkomunikasi yang minim. Kalau sudah di titik ini maka harapan terbentuknya komunitas seperti kucing tumbuh tanduk, mustahil.

Anak-anak yang terlanjur kecewa dengan orang tua yang lemah dalam mendengarkan mereka tetapi kuat dalam men-judge mereka, pasti akan memilih tutup pintu kamar, mengurung diri di kamar, pasang earphone, main game, dari pada dengarkan kata-kata yang mengkerdilkan mental. Yah, bagian dari menutup hati kepada orang tua. Hilang kasih, hilang komunikasi makanya komunitas menjadi jauh panggang dari api.

Nah, karena itu, milikilah kasih suci itu. Yesus tahu bahwa Allah Bapa mengasihi-Nya, maka Dia pun mengasihi Bapa-Nya. Berlandaskan kasih, Yesus mendengarkan sungguh kehendak Bapa-Nya dan bahkan sampai taat.  Kasih menjadikan orang untuk bertahan dalam mendengarkan, menjadikan orang sabar, sehingga tidak lekas berbicara sampai-sampai menghakimi orang lain. Sehingga Yesus kita sedemikian memahami sesama-Nya dan mau berkomunikasi dengan sesama-Nya sehingga terwujudlah komunitas. Bentuk tertinggi dari tinggal dalam Kasih Tuhan adalah mau menjadi pribadi yang inklusif, yang bisa menerima setiap orang apa adanya bukan ada apanya.

Hari ini kita peringati Hari Asma Sedunia. Mari, jadilah orang Katolik yang menghayati nama Katolik dengan spiritualitas kasih kepada mereka yang menderita Asma. Kalau selama ini kita hidup dengan orang asma dan merasa terganggu dengan penyakit mereka, maka coba dipikirkan lagi, sudahkah kita mempunyai kasih? Ketika kita tidak dapat memahami dan mengerti keadaan orang lain, maka komunikasi sudah mandek, sedang mandek, dan akan mandek. Maka, jangan harapkan ada komunitas pecinta dan pemerhati orang sakit (asma). Sudah pahamkan sejauh ini? (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

  • Hyasinta Mi

    Komunitas yang sejati bukan hanya tentang kita datang untuk berkumpul-kumpul tetapi bagaimana kita saling mendengakan dengan kasih.Komunikasi yang sehat adalah jembatan yang menghubungkan hati bukan sekedar bertukar informasi,melainkan komunikasi itu akan sejalan dengan kasih agar kita bisa berdialog,menerima perbedaan dan menyelesaikan segala hal yang terjadi baik dilingkungan keluarga,umat basis maupun di lingkungan dimana kita bekerja
    Sesuai dengan renungan hari ini yang bertema Kasih tidak ada komunitas tampa komunikasi .
    Terima kasih sudah membagi renungan hari ini yang mengingatkan saya begitu pentingnya komunikasi akan menjadi tempat yang hanyat ketika setiap anggotanya berkomitmen untuk berkomunikasi secara jujur dansaling saling menghargai satu sama lainnya.Sekali lagi terima kasih dan semoga sukses selalu dalam karya-karya selanjutnya.

    Balas7 Mei 2026 1:37 pm
  • Adi Tandi

    Selamat hari Asma bagi Semua orang Penderita Asma,,,Bersama Yesus semua Penyakit akan di sembuhkannya🙏🙏🙏

    Balas7 Mei 2026 10:01 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Roy Wujon
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Oleh: Roy Wujon Mahasiswa IFTK Ledalero Dalam sistem negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers merupakan pilar penting yang patut dihargai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan pembatasan kritik publik melalui media, baik media massa konvensional maupun platform digital. Pembatasan tersebut sering kali dilakukan dengan dalih menjaga stabilitas, mencegah hoaks, atau melindungi […]

  • Ibu di Kota

    Ibu di Kota

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Jauh sebelum kepergian suaminya, ibu memilih pergi ke kota. Tinggalkan segala kenangan masa lalunya. Memilih kehidupan baru. Memilih suasana yang lain sama sekali. Mungkin bisa bertemu orang-orang baru yang tak dikenalnya. Orang-orang yang asalnya tak pernah ibu ketahui. Apakah ibu bisa menerima mereka semua? Apakah ibu tidak merasa asing di antara mereka yang datang? Sebelum […]

  • DEKONSTRUKSI NARASI KORBAN: KRITIK ATAS BIAS MASKULIN DAN OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM ARTIKEL “DILEMA LAKI-LAKI DI BALIK TUNTUTAN BELIS” KARYA AGUSTINUS S. SASMITA

    DEKONSTRUKSI NARASI KORBAN: KRITIK ATAS BIAS MASKULIN DAN OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM ARTIKEL “DILEMA LAKI-LAKI DI BALIK TUNTUTAN BELIS” KARYA AGUSTINUS S. SASMITA

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Alvianus Tay
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada kesempatan pertama, penulis mengapresiasi tulisan yang berjudul “Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis” karya Agustinus S. Sasmita. Agustinus mencoba membaca situasi yang sedang terjadi di NTT dengan kacamata yang tajam dan cukup menggugah eksistensi budaya belis. Tulisan ini juga menawarkan sebuah potret nyata yang melankolis mengenai “beban laki-laki NTT” dalam menghadapi ritual perkawinan […]

  • PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 302
    • 2Komentar

    PERMEN edisi Selasa 5 Paskah – 05 MEI 2026 –  Bekerja Sama dan Sama-Sama Bekerja Inspirasi: Kis 14:19-28 ; Yohanes 14:27-31a Paulus dan Barnabas buat sesuatu yang membuka mata hati penikmat Permen akan pentingnya bekerja dalam tim. Yah, dalam perjalanan misi pewartaan, keduanya mengangkat para penatua jemaat untuk memimpin jemaat kristiani yang mereka dirikan. Mereka […]

  • Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Beny K. Harman
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Oleh: Benny K. Harman Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir. Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan […]

  • Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Harsandi Pratama Putra
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kepada Rindu Bernama Kenangan Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian. 2026 Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan Aku ingin reda Dari luka […]

expand_less