Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 237
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 –

07 MEI 2026 –

Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi

Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani.

Kasih dapat menjadi landasan dan mampu membuat kita hidup dalam komunitas. Sehingga ada benarnya bahwa penatua-penatua Jemaat di Yerusalem tidak ‘srek’, merasa terganggu, merasa tidak ‘worth it’ misalnya orang itu harus dipisahkan antara bersunat dan tidak bersunat. Persaudaraan dalam Kristus harus melampaui itu semua.

Allah yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima semua orang tanpa kecuali, tanpa meng-kotak-kotak-kan, yang bersunat ataukah yang tidak bersunat. Kasih menjadikan para penatua berdiskusi dengan saling mendengarkan pendapat satu sama lain secara sabar dengan pikiran yang jernih dan hati yang bening. Sehingga, kasih-lah yang menjadikan komunikasi lancar dan menjadi komunitas yang besar, yah komunitas Kristiani yang menerima orang lain apa adanya, tidak persoalkan bersunat atau tidak bersunat. Maka dalam iman kita percaya bahwa kasih bukan perasaan semata, tetapi tindakan nyata dan konsisten dalam relasi baik dengan sesama.

Dengan demikian tidak heran, dari kasih lahirnya komunitas suami-istri, yang buah kasih mereka menjadi komunitas ayah, ibu, dan anak. Kasih membuat orang dengan tulus berkomunikasi satu sama lain. Ketulusan komunikasi itu yang menumbuhkan benih-benih cinta, yang mengikat satu sama lain dalam kenyamanan relasi sehingga terjadilah keluarga atau komunitas. Sehingga, jangan katakan komunitas keluarga kalau tidak ada komunikasi.

Rumah tangga yang api kasih-nya padam pasti tidak ada kehangatan komunikasi. Istri yang sudah terlanjur kecewa dengan suami yang selalu merasa superior, pasti akan memilih “berelasi dengan dingin” dan berkomunikasi yang minim. Kalau sudah di titik ini maka harapan terbentuknya komunitas seperti kucing tumbuh tanduk, mustahil.

Anak-anak yang terlanjur kecewa dengan orang tua yang lemah dalam mendengarkan mereka tetapi kuat dalam men-judge mereka, pasti akan memilih tutup pintu kamar, mengurung diri di kamar, pasang earphone, main game, dari pada dengarkan kata-kata yang mengkerdilkan mental. Yah, bagian dari menutup hati kepada orang tua. Hilang kasih, hilang komunikasi makanya komunitas menjadi jauh panggang dari api.

Nah, karena itu, milikilah kasih suci itu. Yesus tahu bahwa Allah Bapa mengasihi-Nya, maka Dia pun mengasihi Bapa-Nya. Berlandaskan kasih, Yesus mendengarkan sungguh kehendak Bapa-Nya dan bahkan sampai taat.  Kasih menjadikan orang untuk bertahan dalam mendengarkan, menjadikan orang sabar, sehingga tidak lekas berbicara sampai-sampai menghakimi orang lain. Sehingga Yesus kita sedemikian memahami sesama-Nya dan mau berkomunikasi dengan sesama-Nya sehingga terwujudlah komunitas. Bentuk tertinggi dari tinggal dalam Kasih Tuhan adalah mau menjadi pribadi yang inklusif, yang bisa menerima setiap orang apa adanya bukan ada apanya.

Hari ini kita peringati Hari Asma Sedunia. Mari, jadilah orang Katolik yang menghayati nama Katolik dengan spiritualitas kasih kepada mereka yang menderita Asma. Kalau selama ini kita hidup dengan orang asma dan merasa terganggu dengan penyakit mereka, maka coba dipikirkan lagi, sudahkah kita mempunyai kasih? Ketika kita tidak dapat memahami dan mengerti keadaan orang lain, maka komunikasi sudah mandek, sedang mandek, dan akan mandek. Maka, jangan harapkan ada komunitas pecinta dan pemerhati orang sakit (asma). Sudah pahamkan sejauh ini? (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

  • Hyasinta Mi

    Komunitas yang sejati bukan hanya tentang kita datang untuk berkumpul-kumpul tetapi bagaimana kita saling mendengakan dengan kasih.Komunikasi yang sehat adalah jembatan yang menghubungkan hati bukan sekedar bertukar informasi,melainkan komunikasi itu akan sejalan dengan kasih agar kita bisa berdialog,menerima perbedaan dan menyelesaikan segala hal yang terjadi baik dilingkungan keluarga,umat basis maupun di lingkungan dimana kita bekerja
    Sesuai dengan renungan hari ini yang bertema Kasih tidak ada komunitas tampa komunikasi .
    Terima kasih sudah membagi renungan hari ini yang mengingatkan saya begitu pentingnya komunikasi akan menjadi tempat yang hanyat ketika setiap anggotanya berkomitmen untuk berkomunikasi secara jujur dansaling saling menghargai satu sama lainnya.Sekali lagi terima kasih dan semoga sukses selalu dalam karya-karya selanjutnya.

    Balas7 Mei 2026 1:37 pm
  • Adi Tandi

    Selamat hari Asma bagi Semua orang Penderita Asma,,,Bersama Yesus semua Penyakit akan di sembuhkannya🙏🙏🙏

    Balas7 Mei 2026 10:01 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Barape Sawa Dan Kehidupan Petani Bengkayang photo_camera 2

    Sudut Pandang: Barape Sawa Dan Kehidupan Petani Bengkayang

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Benedictus De Rode
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pagi di Bengkayang selalu memiliki suasana tersendiri. Udara masih terasa sejuk, jalanan belum terlalu ramai, dan aktivitas masyarakat mulai terlihat satu per satu. Di tengah suasana tersebut, saya melihat bagaimana masyarakat menjalani aktivitas mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu aktivitas yang menarik perhatian saya adalah kehidupan masyarakat yang masih bergantung padasawah. Bagi saya, sawah […]

  • Perjalanan ke Nuasele dan Lokapau: Ketika Anak-Anak Smps Katolik Kotagoa Boawae Mengantar Harapan

    Perjalanan ke Nuasele dan Lokapau: Ketika Anak-Anak Smps Katolik Kotagoa Boawae Mengantar Harapan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 84
    • 2Komentar

    Sabtu, 15 Agustus 2026 menjadi salah satu hari yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat di tujuh kabupaten di Pulau Flores. Pukul 05.58 pagi. Di saat sebagian orang baru saja memulai aktivitas, menyiapkan sarapan, membuka pintu rumah, atau mungkin masih menikmati sisa tidur di akhir pekan, tanah Flores tiba-tiba berguncang begitu kuat. Gempa magnitudo […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 97
    • 0Komentar

    SMPSK Kotagoa Sport Area tidak hanya dipadati sorak-sorai para pendukung pada ajang Kotagoa Diamond Competition antar Sekolah Dasar yang berlangsung setiap sore hingga malam hari. Ketika matahari kembali menyinari lapangan di pagi dan siang hari, suasana yang sama meriah kembali tercipta. Kali ini, para pelakunya adalah siswa-siswi SMPSK Kotagoa Boawae sendiri melalui kegiatan rutin yang […]

  • Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang  Terancam 

    Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang Terancam 

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Humberto Verbita
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Oleh: Humberto Verbita Diskursus Film Dokumenter PESTA BABI bukan lagi sekedar tayangan tetapi menjadi sebuah movement, suatu gerakan mulai dari para akademisi, talk show saluran TV nasional, lahan edukasi-promosi-monetisasi dari para pegiat sosial media bahkan sampai level masyarakat akar rumput (grass root). Namun semua gerakan massive ini mendadak terguncang dengan video viral yang berisikan kesaksian […]

  • Ruang Rasa: Pohon Mangga

    Ruang Rasa: Pohon Mangga

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Saya belum berjalan lagi ke beberapa sawah yang dulu begitu akrab dengan masa kecil saya: Pomaboa, Lodo Au, Lodo Wawo, dan Balejawa. Entah sudah berapa lama saya tidak menyusuri jalan-jalan kecil itu. Jalan tanah yang dulu saya kenal tanpa perlu berpikir, pematang sawah yang bisa saya lewati dengan langkah-langkah kecil, dan sudut-sudut tempat kami biasa […]

  • Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Perjalanan SMPSK Kotagoa Boawae dalam mengikuti Turnamen SMATER NDAO CUP merupakan bagian dari proses pembinaan yang panjang, terencana, dan berkesinambungan. Keikutsertaan dalam ajang ini tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya untuk meraih kemenangan dalam waktu singkat, melainkan sebagai sarana strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dari aspek keterampilan, karakter, maupun mentalitas bertanding. Sekolah […]

expand_less