Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketika Cinta Menjadi Doa

  • account_circle Fr. Rolandus Yosep Dosi, OCD
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 123
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Minggu pagi selalu datang dengan kesunyian yang suci. Cahaya matahari menembus jendela kaca kapela SanJuan, memantulkan warna-warna lembut yang jatuh di lantai seperti doa yang menjelma menjadi cahaya. Denting lonceng memanggil umat untuk berkumpul, dan di antara bangku-bangku kayu yang tertata rapi, Frater Arda kembali menemukan sosok yang diam-diam mengisi ruang batinnya. Gadis itu selalu duduk di bangku ketiga dari depan. Dengan mata terpejam dan tangan terkatup, ia tampak begitu larut dalam doa, seakan seluruh dunia berhenti untuk memberi ruang bagi perjumpaannya dengan Tuhan. Namanya Elara, nama yang sederhana, namun sarat makna. Bagi Frater Arda, kehadiran Elara bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah misteri yang perlahan mengusik kedalaman panggilannya.

Suatu pagi setelah perayaan Ekaristi, Fr. Arda memberanikan diri menyapanya di halaman kapela. Angin pagi berembus lembut, membawa aroma bunga yang gugur di pafin.

โ€œSelamat pagi, Elara,โ€ sapa Fr. Arda dengan suara yang sedikit bergetar dan berserak. Elara menoleh dan tersenyum hangat. โ€œSelamat pagi, Frater. Terima kasih atas pelayanannya dalam misa tadi. Bacaan yangย ย  Frater bacakan tadi sangat menyentuh.โ€ Fr. Arda menunduk sejenak, mencoba menenangkan gelombang perasaannya. โ€œKadang saya merasa bahwa bukan saya yang membaca bacaan itu, melainkan Sabda itu sendiri yang sedang membentuk saya.โ€ Elara mengangguk pelan. โ€œBukankah hidup memang seperti itu, Frater? Kita sering berpikir bahwa kita sedang menjalani hidup, padahal sebenarnya hiduplah yang sedang membentuk kita.โ€ Fr. Arda menatap Elara dengan penuh perhatian. โ€œKata-kata itu mengingatkan saya pada pemikiran Sรธren Kierkegaard, bahwa hidup hanya dapat dipahami dengan melihat ke belakang, tetapi harus dijalani dengan melangkah ke depan. Namun, melangkah ke depan sering kali berarti menghadapi pilihan yang tidak mudah.โ€

Elara terdiam sejenak sebelum bertanya dengan lembut, โ€œApakah Frater sedang menghadapi pilihan itu?โ€ Arda menarik napas panjang. โ€œYa, Elara. Saya mulai menyadari bahwa hati manusia tidak selalu berjalan searah dengan panggilan yang diyakininya. Ada saat-saat ketika saya merasa bahwa Tuhan berbicara bukan hanya melalui doa, tetapi juga melalui kehadiran seseorang.โ€ Elara menatap Arda dengan mata yang teduh. โ€œApakah kehadiran itu membawa Frater semakin dekat kepada Tuhan, atau justru menjauhkan?โ€

Pertanyaan itu menggantung di udara, sarat makna. Arda menjawab dengan jujur, โ€œAwalnya saya takut bahwa perasaan ini akan menjauhkan saya dari panggilan. Namun semakin saya merenungkannya, saya justru merasa bahwa cinta ini mengajarkan saya tentang makna pengorbanan dan ketulusan. Saya belajar bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki.โ€ Elara tersenyum, meskipun ada kilau haru di matanya. โ€œCinta memang misteri, Frater. Santo Agustinus pernah berkata bahwa ukuran cinta adalah mencintai tanpa ukuran. Tetapi terkadang, mencintai juga berarti merelakan.โ€ Arda menatap langit yang mulai cerah. โ€œElara, apakah kamu pernah merasa bahwa Tuhan menempatkan seseorang dalam hidup kita bukan untuk dimiliki, tetapi untuk mengajarkan sesuatu yang lebih dalam?โ€

Elara menjawab dengan suara yang hampir seperti bisikan, โ€œSaya percaya demikian. Mungkin Tuhan mempertemukan dua jiwa agar keduanya belajar tentang makna kasih yang sejatiโ€”kasih yang tidak menuntut balasan.โ€ Arda kemudian berkata dengan penuh kejujuran, โ€œElara, saya ingin kamu tahu bahwa kehadiranmu telah menjadi bagian dari perjalanan rohani saya. Setiap Minggu, ketika saya melihatmu berdoa, saya diingatkan bahwa iman bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.โ€ Elara menunduk, menahan haru. โ€œFrater Arda, saya juga merasakan kedamaian setiap kali melihat Fraterย  memakai jubah cokelat dan melayani. Ada keyakinan bahwa Tuhan bekerja melalui hidup Frater. Karena itu, saya percaya bahwa panggilan Frater adalah sesuatu yang indah dan harus dijaga.โ€

โ€œApakah kamu tidak pernah berharap akan kemungkinan lain?โ€ tanya Arda dengan hati-hati. ย ย Elara terdiam cukup lama sebelum menjawab, โ€œSebagai manusia, tentu saya memiliki harapan dan perasaan. Namun saya percaya bahwa cinta sejati tidak selalu berakhir dengan kebersamaan. Terkadang, cinta justru mencapai kepenuhannya ketika kita berani menyerahkannya kembali kepada Tuhan.โ€ Arda merasakan keheningan yang penuh makna. โ€œKata-katamu mengingatkan saya pada konsep agape cinta yang memberi tanpa mengharapkan balasan. Mungkin inilah bentuk cinta yang sedang Tuhan ajarkan kepada kita.โ€

Elara mengangguk. โ€œJika cinta ini membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, maka biarlah ia menjadi doa yang hidup, bukan menjadi beban.โ€ย  Angin pagi kembali berembus, membawa ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Arda akhirnya berkata dengan mantap, โ€œElara, terima kasih karena telah menjadi bagian dari perjalanan iman saya. Saya tidak tahu bagaimana masa depan akan terbentang, tetapi saya percaya bahwa Tuhan selalu menuntun setiap langkah kita.โ€ Elara tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. โ€œTerima kasih juga, Frater. Saya akan selalu mendoakan agar Frater setia pada panggilan yang telah Tuhan percayakan. Dan biarlah perasaan ini kita simpan sebagai rahmat, bukan sebagai penyesalan.โ€ Beberapa saat kemudian, bunyi klaper kembali berdentang, seolah menegaskan keputusan yang telah mereka terima dengan penuh kedamaian. Mereka saling berpandangan untuk terakhir kalinya pagi itu, bukan sebagai dua insan yang terpisah oleh keadaan, tetapi sebagai dua jiwa yang dipersatukan oleh makna yang lebih tinggi.

Sejak hari itu, Elara tetap hadir setiap Minggu pagi, duduk di bangku yang sama dengan doa yang tak pernah berubah. Sementara itu, Frater Arda melanjutkan perjalanan panggilannya dengan hati yang telah dimurnikan oleh pengalaman mencintai. Ia kini memahami bahwa cinta bukanlah tentang memiliki, melainkan tentang memberi makna. Dan di antara doa serta rasa yang pernah bersemi, ia menemukan kebenaran sederhana: bahwa setiap cinta yang tulus pada akhirnya akan kembali kepada Sang Sumber Cinta itu sendiri.

2026

Tentang Penulis:ย  Fr. Rolandus Yosep Dosi, OCD. Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA

Penulis juga merupakan seorang calon Imam/Biarawan Karmel OCD.

 

  • Penulis: Fr. Rolandus Yosep Dosi, OCD
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (3)

  • MasterOyen Feto

    Salam kenal Frater. Selamat menikmati jalan yang penuh cinta. Karena cinta sesungguhnya ada di Altar kehidupan yang siap dirayakan dengan sembah syukur dan Amin yang dibalas tunai. Maju terus dalam jalan panggilanmu… Slm doaku dan berkat Tuhan.

    Balas4 Mei 2026 4:56 pm
  • Firmus

    Dari kisah frater ini menyadarkan saya bahwa memang cinta tidak selamanya harus dimiliki, cinta yang benar-benar itu hanya datang dari Tuhan

    Balas28 April 2026 12:42 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yulius Riba
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Oleh: Yulius Riba Content Creator, Writer, Edukasi Sosial dan Politik.ย    Pekan ini, potret buram demokrasi kembali muncul dari ruang yang selama ini kita agungkan sebagai benteng nalar yakni kampus. Di Universitas Gadjah Mada, sebuah forum diskusi yang semula dirancang sebagai ruang diskursus publik antara tiga pejabat negara dan mahasiswa berakhir karena tindakan-tindakan yang justru […]

  • SMPSK KOTAGOA BOAWAE DIAMOND COMPETITION

    SMPSK KOTAGOA BOAWAE DIAMOND COMPETITION

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 222
    • 0Komentar

    John Holt dalam bukunya yang berjudul, Mengapa Siswa gagal, menulis demikian: โ€œKita semua sepakat bahwa semua siswa harus berhasil, tetapi apakah kita memiliki pengertian yang sama mengenai keberhasilan itu? Saya sendiri berpendapat bahwa kesuksesan itu sebaiknya tidak diperoleh dengan gampang ataupun cepat dan mestinya tidak terjadi setiap saat. Sukses dalam pandanganku, menyiratkan keberhasilan seseorang mengulangi […]

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 284
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,ย  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Hidup adalah serentetan pengulangan yang kadang memaksa kita harus bertahan pun berserah, bukan menyerah. Entah setelahnya bagaimana manusia bisa melewati semuanya, itu adalah rahasia tersembunyi yang dimiliki oleh masing-masing pribadi. Semesta menawarkan banyak godaan, dilematisme memeluk manusia dengan sungguh. Jatuhkan pilihan sekarang atau kau kehilangan segalanya. Dengan terpaksa, juga buru-buru, tanpa pijak pikir yang matang, […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 91
    • 0Komentar

    8 Juni 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang layak dikenang dalam perjalanan pendidikan di Boawae. Sore itu, Kotagoa Sport Area tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lapangan itu berubah menjadi panggung harapan, tempat lahirnya keberanian, kerja keras, dan mimpi-mimpi besar anak-anak. Sebanyak 27 tim dari berbagai Sekolah Dasar siap bertarung dalam cabang olahraga voli […]

expand_less