Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Anto Narasoma
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEJILID BUKU

kubuka sejilid buku

yang kemarin membawa aku

melintasi segala kisah

 

dari ruang-ruang fisika

dan format wajah-Nya

yang teduh di atas sajadah

kaulah gudang pengisi

petak-petak di ruang kosong

otakku

 

lalu kubuka lembaran

yang tuntas kubaca

karena dari titik ke titik

belahan bumi ini adalah buku

 

maka segala kalimat

panjang itu pun

kuhitung dari jumlah

jari-jariku yang kecil seluas

pikiranku. maka bukulah

yang mengantar sebongkah

otakku memahami sejumlah

kebodohan

 

karena buku dan waktu

harus kusimpan di otakku

sebab hari-hari bahagia

yang kau janjikan dulu

adalah masa depanku

 

22 April 2022

 

KARTINI

ibu,

kau ada di antara catatan

sejarah yang lupa pada

celotehmu sendiri

 

setelah surat-suratmu

beterbangan dari masa ke masa,  kau pun tiba dengan kenangan yang membawa kata-kata

 

dari isi dan kandungan namamu, hanya engkaulah ibu yang mendidik dari ada

setelah kau tiada

 

masih kuingat

kata-kata bijak dalam suratmu, mengungkap

harga dirimu yang kandas di antara kejinya

kebijakan kaum kolonialis setelah lupa pada kemanusiaannya sendiri

 

maka,

kehadiran harimu

yang sejuk penuh

percikan hujan di bulan april, membawa lagu-lagu masa lalu

yang membangkitkan

ingatan dari alam kuburmu

21 April 2024

 

TARI BARONG

tradisi itu baju berwarna-warni

yang menampilkan seribu wajah dalam strata kehidupan

 

dari gerak-gerak tari dan kenongan yang mengilustrasi latar belakang tradisi,

menjadi sahabat meski berada di balik topeng kehidupan

 

tari barong dan nada-nada etnik,

tampil garang dalam skenario catatan yang menampilkan seribu

gerakan patah-patah

 

dalam pertunjukan tanpa tawa, wajah-wajah di balik topeng itu

mengurai kehidupan hampa yang tergeletak di balik kolong-kolong jembatan

 

: menarilah sebelum nada-nada sumbang terurai dalam perjalanan pulang, katanya

 

sebab,

adat istiadat yang terbentuk sebelum perutmu keropos di balik

kemiskinan, tarian barong akan membuka jumlah kata hati dari

gerakan-gerakan kehilangan metapora

 

maka,

dari raut wajah

dan patahan gerak tari yang tiba pada hakikat terakhir,

seperti surat cinta kehilangan kata-kata

 

24 Desember 2024

 

TITIK IMANKU

menatap-Mu

lewat hatiku,

melahirkan taman-taman surga

yang berkembang penuh aroma bunga

 

ruhulqudus pun melafalkan kebenaran lewat perjalananmu,

ya Rasul

 

inilah iman

yang tumbuh di atas lahan hatiku –ketika kebajikan menyampaikan

keteguhan pada hamparan langit dan bumi

 

pada ayat-ayat yang istiqamah menuturkan suara-Mu

setegar getaran petir, tak ada kekhawatiran memburu cahaya surga

 

* o, engkaukah penghuni surga?

 

pertanyaan itu meluncur dari segala firman. sebab tiap

langkah meneguhkan pendirian tanpa batas

 

maka,

kukejar pada tiap sujud yang terhampar di dalam ruang-ruang tak

terlihat —untuk menatap kebenaran di hatiku

 

maka,

tak ada kata-kata pilihan tatkala Kau katakan bagi orang-orang yang beristiqamah

 

hanya tercatat

pada garis-garis batas keimanan setelah bentuk apa menjadi siapa

 

Palembang, 30 Maret 2026

 

KOSAKATA DALAM HUJAN

sesekali hujan tiba

di bulan juli

percikan kata-katanya begitu membadai hingga untaian

sajak tampil memikat di panggung pementasan bulan kemarin

 

o, begitu kreatif larik-larik sajak yang kau tulis dari balik

kosakata pada lembaran kedua buku itu

 

maka,

takdir yang mendatangkan hujan diksi dalam perbendaharaan

kata-kata itulah menghadirkan para penyair

 

di awal bulan juli inilah

kompetisi hati nurani mengundang seribu gagasan untuk

tampil dalam kumpulan puisi tak berjudul

 

ayo, kita mengais kalimat terpilih dalam kubangan hujan di bulan juli ini !

 

ajakan itu pun bergaung

dari kota ke kota

yang menyimpan puluhan penyair dalam kosakata kamus bahasa ibu

 

lalu,

dari kelokan jalan itulah

kita berbincang diksi-diksi pilihan,

ketika ide dan gagasan menjadi pertanyaan paling sulit

kutafsirkan dalam kosakata yang padat air mata

 

18 Juli 2025

 

PUISI

puisi itu tak pernah mati

meski cengkaraman ajal

selalu mengitari ketakutan yang berdiri

di ruang kata-kata

 

maka,

puisi selalu berganti wajah dengan seribu rasa,

yang melahirkan hari ini, esok, dan ribuan pekan

ke depan yang membara menjadi api

 

memang,

hari puisi selalu bicara

dalam percakapan diksi-diksi pilihan

 

dari bentuk dan wajah

puisi pun mengulas

gagasan yang akrab dengan ide-ide secerdas hari puisi indonesia

 

maka,

teruslah bangkit

dari waktu ke waktu

sebelum pertarungan ajal mematikan kreativitas penyair

 

sebab,

puisi adalah kata-kata yang tak pernah mati

sebelum pertarungan ajal menjadi makam bagi kreativitas penyair

 

21 Mei 2025

 

KEMARAU

panggilkan aku hujanMu, Kekasih

 

karena percik rindu yang basah di dadaku,

telah kuyub bersama

ayat-ayat di atas hamparan kalimat permohonan selama kemarau memanas

dalam pikiran

 

sebab air mataku

telah menyatu,

ketika jarak waktu

yang kunantikan itu

membayang samar

di dalam cerita sedih

 

karena panen

padi petani pun

menjadi hampa

dan berhamburan

di atas tanah kering

dan retak

 

maka,

panggilkan aku hujanMu,

Kekasih

 

sebab jarak kemarau

dan udara kering

dalam permintaanku

telah merobek segala

harapan tatkala hujan

turun di dalam angan-anganku

 

11 Januari 2024

 

SURAT CINTA

 

lama sejarahmu mengalir

ke dalam rindu di surat ini

 

seperti air menggenang

di dalam kejernihan laut

yang membentur perasaan, setelah kita

bercumbu di dalam surat

pertama

 

pada tiap baris,

kau kisahkan katakata

dalam kalimat panjang

tentang daya ucap cinta

 

o surat itu memang mewakili hatimu-hatiku

ketika cinta datang tanpa permisi

 

sebab

setiap langkah

yang kau tulis,

tak mampu menyembunyikan kerinduan di antara pecahan suku kata

 

maka kuputuskan;

tulisan ini kuungkap

setelah kata cinta itu

hilang dari daya ungkap

yang tak mampu melewati kejujuran hatiku

 

Palembang, 19 November 2023

 

CINTAKU, CINTAMU

di kotamu,

aku sendiri.  air laut

yang menggenang,

mengapungkan rinduku

dari alunan lagu delillah

di atas perahu ini

 

dari dinding gedung

memanjang ke hulu

cintaku, menggetarkan

senyummu yang kuyub

dan basah di atas perahu ini

 

lalu,

kupeluk rinduku

setelah bibirmu ranum

dan bertaut pada cintaku

yang tertatih jauh tak bertepi

 

o kapan kita bertaut

di dalam rinduku dan rindumu, kekasih?

 

Palembang, 25 November 2023

 

 

SERIBU POTRET CINTA

kalau tubuhmu halal,

akan kupeluk

meski beribu bom sulfur

dan senjata membakar

kecantikanmu dari balik

tumpukan batubatu gedung

 

sebab,

asap, debu, dan kekejaman, menjadi pupuk bagi cintaku

ke padamu, aleena

 

sejak kekejian tiba

lewat nyawa dan darah  dua anakmu; kehadiranmu pupus

andaikan hatiku tak bergetar menatapmu

 

maka relawan ini

mengungkap cinta

ketika desah napasmu

nyaris hilang dari kekejian hidup yang menghadirkan ribuan ajal

ketika suamimu lebur

di antara serpihan pasir

gurun

 

o aleena,

andaikan duniamu

dan duniaku satu

pada kampung halaman

yang padat tradisi;

kau akan kusandingkan

lewat seribu potret cinta

di dinding kamarku

 

Palembang, 25 November 2023

 

Anto Narasoma, asal Palembang. Sejak 1975 sudah aktif menulis cerpen dan puisi.

  • Penulis: Anto Narasoma
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 200
    • 1Komentar

    SMPSK Kotagoa Boawae – 18 Mei 2026 diguyur hujan tanpa henti. Pada kesempatan yang sama akan dilangsungkan lomba Solo Vokal dan Paduan Suara serta membaca hasil kejuaraan lomba yang sudah dilaksanakan pada minggu-minggu sebelumnya. Para peserta pun berdatangan di tengah hujan yang rintik-rintik manja. Ada pun orang tua juga ikut menyaksikan malam penuh rasa penasaran […]

  • Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Beny K. Harman
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Oleh: Benny K. Harman Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir. Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan […]

  • AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Aku ingin pamerkan setiap aktivitasku, sejak subuh hingga petang. Supaya mereka tidak mempermainkanku soal waktu, membuatku menunggu, tanpa rasa bersalah, tanpa usaha untuk berbenah. (Ia dan Mereka yang Berisik) Saya membuka tulisan sederhana ini dengan mengutip sebuah pernyataan dalam buku yang berjudul Ambivert. Dan persis buku inlah yang akan saya ulas seringkas mungkin sesuai kapasitas […]

  • Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Emanuel Boli Manuk
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Oleh: Emanuel Boli Manuk, Mahasiswa IFTK Ledalero Dunia terasa semakin sempit, tetapi justru semakin keras. Dalam satu hari, kita bisa menyaksikan seorang cucu di Jakarta berdebat sengit dengan kakeknya di Surabaya tentang harga cabai, lalu sejam kemudian melihat seorang aktivis lingkungan dan eksekutif perusahaan tambang saling serang di kolom komentar Instagram. Yang menarik, tak jarang […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 87
    • 0Komentar

    8 Juni 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang layak dikenang dalam perjalanan pendidikan di Boawae. Sore itu, Kotagoa Sport Area tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lapangan itu berubah menjadi panggung harapan, tempat lahirnya keberanian, kerja keras, dan mimpi-mimpi besar anak-anak. Sebanyak 27 tim dari berbagai Sekolah Dasar siap bertarung dalam cabang olahraga voli […]

  • Cerpen Pastor: I Love You Full!

    Cerpen Pastor: I Love You Full!

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Sr. Auxilia Damanik, SFD
    • visibility 149
    • 4Komentar

    Oleh: Sr. Auxilia Damanik, SFD (Penulis merupakan biarawati pada Kongregasi Suster-Suster Fransiskus Dina atau SFD. Saat ini tengah memasuki tahun yuniorat pertama) Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Deru angin dari perbukitan berembus kencang, menggiring langkah kecilku berlari menapaki tanah berbatu. Langit sore tampak muram, tetapi bukit itu selalu menjadi tempat paling hidup […]

expand_less