Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

  • account_circle Harsandi Pratama Putra
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 255
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepada Rindu Bernama Kenangan

Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk

Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan

Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat

Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku

Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian.

2026

Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan

Aku ingin reda
Dari luka yang memburu tajam
Dari hati yang beranjak resah
Dari peluk yang ingin menemui pulang
Dari kepala yang bising penuh peperangan

Untuk segala rindu dan kepala yang selalu merawat pulang pada kenangan yang kini gentayangan
Untuk rasa sakit dan debar pada dada setiap sunyinya
Aku ingin reda dari sebuah perihal yang nyatanya memang tidak bisa kumiliki
Yaitu mencintaimu lebih jauh sampai tua

2026

Di Sebuah Kota dan Rupa-Rupa

Malam semakin hitam
Kota ini masih beradu bising
Tanpa lelap, ia seperti tatapan seorang pemuda yang menghabiskan bergelas-gelas kopi di kedai pinggir jalan
Diiringi beragam cerita perihal negara serta para penguasanya yang sedikit gila dan kurang tertawa, mereka masih segar dan penuh haha hihi.

Malam ini tak pernah benar-benar mati dari sebuah keramaian, peristiwa-peristiwa yang mengandung keributan dan beragam rupa-rupa penuh warna.

Punggung orang-orang menyentuh busa kasur tetapi mereka masih berdebat perihal rintihan siapa paling merdu, sedang lampu-lampu penginapan itu tak pernah habisnya menyaksikan langkah kaki yang bergegas menuju puncak nafsu mereka.

Kota ini
adalah mata Tuhan yang tak pernah tertidur.

2026

Sebuah Perihal Diri

Kepala adalah jalanan penuh teriakan klakson, warna-warni baliho caleg dan orasi-orasi para demonstran diatas mobil cotl bak.
Ia riuh, bising dan mengandung keributan.

Diantara tatapan kesepian yang begitu tajam, doa-doa merayap pada tembok-tembok yang tertunduk hening, selalu di peluk ingatan dan tak mati-mati.

Di segala hari dengan rasa sakit pada suatu kemungkinan, ia rubuh lalu kembali menghirup udara setelah tenggelam dari lubang penuh tanda tanya. Sepasang kaki masih meniti jalan setapaknya sendiri. Menemui petualangan lalu bersalaman dengan keheningan di tengah kerumunan wajah-wajah asing.

2026

Harsandi Pratama Putra lahir di Pulo Bembe, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Telah melahirkan tujuh buku kumpulan puisi serta beberapa antologi bersama dengan penulis lainnya. Pernah mendapat anugerah literasi dari kampus UIN Alauddin Makassar. Saat ini lebih sering pergi ke pantai, gunung, dan tidur di kamar.

  • Penulis: Harsandi Pratama Putra
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Kamera Menjadi Mimbar: Kritik atas Kecenderungan Propagandis dalam Film seperti Pesta Babi

    Ketika Kamera Menjadi Mimbar: Kritik atas Kecenderungan Propagandis dalam Film seperti Pesta Babi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle RD. Patris Allegro
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Oleh : RD Patris Allegro   Film seperti Pesta Babi tidak boleh dibaca hanya sebagai dokumenter biasa. Ia bukan sekadar rangkaian gambar tentang tanah, masyarakat adat, babi, hutan, proyek negara, dan luka ekologis. Ia adalah sebuah tindakan penafsiran. Kamera tidak pernah hanya melihat; kamera memilih, memotong, mendekatkan, menjauhkan, memberi sunyi, memberi musik, memberi wajah, lalu […]

  • Saat AI Ikut Makan Bersama:  Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    Saat AI Ikut Makan Bersama: Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba (Mahasiswa Teologi-Wedabhakti-Sanata Dharma) Pendahuluan Meja makan bukan sekadar tempat untuk menyantap makanan. Dalam banyak budaya, meja makan sering diartikan sebagai ruang yang paling istimewa, tempat di mana keluarga berbagi cerita satu dengan yang lain. Tradisi makan bersama sudah berlangsung ribuan tahun sebagai perekat atau pelekat hubungan. Namun belakangan ada semacam Ā perubahan yang kelihatanya […]

  • PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 227
    • 3Komentar

    Permen edisi SENIN 5 PASKAH – 04 MEI 2026 – Katanya Sama Dengan Nyatanya Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26 Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan […]

  • MONIKA DI UJUNGĀ NASIB

    MONIKA DI UJUNGĀ NASIB

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Ando Sola
    • visibility 393
    • 2Komentar

    “Semua mereka melihatku seperti selembar rupiah yang bisa ditukar dengan kehormatanā€ Pada simpang tiga ujung desa Watu Ngadha, sekelompok anak kompleks duduk lingkar memainkan gitar tua. Mereka menyayikan lagu-lagu nostalgia, sambil menepuk dada dan mengerutkan dahinya. Mereka tenggelam pada setiap syair yang dinyanyikan. Aku tahu mereka sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Terdengar beberapa lagu yang […]

  • Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 220
    • 1Komentar

    SMPSK Kotagoa Boawae – 18 Mei 2026 diguyur hujan tanpa henti. Pada kesempatan yang sama akan dilangsungkan lomba Solo Vokal dan Paduan Suara serta membaca hasil kejuaraan lomba yang sudah dilaksanakan pada minggu-minggu sebelumnya. Para peserta pun berdatangan di tengah hujan yang rintik-rintik manja. Ada pun orang tua juga ikut menyaksikan malam penuh rasa penasaran […]

  • Sudut Pandang: Argentina Tidak Lagi Bergantung pada Messi

    Sudut Pandang: Argentina Tidak Lagi Bergantung pada Messi

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Kemenangan Argentina atas Swiss dengan skor 3-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan satu kesimpulan penting. Tim asuhan Lionel Scaloni telah berevolusi menjadi kesebelasan yang mampu memenangkan pertandingan melalui kualitas kolektif, bukan lagi bertumpu sepenuhnya pada kecemerlangan Lionel Messi. Laga di Kansas City menjadi bukti bahwa sang juara bertahan […]

expand_less