Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

  • account_circle Harsandi Pratama Putra
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepada Rindu Bernama Kenangan

Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk

Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan

Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat

Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku

Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian.

2026

Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan

Aku ingin reda
Dari luka yang memburu tajam
Dari hati yang beranjak resah
Dari peluk yang ingin menemui pulang
Dari kepala yang bising penuh peperangan

Untuk segala rindu dan kepala yang selalu merawat pulang pada kenangan yang kini gentayangan
Untuk rasa sakit dan debar pada dada setiap sunyinya
Aku ingin reda dari sebuah perihal yang nyatanya memang tidak bisa kumiliki
Yaitu mencintaimu lebih jauh sampai tua

2026

Di Sebuah Kota dan Rupa-Rupa

Malam semakin hitam
Kota ini masih beradu bising
Tanpa lelap, ia seperti tatapan seorang pemuda yang menghabiskan bergelas-gelas kopi di kedai pinggir jalan
Diiringi beragam cerita perihal negara serta para penguasanya yang sedikit gila dan kurang tertawa, mereka masih segar dan penuh haha hihi.

Malam ini tak pernah benar-benar mati dari sebuah keramaian, peristiwa-peristiwa yang mengandung keributan dan beragam rupa-rupa penuh warna.

Punggung orang-orang menyentuh busa kasur tetapi mereka masih berdebat perihal rintihan siapa paling merdu, sedang lampu-lampu penginapan itu tak pernah habisnya menyaksikan langkah kaki yang bergegas menuju puncak nafsu mereka.

Kota ini
adalah mata Tuhan yang tak pernah tertidur.

2026

Sebuah Perihal Diri

Kepala adalah jalanan penuh teriakan klakson, warna-warni baliho caleg dan orasi-orasi para demonstran diatas mobil cotl bak.
Ia riuh, bising dan mengandung keributan.

Diantara tatapan kesepian yang begitu tajam, doa-doa merayap pada tembok-tembok yang tertunduk hening, selalu di peluk ingatan dan tak mati-mati.

Di segala hari dengan rasa sakit pada suatu kemungkinan, ia rubuh lalu kembali menghirup udara setelah tenggelam dari lubang penuh tanda tanya. Sepasang kaki masih meniti jalan setapaknya sendiri. Menemui petualangan lalu bersalaman dengan keheningan di tengah kerumunan wajah-wajah asing.

2026

Harsandi Pratama Putra lahir di Pulo Bembe, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Telah melahirkan tujuh buku kumpulan puisi serta beberapa antologi bersama dengan penulis lainnya. Pernah mendapat anugerah literasi dari kampus UIN Alauddin Makassar. Saat ini lebih sering pergi ke pantai, gunung, dan tidur di kamar.

  • Penulis: Harsandi Pratama Putra
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi

    Jejak Sunyi yang Tak Pernah Pergi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 539
    • 6Komentar

    Ada orang-orang yang hidupnya tidak banyak diceritakan, tetapi diam-diam membentuk dunia kecil di sekitar mereka dengan cara yang begitu berarti. Mereka tidak dikenal luas, tidak pula menonjolkan diri, tetapi kehadirannya menjadi akar, menguatkan, menopang, dan memberi kehidupan. Bapak Marianus Meze Ito, yang akrab disapa Marianus Rena, adalah salah satu dari mereka. Ia lahir pada 10 […]

  • PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 217
    • 11Komentar

    PERMEN edisi Senin Paskah ke-6 – 11 Mei 2026 – Pesona Roh Kudus dalam Komitmen Misioner Inspirasi: Kis 16:11-15; Yohanes 15:26-16:4a   Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Paulus begitu semangat untuk mencari dan menemui para pengikut Kristus. Hari-hari ini kita mendengar kisahnya bahwa Paulus ke sini-lah, ke sana-lah; ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, Makedonia-lah, […]

  • KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Stefen B
    • visibility 145
    • 2Komentar

    Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku […]

  • Prihartini

    Prihartini

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Alvianus Tay
    • visibility 291
    • 2Komentar

    Kunang-kunang beterbangan kian kemari, sesekali hinggap di meja makan tua dari kayu mahoni, sesekali mendarat di kepala Prihartini yang tengah tenggelam dalam lamunan. Kesedihan terukir jelas pada wajah mudanya. Matanya merah, serupa tumpahan air sirih pinang di pelataran teras. Tak ada hujan air mata, hanya perih yang melumat habis kesadarannya. Ia seolah meluruh, tak berdaya […]

  • NADIEM: Siapa yang Order?

    NADIEM: Siapa yang Order?

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Nury Sybli
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Rabu, 13 Mei 2026. Pengadilan Tipikor Jakarta berubah jadi panggung absurditas hukum. Mantan Mendikbudristek, dituntut 18 tahun penjara, denda Rp.1 miliar, plus uang pengganti Rp5,6 triliun subsider 9 tahun kurungan. Kalau ditotal, hukumannya seperti ingin mengubur seseorang hidup-hidup: 27,5 tahun. “Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan,” kata Nadiem seusai sidang. Dan memang, siapa […]

  • AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Aku ingin pamerkan setiap aktivitasku, sejak subuh hingga petang. Supaya mereka tidak mempermainkanku soal waktu, membuatku menunggu, tanpa rasa bersalah, tanpa usaha untuk berbenah. (Ia dan Mereka yang Berisik) Saya membuka tulisan sederhana ini dengan mengutip sebuah pernyataan dalam buku yang berjudul Ambivert. Dan persis buku inlah yang akan saya ulas seringkas mungkin sesuai kapasitas […]

expand_less