Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Filemon Pandu Wimastha
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di Rumah Tuhan

Hujan pun turun, lalu aku berteduh di rumah-Nya. Kutatap langit, reda, lalu kupamit pulang. Namun hujan kembali mengguyur, seolah Dia hendak  berkata:

”Jangan pulang dulu, Aku masih rindu.”

Aku singgah di perhentian terakhir,  dan di sana pun, Dia menyambut. Dengan lembut, tanpa suara, tapi hangat seperti peluk yang tak terlihat. Mungkin memang bukan hujan, tapi kasih-Nya yang menahan langkah. Agar tetap tinggal, di rumah-Nya yang tak pernah menutup pintu.

Karena sejatinya, semua bumi ini adalah pangkuan cinta-Nya. Tempat kita kembali, meski sekadar untuk diam dan merindu.

 

Kasih Mama  yang tak sempat diucapkan Kayu kepada Api

Untuk Bastian

Di tanah sunyi ia tinggalkan selembar kertas berisi pamit yang terlalu dini.

“Mama, saya pergi dulu,” tulisnya pelan, meminta direlakan, meminta air mata disimpan.

Ia bilang jangan mencari, jangan merindu, seolah cinta bisa dihentikan dengan kata-kata.

Di akhir surat hanya ada salam perpisahan

Dan sejak saat itu, seorang mama belajar hidup

Dengan rindu yang tak pernah pamit.

 

( Bastian seorang anak SD berusia 10 tahun asal Kab. Ngada kec. Jerebu’u yang mengakhiri hidupnya di pohon cengkeh karena tak mampu membeli Buku Dan Pulpen)

 

Manifesto Cinta Tuhan

Kopi yang tumbuh di tanah petani desa adalah manifestasi cinta dari Tuhan.

Dengan memejamkan mata, ibadah kita pada kopi telah menjadi ritual paling khusyuk untuk menjahit kata-kata perlawanan.

Merawat cinta dari harapan petani-petani tabah yang merelakan keringat mereka berlarian menuju langit dan turun menjadi derasnya hujan.

Doa-doa yang mendiami kesunyian, sepasang suami istri meminta musim menjadi lebih baik. Berharap perayaan kali ini, senyum Tuhan hinggap lebih besar dari biasanya.

 

Rindu yang Kupelajari dari Rumah

Kelak,

Jika Tuhan mengizinkan,

Namamu akan tetap tinggal

Di akhir setiap ceritaku

Tentang pulang

 

Aku jarang bercerita

Betapa sunyinya berjalan sendiri,

Betapa sering namamu

Kusebut pelan

Di sela doa

Yang tak pernah panjang.

 

Ada banyak hal

Yang ingin kusampaikan,

Namun selalu kutunda

Bukan karena lupa,

Melainkan karena rindu

Kadang memilih diam

Agar tak memberatkan.

 

Aku belajar menyimpan rasa

Seperti caramu dulu menyimpan lelah:

Tanpa keluhan,

Tanpa ingin dipahami.

Sebab kini aku tahu,

Mendoakan orang tua

Adalah bentuk cinta

Yang paling sederhana

Dan paling panjang umurnya.

 

Jika suatu hari

Kita bertemu lagi

Atau hanya saling mengenang,

Rindu ini tak akan sia-sia.

Ia telah menjadikanku anak

Yang belajar tabah,

Dan belajar pulang

Meski dari jauh.

 

Filemon Pandu Wimastha, yang akrab disapa Wima Wimastha, lahir di Boawae, Nagekeo, pada 13 Maret 2003. Ia merupakan seorang calon Imam Projo Keuskupan Agung Ende yang sedang menapaki jalan panggilan hidupnya dengan kesetiaan dan ketekunan. Sejak masa pendidikan di Seminari Toda Belu Mataloko, ia telah dibentuk dalam disiplin, doa, dan kehidupan persaudaraan yang menjadi dasar panggilannya.

Saat ini, Wima melanjutkan studi di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, sambil menjalani masa formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret. Di sana, ia tidak hanya mengembangkan intelektualitasnya melalui filsafat, tetapi juga memperdalam kehidupan batin dan spiritualitasnya.

Selain dunia akademik dan pembinaan, Wima juga aktif dalam bidang seni, khususnya teater dan sastra. Ia dipercaya sebagai Ketua Kelompok Minat Teater Tanya periode 2025/2026, sebuah ruang kreatif yang menjadi wadah ekspresi dan refleksi kehidupan. Ia juga mencintai puisi serta menjadikannya sebagai medium kontemplasi. Di samping itu, ia menikmati olahraga sepak bola sebagai bagian dari keseimbangan hidupnya.

Sebagai pribadi, Wima dikenal sederhana, reflektif, dan mendalam. Ia memadukan kehidupan doa, pemikiran filsafat, dan ekspresi seni sebagai cara untuk memahami makna hidup, manusia, dan panggilan imamat yang sedang ia jalani.

 

  • Penulis: Filemon Pandu Wimastha
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 144
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 – 07 MEI 2026 – Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani. Kasih […]

  • PERMEN Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Renungan Harian Katolik 8 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Renungan Harian Katolik 8 Mei 2026

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 93
    • 1Komentar

    PERMEN edisi Jumat Paskah ke-5 – 08 MEI 2026 – Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Inspirasi: Kis 15:22-31 ; Yohanes 15:12-17 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Yesus titip pesan penting ke setiap sanubari kita: “Kasihilah seorang akan yang lain”. Bersamaan dengan itu, dalam bacaan Pertama, tindakan kasih coba diterjemahkan oleh Paulus dan mereka […]

  • Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 366
    • 2Komentar

    Dalam karyanya “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Yuval Hoah Harari mengatakan “jika masa depan umat manusia diputuskan tanpa melibatkan anda, kerena anda sibuk memberi makan dan memakaikan pakaian anak anda, tetap saja anda dan anak anda tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Ini memang sungguh tidak adil, tetapi siapa bilang sejarah itu adil?” (Harari, 2023). Namun […]

  • Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Oleh: Filemon Pandu Wimastha (Seorang calon imam Katolik Keuskupan Agung Ende)  Sebagai calon Imam yang hidup dalam rahim sebuah komunitas homogen, saya perlahan menyadari bahwa tradisi bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan dari masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi adalah kenangan yang menjelma kebiasaan, lalu tumbuh menjadi identitas bersama. […]

  • Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 98
    • 0Komentar

    OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program […]

  • PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 154
    • 5Komentar

    PERMEN edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan 14 Mei 2026 – Kenaikan Yesus: Jaminan bagi Gereja Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan Inspirasi: Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Matius 28:16-20 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Cerita-cerita tetang Yesus yang bangkit dari antara orang mati telah kita terima selama 40 hari. Yesus bangkit yang selanjutnya menampakkan diri, […]

expand_less