Breaking News
light_mode
Trending Tags

Masalah Pasti Datang, Tetap Tegang

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan kejutan. Ada masa di mana kita merasa dunia begitu ramah, memberi ruang lega untuk bernapas. Namun, ada pula saat di mana masalah datang bertubi-tubi, membuat langkah terasa berat dan hati dipenuhi rasa khawatir. Dalam situasi seperti itu, mudah sekali bagi kita untuk merasa tegang, panik, bahkan kehilangan kendali. Padahal, jika direnungkan lebih dalam, masalah sejatinya adalah bagian alami dari kehidupan yang tidak pernah bisa kita hindari. Oleh karena itu, sikap terbaik bukanlah menghindar atau takut berlebihan, melainkan belajar menghadapi dengan tenang.

Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti berhadapan dengan masalah. Tidak peduli apakah ia seorang pelajar, pekerja, orang tua, ataupun anak-anak, semua akan mendapat bagiannya. Masalah bisa hadir dalam bentuk kegagalan, kehilangan, konflik, tekanan kerja, atau bahkan hanya kesalahpahaman kecil. Namun, satu hal yang sama adalah: masalah selalu datang membawa pelajaran. Mereka bukan untuk membuat kita hancur, melainkan untuk melatih kita agar lebih tangguh.

Sering kali kita merasa tegang ketika masalah datang karena kita memandangnya sebagai akhir dari segalanya. Misalnya, seorang siswa yang gagal dalam ujian mungkin merasa bahwa hidupnya hancur, masa depannya suram, dan tidak ada jalan keluar. Padahal, kegagalan itu hanya sebuah tanda bahwa ada hal yang perlu diperbaiki, ada strategi yang harus diubah, dan ada kesempatan untuk tumbuh lebih baik. Ketegangan yang berlebihan justru membuat pikiran buntu, sehingga solusi sulit ditemukan.

Sikap tenang dalam menghadapi masalah bukan berarti kita bersikap pasif atau acuh tak acuh. Tenang adalah keadaan batin yang terkendali, sehingga kita bisa berpikir jernih. Bayangkan sebuah telaga yang permukaannya bergelombang: pantulan apapun akan terpecah-pecah, tak jelas bentuknya. Namun, ketika telaga tenang, ia mampu memantulkan langit dengan sempurna. Begitu pula pikiran manusia; hanya dengan ketenangan, kita bisa melihat gambaran utuh dari sebuah masalah dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Selain itu, ketegangan sering lahir dari ketakutan akan hal yang belum terjadi. Kita membayangkan skenario terburuk, memikirkan kemungkinan gagal, dan akhirnya terjebak dalam kecemasan. Padahal, sebagian besar hal yang kita khawatirkan sebenarnya tidak pernah terjadi. Di sinilah kita perlu belajar menerima kenyataan bahwa masalah itu pasti, tetapi penderitaan berlebih sering kali hanya hasil dari pikiran kita sendiri. Dengan mengubah cara pandang, kita bisa menghadapi masalah dengan lebih ringan.

Ada sebuah ungkapan bijak: β€œBukan beratnya beban yang membuat kita hancur, melainkan cara kita membawanya.” Masalah bisa jadi sama, tetapi respon setiap orang berbeda. Ada yang tegang lalu menyerah, ada pula yang tetap tenang lalu menemukan jalan keluar. Sikap tenang bukan berarti kita menunda penyelesaian, melainkan mempersiapkan diri agar lebih kuat menghadapi tantangan.

Dalam kehidupan nyata, banyak orang besar yang justru menemukan kekuatan melalui masalah. Mereka tidak menghindar, melainkan menerima dengan lapang dada dan mencari cara untuk bangkit. Jika kita perhatikan, hampir semua pencapaian besar lahir dari perjalanan panjang yang penuh rintangan. Artinya, masalah bukan penghalang, tetapi batu loncatan.

Maka dari itu, ketika masalah datang, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, akui keberadaan masalah itu, lalu yakinkan diri bahwa ini hanyalah satu episode dalam perjalanan hidup. Dengan begitu, kita tidak akan mudah terjebak dalam ketegangan yang melelahkan. Setelah tenang, barulah kita bisa mencari solusi dengan pikiran lebih terbuka.

Pada akhirnya, hidup memang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Masalah akan terus datang silih berganti. Tetapi satu hal yang selalu bisa kita kendalikan adalah respon diri kita. Dengan sikap tenang, kita bukan hanya menjaga kesehatan pikiran dan tubuh, tetapi juga memberi peluang lebih besar untuk menemukan jalan keluar terbaik.

Hidup adalah tentang menjalani proses, bukan sekadar menghindari masalah. Karena itu, ketika masalah datang, jangan tegang. Hadapilah dengan hati yang lapang, pikiran yang jernih, dan keyakinan bahwa setiap badai pasti berlalu.

Fian N, sejak tahun 2020-sekarang menjadi tukang masak di Pondok Baca Mataleza Olakile.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Orang Papua, Mari Banyak Membaca

    Sudut Pandang: Orang Papua, Mari Banyak Membaca

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 211
    • 2Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Pegiat Literasi Papua (Sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Orang Papua tidak membaca buku, berarti kita membiarkan diri kita hanya berjalan dengan satu kaki. Kita hanya mengandalkan pengetahuan yang terbatas, sementara orang lain berjalan sudah sepuluh langkah dengan pengetahuan yang luas, mendalam, dan lengkap. Membaca buku berarti menemukan ide […]

  • PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 265
    • 5Komentar

    PERMEN edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan 14 Mei 2026 – Kenaikan Yesus: Jaminan bagi Gereja Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan Inspirasi: Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Matius 28:16-20 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Cerita-cerita tetang Yesus yang bangkit dari antara orang mati telah kita terima selama 40 hari. Yesus bangkit yang selanjutnya menampakkan diri, […]

  • INDONESIA DARURAT KEKERASAN FISIK: LOGIKA β€œDI BAWAH TELAPAK KAKI”

    INDONESIA DARURAT KEKERASAN FISIK: LOGIKA β€œDI BAWAH TELAPAK KAKI”

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Filmon Hasrin
    • visibility 384
    • 4Komentar

    Sejak Indonesia merdeka pada 1945, harapannya jelas: terbebas dari kekerasan fisik dan konflik bersenjata. Namun, realitas berbicara lain. Kekerasan justru terus hadir dalam berbagai bentuk dan periode. Sejarah mencatat pembunuhan aktivis seperti Tan Malaka, hilangnya Widji Thukul pada era Orde Baru, hingga tragedi kekerasan massal 1965 dan 1998. Peristiwa-peristiwa tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, […]

  • PUISI-PUISI GREGORIUS NGGADUNG

    PUISI-PUISI GREGORIUS NGGADUNG

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Gregorius Nggadung
    • visibility 475
    • 2Komentar

    PERJAMUAN MALAM Tak ada yang kau siapkan lagi Selain roti tawar yang disiram dan mekar Selain sumpah dan kemerdekaan yang kau janjikan Meredam di atas tumpukan buku Lelap di pangkuan tanganmu Β  Kau tak perlu datang lagi malam ini Cukup menyaksikan perjamuan yang getir ini Di bawah meja perjamuan Kukibarkan kata-kata Sehingga tak ada tulang-tulang […]

  • PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 327
    • 11Komentar

    PERMEN edisi Senin Paskah ke-6 – 11 Mei 2026 – Pesona Roh Kudus dalam Komitmen Misioner Inspirasi: Kis 16:11-15; Yohanes 15:26-16:4a   Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Paulus begitu semangat untuk mencari dan menemui para pengikut Kristus. Hari-hari ini kita mendengar kisahnya bahwa Paulus ke sini-lah, ke sana-lah; ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, Makedonia-lah, […]

  • Aku Ingin Membaca Semua Cerita Tentangmu

    Aku Ingin Membaca Semua Cerita Tentangmu

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Aku mencintaimu bukan hanya karena hal-hal yang mudah kucintai darimu. Bukan hanya karena senyummu, caramu berbicara, atau cara matamu memandangku ketika kita sedang baik-baik saja. Aku ingin mencintai bagian-bagian dirimu yang jarang kauperlihatkan kepada dunia. Ada begitu banyak cerita yang tersimpan di dalam dirimu. Cerita yang mungkin belum pernah selesai kauceritakan. Luka yang mungkin sudah […]

expand_less