Breaking News
light_mode
Trending Tags

Masalah Pasti Datang, Tetap Tegang

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan kejutan. Ada masa di mana kita merasa dunia begitu ramah, memberi ruang lega untuk bernapas. Namun, ada pula saat di mana masalah datang bertubi-tubi, membuat langkah terasa berat dan hati dipenuhi rasa khawatir. Dalam situasi seperti itu, mudah sekali bagi kita untuk merasa tegang, panik, bahkan kehilangan kendali. Padahal, jika direnungkan lebih dalam, masalah sejatinya adalah bagian alami dari kehidupan yang tidak pernah bisa kita hindari. Oleh karena itu, sikap terbaik bukanlah menghindar atau takut berlebihan, melainkan belajar menghadapi dengan tenang.

Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti berhadapan dengan masalah. Tidak peduli apakah ia seorang pelajar, pekerja, orang tua, ataupun anak-anak, semua akan mendapat bagiannya. Masalah bisa hadir dalam bentuk kegagalan, kehilangan, konflik, tekanan kerja, atau bahkan hanya kesalahpahaman kecil. Namun, satu hal yang sama adalah: masalah selalu datang membawa pelajaran. Mereka bukan untuk membuat kita hancur, melainkan untuk melatih kita agar lebih tangguh.

Sering kali kita merasa tegang ketika masalah datang karena kita memandangnya sebagai akhir dari segalanya. Misalnya, seorang siswa yang gagal dalam ujian mungkin merasa bahwa hidupnya hancur, masa depannya suram, dan tidak ada jalan keluar. Padahal, kegagalan itu hanya sebuah tanda bahwa ada hal yang perlu diperbaiki, ada strategi yang harus diubah, dan ada kesempatan untuk tumbuh lebih baik. Ketegangan yang berlebihan justru membuat pikiran buntu, sehingga solusi sulit ditemukan.

Sikap tenang dalam menghadapi masalah bukan berarti kita bersikap pasif atau acuh tak acuh. Tenang adalah keadaan batin yang terkendali, sehingga kita bisa berpikir jernih. Bayangkan sebuah telaga yang permukaannya bergelombang: pantulan apapun akan terpecah-pecah, tak jelas bentuknya. Namun, ketika telaga tenang, ia mampu memantulkan langit dengan sempurna. Begitu pula pikiran manusia; hanya dengan ketenangan, kita bisa melihat gambaran utuh dari sebuah masalah dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Selain itu, ketegangan sering lahir dari ketakutan akan hal yang belum terjadi. Kita membayangkan skenario terburuk, memikirkan kemungkinan gagal, dan akhirnya terjebak dalam kecemasan. Padahal, sebagian besar hal yang kita khawatirkan sebenarnya tidak pernah terjadi. Di sinilah kita perlu belajar menerima kenyataan bahwa masalah itu pasti, tetapi penderitaan berlebih sering kali hanya hasil dari pikiran kita sendiri. Dengan mengubah cara pandang, kita bisa menghadapi masalah dengan lebih ringan.

Ada sebuah ungkapan bijak: “Bukan beratnya beban yang membuat kita hancur, melainkan cara kita membawanya.” Masalah bisa jadi sama, tetapi respon setiap orang berbeda. Ada yang tegang lalu menyerah, ada pula yang tetap tenang lalu menemukan jalan keluar. Sikap tenang bukan berarti kita menunda penyelesaian, melainkan mempersiapkan diri agar lebih kuat menghadapi tantangan.

Dalam kehidupan nyata, banyak orang besar yang justru menemukan kekuatan melalui masalah. Mereka tidak menghindar, melainkan menerima dengan lapang dada dan mencari cara untuk bangkit. Jika kita perhatikan, hampir semua pencapaian besar lahir dari perjalanan panjang yang penuh rintangan. Artinya, masalah bukan penghalang, tetapi batu loncatan.

Maka dari itu, ketika masalah datang, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, akui keberadaan masalah itu, lalu yakinkan diri bahwa ini hanyalah satu episode dalam perjalanan hidup. Dengan begitu, kita tidak akan mudah terjebak dalam ketegangan yang melelahkan. Setelah tenang, barulah kita bisa mencari solusi dengan pikiran lebih terbuka.

Pada akhirnya, hidup memang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Masalah akan terus datang silih berganti. Tetapi satu hal yang selalu bisa kita kendalikan adalah respon diri kita. Dengan sikap tenang, kita bukan hanya menjaga kesehatan pikiran dan tubuh, tetapi juga memberi peluang lebih besar untuk menemukan jalan keluar terbaik.

Hidup adalah tentang menjalani proses, bukan sekadar menghindari masalah. Karena itu, ketika masalah datang, jangan tegang. Hadapilah dengan hati yang lapang, pikiran yang jernih, dan keyakinan bahwa setiap badai pasti berlalu.

Fian N, sejak tahun 2020-sekarang menjadi tukang masak di Pondok Baca Mataleza Olakile.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Noyaldista Lisan
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Oleh: Noyaldista Lisan Npm : 25201051 Kelas:2025B Program Studi: Keperawatan   Kesehatan reproduksi wanita merupakan salah satu aspek penting yang sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai di masyarakat. Padahal, kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seorang wanita untuk memiliki keturunan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi. […]

  • Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 292
    • 2Komentar

    “Sekarang, kepalanya sudah pergi.” Apakah masuk akal jika manusia hidup bahagia tanpa kepala? Sebuah pertanyaan menohok yang tiba-tiba melonjak dari kepala ini ketika membaca sebuah judul novel, Cara Berbahagia Tanpa Kepala (selanjutnya: CBTK). Ini adalah sesuatu yang absurd, yang hidup dalam imajinasi. Tetapi hal ini perlu dan menarik untuk ditelisik lebih jauh. “Sebentar lagi, Sempati […]

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

    Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Mertin Lusi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Di tengah hutan Wolobobo, jauh dari hiruk-pikuk ruang kelas, sebanyak 52 siswa baru SMAK St. Agustinus Langa memulai proses pembentukan diri melalui Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026. Mengusung konsep camping, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Alam menjadi ruang kelas, tenda menjadi tempat belajar kebersamaan, dan setiap tantangan […]

  • Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang photo_camera 3

    Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Julianti Nainggolan Parhusip
    • visibility 76
    • 0Komentar

    “Pendidikan nasional seharusnya menimbulkan rasa cinta terhadap kebudayaan dan kebatinan sendiri.” (Ki Hajar Dewantara) Samosir datang dengan cara yang berbeda. Udara terasa lebih lapang, sementara Danau Toba terbentang luas seolah tidak memiliki ujung. Perbukitan mengelilingi pulau dengan tenang, menciptakan pemandangan yang membuat mata ingin tinggal sedikit lebih lama. Di tempat ini, perjalanan rasanya bukan sekadar […]

  • Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Anto Narasoma
    • visibility 287
    • 0Komentar

    SEJILID BUKU kubuka sejilid buku yang kemarin membawa aku melintasi segala kisah   dari ruang-ruang fisika dan format wajah-Nya yang teduh di atas sajadah kaulah gudang pengisi petak-petak di ruang kosong otakku   lalu kubuka lembaran yang tuntas kubaca karena dari titik ke titik belahan bumi ini adalah buku   maka segala kalimat panjang itu […]

expand_less