Breaking News
light_mode
Trending Tags

Barangkali, Melepaskan adalah Bentuk Cinta yang Paling Dewasa

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mencintai sesuatu yang belum pasti sering kali menjadi cara paling sunyi untuk menciptakan luka. Kita menggantungkan harapan pada kemungkinan-kemungkinan yang belum menemukan bentuknya, lalu diam-diam percaya bahwa kesungguhan hati akan cukup untuk mengubah segalanya. Padahal, tidak semua yang diperjuangkan akan berakhir menjadi kenyataan. Ada yang hanya singgah untuk mengajarkan kehilangan, lalu pergi meninggalkan penyesalan.

Manusia lahir dengan segudang kemungkinan yang terus diperbarui setiap hari. Setiap pagi membawa kesempatan baru, tetapi juga membuka pintu bagi kekecewaan yang tak pernah kita duga. Kadang hidup datang memeluk dengan kabar-kabar baik yang menghangatkan. Di waktu yang lain, ia menghadirkan kesakitan yang seolah tak pernah benar-benar pergi dari dalam diri.

Dari banyak cerita yang saya dengar, ada begitu banyak orang yang menemukan dirinya berada dalam keadaan yang sulit dipahami. Mereka terus memberi, terus bertahan, terus mengulurkan tangan, tetapi justru menjadi pihak yang paling sering disakiti. Mereka berkorban tanpa banyak menghitung, berharap pengorbanan itu akan dibalas dengan ketulusan yang sama. Namun hidup tidak selalu berjalan setara.

Ada pula mereka yang diam-diam memelihara sakitnya sendiri. Bukan karena menyukai penderitaan, melainkan karena telah terlanjur menyerahkan segalanya: waktu, perhatian, harapan, bahkan sebagian dari dirinya. Mereka tetap tinggal meski hati telah berkali-kali retak. Cinta, pada saat tertentu, memang dapat membutakan. Ia memabukkan, membuat seseorang sulit membedakan antara memperjuangkan dan mempertahankan sesuatu yang sebenarnya telah lama hilang.

Yang menyedihkan, manusia sering memilih berdiam diri dalam kubangan gelap yang diciptakannya sendiri. Bukan karena tidak melihat jalan keluar, melainkan karena takut menghadapi kenyataan bahwa tidak semua yang dicintai ditakdirkan untuk dimiliki. Kita bertahan pada ketidakpastian, memeluk kenangan yang menyakitkan, dan berharap waktu akan mengubah orang lain menjadi seperti yang kita inginkan.

Padahal, mencintai tidak seharusnya berarti kehilangan diri sendiri. Pengorbanan tidak seharusnya menghapus harga diri. Dan kesetiaan tidak seharusnya menjadikan seseorang rela hidup terus-menerus dalam luka.

Pada akhirnya, menjadi dewasa mungkin bukan tentang menemukan cinta yang sempurna, melainkan tentang memiliki keberanian untuk menerima kenyataan: bahwa ada orang-orang yang datang untuk tinggal, dan ada yang hadir hanya untuk mengajarkan kita cara melepaskan. Bahwa tidak semua harapan perlu dipertahankan. Dan bahwa memilih pergi dari sesuatu yang terus melukai bukanlah tanda menyerah, melainkan bentuk paling tulus dari mencintai diri sendiri.

Sebab hati juga berhak beristirahat. Ia tidak diciptakan untuk terus-menerus menunggu kepastian dari mereka yang tak pernah benar-benar berniat menetap. Ia pantas menemukan tempat pulang yang tidak membuatnya merasa harus berjuang sendirian.

Pondok Baca Mataleza Olakile, 2026

Fian N, tukang masak di Pondok Baca Mataleza Olakile. Saat ini menjadi teman belajar bagi anak-anak di SMPSK KOTAGOA BOAWAE

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Mohammad Sjafie Tama
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh: Mohammad Sjafie Tama Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Ibarat Tubuh, Indonesia sedang disayat-sayat oleh pedang hukum milik kuasa modal. Baru saja dipertontonkan kepada kita, ruang sidang yang seharusnya menjadi altar suci bagi keadilan kini berubah menjadi ruang jagal bagi para inovator dan pengabdi. Tuntutan 18 tahun penjara serta denda Rp 5,6 […]

  • Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Singkirkan dulu euforia kemenangan 2-0 Prancis atas Maroko di laga Piala Dunia dini hari tadi. Ada rangkaian peristiwa penting lain yang lebih menyita perhatian masyarakat, yaitu penggeledahan yang dilakukan Polri ke sejumlah tempat, pernyataan Kejaksaan Agung, dan penjelasan TNI. Peristiwa tersebut, meski penting dan menjadi perhatian publik, sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Ini bukan […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Sudut Pandang: Sosok yang Diam-diam Menjadi Kekuatan

    Sudut Pandang: Sosok yang Diam-diam Menjadi Kekuatan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Maria Nopianti
    • visibility 31
    • 2Komentar

    Oleh: Maria Nopianti (Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma)  Di sebuah keluarga pasti memiliki sosok untuk tempat pulang, ada seseorang yang selalu hadir dengan kata-katanya yang lembut, ada juga yang menunjukkan kasih sayang pada anaknya melalui tindakan. Bagiku sosok itu iyalah Umak ba opak (bapak dan mamak), mereka adalah seseorang yang bukan hanya mengungkapkan perasaannya melalui […]

  • Kami Terlalu Lelah: Suara Anak-Anak dari Rumah yang Retak

    Kami Terlalu Lelah: Suara Anak-Anak dari Rumah yang Retak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle John Orlando, S.Fil
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Kami terlalu lelah. Kalimat itu tidak lahir dari satu hari yang buruk, melainkan dari bertahun-tahun yang menumpuk dalam diam. Lelah karena harus mengerti sebelum waktunya, lelah karena harus kuat ketika tidak ada pilihan lain, lelah karena tumbuh di antara suara yang selalu lebih keras dari hati kami sendiri. Kami tidak pernah benar-benar diajarkan bagaimana rasanya […]

  • BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Zaeni Boli
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Mesti bangga dengan karya sendiri, Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah namun dengan tekad yang kuat akhirnya mewujud, ya akhirnya di tahun 2026 ini pada Bengkel Seni Milenial ( BSM ) angkatan ke 10 akhirnya mampu memproduksi film pendek yang diberi judul Cinta Jangan Dikejar, Sebuah […]

expand_less