Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program MBKM skema desa binaan yang mewadahi dua jalur partisipasi mahasiswa, yaitu skema pengabdian kepada masyarakat dan skema penelitian ilmiah.

Program MBKM skema desa binaan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik yang telah diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan ke dalam konteks kehidupan masyarakat secara nyata. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan, memperluas wawasan mahasiswa terkait tata kelola pemerintahan desa, serta memberikan kontribusi konkret kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan masyarakat Desa Oesena. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah desa sebagai unit terkecil dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Bertempat di aula Kantor Desa Oesena, kegiatan ini diawali dengan apel pagi di halaman depan kantor desa sebagai simbol kedisiplinan dan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan tugas di lapangan. Setelah apel, seluruh peserta diarahkan masuk ke ruang aula untuk mengikuti rangkaian acara resmi penerimaan. Desa Oesena dipilih sebagai lokasi desa binaan dalam program ini sebagai bagian dari upaya institusi pendidikan untuk mendekatkan mahasiswa pada dinamika pemerintahan desa secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri oleh dua Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, yaitu Ibu Yohana Fransiska Medho, S.I.P., M.I.P. dan Bapak Bruno Rey Sonby Pantola, S.I.P., M.I.P., yang turut hadir mendampingi dan membimbing mahasiswa selama masa penugasan di desa. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Oesena beserta jajaran perangkat desa. Seluruh mahasiswa MBKM, baik yang mengikuti skema pengabdian maupun skema penelitian, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Rangkaian acara penerimaan dibuka dengan sesi perkenalan yang dipandu oleh para Dosen Pendamping Lapangan, diikuti dengan perkenalan dari Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh mahasiswa MBKM yang hadir. Sesi perkenalan ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi awal antara mahasiswa dan pemangku kepentingan desa guna membangun relasi kerja yang kondusif dan kolaboratif. Setelah sesi perkenalan berlangsung dengan lancar, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kelompok dan individu oleh mahasiswa yang mengikuti skema pengabdian.

Dalam sesi sambutan, Dosen Pendamping Lapangan, Yohana Fransiska Medho, S.I.P., M.I.P., menyampaikan harapannya agar kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya bersifat satu arah. Ia menegaskan bahwa “kehadiran mahasiswa di sini bukan hanya mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar dengan masyarakat karena kami percaya bahwa bapak/ibu mempunyai pengalaman banyak dan mampu membimbing mereka selayaknya anak sendiri dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan ke depan. Mahasiswa diminta untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk melaksanakan program-program kerja mereka dengan baik sehingga berdampak positif dan meninggalkan sesuatu yang bisa di kenang dan bermanfaat bagi masyarakat desa Oesena. Ke lapangan bukan hanya formalitas untuk mendapatkan nilai tapi mengenai tindakan sikap karakter di asah dan dibina di tengah masyrkat dengan pengabdian2 yang bisa berkontribusi bagi perubahan, pertumbuhan dan perkembangan dan pemberdayaan  desa ke arah yang lebih baik dan mandiri.

Sambutan hangat juga datang dari Kepala Desa Oesena, Nelson F. Boymaun, yang menyatakan kesiapan pihak desa untuk berkolaborasi dengan para mahasiswa. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dirasakan oleh pemerintah desa. “Kedatangan adik-adik mahasiswa diharapkan mampu membantu kami dalam pelayanan kepada masyarakat. Kami masih banyak kekurangan, masih ada perangkat desa yang belum menguasai perangkat lunak, dan dengan kehadiran adik-adik mahasiswa, kami berharap dapat memperoleh pelatihan yang dibutuhkan,” ujar Nelson.

Setelah seluruh rangkaian sesi sambutan dan pemaparan program kerja selesai dilaksanakan, kegiatan penerimaan mahasiswa MBKM di Desa Oesena ditutup dengan sesi dokumentasi berupa foto bersama yang melibatkan seluruh mahasiswa, Dosen Pendamping Lapangan, Kepala Desa, dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal yang kuat bagi mahasiswa dalam menjalankan seluruh rangkaian program MBKM secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat Desa Oesena.

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Selain sandaran, manusia butuh kutipan Hallo, teman-teman. Apa kabar? Harapan saya, semoga selalu dalam keadaan yang sehat, siap menjalani akhir pekan dan selalu setia dalam menikmati perkara-perkara hidup yang dialami. Saya pun punya harapan lain yakni, semoga teman-teman setia membaca tulisan sederhana ini sampai akhir. Ya, jangan buru-buru tinggalkan tulisan saya sebelum ada jejak yang […]

  • Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Boawae – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae tahun pelajaran 2025/2026. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, Bapak Yoman Kaju, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran seluruh keluarga […]

  • Sudut Pandang: Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola

    Sudut Pandang: Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Oleh: Yudi Latif Saudaraku, manusia suka menonton pertandingan olahraga, terutama sepak bola, karena di dalamnya orang bisa menemukan kehidupan yang dipadatkan dalam bentuk paling sederhana sekaligus paling intens. Dalam sembilan puluh menit tersaji ikhtiar dan kegagalan, harapan dan kecemasan, keteraturan dan kebetulan. Apa yang dalam hidup berlangsung bertahun-tahun, di lapangan hijau menjelma menjadi kisah yang […]

  • Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 322
    • 2Komentar

    PENGAKUAN Gebby, katakan kita orang berdosa— bukan untuk mengadili, melainkan untuk meletakkan batu-batu luka di altar yang sama. Namamu gugur di kertas sunyi seperti hujan yang menyingkap rahasia tanah; aku menulis, lalu mengakui kebodohanku, mengumpulkan sisa-sisa kata yang terluka. Di matamu, kutemukan langit yang lain, yang merengkuh semua kesalahan, menyulapnya jadi debu yang lambat jatuh […]

  • Membincang Turuk Empo dalam Budaya Manggarai dan Relevansinya dengan Perkawinan

    Membincang Turuk Empo dalam Budaya Manggarai dan Relevansinya dengan Perkawinan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Marselus Natar
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Di tengah arus modernisasi dan pergeseran nilai-nilai tradisional, masyarakat Manggarai di Nusa Tenggara Timur masih mempertahankan sejumlah kearifan lokal yang sarat makna dan fungsi sosial. Salah satunya adalah konsep turuk empo, sebuah sistem genealogis yang menjadi penanda garis keturunan dalam masyarakat adat Manggarai. Konsep ini bukan sekadar alat penanda asal-usul, tetapi berperan besar dalam menjaga […]

  • MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Aurelio Morghan
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh: Aurelio Morghan, SVD TUAN MAXI DI MATA SAYA Entah kenapa semalam saya tak bisa tidur. Bolak-balik, tutup mata tapi tetap tak bisa nyenyak. Saya sedikit gelisah. Tapi saya pikir ini efek karena saya bekerja lama di depan komputer. Ternyata Sabtu pagi waktu saya bangun, pesan dari beberapa umat Waibalun membuat saya harus menangis di […]

expand_less