Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 210
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program MBKM skema desa binaan yang mewadahi dua jalur partisipasi mahasiswa, yaitu skema pengabdian kepada masyarakat dan skema penelitian ilmiah.

Program MBKM skema desa binaan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan akademik yang telah diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan ke dalam konteks kehidupan masyarakat secara nyata. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan, memperluas wawasan mahasiswa terkait tata kelola pemerintahan desa, serta memberikan kontribusi konkret kepada Kepala Desa, perangkat desa, dan masyarakat Desa Oesena. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah desa sebagai unit terkecil dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Bertempat di aula Kantor Desa Oesena, kegiatan ini diawali dengan apel pagi di halaman depan kantor desa sebagai simbol kedisiplinan dan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan tugas di lapangan. Setelah apel, seluruh peserta diarahkan masuk ke ruang aula untuk mengikuti rangkaian acara resmi penerimaan. Desa Oesena dipilih sebagai lokasi desa binaan dalam program ini sebagai bagian dari upaya institusi pendidikan untuk mendekatkan mahasiswa pada dinamika pemerintahan desa secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri oleh dua Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, yaitu Ibu Yohana Fransiska Medho, S.I.P., M.I.P. dan Bapak Bruno Rey Sonby Pantola, S.I.P., M.I.P., yang turut hadir mendampingi dan membimbing mahasiswa selama masa penugasan di desa. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Oesena beserta jajaran perangkat desa. Seluruh mahasiswa MBKM, baik yang mengikuti skema pengabdian maupun skema penelitian, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Rangkaian acara penerimaan dibuka dengan sesi perkenalan yang dipandu oleh para Dosen Pendamping Lapangan, diikuti dengan perkenalan dari Kepala Desa, perangkat desa, dan seluruh mahasiswa MBKM yang hadir. Sesi perkenalan ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi awal antara mahasiswa dan pemangku kepentingan desa guna membangun relasi kerja yang kondusif dan kolaboratif. Setelah sesi perkenalan berlangsung dengan lancar, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kelompok dan individu oleh mahasiswa yang mengikuti skema pengabdian.

Dalam sesi sambutan, Dosen Pendamping Lapangan, Yohana Fransiska Medho, S.I.P., M.I.P., menyampaikan harapannya agar kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya bersifat satu arah. Ia menegaskan bahwa “kehadiran mahasiswa di sini bukan hanya mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar dengan masyarakat karena kami percaya bahwa bapak/ibu mempunyai pengalaman banyak dan mampu membimbing mereka selayaknya anak sendiri dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan ke depan. Mahasiswa diminta untuk berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk melaksanakan program-program kerja mereka dengan baik sehingga berdampak positif dan meninggalkan sesuatu yang bisa di kenang dan bermanfaat bagi masyarakat desa Oesena. Ke lapangan bukan hanya formalitas untuk mendapatkan nilai tapi mengenai tindakan sikap karakter di asah dan dibina di tengah masyrkat dengan pengabdian2 yang bisa berkontribusi bagi perubahan, pertumbuhan dan perkembangan dan pemberdayaan  desa ke arah yang lebih baik dan mandiri.

Sambutan hangat juga datang dari Kepala Desa Oesena, Nelson F. Boymaun, yang menyatakan kesiapan pihak desa untuk berkolaborasi dengan para mahasiswa. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjawab kebutuhan nyata yang selama ini dirasakan oleh pemerintah desa. “Kedatangan adik-adik mahasiswa diharapkan mampu membantu kami dalam pelayanan kepada masyarakat. Kami masih banyak kekurangan, masih ada perangkat desa yang belum menguasai perangkat lunak, dan dengan kehadiran adik-adik mahasiswa, kami berharap dapat memperoleh pelatihan yang dibutuhkan,” ujar Nelson.

Setelah seluruh rangkaian sesi sambutan dan pemaparan program kerja selesai dilaksanakan, kegiatan penerimaan mahasiswa MBKM di Desa Oesena ditutup dengan sesi dokumentasi berupa foto bersama yang melibatkan seluruh mahasiswa, Dosen Pendamping Lapangan, Kepala Desa, dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal yang kuat bagi mahasiswa dalam menjalankan seluruh rangkaian program MBKM secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat Desa Oesena.

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Stefen B
    • visibility 290
    • 2Komentar

    Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku […]

  • Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 1.489
    • 7Komentar

    Sejarah peradaban selalu memberi kejutan yang melampaui batas imajinasi kita. Bagi umat manusia ribuan tahun lalu, membayangkan keberadaan kecerdasan buatan, mobil terbang, dan robot canggih seperti sekarang ini tentu mustahil. Pikiran mereka masih seputar cara berburuh, meramu makanan, dan membangun relasi sosial (Harari, 2017). Di luar itu, ada pertanyaan besar yang terus menghantui yaitu, apa […]

  • Messi Adalah Titik Kumpul dari Para Pemain Inggris

    Messi Adalah Titik Kumpul dari Para Pemain Inggris

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Ada dua hal yang sulit saya lakukan belakangan ini: bangun pagi dan percaya bahwa alarm benar-benar punya niat baik kepada manusia. Udara sedang dingin-dinginnya. Selimut terasa seperti kontrak seumur hidup yang tidak boleh diputus sepihak. Namun, sejak babak 32 besar Piala Dunia dimulai, semua prinsip hidup itu mendadak gugur. Saya rela bangun pukul tiga dini […]

  • Ketika Cinta Menjadi Doa

    Ketika Cinta Menjadi Doa

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Fr. Rolandus Yosep Dosi, OCD
    • visibility 163
    • 3Komentar

    Minggu pagi selalu datang dengan kesunyian yang suci. Cahaya matahari menembus jendela kaca kapela SanJuan, memantulkan warna-warna lembut yang jatuh di lantai seperti doa yang menjelma menjadi cahaya. Denting lonceng memanggil umat untuk berkumpul, dan di antara bangku-bangku kayu yang tertata rapi, Frater Arda kembali menemukan sosok yang diam-diam mengisi ruang batinnya. Gadis itu selalu […]

  • Sudut Pandang: Dari Kampung Adat Ngegedhawe photo_camera 3

    Sudut Pandang: Dari Kampung Adat Ngegedhawe

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Firman Sabata
    • visibility 190
    • 0Komentar

    “Dengan melakukan pengayaan budaya lokal, kita akan makin lestari dan tentu sebagai bangsa yang besar tak akan terkikis oleh budaya bangsa luar. Ini penting, dan merupakan modal utama seluruh bangsa.” Ir. Soekarno Pagi hari di kaki Gunung Amegelu menyajikan pemandangan yang tenang. Kabut tipis perlahan terangkat dari puncak gunung, memperlihatkan rimbunnya vegetasi yang memagari kawasan […]

  • Sudut Pandang: Argentina Tidak Lagi Bergantung pada Messi

    Sudut Pandang: Argentina Tidak Lagi Bergantung pada Messi

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Kemenangan Argentina atas Swiss dengan skor 3-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan satu kesimpulan penting. Tim asuhan Lionel Scaloni telah berevolusi menjadi kesebelasan yang mampu memenangkan pertandingan melalui kualitas kolektif, bukan lagi bertumpu sepenuhnya pada kecemerlangan Lionel Messi. Laga di Kansas City menjadi bukti bahwa sang juara bertahan […]

expand_less