Breaking News
light_mode
Trending Tags

Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 319
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya.

Waktu memang berjalan cepat, apalagi ketika dijalani dengan hati yang riang. Tanpa terasa, hari-hari yang dulu dipenuhi langkah ragu saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, kini telah menjelma menjadi kenangan yang hangat. Mereka datang sebagai anak-anak yang membawa rasa penasaran, lalu bertumbuh menjadi pribadi-pribadi muda yang lebih matang, lebih berani, dan lebih siap menghadapi dunia.

Perjalanan Angkatan 72 bukan sekadar rutinitas belajar di dalam kelas. Mereka telah menorehkan begitu banyak kisah yang patut dibanggakan. Di bidang akademik, mereka menunjukkan ketekunan dan semangat belajar yang luar biasa. Setiap nilai yang diraih bukan hanya angka, tetapi cerminan dari usaha, doa, dan disiplin yang mereka jaga. Sementara di bidang non-akademik, mereka hadir sebagai generasi yang aktif, kreatif, dan penuh semangat, menghidupkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi, kegiatan ekstrakurikuler, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang penuh makna.

Namun lebih dari itu, yang paling berharga dari perjalanan mereka adalah kebersamaan. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua. Di dalamnya, ada tawa yang dibagi tanpa syarat, ada air mata yang diam-diam dihapus oleh sahabat, ada lelah yang dipeluk oleh kehangatan kebersamaan. SMPSK Kotagoa Boawae telah menjadi ruang aman, tempat di mana setiap siswa diterima apa adanya, tempat di mana mereka belajar bahwa gagal bukanlah akhir, dan bahwa setiap usaha selalu layak dihargai.

Bagi para guru, khususnya para wali kelas, Angkatan 72 bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah anak-anak yang tumbuh di bawah bimbingan, perhatian, dan kasih yang tulus. Setiap teguran yang diberikan, setiap nasihat yang diucapkan, bahkan setiap keheningan di kelas, semuanya menyimpan harapan agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Maka tak heran, ketika perpisahan ini tiba, ada rasa kehilangan yang tak bisa disembunyikan. Ada ruang yang terasa kosong, ada suara-suara yang akan dirindukan, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tak lagi sama.

Namun hidup memang selalu berjalan ke depan. Perpisahan bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan yang lebih luas. Kini, jenjang pendidikan lanjutan telah menanti mereka di depan sana, dengan tantangan yang lebih besar, dengan mimpi yang harus diperjuangkan lebih sungguh-sungguh. Di titik ini, para guru hanya bisa memberikan satu hal yang paling tulus: doa.

Doa agar setiap langkah mereka dipermudah.

Doa agar setiap pintu yang tertutup digantikan dengan pintu yang lebih baik.

Doa agar mereka tidak pernah lupa dari mana mereka berasal.

Dan yang paling penting, doa agar mereka selalu menjadi pribadi yang rendah hati, kuat dalam menghadapi cobaan, serta setia pada nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari.

Angkatan 72 telah meninggalkan jejak. Bukan hanya dalam bentuk prestasi, tetapi juga dalam kenangan yang hidup di hati setiap orang yang pernah berjalan bersama mereka. Mereka telah menjadi bagian dari cerita besar SMPSK Kotagoa Boawae, cerita yang akan terus dikenang, diceritakan kembali, dan menjadi inspirasi bagi angkatan-angkatan berikutnya.

Selamat melangkah, Angkatan 72. Dunia menunggu kalian dan kami percaya, kalian akan menemukannya dengan cara yang luar biasa.

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Bertemu, Kami Berteman

    Setelah Bertemu, Kami Berteman

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Ada pertemuan yang sejak awal tidak pernah kita rencanakan. Ia datang begitu saja, seperti sebuah kebetulan kecil yang ternyata diam-diam sedang disiapkan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup. Begitulah saya mengingat pertemuan pertama dengan Abang Ruslan. Siang itu, di sebuah warung makan. Saya sedang duduk seorang diri, menikmati makanan sambil mungkin memikirkan banyak hal yang […]

  • Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

    Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Mertin Lusi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Di tengah hutan Wolobobo, jauh dari hiruk-pikuk ruang kelas, sebanyak 52 siswa baru SMAK St. Agustinus Langa memulai proses pembentukan diri melalui Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026. Mengusung konsep camping, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Alam menjadi ruang kelas, tenda menjadi tempat belajar kebersamaan, dan setiap tantangan […]

  • Sudut Pandang: Kegelisahan Manusia dalam Film Pesta Babi: Sebuah Tinjauan Interaksionisme Simbolik

    Sudut Pandang: Kegelisahan Manusia dalam Film Pesta Babi: Sebuah Tinjauan Interaksionisme Simbolik

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rommy Makyn
    • visibility 204
    • 0Komentar

    (Rommy Makyn adalah seorang Frater tingkat 3 di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, keuskupan Larantuka dan mahasiswa prodi Ilmu Filsafat semester 6 di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero-Maumere) Film pada satu sisi berfungsi sebagai media hiburan, dan pada sisi lain sebagai medium refleksi dengan cara sunyi untuk berbicara atas realitas kehidupan manusia dalam […]

  • Sudut Pandang: Sepuluh Gol dalam Pertandingan yang Katanya Tidak Penting

    Sudut Pandang: Sepuluh Gol dalam Pertandingan yang Katanya Tidak Penting

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pertandingan perebutan tempat ketiga biasanya diperlakukan seperti acara ramah-tamah setelah pemakaman. Dua tim baru saja gagal mencapai final, lalu diminta kembali memakai seragam, berbaris di lorong stadion, dan menunjukkan semangat untuk memperebutkan medali perunggu. Tidak ada anak kecil yang menempelkan poster di kamar sambil berbisik, β€œKelak aku ingin finis ketiga.” Prancis dan Inggris tampaknya memahami […]

  • Antara Rotasi Strategis dan Celah Lini Belakang serta Langkah Berani PSN Ngada

    Antara Rotasi Strategis dan Celah Lini Belakang serta Langkah Berani PSN Ngada

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Kekalahan sering kali menjadi momok yang dihindari dalam dunia sepak bola. Namun, dalam kacamata strategi yang lebih luas, sebuah kekalahan adakalanya bukan akhir dari segalanya, melainkan sebuah bidak yang sengaja digeser demi memenangkan pertempuran yang lebih besar. Sudut pandang inilah yang menyeruak ketika penulis mencermati kekalahan 3-1 PSN Ngada dari Unaaha FC dalam laga pamungkas […]

  • BSM Siap Nobar Film Karya SendiriΒ 

    BSM Siap Nobar Film Karya SendiriΒ 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Zaeni Boli
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Mesti bangga dengan karya sendiri, Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah namun dengan tekad yang kuat akhirnya mewujud, ya akhirnya di tahun 2026 ini pada Bengkel Seni Milenial ( BSM ) angkatan ke 10 akhirnya mampu memproduksi film pendek yang diberi judul Cinta Jangan Dikejar, Sebuah […]

expand_less