Breaking News
light_mode
Trending Tags

Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 378
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya.

Waktu memang berjalan cepat, apalagi ketika dijalani dengan hati yang riang. Tanpa terasa, hari-hari yang dulu dipenuhi langkah ragu saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, kini telah menjelma menjadi kenangan yang hangat. Mereka datang sebagai anak-anak yang membawa rasa penasaran, lalu bertumbuh menjadi pribadi-pribadi muda yang lebih matang, lebih berani, dan lebih siap menghadapi dunia.

Perjalanan Angkatan 72 bukan sekadar rutinitas belajar di dalam kelas. Mereka telah menorehkan begitu banyak kisah yang patut dibanggakan. Di bidang akademik, mereka menunjukkan ketekunan dan semangat belajar yang luar biasa. Setiap nilai yang diraih bukan hanya angka, tetapi cerminan dari usaha, doa, dan disiplin yang mereka jaga. Sementara di bidang non-akademik, mereka hadir sebagai generasi yang aktif, kreatif, dan penuh semangat, menghidupkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi, kegiatan ekstrakurikuler, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang penuh makna.

Namun lebih dari itu, yang paling berharga dari perjalanan mereka adalah kebersamaan. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua. Di dalamnya, ada tawa yang dibagi tanpa syarat, ada air mata yang diam-diam dihapus oleh sahabat, ada lelah yang dipeluk oleh kehangatan kebersamaan. SMPSK Kotagoa Boawae telah menjadi ruang aman, tempat di mana setiap siswa diterima apa adanya, tempat di mana mereka belajar bahwa gagal bukanlah akhir, dan bahwa setiap usaha selalu layak dihargai.

Bagi para guru, khususnya para wali kelas, Angkatan 72 bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah anak-anak yang tumbuh di bawah bimbingan, perhatian, dan kasih yang tulus. Setiap teguran yang diberikan, setiap nasihat yang diucapkan, bahkan setiap keheningan di kelas, semuanya menyimpan harapan agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Maka tak heran, ketika perpisahan ini tiba, ada rasa kehilangan yang tak bisa disembunyikan. Ada ruang yang terasa kosong, ada suara-suara yang akan dirindukan, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tak lagi sama.

Namun hidup memang selalu berjalan ke depan. Perpisahan bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan yang lebih luas. Kini, jenjang pendidikan lanjutan telah menanti mereka di depan sana, dengan tantangan yang lebih besar, dengan mimpi yang harus diperjuangkan lebih sungguh-sungguh. Di titik ini, para guru hanya bisa memberikan satu hal yang paling tulus: doa.

Doa agar setiap langkah mereka dipermudah.

Doa agar setiap pintu yang tertutup digantikan dengan pintu yang lebih baik.

Doa agar mereka tidak pernah lupa dari mana mereka berasal.

Dan yang paling penting, doa agar mereka selalu menjadi pribadi yang rendah hati, kuat dalam menghadapi cobaan, serta setia pada nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari.

Angkatan 72 telah meninggalkan jejak. Bukan hanya dalam bentuk prestasi, tetapi juga dalam kenangan yang hidup di hati setiap orang yang pernah berjalan bersama mereka. Mereka telah menjadi bagian dari cerita besar SMPSK Kotagoa Boawae, cerita yang akan terus dikenang, diceritakan kembali, dan menjadi inspirasi bagi angkatan-angkatan berikutnya.

Selamat melangkah, Angkatan 72. Dunia menunggu kalian dan kami percaya, kalian akan menemukannya dengan cara yang luar biasa.

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang usianya mungkin lebih tua daripada umur sebagian besar jomlo di negeri ini. “Kapan nikah?” Pertanyaan itu aneh. Ia terdengar seperti doa, tetapi sering kali terasa seperti ancaman. Diucapkan sambil tersenyum, tetapi meninggalkan perasaan seperti baru saja gagal memenuhi target hidup yang ditentukan orang lain. Yang lebih lucu lagi, sebagian orang yang […]

  • Ruang Rasa: Pohon Mangga

    Ruang Rasa: Pohon Mangga

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Saya belum berjalan lagi ke beberapa sawah yang dulu begitu akrab dengan masa kecil saya: Pomaboa, Lodo Au, Lodo Wawo, dan Balejawa. Entah sudah berapa lama saya tidak menyusuri jalan-jalan kecil itu. Jalan tanah yang dulu saya kenal tanpa perlu berpikir, pematang sawah yang bisa saya lewati dengan langkah-langkah kecil, dan sudut-sudut tempat kami biasa […]

  • Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Anto Narasoma
    • visibility 291
    • 0Komentar

    SEJILID BUKU kubuka sejilid buku yang kemarin membawa aku melintasi segala kisah   dari ruang-ruang fisika dan format wajah-Nya yang teduh di atas sajadah kaulah gudang pengisi petak-petak di ruang kosong otakku   lalu kubuka lembaran yang tuntas kubaca karena dari titik ke titik belahan bumi ini adalah buku   maka segala kalimat panjang itu […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Panggung Kecil yang Menumbuhkan Mimpi Besar photo_camera 1

    Kotagoa Diamond Competition: Panggung Kecil yang Menumbuhkan Mimpi Besar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Pada 15–16 Mei 2026, suasana di lingkungan SMPSK Kotagoa Boawae terasa berbeda. Panggung pentas dan halaman tengah sekolah yang biasanya dipenuhi tepuk tangan untuk merayakan prestasi peserta didik, kali ini berubah menjadi ruang kompetisi yang hidup dan penuh semangat. Anak-anak dari berbagai Sekolah Dasar hadir membawa keberanian, bakat, dan harapan mereka. Dalam rangka menyongsong pesta […]

  • BRUDER LEKO CSsR: KETIKA RAHMAT TUHAN KETEMU JALAN PULANG’

    BRUDER LEKO CSsR: KETIKA RAHMAT TUHAN KETEMU JALAN PULANG’

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Pater Willy Pala
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Oleh: Pater Willy Pala Pagi ini, 9 Juli, alarm clock saya berbunyi. Saya bangun seperti biasa. Sebelum masuk sakristi untuk siap misa pagi, saya membuka WhatsApp. Ada satu pesan dari Pater Kimy sejak tadi malam, sekitar pukul sebelas lebih. Pesannya sangat singkat. “Malam nduyo, Br. Leko meninggal.” Saya kaget dan terdiam beberapa saat. Rupanya tadi […]

  • Sudut Pandang: Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara, S. J: Sosok di Balik Perjalanan Sanata Dharma

    Sudut Pandang: Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara, S. J: Sosok di Balik Perjalanan Sanata Dharma

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Novita Din
    • visibility 106
    • 2Komentar

    β€œPendidikan adalah pemanusiaan manusia muda.” Romo Driyarkara: Dari Pendidik hingga Penjaga Martabat Manusia Nama Romo Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara, S.J. tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang pendidikan di Indonesia, khususnya Universitas Sanata Dharma. Lahir di Kedunggubah, Purworejo, pada 13 Juni 1893 dengan nama Djentoe, Driyarkara kemudian memilih jalan hidup sebagai imam Jesuit sekaligus pendidik dan […]

expand_less