Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 316
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Selasa Paskah ke-6 –

12 Mei 2026 –

Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur

Inspirasi: Kis 16:22-34, Yoh 16:5-11

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Kali ini Paulus dan Silas menunjukkan kualitas sebagai orang beriman dan pengikut Kristus. Keduanya di penjara tetapi hati mereka selalu merdeka dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Anggota tubuh mereka boleh di pasung tetapi tidak dengan iman mereka kepada Kristus. Keduanya penuh dengan Roh Kudus, sehingga tidak ada hal duniawi yang dapat membelenggu mereka.

Di dalam penjara sekali pun, Roh Penghibur seperti yang dijanjikan Yesus dalam Injil Yohanes pun nampak: “Dan kalau Roh Penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.

Hal yang paling membangkitkan decak kagum yang suci dari kisah keduanya ini bahwa meskipun mereka punya kesempatan untuk kabur dari penjara, tetapi mereka tidak memilih untuk kabur. Mereka mengubur niatan untuk kabur. Padahal, mereka memiliki intuisi orang yang penuh Roh Kudus. Kalau mereka kabur, maka itu bagian dari menggali kubur untuk kepala penjara. Kepala penjara, ketika tahu bahwa penjara porak-poranda, dia berpikir bahwa dua tahanan ‘istimewa’ ini sudah kabur. Makanya dia hendak menghunuskan pedangnya hendak membunuh diri. Syukur dua Rasul ini menguburkan niatan kabur, kalau tidak, kepala penjara sudah di kubur.

Paulus dan Silas menyelamatkan nyawa sang Kepala penjara. Lagi dan lagi, kedua Rasul yang penuh Roh Penghibur ini malah membawa keselamatan yang jauh lebih mendalam bagi keluarganya dengan membaptis mereka dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

Dari kisah Paulus dan Silas dan dari Injil suci hari ini, semoga penikmat permen dapat menarik makna spiritualitas untuk bertahan dalam situasi yang tidak nyaman. Ternyata, situasi yang tidak nyaman itu bagian dari cara Tuhan untuk menyelamatkan kita, membuat hidup kita menjadi berkat dan membawa selamat bagi orang lain. Sehingga, teologi Katolik yang kuat mesti kita imani ialah tidak ada kemuliaan tanpa Salib.

Cara Tuhan ini akan bisa kita pahami, cara Tuhan ini akan berbuah selamat apabila kita tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah bahkan doa dan pujian itu sampai didengar oleh orang lain. Bukankah itu yang dibuat Paulus dan Silas. Kelihatannya simple, tetapi tidak semua orang bisa melakukannya dan menghayatinya.

Semoga penikmat permen ketika ada masalah dan berada di dalam situasi tidak nyaman, kita tidak memilih hal senang dan nikmat, tetapi justru memilih hal tenang nan hikmat. Semoga kita tidak memilih cerita ke “salah orang” tetapi sebaiknya cerita ke Tuhan dan Bunda Maria. Semoga kita tidak kabur ke hal dosa tetapi justru semakin berdoa.

Nah, agar penikmat permen bisa sampai di level “bertahan dalam ketidak-nyaman-an”, maka kita tidak bisa hanya andalkan kekuatan manusiawi semata. Ini mesti ada “jalur langit-NYA”, yah kekuatan Roh Kudus. Ternyata, bertahan untuk ada di dalam situasi tidak nyaman, tidak melulu tidak baik. ‘Paulus mentality’ bisa mungkin dan hanya mungkin jika kita mendapat kekuatan Roh Kudus, kekuatan Ilahi. Kalau hanya andalkan jabatan, prestise, prestasi, apalagi kalau hanya andalkan “healing sambil tek-tokan di tik-tok alias ‘ber-kicau mania’” maka lihatlah orang-orang sukses di mata dunia tetapi yang tidak mendalam hidupnya; pandanglah orang-orang kaya di mata dunia yang tidak menginspirasi dalam kebaikan, sehingga miskin di hadapan Tuhan.

Saya ambil contoh, suami-istri yang tidak bertahan dalam situasi yang tidak menyenangkan biasanya memilih untuk “kabur” dari satu sama lain. Survey membuktikan, orang-orang yang kabur ini malah “mengubur” banyak hal termasuk mengubur masa depan anak-anaknya, mengubur harapan untuk kembali lagi. Anehnya, orang-orang demikian, setelah kabur dari ke-tidaknyaman-an bukan malah menguburkan diri dalam iman, harapan dan kasih, eh malah bersensasi mencari validasi, kacaunya lagi itu semua tidak lahir dari Roh Kudus yang menginspirasi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih renungan hari ini telah menguatkan saya dalam menghadapi segala masalah baik dilingkungan keluarga,sekolah maupun masyarakat harus dihadapi dengan hati yang tenang karena Roh Kudus merupakan sumber kekuatan sejati.Kehadiran Roh Kudus membuat saya sadar bahwa lari dari masalah tidak akan menemukan suatu penyelesaian.Sesuai dengan tema renungan hari in tentang Kubur Niatan Kabur dan biarkan Roh Kudus memimpin langkah saya untuk melakukan kehendak Bapa.Marilah kita hidup menabur dalam Roh.

    Balas13 Mei 2026 11:41 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Boawae – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae tahun pelajaran 2025/2026. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, Bapak Yoman Kaju, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran seluruh keluarga […]

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • Sudut Pandang: Jejak Pengabdian dan Kasih Sayang Felix Japang

    Sudut Pandang: Jejak Pengabdian dan Kasih Sayang Felix Japang

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Maria Yunita
    • visibility 138
    • 4Komentar

    Nama: Drs Felix Japang Tempat Tanggal Lahir: Bekek, 30 Mei 1965 Alamat: Desa tadho, kecamatan riung, kabupaten ngada, nusa tenggara timur Meninggal: Bajawa 16 Februari 2012   Mengenal Sosok Felix Japang Felix Japang adalah seorang putra Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, yang lahir Pada tanggal 30 mei 1965. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan […]

  • Sudut Pandang: Vitalitas dan Krisis Makna Pelecehan Seksual Digital: Analisis Perspektif Harold D. Lasswell

    Sudut Pandang: Vitalitas dan Krisis Makna Pelecehan Seksual Digital: Analisis Perspektif Harold D. Lasswell

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Robertus Pitang
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Oleh: Robertus Pitang, Mahasiswa IFTK Ledalero, Prodi Filsafat Perkembangan media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi secara radikal. Platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok tidak lagi sekadar menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi telah berkembang menjadi ruang produksi opini, emosi, bahkan popularitas. Dalam kondisi tersebut, komunikasi tidak selalu berfungsi sebagai sarana membangun pemahaman sosial, melainkan […]

  • Setelah Bertemu, Kami Berteman

    Setelah Bertemu, Kami Berteman

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Ada pertemuan yang sejak awal tidak pernah kita rencanakan. Ia datang begitu saja, seperti sebuah kebetulan kecil yang ternyata diam-diam sedang disiapkan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup. Begitulah saya mengingat pertemuan pertama dengan Abang Ruslan. Siang itu, di sebuah warung makan. Saya sedang duduk seorang diri, menikmati makanan sambil mungkin memikirkan banyak hal yang […]

  • Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Singkirkan dulu euforia kemenangan 2-0 Prancis atas Maroko di laga Piala Dunia dini hari tadi. Ada rangkaian peristiwa penting lain yang lebih menyita perhatian masyarakat, yaitu penggeledahan yang dilakukan Polri ke sejumlah tempat, pernyataan Kejaksaan Agung, dan penjelasan TNI. Peristiwa tersebut, meski penting dan menjadi perhatian publik, sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Ini bukan […]

expand_less