Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 259
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Selasa Paskah ke-6 –

12 Mei 2026 –

Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur

Inspirasi: Kis 16:22-34, Yoh 16:5-11

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Kali ini Paulus dan Silas menunjukkan kualitas sebagai orang beriman dan pengikut Kristus. Keduanya di penjara tetapi hati mereka selalu merdeka dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Anggota tubuh mereka boleh di pasung tetapi tidak dengan iman mereka kepada Kristus. Keduanya penuh dengan Roh Kudus, sehingga tidak ada hal duniawi yang dapat membelenggu mereka.

Di dalam penjara sekali pun, Roh Penghibur seperti yang dijanjikan Yesus dalam Injil Yohanes pun nampak: β€œDan kalau Roh Penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.

Hal yang paling membangkitkan decak kagum yang suci dari kisah keduanya ini bahwa meskipun mereka punya kesempatan untuk kabur dari penjara, tetapi mereka tidak memilih untuk kabur. Mereka mengubur niatan untuk kabur. Padahal, mereka memiliki intuisi orang yang penuh Roh Kudus. Kalau mereka kabur, maka itu bagian dari menggali kubur untuk kepala penjara. Kepala penjara, ketika tahu bahwa penjara porak-poranda, dia berpikir bahwa dua tahanan β€˜istimewa’ ini sudah kabur. Makanya dia hendak menghunuskan pedangnya hendak membunuh diri. Syukur dua Rasul ini menguburkan niatan kabur, kalau tidak, kepala penjara sudah di kubur.

Paulus dan Silas menyelamatkan nyawa sang Kepala penjara. Lagi dan lagi, kedua Rasul yang penuh Roh Penghibur ini malah membawa keselamatan yang jauh lebih mendalam bagi keluarganya dengan membaptis mereka dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

Dari kisah Paulus dan Silas dan dari Injil suci hari ini, semoga penikmat permen dapat menarik makna spiritualitas untuk bertahan dalam situasi yang tidak nyaman. Ternyata, situasi yang tidak nyaman itu bagian dari cara Tuhan untuk menyelamatkan kita, membuat hidup kita menjadi berkat dan membawa selamat bagi orang lain. Sehingga, teologi Katolik yang kuat mesti kita imani ialah tidak ada kemuliaan tanpa Salib.

Cara Tuhan ini akan bisa kita pahami, cara Tuhan ini akan berbuah selamat apabila kita tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah bahkan doa dan pujian itu sampai didengar oleh orang lain. Bukankah itu yang dibuat Paulus dan Silas. Kelihatannya simple, tetapi tidak semua orang bisa melakukannya dan menghayatinya.

Semoga penikmat permen ketika ada masalah dan berada di dalam situasi tidak nyaman, kita tidak memilih hal senang dan nikmat, tetapi justru memilih hal tenang nan hikmat. Semoga kita tidak memilih cerita ke β€œsalah orang” tetapi sebaiknya cerita ke Tuhan dan Bunda Maria. Semoga kita tidak kabur ke hal dosa tetapi justru semakin berdoa.

Nah, agar penikmat permen bisa sampai di level β€œbertahan dalam ketidak-nyaman-an”, maka kita tidak bisa hanya andalkan kekuatan manusiawi semata. Ini mesti ada β€œjalur langit-NYA”, yah kekuatan Roh Kudus. Ternyata, bertahan untuk ada di dalam situasi tidak nyaman, tidak melulu tidak baik. β€˜Paulus mentality’ bisa mungkin dan hanya mungkin jika kita mendapat kekuatan Roh Kudus, kekuatan Ilahi. Kalau hanya andalkan jabatan, prestise, prestasi, apalagi kalau hanya andalkan β€œhealing sambil tek-tokan di tik-tok alias β€˜ber-kicau mania’” maka lihatlah orang-orang sukses di mata dunia tetapi yang tidak mendalam hidupnya; pandanglah orang-orang kaya di mata dunia yang tidak menginspirasi dalam kebaikan, sehingga miskin di hadapan Tuhan.

Saya ambil contoh, suami-istri yang tidak bertahan dalam situasi yang tidak menyenangkan biasanya memilih untuk β€œkabur” dari satu sama lain. Survey membuktikan, orang-orang yang kabur ini malah β€œmengubur” banyak hal termasuk mengubur masa depan anak-anaknya, mengubur harapan untuk kembali lagi. Anehnya, orang-orang demikian, setelah kabur dari ke-tidaknyaman-an bukan malah menguburkan diri dalam iman, harapan dan kasih, eh malah bersensasi mencari validasi, kacaunya lagi itu semua tidak lahir dari Roh Kudus yang menginspirasi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, PrΒ / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih renungan hari ini telah menguatkan saya dalam menghadapi segala masalah baik dilingkungan keluarga,sekolah maupun masyarakat harus dihadapi dengan hati yang tenang karena Roh Kudus merupakan sumber kekuatan sejati.Kehadiran Roh Kudus membuat saya sadar bahwa lari dari masalah tidak akan menemukan suatu penyelesaian.Sesuai dengan tema renungan hari in tentang Kubur Niatan Kabur dan biarkan Roh Kudus memimpin langkah saya untuk melakukan kehendak Bapa.Marilah kita hidup menabur dalam Roh.

    Balas13 Mei 2026 11:41 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Selain sandaran, manusia butuh kutipan Hallo, teman-teman. Apa kabar? Harapan saya, semoga selalu dalam keadaan yang sehat, siap menjalani akhir pekan dan selalu setia dalam menikmati perkara-perkara hidup yang dialami. Saya pun punya harapan lain yakni, semoga teman-teman setia membaca tulisan sederhana ini sampai akhir. Ya, jangan buru-buru tinggalkan tulisan saya sebelum ada jejak yang […]

  • SMPSK KOTAGOA BOAWAE DIAMOND COMPETITION

    SMPSK KOTAGOA BOAWAE DIAMOND COMPETITION

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 216
    • 0Komentar

    John Holt dalam bukunya yang berjudul, Mengapa Siswa gagal, menulis demikian: β€œKita semua sepakat bahwa semua siswa harus berhasil, tetapi apakah kita memiliki pengertian yang sama mengenai keberhasilan itu? Saya sendiri berpendapat bahwa kesuksesan itu sebaiknya tidak diperoleh dengan gampang ataupun cepat dan mestinya tidak terjadi setiap saat. Sukses dalam pandanganku, menyiratkan keberhasilan seseorang mengulangi […]

  • Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 231
    • 2Komentar

    “Sekarang, kepalanya sudah pergi.” Apakah masuk akal jika manusia hidup bahagia tanpa kepala? Sebuah pertanyaan menohok yang tiba-tiba melonjak dari kepala ini ketika membaca sebuah judul novel, Cara Berbahagia Tanpa Kepala (selanjutnya: CBTK). Ini adalah sesuatu yang absurd, yang hidup dalam imajinasi. Tetapi hal ini perlu dan menarik untuk ditelisik lebih jauh. “Sebentar lagi, Sempati […]

  • Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

    Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Di Rumah Tuhan Hujan pun turun, lalu aku berteduh di rumah-Nya. Kutatap langit, reda, lalu kupamit pulang. Namun hujan kembali mengguyur, seolah Dia hendakΒ  berkata: ”Jangan pulang dulu, Aku masih rindu.” Aku singgah di perhentian terakhir,Β  dan di sana pun, Dia menyambut. Dengan lembut, tanpa suara, tapi hangat seperti peluk yang tak terlihat. Mungkin memang […]

  • Fokus pada Satu Masalah, Jangan Serakah

    Fokus pada Satu Masalah, Jangan Serakah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 207
    • 2Komentar

    Fokus pada satu tujuan. Jangan gegabah dalam memperlakukan sebuah persoalan. Sering kali, manusia terjebak pada rasa ingin lebih akan sesuatu yang masih belum pasti seperti apa akhirnya. Dalam hidup, kita sering tergoda untuk menangani banyak masalah sekaligus. Ada perasaan seolah kita harus selalu produktif, selalu cepat menyelesaikan segalanya, dan selalu tampil prima. Namun, ironisnya, justru […]

  • PUISI-PUISI GREGORIUS NGGADUNG

    PUISI-PUISI GREGORIUS NGGADUNG

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Gregorius Nggadung
    • visibility 390
    • 2Komentar

    PERJAMUAN MALAM Tak ada yang kau siapkan lagi Selain roti tawar yang disiram dan mekar Selain sumpah dan kemerdekaan yang kau janjikan Meredam di atas tumpukan buku Lelap di pangkuan tanganmu Β  Kau tak perlu datang lagi malam ini Cukup menyaksikan perjamuan yang getir ini Di bawah meja perjamuan Kukibarkan kata-kata Sehingga tak ada tulang-tulang […]

expand_less