Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 228
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ini puisi apa? 

ibu bangun tidur. bapak ke sawah.

adik menangis cari bapak. saya cari batang pisang.

pagi, selalu sibuk di setiap detik kami. ada rindu-dendam yang tak tuntas

pada bunga mimpi.

rumah yang lain, ayam-ayam berebut makanan.

adik ikut tertawa. saya sibuk mengeja suara babi kelaparan.

lalu, lewatlah segerombolan masa lalu di kepala saya.

tentang seorang manusia yang dimakan babi hutan dan rusa

pada sebuah pondok tua. kisah itu terus melegenda.

manusia itu adalah seorang perempuan.

terjadilah di sana pesta adat, musim berburu.

semua ke  hutan. semua ke masa lalu. semua mengeja luka.

babi sudah diam. saya istirahat.  hari sudah siang. adik diam saja.

ini puisi apa?

saya pergi ke hatimu lalu berburu kenangan

yang kelak akan jadi legenda dan

dongeng tidur pada anak-anak puisi kita.

Boawae, 2020

toko kecantikan

saya tidak akan pernah membawamu ke salon dan

tempat-tempat kecantikan lainnya. saya tidak mau dirimu

terlalu cantik dari luar. seperti kebanyakan orang-orang masa kini.

saya akan membawamu ke toko buku, agar kau

menemukan kata-kata yang bertebaran pada halaman-halaman

buku biar kau lebih cantik dari dalam.

jujur, itu saya akan jatuh cinta berkali-kali padamu.

Maumere, 2019

sebuah ajakkan 

kau mengajak saya pergi melihat masa lalu yang telah lama

kita kubur pada sebuah malam. lalu, kau menunjukkan

pada saya sebuah catatan harian yang pernah

kau tulis di langit. ada memar yang tak wajar.

saya ingin bertanya pada saat itu tapi kau cepat-cepat

melarang saya dan berkata, “aku mengajakmu ke sini

bukan untuk mendengar pertanyaanmu.”

Maumere, 2019

Fian N, suka menulis puisi dan kamu yang baca dan yang juga tidak membaca puisi ini.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (2)

  • Hyasinta Mi

    1. Terima kasih sudah membagi tulisan yang
    Sangat bermanfat.
    2. Saya suka sudut pandang yang diambil
    dan bahasannya sangat menarik
    3. Penjelasannya sangat jelas dan mudah
    dipahami
    4.Sangat inspiratif saya mendapat ide baru
    Setelah membaca puisi ini dan tetap
    Semangat dalam menulis karya-karya
    Selanjut dan sukses selalu.

    Balas3 Mei 2026 12:22 pm
    • Mataleza

      Bu guru, terima kasih banyak. SSemoga tulisan tulisan di portal ini memberikan banyak hal baik.

      Balas5 Mei 2026 10:52 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meremehkan PSN Ngada di Babak 8 Besar adalah Kesalahan Sejarah

    Meremehkan PSN Ngada di Babak 8 Besar adalah Kesalahan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Keberhasilan PSN Ngada menahan imbang Persibangga Purbalingga dengan skor 1:1, sekaligus memastikan tiket lolos ke babak 8 besar, merupakan penegasan tentang identitas asli Laskar Jaramasi. Mereka adalah tim dengan mentalitas baja yang menolak menyerah sebelum peluit panjang berbunyi. Hasil ini sekaligus menggagalkan upaya Persibangga untuk mengambil alih posisi puncak klasemen dari genggaman PSN Ngada. Mencetak […]

  • PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 328
    • 2Komentar

    PERMEN edisi Selasa 5 Paskah – 05 MEI 2026 –  Bekerja Sama dan Sama-Sama Bekerja Inspirasi: Kis 14:19-28 ; Yohanes 14:27-31a Paulus dan Barnabas buat sesuatu yang membuka mata hati penikmat Permen akan pentingnya bekerja dalam tim. Yah, dalam perjalanan misi pewartaan, keduanya mengangkat para penatua jemaat untuk memimpin jemaat kristiani yang mereka dirikan. Mereka […]

  • Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 258
    • 2Komentar

    “Sekarang, kepalanya sudah pergi.” Apakah masuk akal jika manusia hidup bahagia tanpa kepala? Sebuah pertanyaan menohok yang tiba-tiba melonjak dari kepala ini ketika membaca sebuah judul novel, Cara Berbahagia Tanpa Kepala (selanjutnya: CBTK). Ini adalah sesuatu yang absurd, yang hidup dalam imajinasi. Tetapi hal ini perlu dan menarik untuk ditelisik lebih jauh. “Sebentar lagi, Sempati […]

  • Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Beny K. Harman
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Oleh: Benny K. Harman Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir. Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan […]

  • BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Zaeni Boli
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Mesti bangga dengan karya sendiri, Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah namun dengan tekad yang kuat akhirnya mewujud, ya akhirnya di tahun 2026 ini pada Bengkel Seni Milenial ( BSM ) angkatan ke 10 akhirnya mampu memproduksi film pendek yang diberi judul Cinta Jangan Dikejar, Sebuah […]

  • Ilustrasi

    Jejak Sunyi yang Tak Pernah Pergi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 909
    • 6Komentar

    Ada orang-orang yang hidupnya tidak banyak diceritakan, tetapi diam-diam membentuk dunia kecil di sekitar mereka dengan cara yang begitu berarti. Mereka tidak dikenal luas, tidak pula menonjolkan diri, tetapi kehadirannya menjadi akar, menguatkan, menopang, dan memberi kehidupan. Bapak Marianus Meze Ito, yang akrab disapa Marianus Rena, adalah salah satu dari mereka. Ia lahir pada 10 […]

expand_less