Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

  • account_circle Alvarez Keupung
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.

(sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )

 

PURNAMA

Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah

akan kujadikan diriku purnama bagimu

agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu.

Ende, 15 April 2026.

 

LOLONG

Putih hujan telah usai

seperti semadi, kaki langit mendadak kesepian

tiba-tiba, kau beri gincu pada “langit-langit”

cakrawala

 

Warna-warni pun bertengger pada tapal sejauh mata memandang

bolehkah kusongsong dengan jiwa yang penuh romansa?

 

Jika kau adalah puisi titipan pada langit, aku mau bilang:

alam selalu punya cara memberi kemurahan, tanpa murahan.

Ende, 15 Mei 2026.

* LOLONG: Pelangi, Bianglala (Bahasa Sikka, Maumere).

 

MATA HARI

Sayap-sayap pagi datang lagi

matahari sedang telanjang berarak menghangatkan selimut mata hari

 

Di bebatuan tapak

satu per satu jejak mulai tertulis sebelum rampung di adzan senja

 

Good morning,

mari jatuh cinta pada mata hari yang bertakhta bersama perputaran kosmos

 

Di bawah matahari yang setianya kekal itu

‘kan terpahat, kita tak pernah bisa berpisah dari asa yang belum rampung.

Ende, 15 Mei 2026.

 

CERMIN

Di hadapannya, kecantikan dan ketampanan tidak selalu abadi

yang tersisa padanya adalah pertanyaan:

mengertikah manusia pada dirinya?

 

Di hadapannya, yang tertinggal hanyalah skeptis:

tak terjawab kata

tak terjamah raga

 

Sebab,

yang terlihat padanya hanyalah proyeksi semu yang akan selesai pada waktunya

 

Satu-satunya kedalaman manusia adalah: nurani

di sana, cermin segalanya berpulang menimbang.

Ende, 15 Mei 2026.

 

REMBULAN

Aura tubuhmu seperti Hawa di Eden sediakala

begitu telanjang berkabut putih pada kantong mata yang tajam melihatmu

kau hantar tabir nirwana tersingkap perlahan

 

Amboi….

betapa jauh perjalananmu suntuk semalam dan aku setia menatap separuh malam

aku terlanjur jatuh cinta padamu

tak seperti orang asing yang baru mengenalmu

 

Sebab, ketika kau berseri cah’ya

tak ada catatan lain ku tuliskan : indah rupa Tuhan pada tubuhmu

 

Rembulan,

kaulah bulan, bukan nama wanita di sudut kota ini.

Ende, 15 Mei 2026

  • Penulis: Alvarez Keupung
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Teori Negosiasi Wajah Stella Ting -Toomey dan Gaya Komunikasi Rocky Gerung: Analisis Budaya Komunikasi di Ruang Publik Indonesia

    Sudut Pandang: Teori Negosiasi Wajah Stella Ting -Toomey dan Gaya Komunikasi Rocky Gerung: Analisis Budaya Komunikasi di Ruang Publik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rein Lagang
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Oleh: Rein Lagang, Mahasiswa IFTK Ledalero.  Komunikasi tak hanya berfungsi menjadi alat penyampaian informasi, tetapi pula sebagai sarana untuk membangun ciri-ciri, menjaga kehormatan, serta mempertahankan korelasi sosial. Dalam setiap interaksi, individu sebenarnya sedang melakukan perundingan terhadap “wajah” (face), yaitu gambaran diri serta harga diri yg ingin dipertahankan di hadapan orang lain. Konsep ini dijelaskan secara […]

  • NADIEM: Siapa yang Order?

    NADIEM: Siapa yang Order?

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Nury Sybli
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Rabu, 13 Mei 2026. Pengadilan Tipikor Jakarta berubah jadi panggung absurditas hukum. Mantan Mendikbudristek, dituntut 18 tahun penjara, denda Rp.1 miliar, plus uang pengganti Rp5,6 triliun subsider 9 tahun kurungan. Kalau ditotal, hukumannya seperti ingin mengubur seseorang hidup-hidup: 27,5 tahun. “Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan,” kata Nadiem seusai sidang. Dan memang, siapa […]

  • Ibu di Kota

    Ibu di Kota

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Jauh sebelum kepergian suaminya, ibu memilih pergi ke kota. Tinggalkan segala kenangan masa lalunya. Memilih kehidupan baru. Memilih suasana yang lain sama sekali. Mungkin bisa bertemu orang-orang baru yang tak dikenalnya. Orang-orang yang asalnya tak pernah ibu ketahui. Apakah ibu bisa menerima mereka semua? Apakah ibu tidak merasa asing di antara mereka yang datang? Sebelum […]

  • Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Publikasi Politeknik St. Wilhelmus Boawae
    • visibility 148
    • 0Komentar

    NAGEKEO, 30 Maret 2026 – Politeknik St. Wilhelmus (PSW) mempertegas komitmennya dalam pembangunan masyarakat berbasis vokasi melalui kegiatan panen perdana wortel organik di Desa Lajawajo, Kabupaten Nagekeo, Senin (30/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Vokasi Desa melalui pembuatan kebun percontohan (demplot) hortikultura di lahan milik desa. Sebagai desa binaan PSW, Desa Lajawajo menjadi […]

  • Ketika Cinta Menjadi Doa

    Ketika Cinta Menjadi Doa

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Fr. Rolandus Yosep Dosi, OCD
    • visibility 83
    • 3Komentar

    Minggu pagi selalu datang dengan kesunyian yang suci. Cahaya matahari menembus jendela kaca kapela SanJuan, memantulkan warna-warna lembut yang jatuh di lantai seperti doa yang menjelma menjadi cahaya. Denting lonceng memanggil umat untuk berkumpul, dan di antara bangku-bangku kayu yang tertata rapi, Frater Arda kembali menemukan sosok yang diam-diam mengisi ruang batinnya. Gadis itu selalu […]

  • Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 250
    • 2Komentar

    Martha Grimes pernah berkata, “kita tidak tahu siapa diri kita sampai kita melihat apa yang bisa kita lakukan.” Pertama kali membaca kutipan tersebut di sebuah buku yang berjudul Life Lessons yang ditulis oleh para pengarang Chicken Soup For The Soul, ada sesuatu yang mendorong saya untuk segera mengambil tindakan. Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah […]

expand_less