Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi Aprianus Jebarus: Rumah, Rasa yang Tak Sampai, Hilang dan Untuk Apa Berdua

  • account_circle Aprianus Jebarus
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari

Rumah

Di sudut ini

hanya ada gumpalan asap yang menepi tanpa arah

menemani ingatan yang perlahan menari di bawah langit

yang tak lagi biru

suaramu mengalun indah dalam imaji

merajut kisah menjelma rindu tak berwujud

setiap belaian rambut hitammu adalah inspirasi

yang mengalun lembut dalam barisan

yang menjadikannya diksi paling favorit

dalam aroma kehangatan yang pernah ada

dan kau menyebutnya RUMAH

pun aku memanggilnya seperti itu.

2026

Rasa Yang Tak Sampai

Kepada ranting basah

kuceritakan ingin

yang belum sampai

pada kelopak indah itu

 

Pada setangkai bunga

kukabarkan pesan

tentang harap tak bertepi

 

Lewat celah dinding

kuukir namamu sepanjang jalan

Namun,

atmamu terlalu jauh untuk kutempuh

ada jeda yang menghentikan kisah

ada jarak yang memisahkan langkah

meruntuhkan rasa

hingga kata tak ‘kan

mampu mengejar kerinduan di tengah

gelombang perasaan yang mulai

rapuh.

2026

 

Hilang

Cuaca melamar di penghujung bulan

membawa isyarat yang tak pernah pasti

Gemuruh riuh berjalan tanpa arah

menjatuhkan bulir-bulir kenangan yang

membekas dalam awan

Getaran harap semakin menyatu,

menusuk dingin di samudera ingatan

Jemari mulai berlari, mencari cinta

Di antara air mata semesta yang

mengalir lurus

Menyimpan rahasia tentang ketulusan

yang hilang diterpa hujan.

2026

 

Untuk Apa Berdua

Hitam pekat menatap dengan tajam

Sendok mulai menari pada samudera gelas antik

menemani malam

menunggu hujan reda

Gumpalan asap menepi

mulai bertanya pada papan kayu yang enggan berpijak dari tempatnya

Mengapa sendiri lagi?

Ia tidak menjawab sepata kata pun

hanya terdiam tersenyum malu hingga beberapa saat

sebelum tegukan pertama mengalir menyejukkan kisah

Angin berhembus pelan, membisikkan kata

Membius kan aroma, mematikan obrolan

sambil berbisik

Untuk apa berdua

jika tak kan mampu

menyatukan harap yang sama.

2026

 

Aku

Beginilah caraku

menikmati hari tanpa tapi

berjalan menelusuri bebatuan

tanpa mengeluh

menerima semua keadaan tanpa pasrah

Dan semua kutuangkan lewat

kertas putih di laci meja

meracik huruf yang

ada dalam isi kepala penuh

menyajikannya dalam hati

penuh.

2026

  • Penulis: Aprianus Jebarus
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 219
    • 3Komentar

    Permen edisi SENIN 5 PASKAH – 04 MEI 2026 – Katanya Sama Dengan Nyatanya Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26 Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan […]

  • Ruang Rasa: Ketika Kepercayaan Kehilangan Rumah

    Ruang Rasa: Ketika Kepercayaan Kehilangan Rumah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Setiap perjumpaan adalah anugerah. Di sanalah dua hati belajar saling mengenal, saling menerima, lalu perlahan-lahan membangun sebuah rumah yang tak terlihat: rumah bernama kepercayaan. Kasih adalah fondasinya. Kejujuran adalah dindingnya. Sementara komunikasi menjadi jendela tempat keduanya saling memandang dunia. Namun, tidak semua rumah mampu bertahan dari badai. Ada badai yang datang bukan karena hadirnya orang […]

  • EKSISTENSI BUDAYA dan PERSOALAN DALAM DUNIA KONTEMPORER

    EKSISTENSI BUDAYA dan PERSOALAN DALAM DUNIA KONTEMPORER

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Yohanes Jawang
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Budaya merupakan bagian dari aspek kehidupan manusia yang tidak terpisahkan. Budaya juga merupakan bagian dari kreativitas akal budi manusia, yang dijaga terus-menerus, dan bahkan diperbarui seiring berjalannya waktu.  Budaya menjadi suatu aspek yang sangat penting dan bahkan mendapat tempat yang sangat penting. Oleh karena itu, budaya tanpa manusia adalah mustahil, sebaliknya manusia tanpa budaya akan […]

  • Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

    Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 210
    • 1Komentar

    suka sibuk pagi-pagi sekali di hari minggu, kami ke gereja. seperti orang-orang, kami berpakaian rapi. sebelum keluar pintu rumah, pastikan semua dalam keadaan siap, batin maupun pakaian. di pintu masuk gereja, semua mata mencari sumber bunyi kaki. lihat atas-bawah. di dalam gereja, ekaristi sebentar lagi mulai. masih ada yang sibuk menilai. sebentar sambut hosti, bikin […]

  • Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Singkirkan dulu euforia kemenangan 2-0 Prancis atas Maroko di laga Piala Dunia dini hari tadi. Ada rangkaian peristiwa penting lain yang lebih menyita perhatian masyarakat, yaitu penggeledahan yang dilakukan Polri ke sejumlah tempat, pernyataan Kejaksaan Agung, dan penjelasan TNI. Peristiwa tersebut, meski penting dan menjadi perhatian publik, sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Ini bukan […]

  • Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Boawae – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae tahun pelajaran 2025/2026. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, Bapak Yoman Kaju, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran seluruh keluarga […]

expand_less