Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: Jejak Pengabdian dan Kasih Sayang Felix Japang

  • account_circle Maria Yunita
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 110
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nama: Drs Felix Japang

Tempat Tanggal Lahir: Bekek, 30 Mei 1965

Alamat: Desa tadho, kecamatan riung, kabupaten ngada, nusa tenggara timur

Meninggal: Bajawa 16 Februari 2012

 

Mengenal Sosok Felix Japang

Felix Japang adalah seorang putra Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, yang lahir Pada tanggal 30 mei 1965. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan orang tua yang yang bekerja sebagai petani. Dari lingkungan tersebut, Ia menjalani kehidupan dengan perjuangan hingga kemudian mengabdikan dirinya melalui pendidikan, pelayanan kepada masyarakat, dan dunia pemerintahan.

Bagi masyarakat, perjalanan hidup Felix Japang dapat dikenang sebagai perjalanan seorang anak Desa Tadho yang berusaha membangun kehidupanNya melalui Pendidikan dan kerja keras. Namun, bagi keluargaNya, Khususnya bagi Istri, dan Keempat anakNya, Felix Japang bukan hanya seseorang yang pernah menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat. Ia adalah seorang ayah yang sangat mencintai keluargaNya, sosok yang tegas dan selalu taat, tetapi juga memiliki perhatian besar kepada orang-orang di sekitarnya.

Perjalanan hidupnya Memang tidak berlangsung Panjang. Ia meninggal dunia pada 16 Februari 2012. Meskipun waktu bersama keluarga terasa singkat, terutama bagi Istri dan anak-anaknya, Kenangan tentang kasih sayang dan perjuanganNya tetap tinggal dan menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga.

Setiap keluarga memiliki cerita tentang seseorang yang meninggalkan kesan mendalam. Ada sosok yang dikenang karena  keberhasilannya, ada pula yang yang dikenang karena kasih sayang, perjuangan, dan nilai-nilai yang ditinggalkanNya. Bagi saya, sosok tersebut adalah Ayah saya, yaitu Felix Japang.

Menulis tentang ayah bukan sekedar menceritakan perjalanan hidupnya dari satu tahap ke tahap berikutnya. Lebih dari itu, tulisan ini menjadi cara untuk mengenang sosok yang pernah hadir dalam kehidupan keluarga dan memberikan begitu banyak arti. Waktu yang saya miliki bersama beliau memang tidak panjang, tetapi ada begitu banyak hal yang membuat kehadiranNya, tetap terasa hingga sekarang.

Ayah merupakan pribadi yang tegas dan selalu taat. sikap tersebut menjadi bagian dari diriNya dalam menjalankan kehidupan tanggung jawab. Namun, dibalik ketegasan itu, Ia adalah orang yang memperhatikan orang-orang di sekitarNya. Ia juga merupakan sosok yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besarNya.

Karena itu, perjalanan hidup Felix Japang menarik untuk dikenang bukan hanya dari jabatan yang pernah dipercayakan kepadaNya, tetapi juga dari proses panjang yang membentuk diriNya. Dari kehidupan sederhana di Desa Tadho, perjuangan memperoleh pendidikan, Pengalaman menjadi guru dan relawan, kehidupan berkeluarga, hingga kepercayaan masyarakat yang membawanya menjadi kepala desa dan anggota DPR kabupaten Ngada.

Masa Kecil dan Latar Belakang

Felix Japang lahir dan tumbuh di Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia berasal dari Keluarga Sederhana. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani. Kehidupan dalam keluarga petani tentu menjadi bagian dari latar belakang yang membentuk perjalanan hidupnya.

Lingkungan tempat Ia tumbuh menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Dari kehidupan sederhana itu, Ia kemudian berusaha mendapatkan pendidikan dan membangun masa depanNya. Pendidikan menjadi salah satu jalan yang ditempuhNya untuk mengembangkan diri dan memperoleh kesempatan untuk mengabdi kepada orang lain.

Perjalanan hidupNya menunjukan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk memiliki cita-cita dan tanggung jawab yang lebih besar. Dengan usaha yang dijalaniNya, Ia kemudian mampu menjalani berbagai peran dalam masyarakat.

Kehidupan Keluarga

Ditengah perjalanan hidup dan pengabdianNya, Felix Japang juga membangun kehidupan keluarga. Ia kemudian bertemu dengan Sosok wanita Tangguh dan Lemah lembut bernama Maria Imakulata dan menikahinya. Dari kehidupan tersebut, mereka dikarunia empat anak, yaitu Yonis Japang, Rion Japang, Yun Japang, Yopi japang.

Ia menjalankan peran sebagai suami dan Ayah. Bagi Keluarga, Ia dikenal sebagai sosok ayah yang tegas dan selalu taat. ketegasan menjadi salah satu karakter yang sangat melekat pada diriNya. Namun, ketegasan tersebut tidak menghilangkan perhatianNya kepada keluarga maupun orang-orang disekitarNya.

Ia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga Inti sekaligus tetap memperhatikan keluarga besarNya dan orang-orang yang dia Jumpai. Tanggung jawab terhadap keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupanNya. Kesibukan dan berbagai tanggung jawab yang dijalankan tidak membuatNya melupakan orang-orang yang membutuhkan perhatian dariNya.

Sebagai seorang anak perempuan dalam rumah, saya merasakan bahwa kasih sayang Ayah memiliki tempat yang khusus. saya dapat dikatakan sebagai perempuan tunggal dalam rumah. karena itu, meskipun waktu yang saya miliki bersama ayah tidak panjang, kehadirannya memberi kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Ada hal-hal dalam hubungan antara seorang Ayah dan anak yang tidak selalu dapat dijelaskan melalui kata-kata. Kehadiran seorang ayah dapat menjadi sumber rasa aman, perhatian, sekaligus teladan. Begitu pula dengan ayah saya. Meskipun beliau memiliki sifat yang tegas, saya tetap mengenalnya sebagai seseorang yang sangat menyayangi saya.

Menempuh Pendidikan dan Menjadi Guru

Perjalanan pendidikan Felix Japang dimulai dari pendidikan menengah. Ia menyelesaikan pendidikan di SPG pada tahun 1984.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SPG, Ia mulai mengabdikan diriNya dalam dunia pendidikan. Ia mengajar di SMP Bintang Laut Bekek, selama kurang lebih dua tahun. Pengalaman menjadi guru menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupNya. Pada masa tersebut, Ia tidak hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga berada dalam lingkungan yang berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan generasi muda.

Keinginan untuk terus berkembang kemudian membawaNya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia menempuh pendidikan di Universitas Nusa Cendana Kupang (UNDANA), Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ia berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut dan lulus pada tahun 1992. Pendidikan yang ditempuh menjadi bekal penting untuk perjalanan berikutnya. Dari seorang anak desa yang dibesarkan dalam keluarga petani, Ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi dan kemudian menjalani berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Pengabdian Sebagai Relawan

Setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, perjalanan Felix Japang tidak berhenti pada dunia pendidikan. Ia kemudian mengikuti kegiatan sebagai relawan dalam proyek kerja jalan di desa.

Pengalaman tersebut memperlihatkan sisi lain dari kehidupanNya. Ia tidak hanya berusaha membangun kehidupan pribadi dan keluarga, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitarNya.

Bagi Felix Japang, Pengabdian tidak hanya dilakukan melalui satu bidang. Pengalaman dalam pendidikan, kegiatan relawan, dan kehidupan bermasyarakat menjadi rangkaian perjalanan yang saling berkaitan. setiap pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses kehidupanNya sebelum Ia menerima tanggung jawab yang lebih besar.

Dari PLT, Kepala Desa Hingga Anggota DPR Kabupaten Ngada

Setelah menjalani berbagai pengalaman dalam pendidikan dan kegiatan pengabdian, perjalanan Felix Japang kemudian berlanjut dalam pemerintahan desa. Ia dipercaya menjalankan tugas sebagai PLT selama kurang lebih satu tahun. Tugas tersebut menjalankan salah satu bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadaNya dalam melayani masyarakat.

Pada tahun 2008, Felix Japang kemudian menjadi kepala desa. Jabatan tersebut membuatNya semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan berbagai kebutuhan yang ada di lingkungan desa. Sebagai kepala desa, Ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan pemerintah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Perjalanan pengabdianNya tidak berhenti di tingkat desa. Pada tahun 2009, Ia dipercaya menjadi anggota DPR Kabupaten Ngada dan ditempatkan pada bagian keuangan. Perubahan peran tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupNya. Dari seorang yang berasal dari keluarga petani di Desa tadho, Ia kemudian memperoleh kepercayaan untuk menjalankan tanggung jawab dalam pemerintahan di tingkat kabupaten.

Namun perjalanan felix japang sebagai anggota DPR tidak berlangsung lama. Ia menjalankan tugas tersebut selama kurang lebih dua tahun sebelum kemudian mengalami sakit. Kondisi tersebut membuat aktivitas dan pengabdianNya harus terhenti.

Pada akhirnya Felix japang meninggal dunia pada 16 februari 2012

Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga. Perjalanan hidup yang telah dilaluinya menunjukan bahwa pengabdian tidak hanya ditentukan oleh lamanya seseorang menjalankan jabatan, tetapi juga oleh usaha dan tanggung jawab yang diberikan selama menjalankannya.

Nilai yang Saya Pelajari Dari Ayah

Dari perjalanan ayah, saya mendapatkan banyak nilai yang dapat dijadikan pembelajaran. salah satunya adalah kerja keras. Ayah berasal dari keluarga petani, tetapi tidak menjadikan keadaan tersebut sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Ia terus belajar dan bekerja sehingga maupun mencapai berbagai hal dalam hidupnya.

Saya juga belajar mengenai pentingnya pendidikan. Ayah menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi dan memilih bidang pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Perjalanan tersebut menunjukan bahwa pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan diri dan membuka kesempatan dalam kehidupan.

Selain itu saya belajar mengenai tanggung jawab. Ayah menjalankan berbagai tanggung jawab, baik sebagai keluarga, relawan, kepala desa, anggota DPR maupun sebagai seorang suami dan ayah. Ia berusaha menjalankan tanggung jawab tersebut dengan sungguh- sungguh.

Hal yang paling penting bagi saya adalah pelajaran mengenai kasih sayang kepada keluarga. Ayah bekerja keras untuk menghidupi keluarga kecilnya dan tetap memperhatikan keluarga besarNya. Dari diriNya saya belajar bahwa keluarga merupakan bagian yang harus dijaga dan diperhatikan.

Felix Japang adalah sosok Ayah yang tidak bisa saya mendeskripsikan dengan baik bagaimana Dia. Dan Ayah memang sudah tidak menemani perjalanan hidup saya secara langsung. Namun, nilai-nilai yang Ia tinggalkan tetap menjadi bagian dari diri saya yang tidak akan saya lupakan.

Bagi saya, Felix Japang bukan hanya seorang Kepala Desa, atau Anggota DPR Kabupaten Ngada. Ia adalah ayah saya, seorang sosok yang hanya diberi waktu singkat untuk bersama saya, tetapi meninggalkan kasih sayang dan kenangan yang akan saya bawa sepanjang hidup.

 

Tentang Penulis: Yunita Japang, Asal Kabupaten Ngada

  • Penulis: Maria Yunita
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Benyamin Chintyano Meo
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh: Benyamin Chintyano Meo. Mahasiswa IFTK Ledalero Di tengah kecemasan global terhadap krisis iklim dan ancaman kelangkaan pangan, Indonesia mengambil langkah agresif melalui program Food Estate (Lumbung Pangan Nasional). Kebijakan ini digadang-gadang sebagai strategi hulu-hilir untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penanaman komoditas skala industri seperti padi, singkong, jagung, dan tebu. Namun, di balik narasi […]

  • PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 368
    • 11Komentar

    PERMEN edisi Senin Paskah ke-6 – 11 Mei 2026 – Pesona Roh Kudus dalam Komitmen Misioner Inspirasi: Kis 16:11-15; Yohanes 15:26-16:4a   Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Paulus begitu semangat untuk mencari dan menemui para pengikut Kristus. Hari-hari ini kita mendengar kisahnya bahwa Paulus ke sini-lah, ke sana-lah; ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, Makedonia-lah, […]

  • Ngada VS Alor itu Lebih dari Sekadar Tiga Poin, Ini Urusan Harga Diri!

    Ngada VS Alor itu Lebih dari Sekadar Tiga Poin, Ini Urusan Harga Diri!

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Senin (27/7) jam 14.00 waktu setempat, akan berlangsung pertandingan Piala Soeratin U-17 Zona NTT 2026 antara PSN Ngada berhadapan dengan Persap Alor. Laga kedua tim di Grup D adalah sebuah pertandingan bersejarah yang akan selalu diingat. Ini adalah panggung pertemuan dua kiblat, dua mazhab sepak bola yang telah mengakar dalam urat nadi masyarakat Flobamorata. Sejak […]

  • Sudut Pandang: Merajut Kemandirian PSN Ngada Lewat Koperasi Suporter

    Sudut Pandang: Merajut Kemandirian PSN Ngada Lewat Koperasi Suporter

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 111
    • 1Komentar

    Oleh: John Lobo Langkah PSN Ngada untuk bertransisi dari klub plat merah yang manja menjadi klub modern yang mandiri adalah keputusan yang strategis demi masa depan sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT). Melegalkan PSN Ngada menjadi badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) adalah sebuah keharusan agar Laskar Jaramasi bisa bersaing secara profesional di tingkat nasional. […]

  • Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 204
    • 0Komentar

    OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program […]

  • Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Pater Marsel Koka, RCJ
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Oleh: Pater Marsel Koka, RCJ (Pastor dari Konggregasi Rogasionis Hati Yesus Maumere) Di sela-sela masa akhir liburan, saya berkesempatan mengunjungi kembali sebuah tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil selama enam tahun: SDN Riominsi, yang dahulu kami kenal sebagai SDK Terong Kedong. Sekolah kecil ini berada di Kampung Latung, Desa Benteng Tawa V, Kecamatan […]

expand_less