Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Yeremias Laba Lein
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 319
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TAK INGIN SEDANGKAL ITU

Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu

sedangkan mencintaimu saja aku harus menyelam sedalam-dalamnya lautan asmaramu, berenang seluas-luasnya samudra di hatimu, dan melewati pasang surutnya air matamu

 

Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu

sebab aku ingin berlayar sejauh mungkin di lautan asmaramu, menjala cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin di samudra hatimu, lalu berlabuh di pelukmu dan menua bersama ragamu

 

Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu

sebagaimana rindu yang terus mengalir di dadaku, tanpa harus terburu-buru menemukan muara

Batam, 6 Oktober 2024

 

ANGKRINGAN RINDU

Di angkringan rindu

Aku memesan senja sebagai menu pembuka,

lalu menikmati sesuap pelukan dan ciuman darimu

dan kau memesan pagi untuk menu penutupnya

sungguh, kita sedikit egois

tapi ini perihal rindu yang harus kita tebus

Batam, 08 Oktober 2024

 

KAU BUKAN RUMAH

Aku pernah terbangun dalam mimpimu

tapi bukan sebagai orang yang kau impikan

Aku pernah bertamu di halaman hatimu

tapi bukan sebagai tamu yang kau ajak masuk kedalam rumah hatimu

 

Sudah sekian malam aku membaringkan pandangan kearah pintu hatimu

tapi kau tak juga membiarkanku masuk,

menyajikan segelas kasih sayang untukku

Sudah berapa kali hujan aku berteduh di teras hatimu

tapi kau masih juga tak mempersilahkanku masuk,

dan memberiku seporsi pelukan hangatmu

 

Ada banyak perjalanan yang kita lewati

tapi bukan aku yang kau ajak pulang

Sungguh,,

kau bukan rumah

Batam, 23 September 2023

 

JIKA CINTA LAHIR DARI PUISI

Jika cinta lahir dari puisi,

bacalah aku

agar kau tahu, disetiap bait-bait sajak ini

aku dan rindu senantiasa menunggu

 

Jika cinta lahir dari puisi,

bacalah aku

nanti kau temukan cinta yang hidup

diantara larik-larik sajak ini

 

Jika cinta lahir dari puisi,

akan ku biarkan kau bertamasya pada ruas-ruas paragraf ini

hingga tak kau temukan jalan pulang,

dan tinggal bersamaku didalam puisi ini.

Batam, 14 September 2023

 

BAGAIMANA

 

Bagaimana jika aku adalah udarah

yang sempat goyah atas tingkahmu

lalu pergi sebagai menu utama dalam hidupmu

 

Bagaimana jika aku adalah matahari

yang juga bosan karena egohmu

kemudian menghilang sebagai kebutuhan dalam hidupmu

 

Bagaimana jika aku itu malam

yang terus saja kau siksa dengan kehilafanmu

lalu memilih berhenti sebagai pelengkap dalam hidupmu

 

Bagaimana!

Batam, 26 Maret 2021

 

AKU HUJAN

 

Aku hujan,

menebarkan bau basah

menjanjikan tumbuh, subur, dan mekar

pada pekarangan hatimu,

yang telah lama gersang

 

Aku hujan, bahkan lebih dari pelukan

Batam, 2024

 

Yeremias Laba Lein, kelahiran Nusa Tenggara Timur, 16 Februari 1997, adalah seorang pria yang gemar membagikan pengalaman hidupnya menjadi bait-bait puisi. Baginya, menulis adalah salah satu cara terbaik untuk mengabadikan perjalanan hidup agar lebih bermakna. Penulis juga giat membagikan tulisan-tulisannya di sosial media, seperti Instagram pribadinya, @sajak_kampung.

Mampirlah dan nikmatilah sajian-sajian yang telah disediakan, walau hanya seteguk

 

 

 

  • Penulis: Yeremias Laba Lein
  • Editor: Fian N

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 170
    • 3Komentar

    Ada satu pertanyaan yang diam-diam sering berkeliaran di kepala saya. Mengapa menjadi jomlo terasa seperti sedang memikul dosa yang tidak pernah dilakukan? Entah sejak kapan masyarakat menyepakati sebuah aturan tak tertulis bahwa seseorang dianggap “terlambat” ketika belum memiliki pasangan. Setiap pesta keluarga berubah menjadi ruang interogasi. Setiap reuni terasa seperti sidang terbuka. Bahkan, senyum yang […]

  • Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang usianya mungkin lebih tua daripada umur sebagian besar jomlo di negeri ini. “Kapan nikah?” Pertanyaan itu aneh. Ia terdengar seperti doa, tetapi sering kali terasa seperti ancaman. Diucapkan sambil tersenyum, tetapi meninggalkan perasaan seperti baru saja gagal memenuhi target hidup yang ditentukan orang lain. Yang lebih lucu lagi, sebagian orang yang […]

  • Ruang Rasa: Ketika Kepercayaan Kehilangan Rumah

    Ruang Rasa: Ketika Kepercayaan Kehilangan Rumah

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Setiap perjumpaan adalah anugerah. Di sanalah dua hati belajar saling mengenal, saling menerima, lalu perlahan-lahan membangun sebuah rumah yang tak terlihat: rumah bernama kepercayaan. Kasih adalah fondasinya. Kejujuran adalah dindingnya. Sementara komunikasi menjadi jendela tempat keduanya saling memandang dunia. Namun, tidak semua rumah mampu bertahan dari badai. Ada badai yang datang bukan karena hadirnya orang […]

  • BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Zaeni Boli
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Mesti bangga dengan karya sendiri, Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah namun dengan tekad yang kuat akhirnya mewujud, ya akhirnya di tahun 2026 ini pada Bengkel Seni Milenial ( BSM ) angkatan ke 10 akhirnya mampu memproduksi film pendek yang diberi judul Cinta Jangan Dikejar, Sebuah […]

  • Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Keadilan Bukan Membebaskan Penunggak Pajak, Tetapi Melindungi Kepentingan Rakyat Banyak

    Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Keadilan Bukan Membebaskan Penunggak Pajak, Tetapi Melindungi Kepentingan Rakyat Banyak

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle 𝙇𝙚𝙤𝙥𝙤𝙡𝙙 𝙏𝙝𝙚𝙧𝙞𝙠
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Oleh: 𝙇𝙚𝙤𝙥𝙤𝙡𝙙 𝙏𝙝𝙚𝙧𝙞𝙠 Politisi dan Pemerhati Global Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Keadilan Bukan Membebaskan Penunggak Pajak, Tetapi Melindungi Kepentingan Rakyat Banyak. Disiplin Pajak Adalah Bentuk Solidaritas Sosial, Bukan Penindasan terhadap Rakyat Kecil .. Perdebatan mengenai Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025 yang mengaitkan akses pembelian BBM bersubsidi dengan kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor […]

  • Ketika Kamera Menjadi Mimbar: Kritik atas Kecenderungan Propagandis dalam Film seperti Pesta Babi

    Ketika Kamera Menjadi Mimbar: Kritik atas Kecenderungan Propagandis dalam Film seperti Pesta Babi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle RD. Patris Allegro
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Oleh : RD Patris Allegro   Film seperti Pesta Babi tidak boleh dibaca hanya sebagai dokumenter biasa. Ia bukan sekadar rangkaian gambar tentang tanah, masyarakat adat, babi, hutan, proyek negara, dan luka ekologis. Ia adalah sebuah tindakan penafsiran. Kamera tidak pernah hanya melihat; kamera memilih, memotong, mendekatkan, menjauhkan, memberi sunyi, memberi musik, memberi wajah, lalu […]

expand_less