Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya
- account_circle Yeremias Laba Lein
- calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
- visibility 233
- comment 4 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TAK INGIN SEDANGKAL ITU
Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu
sedangkan mencintaimu saja aku harus menyelam sedalam-dalamnya lautan asmaramu, berenang seluas-luasnya samudra di hatimu, dan melewati pasang surutnya air matamu
Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu
sebab aku ingin berlayar sejauh mungkin di lautan asmaramu, menjala cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin di samudra hatimu, lalu berlabuh di pelukmu dan menua bersama ragamu
Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu
sebagaimana rindu yang terus mengalir di dadaku, tanpa harus terburu-buru menemukan muara
Batam, 6 Oktober 2024
ANGKRINGAN RINDU
Di angkringan rindu
Aku memesan senja sebagai menu pembuka,
lalu menikmati sesuap pelukan dan ciuman darimu
dan kau memesan pagi untuk menu penutupnya
sungguh, kita sedikit egois
tapi ini perihal rindu yang harus kita tebus
Batam, 08 Oktober 2024
KAU BUKAN RUMAH
Aku pernah terbangun dalam mimpimu
tapi bukan sebagai orang yang kau impikan
Aku pernah bertamu di halaman hatimu
tapi bukan sebagai tamu yang kau ajak masuk kedalam rumah hatimu
Sudah sekian malam aku membaringkan pandangan kearah pintu hatimu
tapi kau tak juga membiarkanku masuk,
menyajikan segelas kasih sayang untukku
Sudah berapa kali hujan aku berteduh di teras hatimu
tapi kau masih juga tak mempersilahkanku masuk,
dan memberiku seporsi pelukan hangatmu
Ada banyak perjalanan yang kita lewati
tapi bukan aku yang kau ajak pulang
Sungguh,,
kau bukan rumah
Batam, 23 September 2023
JIKA CINTA LAHIR DARI PUISI
Jika cinta lahir dari puisi,
bacalah aku
agar kau tahu, disetiap bait-bait sajak ini
aku dan rindu senantiasa menunggu
Jika cinta lahir dari puisi,
bacalah aku
nanti kau temukan cinta yang hidup
diantara larik-larik sajak ini
Jika cinta lahir dari puisi,
akan ku biarkan kau bertamasya pada ruas-ruas paragraf ini
hingga tak kau temukan jalan pulang,
dan tinggal bersamaku didalam puisi ini.
Batam, 14 September 2023
BAGAIMANA
Bagaimana jika aku adalah udarah
yang sempat goyah atas tingkahmu
lalu pergi sebagai menu utama dalam hidupmu
Bagaimana jika aku adalah matahari
yang juga bosan karena egohmu
kemudian menghilang sebagai kebutuhan dalam hidupmu
Bagaimana jika aku itu malam
yang terus saja kau siksa dengan kehilafanmu
lalu memilih berhenti sebagai pelengkap dalam hidupmu
Bagaimana!
Batam, 26 Maret 2021
AKU HUJAN
Aku hujan,
menebarkan bau basah
menjanjikan tumbuh, subur, dan mekar
pada pekarangan hatimu,
yang telah lama gersang
Aku hujan, bahkan lebih dari pelukan
Batam, 2024
Yeremias Laba Lein, kelahiran Nusa Tenggara Timur, 16 Februari 1997, adalah seorang pria yang gemar membagikan pengalaman hidupnya menjadi bait-bait puisi. Baginya, menulis adalah salah satu cara terbaik untuk mengabadikan perjalanan hidup agar lebih bermakna. Penulis juga giat membagikan tulisan-tulisannya di sosial media, seperti Instagram pribadinya, @sajak_kampung.
Mampirlah dan nikmatilah sajian-sajian yang telah disediakan, walau hanya seteguk
- Penulis: Yeremias Laba Lein
- Editor: Fian N

Sebuah suguhan yang indah, dan ini akan menjadi menu favoritku. Maha karya yang luar biasa
20 April 2026 9:25 pmTerima kasih, kak
21 April 2026 7:55 amHai kak. Mantap dah. Semangat teeus menyelami dalam puisi.
18 April 2026 3:48 pmTerima kasih, kak. Kami tunggu tulisan-tulsiannya.
18 April 2026 7:09 pm