Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Yeremias Laba Lein
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 282
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TAK INGIN SEDANGKAL ITU

Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu

sedangkan mencintaimu saja aku harus menyelam sedalam-dalamnya lautan asmaramu, berenang seluas-luasnya samudra di hatimu, dan melewati pasang surutnya air matamu

 

Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu

sebab aku ingin berlayar sejauh mungkin di lautan asmaramu, menjala cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin di samudra hatimu, lalu berlabuh di pelukmu dan menua bersama ragamu

 

Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu

sebagaimana rindu yang terus mengalir di dadaku, tanpa harus terburu-buru menemukan muara

Batam, 6 Oktober 2024

 

ANGKRINGAN RINDU

Di angkringan rindu

Aku memesan senja sebagai menu pembuka,

lalu menikmati sesuap pelukan dan ciuman darimu

dan kau memesan pagi untuk menu penutupnya

sungguh, kita sedikit egois

tapi ini perihal rindu yang harus kita tebus

Batam, 08 Oktober 2024

 

KAU BUKAN RUMAH

Aku pernah terbangun dalam mimpimu

tapi bukan sebagai orang yang kau impikan

Aku pernah bertamu di halaman hatimu

tapi bukan sebagai tamu yang kau ajak masuk kedalam rumah hatimu

 

Sudah sekian malam aku membaringkan pandangan kearah pintu hatimu

tapi kau tak juga membiarkanku masuk,

menyajikan segelas kasih sayang untukku

Sudah berapa kali hujan aku berteduh di teras hatimu

tapi kau masih juga tak mempersilahkanku masuk,

dan memberiku seporsi pelukan hangatmu

 

Ada banyak perjalanan yang kita lewati

tapi bukan aku yang kau ajak pulang

Sungguh,,

kau bukan rumah

Batam, 23 September 2023

 

JIKA CINTA LAHIR DARI PUISI

Jika cinta lahir dari puisi,

bacalah aku

agar kau tahu, disetiap bait-bait sajak ini

aku dan rindu senantiasa menunggu

 

Jika cinta lahir dari puisi,

bacalah aku

nanti kau temukan cinta yang hidup

diantara larik-larik sajak ini

 

Jika cinta lahir dari puisi,

akan ku biarkan kau bertamasya pada ruas-ruas paragraf ini

hingga tak kau temukan jalan pulang,

dan tinggal bersamaku didalam puisi ini.

Batam, 14 September 2023

 

BAGAIMANA

 

Bagaimana jika aku adalah udarah

yang sempat goyah atas tingkahmu

lalu pergi sebagai menu utama dalam hidupmu

 

Bagaimana jika aku adalah matahari

yang juga bosan karena egohmu

kemudian menghilang sebagai kebutuhan dalam hidupmu

 

Bagaimana jika aku itu malam

yang terus saja kau siksa dengan kehilafanmu

lalu memilih berhenti sebagai pelengkap dalam hidupmu

 

Bagaimana!

Batam, 26 Maret 2021

 

AKU HUJAN

 

Aku hujan,

menebarkan bau basah

menjanjikan tumbuh, subur, dan mekar

pada pekarangan hatimu,

yang telah lama gersang

 

Aku hujan, bahkan lebih dari pelukan

Batam, 2024

 

Yeremias Laba Lein, kelahiran Nusa Tenggara Timur, 16 Februari 1997, adalah seorang pria yang gemar membagikan pengalaman hidupnya menjadi bait-bait puisi. Baginya, menulis adalah salah satu cara terbaik untuk mengabadikan perjalanan hidup agar lebih bermakna. Penulis juga giat membagikan tulisan-tulisannya di sosial media, seperti Instagram pribadinya, @sajak_kampung.

Mampirlah dan nikmatilah sajian-sajian yang telah disediakan, walau hanya seteguk

 

 

 

  • Penulis: Yeremias Laba Lein
  • Editor: Fian N

Komentar (4)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yulius Riba
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Oleh: Yulius Riba Content Creator, Writer, Edukasi Sosial dan Politik.    Pekan ini, potret buram demokrasi kembali muncul dari ruang yang selama ini kita agungkan sebagai benteng nalar yakni kampus. Di Universitas Gadjah Mada, sebuah forum diskusi yang semula dirancang sebagai ruang diskursus publik antara tiga pejabat negara dan mahasiswa berakhir karena tindakan-tindakan yang justru […]

  • Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 280
    • 2Komentar

    PENGAKUAN Gebby, katakan kita orang berdosa— bukan untuk mengadili, melainkan untuk meletakkan batu-batu luka di altar yang sama. Namamu gugur di kertas sunyi seperti hujan yang menyingkap rahasia tanah; aku menulis, lalu mengakui kebodohanku, mengumpulkan sisa-sisa kata yang terluka. Di matamu, kutemukan langit yang lain, yang merengkuh semua kesalahan, menyulapnya jadi debu yang lambat jatuh […]

  • Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang usianya mungkin lebih tua daripada umur sebagian besar jomlo di negeri ini. “Kapan nikah?” Pertanyaan itu aneh. Ia terdengar seperti doa, tetapi sering kali terasa seperti ancaman. Diucapkan sambil tersenyum, tetapi meninggalkan perasaan seperti baru saja gagal memenuhi target hidup yang ditentukan orang lain. Yang lebih lucu lagi, sebagian orang yang […]

  • Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

    Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 198
    • 1Komentar

    suka sibuk pagi-pagi sekali di hari minggu, kami ke gereja. seperti orang-orang, kami berpakaian rapi. sebelum keluar pintu rumah, pastikan semua dalam keadaan siap, batin maupun pakaian. di pintu masuk gereja, semua mata mencari sumber bunyi kaki. lihat atas-bawah. di dalam gereja, ekaristi sebentar lagi mulai. masih ada yang sibuk menilai. sebentar sambut hosti, bikin […]

  • Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Di sudut kota Rosario yang riuh dan berdebu, sebuah rumah sederhana berdiri tenang. Rumah itu tidak dibangun oleh arsitek terkenal, melainkan oleh tangan seorang ayah dan kakek yang percaya bahwa keluarga selalu membutuhkan tempat untuk pulang. Di sanalah, pada 24 Juni 1987, lahir seorang bocah bernama Lionel Andrés Messi, anak ketiga […]

  • Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 144
    • 3Komentar

    Ada satu pertanyaan yang diam-diam sering berkeliaran di kepala saya. Mengapa menjadi jomlo terasa seperti sedang memikul dosa yang tidak pernah dilakukan? Entah sejak kapan masyarakat menyepakati sebuah aturan tak tertulis bahwa seseorang dianggap “terlambat” ketika belum memiliki pasangan. Setiap pesta keluarga berubah menjadi ruang interogasi. Setiap reuni terasa seperti sidang terbuka. Bahkan, senyum yang […]

expand_less