Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 284
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 –

Perjuangan Pengusaha Anggur

Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, dan kita adalah ranting-rantingnya. Tuhan tanam pokok anggur, agar kita ranting anggur bisa melekat pada pokok anggur itu. Kita tidak hanya melekat pada pokok anggur, tetapi lebih supaya kita hidup. Sebagai ranting, kita tidak mampu apa-apa tanpa pokok anggur, yang terjadi kita malah layu dan mati kekeringan.

Tugas dan harapan Bapa adalah dengan memberikan Yesus sebagai pokok anggur yang benar, kita sebagai ranting harus menempel pada pokok. Ini berarti adanya rasa wajib yang suci untuk tetap bersatu pada pohon alias bersatu dengan Yesus agar dapat berbuah.

Dengan pertolongan Allah Bapa dan dalam persatuan dengan Yesus, kita mesti berbuah.

Pengusaha anggur (Bapa) mesti putar otak, peras keringat agar kita berbuah. Hal itu misalnya dengan memangkas dan memotong apabila dedaunan hidup kita terlalu lebat. Ranting dengan daun yang terlalu lebat, mana ada hebatnya? Daun itu mesti dipangkas agar dibiarkan sinar matahari menerobos masuk ranting-ranting pohon. Semuanya seperti judul lagu band Kerispati: Demi Cinta. Cinta itu memberi yang terbaik untuk datangnya buah-buah harapan dan kehidupan. Akhirnya, Bapa harus mengubah kita (memangkas dan memotong) agar kita berbuah. Sampai di sini saya pun paham akan kehidupan yang terekam dengan jujur bahwa ada hal yang kelihatan menyakitkan oleh kacamata manusia tetapi membawa sukacita yang penuh mukjizat setelah direfleksikan dan dipahami dalam kacamata iman. Itulah cara Tuhan memangkas daun hidup, mempreteli dahan hidup kita untuk mendapat buah yang terbaik.

Mari kita bertanya pada diri, apakah daun-daun nan lebat itu gambaran ‘pohon diri dan hidupku yang kebanyakan pilihannya? Kebanyakan kehendak hati, mimpi dan harapan serta mau-maunya? Yang akhirnya aku kehilangan fokus pada Tuhan Yesus Kristus?

Hidup sungguh diserang oleh sekian banyak improvisasi dan pernak-pernik ornament yang sesungguhnya tak tampakkan buah-buah dari jati diri dan karakter yang seharusnya. Kita lebih bersatu dengan hal duniawi sampai-sampai melupakan panggilan Surgawi. Kita berfokus pada kehendak cuan-cuan-cuan sambil mengabaikan kehendak Tuhan.

Bahkan, sampai-sampainya orang menggugat Tuhan, termasuk di hadapan kematian, kita memprotes Tuhan, atas kehidupan yang berproses ini, menuju kepada tanah air Surgawi.

Sadar akan pentingnya kebersatuan kita dengan Tuhan Yesus, maka kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam kehidupan menggereja yang sungguh membantu kita untuk bersatu dengan Tuhan, janganlah kita abaikan.

Apa pun keadaannya, kita tidak boleh terpisah dari pohon kehidupan kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

 

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

  • ,Hyasinta Mi

    Terima kasih renungan hari ini mengingatkan saya bahwa jalan panjang yang berat bukanlah menghancurkan ,melainkan untuk mematangkan iman,seperti ranting yang harus melekat pada pokok anggur,saya sadar hidup berbuah hanya bisa terjadi apabila hidup harus melekat pada Tuhan.Proses yang panjang akan menghasilkan buah yang matang pada waktunya.Pohon yang baik tidak menghasilkan dirinya sendiri tetapi untuk dinikmati orang lain.Hal ini memacu saya untuk tidak berprinsip bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri tetapi berdampak positif dan menjadi berkat bagi sesama melalui perbuatan baik
    Terima kasih dan terus semangat dalam melanjutkan karya-karya selanjutkannya.

    Balas6 Mei 2026 11:56 am
    • Mataleza

      Setiap PERMEN yang dibagikan dapat membawa perubahan dalam hidup, khususnya membangun kasih dan persaudaraan.

      Balas12 Mei 2026 2:40 pm
  • martinafeto@gmail.com

    Mksh Permen hr ini Romo🙏

    Balas6 Mei 2026 7:57 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Aku ingin pamerkan setiap aktivitasku, sejak subuh hingga petang. Supaya mereka tidak mempermainkanku soal waktu, membuatku menunggu, tanpa rasa bersalah, tanpa usaha untuk berbenah. (Ia dan Mereka yang Berisik) Saya membuka tulisan sederhana ini dengan mengutip sebuah pernyataan dalam buku yang berjudul Ambivert. Dan persis buku inlah yang akan saya ulas seringkas mungkin sesuai kapasitas […]

  • PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 290
    • 11Komentar

    PERMEN edisi Senin Paskah ke-6 – 11 Mei 2026 – Pesona Roh Kudus dalam Komitmen Misioner Inspirasi: Kis 16:11-15; Yohanes 15:26-16:4a   Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Paulus begitu semangat untuk mencari dan menemui para pengikut Kristus. Hari-hari ini kita mendengar kisahnya bahwa Paulus ke sini-lah, ke sana-lah; ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, Makedonia-lah, […]

  • Sudut Pandang: Vitalitas dan Krisis Makna Pelecehan Seksual Digital: Analisis Perspektif Harold D. Lasswell

    Sudut Pandang: Vitalitas dan Krisis Makna Pelecehan Seksual Digital: Analisis Perspektif Harold D. Lasswell

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Robertus Pitang
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Oleh: Robertus Pitang, Mahasiswa IFTK Ledalero, Prodi Filsafat Perkembangan media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi secara radikal. Platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok tidak lagi sekadar menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi telah berkembang menjadi ruang produksi opini, emosi, bahkan popularitas. Dalam kondisi tersebut, komunikasi tidak selalu berfungsi sebagai sarana membangun pemahaman sosial, melainkan […]

  • Memelihara Hati di Tengah Arus Digital:  Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    Memelihara Hati di Tengah Arus Digital: Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba, Frater OCD Dunia saat ini telah mengalami transformasi mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berpikir, dan memaknai realitas. Bagi generasi Z dan Aplha, ekosistem digital bukan lagi sekadar alat bantu atau saluran komunikasi tambahan, melainkan lingkungan hidup utama tempat identitas dibentuk, relasi dijalin, dan makna kehidupan dicari. Kemudahan konektivitas yang ditawarkan oleh smartphone dan platform […]

  • Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 495
    • 6Komentar

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12 Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan. Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan. Tor monitor penikmat […]

  • Puisi Aprianus Jebarus: Rumah, Rasa yang Tak Sampai, Hilang dan Untuk Apa Berdua

    Puisi Aprianus Jebarus: Rumah, Rasa yang Tak Sampai, Hilang dan Untuk Apa Berdua

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari Rumah Di sudut ini hanya ada gumpalan asap yang menepi tanpa arah menemani ingatan yang perlahan menari di bawah langit yang tak lagi biru suaramu mengalun indah dalam imaji merajut kisah menjelma rindu tak berwujud setiap belaian rambut hitammu adalah inspirasi yang mengalun lembut dalam barisan […]

expand_less