Breaking News
light_mode
Trending Tags

Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 274
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

suka sibuk

pagi-pagi sekali di hari minggu, kami ke gereja. seperti orang-orang, kami berpakaian rapi. sebelum keluar pintu rumah, pastikan semua dalam keadaan siap, batin maupun pakaian.

di pintu masuk gereja, semua mata mencari sumber bunyi kaki. lihat atas-bawah. di dalam gereja, ekaristi sebentar lagi mulai. masih ada yang sibuk menilai.

sebentar sambut hosti, bikin diri paling suci di hari minggu pagi. dalam hati masih simpan iri dan dengki bekal pulang nanti.

Pogopeo, 2022

di sekolah

di sekolah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. anak-anak sibuk dengan mabar yang tertunda semalam. “sebentar lanjut, ko?”

asal boyah kasih naik rank. mata panda sudah pasti ada. ini bahaya kalau dibiarkan. tapi mereka bilang, “kami anak milenial. kita beda generasi.”

mau jadi apa kita nanti, nasib dipikul

masing-masing. 

di sekolah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. anak-anak pandai bertutur kata. lihai memainkan imajinasi dalam sensasi yang bernilai. bukan tunjuk dada, bahwa saya ada. bukan cari lawan untuk sok jagoan.

di sekolah, semua adalah manusia di tempa dalam tepat.

Pogopeo, 2022

minta maaf

minta maaf, tiga puisi ini saya tulis sebelum tidur malam. kepala saya penuh dengan kekacauan. diksi yang seadanya meronta penuh tanya. kapan saya menulis puisi lagi.

tepat saat saya menulis puisi ini, sejujurnya, saya belum siap untuk sebut ini puisi. sebab, jauh dari yang diharapkan sapardi, rendra dan si binatang jalang. yang semakin ke sini, saya yakin puisi ini akan diludahi.

tapi apa daya, ini saya yang selalu gagal menangkap makna disajikan realita. ingin menyudahinya, tapi sayang, rasa penasaran masih bertebaran. tapi, apakah puisi bisa mencukupi kekurangan rumah tanggamu atau membayar tagihan kosan?

minta maaf, saya yakin, anda menyebut ini bukan puisi. saya dan kepala pun sebenarnya sedang bertengkar. ya, sudahlah, siapa tahu tulisan ini bisa jadi sedekah, jadi bekal hari tua saat pulang.

akhirnya, terima kasih. semoga benar ini puisi.

Pogopeo, 2022

Fian N, akhir-akhir ini memilih menjadi tukang jalan. Dan sibuk mengurus rumah barunya, @kedaikata25 dan bernostalgia di Youtube Catatan Alfianus.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • ,Hyasinta Mi

    Terima kasih sudah membagi pengalaman berupa puisi yang isinya berkaitan dengan anak sekolah jaman dulu waktunya digunakan untuk membaca dan menulis sedangkan anak sekolah jaman sekarang waktunya hanya bermain hp lebih khususnya game.
    Karya yang sangat indah dan teruskan berkarya.
    Puisinya sederhana,padat,bermakna dan luar
    biasa
    Tetap semangat dalam melanjutkan karya-karya selanjutnya

    Balas4 Mei 2026 12:51 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.   TIGA RINDU Rindu ini tiba – tiba datang Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun Rindu ini […]

  • Puisi Aprianus Jebarus: Rumah, Rasa yang Tak Sampai, Hilang dan Untuk Apa Berdua

    Puisi Aprianus Jebarus: Rumah, Rasa yang Tak Sampai, Hilang dan Untuk Apa Berdua

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari Rumah Di sudut ini hanya ada gumpalan asap yang menepi tanpa arah menemani ingatan yang perlahan menari di bawah langit yang tak lagi biru suaramu mengalun indah dalam imaji merajut kisah menjelma rindu tak berwujud setiap belaian rambut hitammu adalah inspirasi yang mengalun lembut dalam barisan […]

  • 32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah

    32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Mertin Lusi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Ngada – Sebanyak 32 siswa baru SMAN 1 Jerebuu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, jurnalistik, dan penulisan karya tulis ilmiah. MPLS yang berlangsung setiap hari mulai pukul […]

  • Sudut Pandang: Dari Kampung Adat Ngegedhawe photo_camera 3

    Sudut Pandang: Dari Kampung Adat Ngegedhawe

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Firman Sabata
    • visibility 190
    • 0Komentar

    “Dengan melakukan pengayaan budaya lokal, kita akan makin lestari dan tentu sebagai bangsa yang besar tak akan terkikis oleh budaya bangsa luar. Ini penting, dan merupakan modal utama seluruh bangsa.” Ir. Soekarno Pagi hari di kaki Gunung Amegelu menyajikan pemandangan yang tenang. Kabut tipis perlahan terangkat dari puncak gunung, memperlihatkan rimbunnya vegetasi yang memagari kawasan […]

  • Perjalanan ke Nuasele dan Lokapau: Ketika Anak-Anak Smps Katolik Kotagoa Boawae Mengantar Harapan

    Perjalanan ke Nuasele dan Lokapau: Ketika Anak-Anak Smps Katolik Kotagoa Boawae Mengantar Harapan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 84
    • 2Komentar

    Sabtu, 15 Agustus 2026 menjadi salah satu hari yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat di tujuh kabupaten di Pulau Flores. Pukul 05.58 pagi. Di saat sebagian orang baru saja memulai aktivitas, menyiapkan sarapan, membuka pintu rumah, atau mungkin masih menikmati sisa tidur di akhir pekan, tanah Flores tiba-tiba berguncang begitu kuat. Gempa magnitudo […]

  • Pesta yang tidak Pernah Mengundang Tuan Rumah

    Pesta yang tidak Pernah Mengundang Tuan Rumah

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Aloysius Wudi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Opini atas Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita Oleh: Aloysius Wudi Ada sebuah pesta yang berlangsung sangat meriah di Papua Selatan. Ratusan alat berat datang beriringan seperti tamu agung. Kapal-kapal besar merapat ke dermaga tanpa basa-basi perkenalan. Aparat berdiri tegak mengawal kedatangan mereka bukan menghalangi, melainkan mempersilakan masuk. Proyek pangan dan energi nasional […]

expand_less