Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

  • account_circle Aprianus Jebarus
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 292
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lara

Aku tak bermaksud menggodamu, aku hanya tak ingin mengabaikan kehadiran seseorang yang tidak sengaja aku temukan di ujung jalan.

Salahkah aku, bila aku menuliskan cerita itu pada serangkai huruf menjelma kata, katakan saja.
Jujur saja kamu itu bak fajar di pagi, hadir selalu dini dan pergi tanpa sepata kata

Aku tahu bahwa kehadiranmu bukan untuk aku miliki, sebab yang kamu lirik adalah sosok bayangan dalam tirai langkahmu.

Perihal aku mengagumimu, abaikan saja.
Anggap saja itu adalah sebuah euforia semata yang menemanimu menikmati hari hari mu yang lalu. Saat semua yang kau harapkan menghilang darimu

Biarkan aku berdiam diri menyembuhkan luka dengan balutan senyum tanpa tapi.

Belum Usai

Perihal cerita aku dan kamu yang dulu belum usai
Kutitipkan pesan dengan tinta emas pada dedaunan kering untuk kamu mengerti satu hal bahwa belaian rambutmu yang menawan masih tersimpan rapi dalam angan.

Belum pernah kusajikan, entah untuk apa ada kepada siapa.
Karena aku ingin kau kembali, kembali bertumbuh dan berjalan bersama, menjahit sobekkan dengan benang kasih

Hanya saja raguku masih membara, egoku masih setinggi awan hingga aku lupa cara menyampaikan rasa tanpa isyarat

Sebab kamu terlalu istimewa untuk aku yang sederhana.

Peluklah Dirimu

Sudahkah kamu merenung akan dirimu
Di kala air mata semesta menyelimuti hari yang kau lewati?
Bukan apa-apa, aku hanya memastikan kau berdiri tanpa ragu di antara godaan dunia ini.

Sudahkah kau meyakinkan dirimu
Bahwa pelukan yang kau rindukan hanya ada pada leganmu yang mungil
Tapi kau sama seperti awan yang menutupi indahnya langit biru, kau pun begitu selalu menutupi cahaya, berdiam pada ketidaknyamanan jalanmu.

Ketahuilah
Kau sendiri yang memahami deraian ombak yang menghantam ruang kecil pada relung hatimu yang mengalirkan keinginan untuk melangkah lebih jauh
Namun kau masih enggan berlabu dari sana tanpa sebab.

Ketauilah
Kau begitu sempurna, tapi sayang kau belum memahami dirimu sepenuhnya
Entah karena apa, tidak ada yang tahu.
Hanya,
Hanya jika kau bersedia
Kan kusiap ruang untuk kita duduk bersila, bercerita sembari mendengarkan lagu favoritmu

Kan kupastikan
Kau itu berarti
Kau itu sempurna
Peluklah erat tubuh
hingga kau paham betapa berharganya dirimu.

 

Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari

  • Penulis: Aprianus Jebarus
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • Naldy hamin

    Puisi yang bagus
    Tapi ada beberapa kata yang aku baca dan menurut ku tidak logis, tapi ini hanya isi hatiku untuk sang penulis teruslah berbentuk seperti apa yang hendak di bentuk(karakter)

    Bisakah buatkan puisi untuk. Dengan tema;
    AKU ANAK YANG BEKERJA DI BAWAH TERIKNYA MATAHARI

    Balas9 Mei 2026 4:16 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 360
    • 2Komentar

    PENGAKUAN Gebby, katakan kita orang berdosa— bukan untuk mengadili, melainkan untuk meletakkan batu-batu luka di altar yang sama. Namamu gugur di kertas sunyi seperti hujan yang menyingkap rahasia tanah; aku menulis, lalu mengakui kebodohanku, mengumpulkan sisa-sisa kata yang terluka. Di matamu, kutemukan langit yang lain, yang merengkuh semua kesalahan, menyulapnya jadi debu yang lambat jatuh […]

  • Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yulius Riba
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Oleh: Yulius Riba Content Creator, Writer, Edukasi Sosial dan Politik.    Pekan ini, potret buram demokrasi kembali muncul dari ruang yang selama ini kita agungkan sebagai benteng nalar yakni kampus. Di Universitas Gadjah Mada, sebuah forum diskusi yang semula dirancang sebagai ruang diskursus publik antara tiga pejabat negara dan mahasiswa berakhir karena tindakan-tindakan yang justru […]

  • Sudut Pandang: Di Balik Deru Motor Pagi, Ada Lelaki yang Menitipkan Mimpi

    Sudut Pandang: Di Balik Deru Motor Pagi, Ada Lelaki yang Menitipkan Mimpi

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Linus Cahya Firmandika Damaris
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Oleh: Linus Cahya Firmandika Damaris Catatan tentang seorang guru yang pulang sebagai ayah Setiap pagi, sebelum rumah mulai ramai dengan aktivitas, biasanya saya sudah mendengar suara motor ayah. Suara itu sudah menjadi bagian dari keseharian saya sejak kecil. Setelah bersiap, ayah akan berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motornya. Di sekolah, ia menjalankan tugasnya sebagai seorang […]

  • Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

    Menempa Pemimpin Muda di Tengah Rimba Wolobobo

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Mertin Lusi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Di tengah hutan Wolobobo, jauh dari hiruk-pikuk ruang kelas, sebanyak 52 siswa baru SMAK St. Agustinus Langa memulai proses pembentukan diri melalui Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026. Mengusung konsep camping, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Alam menjadi ruang kelas, tenda menjadi tempat belajar kebersamaan, dan setiap tantangan […]

  • Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 553
    • 6Komentar

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12 Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan. Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan. Tor monitor penikmat […]

  • Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Di sudut kota Rosario yang riuh dan berdebu, sebuah rumah sederhana berdiri tenang. Rumah itu tidak dibangun oleh arsitek terkenal, melainkan oleh tangan seorang ayah dan kakek yang percaya bahwa keluarga selalu membutuhkan tempat untuk pulang. Di sanalah, pada 24 Juni 1987, lahir seorang bocah bernama Lionel Andrés Messi, anak ketiga […]

expand_less