Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aku Ingin Membaca Semua Cerita Tentangmu

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aku mencintaimu bukan hanya karena hal-hal yang mudah kucintai darimu. Bukan hanya karena senyummu, caramu berbicara, atau cara matamu memandangku ketika kita sedang baik-baik saja.

Aku ingin mencintai bagian-bagian dirimu yang jarang kauperlihatkan kepada dunia.

Ada begitu banyak cerita yang tersimpan di dalam dirimu. Cerita yang mungkin belum pernah selesai kauceritakan. Luka yang mungkin sudah terlalu lama kaututup rapat. Tangis yang kausimpan sendiri karena merasa tidak semua orang perlu tahu bahwa sesungguhnya kau sedang tidak baik-baik saja.

Dan aku ingin menjadi seseorang yang cukup sabar untuk membacanya.

Aku ingin tahu tentang malam-malam ketika kau terjaga sendirian, memikirkan terlalu banyak hal. Tentang kekhawatiran yang kautelan perlahan agar tidak menjadi beban bagi siapa pun. Tentang rasa takut yang sering kausamarkan dengan kalimat, “Aku tidak apa-apa.”

Padahal mungkin di dalam hatimu ada begitu banyak hal yang ingin sekali kaubicarakan.

Aku juga ingin tahu tentang penat yang selama ini kaupaksa menjadi kebiasaan. Tentang hari-hari ketika kau begitu lelah, tetapi tetap memilih tersenyum. Tentang saat-saat ketika kau ingin menyerah, tetapi keadaan memaksamu untuk tetap berdiri.

Kalau suatu hari kau ingin bercerita, ceritakanlah kepadaku.

Tidak perlu merapikan ceritamu terlebih dahulu. Tidak perlu memilih kata-kata yang indah. Tidak perlu takut ceritamu terlalu panjang, terlalu rumit, atau terlalu menyakitkan untuk didengar.

Aku tidak datang untuk menghakimi masa lalumu.

Aku datang untuk mengenalmu.

Sebab bagiku, mencintai seseorang bukan sekadar mengetahui apa yang membuatnya bahagia. Mencintai juga berarti berani mengenali kesedihannya, memahami ketakutannya, menghormati diamnya, dan tetap tinggal ketika sisi dirinya yang paling rapuh sedang muncul ke permukaan.

Aku tidak ingin hanya menjadi rumah bagi tawamu.

Aku ingin menjadi tempat di mana tangismu juga merasa aman.

Jika ada bagian dari dirimu yang masih menjadi rahasia, aku tidak akan memaksamu membukanya. Aku akan menunggu. Sebab aku percaya, beberapa luka membutuhkan waktu sebelum akhirnya berani memperkenalkan dirinya.

Dan ketika suatu hari kau siap bercerita, aku ingin berada di sana, bukan untuk buru-buru memberikan solusi, melainkan untuk mendengarkan.

Mungkin aku tidak selalu tahu bagaimana menyembuhkan lukamu.

Tetapi setidaknya, aku ingin memastikan bahwa kau tidak harus membawanya sendirian.

Karena aku mencintaimu bukan hanya pada versi dirimu yang kuat. Aku mencintaimu juga ketika kau rapuh. Ketika kau bingung. Ketika kau takut. Ketika kau lelah. Ketika kau kehilangan arah.

Bahkan ketika kau sendiri belum mampu memahami siapa dirimu.

Dan kalau suatu hari aku menemukan bahwa di dalam dirimu ada begitu banyak halaman yang belum pernah kubaca, aku tidak ingin buru-buru menutup buku itu.

Aku ingin tinggal. Membaca perlahan. Halaman demi halaman. Sebab mungkin, begitulah seharusnya cinta bekerja: bukan berusaha memiliki seluruh cerita seseorang, tetapi bersedia tinggal cukup lama untuk memahami setiap bab yang dipercayakan kepadanya.

Fian N, 2026

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Barape Sawa Dan Kehidupan Petani Bengkayang photo_camera 2

    Sudut Pandang: Barape Sawa Dan Kehidupan Petani Bengkayang

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Benedictus De Rode
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pagi di Bengkayang selalu memiliki suasana tersendiri. Udara masih terasa sejuk, jalanan belum terlalu ramai, dan aktivitas masyarakat mulai terlihat satu per satu. Di tengah suasana tersebut, saya melihat bagaimana masyarakat menjalani aktivitas mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu aktivitas yang menarik perhatian saya adalah kehidupan masyarakat yang masih bergantung padasawah. Bagi saya, sawah […]

  • Gabriel Manek, Ketua Komite SMPSK KOTAGOA BOAWAE: 207 Mimpi yang Siap Terbang Tinggi

    Gabriel Manek, Ketua Komite SMPSK KOTAGOA BOAWAE: 207 Mimpi yang Siap Terbang Tinggi

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Hari ini adalah hari yang membahagiakan sekaligus mengharukan. Dengan penuh rasa syukur, saya mengucapkan selamat kepada 207 cucu-cucuku yang cantik dan ganteng, Angkatan ke-72 SMPSK Kotagoa Boawae, yang hari ini dinyatakan lulus. Angka 207 ini terasa istimewa. Jika angka nol di tengah dihilangkan, lalu posisi angka 2 dan 7 ditukar, maka akan menjadi 72, sama […]

  • Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 255
    • 1Komentar

    SMPSK Kotagoa Boawae – 18 Mei 2026 diguyur hujan tanpa henti. Pada kesempatan yang sama akan dilangsungkan lomba Solo Vokal dan Paduan Suara serta membaca hasil kejuaraan lomba yang sudah dilaksanakan pada minggu-minggu sebelumnya. Para peserta pun berdatangan di tengah hujan yang rintik-rintik manja. Ada pun orang tua juga ikut menyaksikan malam penuh rasa penasaran […]

  • Sudut Pandang: Pada Punggung yang Menyanggah Langit

    Sudut Pandang: Pada Punggung yang Menyanggah Langit

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Maria Melati Kefi
    • visibility 88
    • 10Komentar

    Oleh: Maria Melati Kefi (Pendikan Sejarah, Universitas Sanata Dharma)   “Sebelum mengenal dunia, aku lebih dulu mengenal cinta dari seorang lelaki yang kupanggil Bapak.” Sebuah Kisah dari Sainiup dan Hangatnya Cinta Keluarga Pagi di desa sainiup, selalu memiliki caranya sendiri untuk bercerita. Desa kami terletak di kecamatan Biboki Selatan,Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. […]

  • Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Marianus Lako
    • visibility 209
    • 2Komentar

    Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan Apa itu sebuah kerinduan? Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka? Apa itu kerelaan? Kalau tentang melepas tapi masih melekat Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan Meo 2026 Gagasan Kesepian Apa pernah […]

  • Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Pater Marsel Koka, RCJ
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh: Pater Marsel Koka, RCJ (Pastor dari Konggregasi Rogasionis Hati Yesus Maumere) Di sela-sela masa akhir liburan, saya berkesempatan mengunjungi kembali sebuah tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil selama enam tahun: SDN Riominsi, yang dahulu kami kenal sebagai SDK Terong Kedong. Sekolah kecil ini berada di Kampung Latung, Desa Benteng Tawa V, Kecamatan […]

expand_less