Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aku Ingin Membaca Semua Cerita Tentangmu

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aku mencintaimu bukan hanya karena hal-hal yang mudah kucintai darimu. Bukan hanya karena senyummu, caramu berbicara, atau cara matamu memandangku ketika kita sedang baik-baik saja.

Aku ingin mencintai bagian-bagian dirimu yang jarang kauperlihatkan kepada dunia.

Ada begitu banyak cerita yang tersimpan di dalam dirimu. Cerita yang mungkin belum pernah selesai kauceritakan. Luka yang mungkin sudah terlalu lama kaututup rapat. Tangis yang kausimpan sendiri karena merasa tidak semua orang perlu tahu bahwa sesungguhnya kau sedang tidak baik-baik saja.

Dan aku ingin menjadi seseorang yang cukup sabar untuk membacanya.

Aku ingin tahu tentang malam-malam ketika kau terjaga sendirian, memikirkan terlalu banyak hal. Tentang kekhawatiran yang kautelan perlahan agar tidak menjadi beban bagi siapa pun. Tentang rasa takut yang sering kausamarkan dengan kalimat, “Aku tidak apa-apa.”

Padahal mungkin di dalam hatimu ada begitu banyak hal yang ingin sekali kaubicarakan.

Aku juga ingin tahu tentang penat yang selama ini kaupaksa menjadi kebiasaan. Tentang hari-hari ketika kau begitu lelah, tetapi tetap memilih tersenyum. Tentang saat-saat ketika kau ingin menyerah, tetapi keadaan memaksamu untuk tetap berdiri.

Kalau suatu hari kau ingin bercerita, ceritakanlah kepadaku.

Tidak perlu merapikan ceritamu terlebih dahulu. Tidak perlu memilih kata-kata yang indah. Tidak perlu takut ceritamu terlalu panjang, terlalu rumit, atau terlalu menyakitkan untuk didengar.

Aku tidak datang untuk menghakimi masa lalumu.

Aku datang untuk mengenalmu.

Sebab bagiku, mencintai seseorang bukan sekadar mengetahui apa yang membuatnya bahagia. Mencintai juga berarti berani mengenali kesedihannya, memahami ketakutannya, menghormati diamnya, dan tetap tinggal ketika sisi dirinya yang paling rapuh sedang muncul ke permukaan.

Aku tidak ingin hanya menjadi rumah bagi tawamu.

Aku ingin menjadi tempat di mana tangismu juga merasa aman.

Jika ada bagian dari dirimu yang masih menjadi rahasia, aku tidak akan memaksamu membukanya. Aku akan menunggu. Sebab aku percaya, beberapa luka membutuhkan waktu sebelum akhirnya berani memperkenalkan dirinya.

Dan ketika suatu hari kau siap bercerita, aku ingin berada di sana, bukan untuk buru-buru memberikan solusi, melainkan untuk mendengarkan.

Mungkin aku tidak selalu tahu bagaimana menyembuhkan lukamu.

Tetapi setidaknya, aku ingin memastikan bahwa kau tidak harus membawanya sendirian.

Karena aku mencintaimu bukan hanya pada versi dirimu yang kuat. Aku mencintaimu juga ketika kau rapuh. Ketika kau bingung. Ketika kau takut. Ketika kau lelah. Ketika kau kehilangan arah.

Bahkan ketika kau sendiri belum mampu memahami siapa dirimu.

Dan kalau suatu hari aku menemukan bahwa di dalam dirimu ada begitu banyak halaman yang belum pernah kubaca, aku tidak ingin buru-buru menutup buku itu.

Aku ingin tinggal. Membaca perlahan. Halaman demi halaman. Sebab mungkin, begitulah seharusnya cinta bekerja: bukan berusaha memiliki seluruh cerita seseorang, tetapi bersedia tinggal cukup lama untuk memahami setiap bab yang dipercayakan kepadanya.

Fian N, 2026

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Di Balik Mahkota Ada Indonesia: Jejak Pengabdian Hamengkubuwono IX

    Sudut Pandang: Di Balik Mahkota Ada Indonesia: Jejak Pengabdian Hamengkubuwono IX

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Oktavianus Bimo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Oleh: Oktavianus Bimo Seorang Raja yang Memilih Jalan Pengabdian Ketika mendengar kata raja, yang sering muncul dalam pikiran adalah mahkota, istana, kekuasaan, dan kehidupan yang penuh kemewahan. Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ia memang seorang raja, tetapi perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kekuasaan bukan hanya tentang memerintah. Bagi Hamengku Buwono […]

  • SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Mohammad Sjafie Tama
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh: Mohammad Sjafie Tama Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Ibarat Tubuh, Indonesia sedang disayat-sayat oleh pedang hukum milik kuasa modal. Baru saja dipertontonkan kepada kita, ruang sidang yang seharusnya menjadi altar suci bagi keadilan kini berubah menjadi ruang jagal bagi para inovator dan pengabdi. Tuntutan 18 tahun penjara serta denda Rp 5,6 […]

  • Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

    Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Yeremias Laba Lein
    • visibility 343
    • 4Komentar

    TAK INGIN SEDANGKAL ITU Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu sedangkan mencintaimu saja aku harus menyelam sedalam-dalamnya lautan asmaramu, berenang seluas-luasnya samudra di hatimu, dan melewati pasang surutnya air matamu   Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu sebab aku ingin berlayar sejauh mungkin di lautan asmaramu, menjala cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin […]

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • Saat AI Ikut Makan Bersama:  Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    Saat AI Ikut Makan Bersama: Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba (Mahasiswa Teologi-Wedabhakti-Sanata Dharma) Pendahuluan Meja makan bukan sekadar tempat untuk menyantap makanan. Dalam banyak budaya, meja makan sering diartikan sebagai ruang yang paling istimewa, tempat di mana keluarga berbagi cerita satu dengan yang lain. Tradisi makan bersama sudah berlangsung ribuan tahun sebagai perekat atau pelekat hubungan. Namun belakangan ada semacam  perubahan yang kelihatanya […]

  • Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Roy Wujon
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Oleh: Roy Wujon Mahasiswa IFTK Ledalero Dalam sistem negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers merupakan pilar penting yang patut dihargai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan pembatasan kritik publik melalui media, baik media massa konvensional maupun platform digital. Pembatasan tersebut sering kali dilakukan dengan dalih menjaga stabilitas, mencegah hoaks, atau melindungi […]

expand_less