Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Boawae – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae tahun pelajaran 2025/2026. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, Bapak Yoman Kaju, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, kehadiran seluruh keluarga besar sekolah pada hari Selasa, 2 Juni 2026 didorong oleh semangat yang sama, yakni semangat kebersamaan dan rasa syukur atas perjuangan yang telah dijalani bersama. Sebanyak 207 peserta didik Angkatan ke-72 akhirnya bermuara pada hasil yang diumumkan hari itu setelah melewati berbagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Hasil yang kita terima hari ini sesungguhnya adalah akumulasi dari proses-proses kecil yang dibangun dari hari ke hari. Kelulusan ini merupakan buah dari upaya yang konsisten untuk menjaga semangat belajar tetap menyala. Ada saatnya semangat itu berkobar terang, namun ada pula masa ketika nyalanya redup dan nyaris padam. Tetapi yang terpenting adalah semangat itu tidak pernah benar-benar hilang,” ungkapnya.

Angkatan yang Menorehkan Banyak Prestasi

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Yoman Kaju menyampaikan apresiasi kepada Angkatan 72 yang selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMPSK Kotagoa Boawae telah meninggalkan banyak cerita, pengalaman, dan prestasi yang membanggakan.

Atas nama lembaga, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama sekolah melalui berbagai capaian, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Salah satu pencapaian penting yang menjadi catatan sejarah bagi sekolah adalah keterlibatan Angkatan 72 sebagai angkatan pertama yang secara penuh mengikuti Tes Kemampuan Akademik 2026. Dengan jumlah peserta mencapai 207 siswa, SMPSK Kotagoa Boawae menjadi sekolah dengan peserta terbanyak di Kecamatan Boawae.

Tidak hanya itu, hasil yang diperoleh juga sangat membanggakan. Sekolah berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi tingkat Kecamatan Boawae serta masuk dalam lima besar tingkat Kabupaten Nagekeo berdasarkan hasil TKA tahun 2026.

Meski demikian, menurut Bapak Yoman Kaju, pencapaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Hasil yang diraih akan tetap menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pendidikan dan memperoleh hasil yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

Buah Kerja Sama Banyak Pihak

Kepala sekolah juga menegaskan bahwa berbagai keberhasilan yang diraih tidak lahir dari kerja satu pihak saja. Prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari yayasan, orang tua, guru, hingga para siswa sendiri.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada YAPERSUKNA yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sekolah. Apresiasi juga diberikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada SMPSK Kotagoa Boawae.

“Kepercayaan yang diberikan orang tua merupakan tanggung jawab besar yang kami emban setiap hari. Tugas mendidik itu kemudian dilanjutkan oleh para guru dan wali kelas yang dengan penuh dedikasi mendampingi anak-anak selama tiga tahun terakhir hingga mencapai titik ini,” katanya.

Melangkah ke Masa Depan

Menutup sambutannya, Bapak Yoman Kaju mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari langkah-langkah besar, tetapi justru dari kesungguhan menyelesaikan tugas-tugas kecil dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Ia mengutip sebuah pesan sederhana namun sarat makna: “Suatu pekerjaan kecil yang diselesaikan dengan baik lebih berarti dibandingkan rencana besar yang hanya didiskusikan.”

Pesan tersebut menjadi bekal bagi para lulusan Angkatan 72 untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Dengan semangat, disiplin, dan kerja keras yang telah dibangun selama berada di SMPSK Kotagoa Boawae, mereka diharapkan mampu terus bertumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (mataleza)

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Noyaldista Lisan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Oleh: Noyaldista Lisan Npm : 25201051 Kelas:2025B Program Studi: Keperawatan   Kesehatan reproduksi wanita merupakan salah satu aspek penting yang sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai di masyarakat. Padahal, kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seorang wanita untuk memiliki keturunan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi. […]

  • Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Marianus Lako
    • visibility 141
    • 2Komentar

    Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan Apa itu sebuah kerinduan? Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka? Apa itu kerelaan? Kalau tentang melepas tapi masih melekat Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan Meo 2026 Gagasan Kesepian Apa pernah […]

  • KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Stefen B
    • visibility 194
    • 2Komentar

    Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku […]

  • Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 226
    • 2Komentar

    “Sekarang, kepalanya sudah pergi.” Apakah masuk akal jika manusia hidup bahagia tanpa kepala? Sebuah pertanyaan menohok yang tiba-tiba melonjak dari kepala ini ketika membaca sebuah judul novel, Cara Berbahagia Tanpa Kepala (selanjutnya: CBTK). Ini adalah sesuatu yang absurd, yang hidup dalam imajinasi. Tetapi hal ini perlu dan menarik untuk ditelisik lebih jauh. “Sebentar lagi, Sempati […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SMPSK Kotagoa Sport Area tidak hanya dipadati sorak-sorai para pendukung pada ajang Kotagoa Diamond Competition antar Sekolah Dasar yang berlangsung setiap sore hingga malam hari. Ketika matahari kembali menyinari lapangan di pagi dan siang hari, suasana yang sama meriah kembali tercipta. Kali ini, para pelakunya adalah siswa-siswi SMPSK Kotagoa Boawae sendiri melalui kegiatan rutin yang […]

  • Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 461
    • 2Komentar

    Dalam karyanya “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Yuval Hoah Harari mengatakan “jika masa depan umat manusia diputuskan tanpa melibatkan anda, kerena anda sibuk memberi makan dan memakaikan pakaian anak anda, tetap saja anda dan anak anda tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Ini memang sungguh tidak adil, tetapi siapa bilang sejarah itu adil?” (Harari, 2023). Namun […]

expand_less