Breaking News
light_mode
Trending Tags

4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 160
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang paling kau takuti saat bertemu teman-teman lama? Ini pertanyaan pembuka yang saya coba ajukan untuk diri sendiri sebagai pemberi stimulus. Tujuannya adalah agar saya bisa menulisnya sampai tuntas! Tepatnya tidak ke luar dari ide besar yang sudah didapatakan melalui judul di atas.

Senin, 09 Desember 2024 tepat di jam 17:27 saya ditelepon oleh teman lama. Teman saya ini bernama Dofan. Saat itu saya sedang menulis sebuah naskah yang nantinya akan saya publikasi di platform Medium. Saya penasaran, kenapa tiba-tiba saya ditelepon, video call. Agar rasa penasaran itu terjawab, saya pun menerima panggilan tersebut.

Lami, posisi di mana?

Belum sempat menjawab, Dofan pun langsung arahkan kamera HP ke teman-teman yang lain. Mari, kami lagi di tempat pangkas rambut miliknya Pian So’o. Tanpa menunggu lama, saya memutuskan panggilan video tersebut. Ctrl+S naskah yang masih terbuka lalu matikan laptop. Saya menuju kamar, pamit kepada istri dan ke kios pamit kepada mertua. Teman-teman sudah menunggu. Di luar, hujan rintik-rintik. Saya pun melewati hujan sambil mengendarai sepeda motor.

Tetiba di tempat pangkas rambut, tatapan saya langsung tertuju di atas meja di depan teman-teman. Sebuah kebiasaan kalau lagi ngumpul, ada saja ritualnya, minum moke (jenis alcohol dari pohon nira khas Flores). Ini adalah jenis meinuman persaudaraan yang sering dihidangkan kalau saat jumpa. Seperti sebuah kewajiban yang harus dipenuhi.

Saling melemparkan jabat tangan kepada teman-teman yang sudah terlebih dahulu di sana. Tanpa menunggu, saya diberikan satu seloki moke. Panas saat sampai pada kerongkongan. Ya, satu tarikan beres, ditemani cemilan dan daging anj*ng yang diolah khas orang Boawae. Bagaimana, moke enak? Tanya Dofan. Ya, enak. Apalagi gratis dan teman yang beli ni! Jawab saya tanpa basa-basi yang disambut gelak tawa teman-teman. Sedang Pian terus melanjutkan melayani pelanggan yang datang memangkas rambut. Tapi kami ragu, Pian sudah telalu banyak kosumsi moke. Pian meyakinkan kami, aman le, ini tidak seberapa. Di antara kami yang datang ada juga memangkas rambut di tempat pangkasnya Pian. Teman-teman pun tetap membayar sesuai tarifnya. Teman ya teman dan bisnis tetaplah bisnis.

Sloki yang sama terus digilir. Percakapan pun beragam. Memunculkan kembali pengalaman masa SMP yang menyenangkan di SMPS Katolik Kotagoa Boawae. Kehidupan kami di asrama, mengenal cinta monyet, dan apakah ada peluang salah satu dari kami yang memberanikan diri untuk terlibat di dalam dunia politik praktis.

Pa Fian tidak ada rencana mau maju pileg di 2029 nanti ko? Tanya Boy.

Lami e, tidak le. Hidup hanya mo pikir dapur saja. Untuk urus banyak orang, saya belum Makmur ni. Jawab saya singkat saja. Oh ya, Boy ni teman masa SD dan SMP yang saat ini pulang kampung karena kecelakaan yang dialaminya.

Tiba-tiba muncul satu pertanyaan dan pernyataan yang bikin kaget, kenapa belum punya anak? Nikah sudah lama juga tu! Pertanyaan ini ditujukan kepada salah satu teman saya, yang namanya tidak saya sebutkan di sini. Kami pun saling bertatapan, sebenarnya sejak awal ada teman saya yang mau ajukan pertanyaan ini, tetapi dia urungkan niatnya. Kadang, candaan tidak berakhir dengan tawa, ada luka yang mengaga di dalam diri seseorang.

Jawabannya selalu beragam, ya karena kami sudah punya kesepakatan untuk jalani saja seperti ini dulu. Belum berpikir untuk punya anak setelah menikah. Kalau kawin si sudah berulang kali, hahahah. Kami kembali pecah dengan tawa. Sloki sudah digilir sekian kali.

Kepada dua orang teman yang sudah menikah dan punya anak pun mendapatkan pertanyaan horor dari teman yang sama. Rencanan anak kedua ni kapan? Nikah Sudah lama jangan sampai keburu tua, lekas dapat yang kedua sudah. Kami selalu melumuri hal yang horor dengan tawa. soal buat anak itu gampang, yang tidak gampang itu merawat! Kita lelaki ni omong enak semua, harus ada komunikasi dengan istri. Agar pola ASI dan asuh tu berimbang. Jangan hanya istri sendiri yang urus, terus kita yang laki-laki mau enak saja. Saya pun berujar demikian, teman-teman pun mulai dengan jurus andalan menyerang saya, dia punya retorika sudah mulai ke luar ni. Hahahhaha

Bertemu teman seperti bertemu setan. Banyak yang aneh semua. Tidak puas sampai di situ pun muncul pertanyaan. Sekarang kerja di mana? Ini pertanyaan untuk semua kami yang ada di situ, saya teringat akan ucapan Mahfud Ikhwan, semulia apa pun pekerjaanmu, pada akhirnya larinya ke dapur. Semua kembali fokus pada sloki. Cemilan pun ditambahkan. Pelanggan yang datang pun menyaksikan keheboan kami.

Kami pun terus semangat berbagi cerita. Ada rencana akan dibuatkan kelompok arisan putra. Kelompok arisan ini dikhsuskan kami seangkatan yang putra. Tujuannya adalah agar tetap terjadi tali persaudaraan. Masih saja ada pertanyaan sumbang di tengah-tengah hal serius. Teman-teman yang belum menikah, kira-kira kapan? Jangan sampai teman-teman yang sudah anak sampai tiga begitu baru menikah. Awas Tuhan lepas tangan!

Bangke memang kalau bertemu teman-teman lama. Jujur, itu hal yang paling saya takuti. Saya takut kalau banyak pertanyaan itu yang menimbulkan overthingking yang bisa berujung pada keributan dalam rumah tangga, gangguan psikis dan lain sebagainya. Teman-teman bisa menemukan akibatnya di banyak sumber lainnya.

Akhirnya, ada hal tabu yang tidak boleh diajukan ketika sedang reuni dengan teman-temanmu. Sekali lagi saya ulangi, setiap canda belum tentu berakhir tawa. Bisa jadi ada luka yang timbul dari candaan yang berlebihan.

Di luar masih hujan, di layar hape waktu menunjukan jam 20:12. Saya dan Dofan harus pamit duluan. Kami berdua yang sedang kumpul ini, yang sudah memiliki anak. Usia anaknya Dofan 4 bulan dan usia anak saya 11 bulan. Dofan ke arah Timur pun saya ke Barat. Membelah hujan dan tiba di rumah tepat jam makan malam.

Terima kasih, semoga kita tetap saling menjaga dalam hal hubungan. Kalau teman-teman sedang reunian, apa pertanyaan yang paling sering teman-teman dengar? Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar atau silakan tanggapi melalu sebuah tulisan!

Boawae, 2024

 

 

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

  • Marlen Lejo

    Kadang pun pertanyaan yang dibalut candaan masih terasa sakit, karena semua candaan terkadang bukan hal lucu untuk orang lain sekali pun teman sendiri 🤭

    Balas20 Mei 2026 1:03 pm
  • Lusia Dee Buro

    Yang sering ditanyakan adalah kesibukan apa yang dilakukan sekarang? 😅

    Balas20 Mei 2026 12:11 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Marianus Lako
    • visibility 156
    • 2Komentar

    Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan Apa itu sebuah kerinduan? Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka? Apa itu kerelaan? Kalau tentang melepas tapi masih melekat Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan Meo 2026 Gagasan Kesepian Apa pernah […]

  • Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

    Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Maxi L. Sawung
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Redup Aku akhirnya memilih agar tu(h)an ataupun siapa saja tidak merenggut luka milikku. Beberapa tangan datang mengetuk, beberapa tangan mencoba memeluk tapi tetap aku tutup pintu makam batu itu. Kau pernah sekali atau bahkan berkali-kali dengan buru-buru berlari agar lekas sampai ketika datang melayat lukaku. Sekadar menanyakan perihal masa penyembuhan atau bagaimana dengan bekas luka-luka […]

  • Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 507
    • 6Komentar

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12 Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan. Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan. Tor monitor penikmat […]

  • EKSISTENSI BUDAYA dan PERSOALAN DALAM DUNIA KONTEMPORER

    EKSISTENSI BUDAYA dan PERSOALAN DALAM DUNIA KONTEMPORER

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Yohanes Jawang
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Budaya merupakan bagian dari aspek kehidupan manusia yang tidak terpisahkan. Budaya juga merupakan bagian dari kreativitas akal budi manusia, yang dijaga terus-menerus, dan bahkan diperbarui seiring berjalannya waktu.  Budaya menjadi suatu aspek yang sangat penting dan bahkan mendapat tempat yang sangat penting. Oleh karena itu, budaya tanpa manusia adalah mustahil, sebaliknya manusia tanpa budaya akan […]

  • Oposisi Biner Yang Membunuh Logika: Dekonstruksi Narasi ‘Desa vs Dolar’ Dalam Komunikasi Krisis Pemerintah Prabowo

    Oposisi Biner Yang Membunuh Logika: Dekonstruksi Narasi ‘Desa vs Dolar’ Dalam Komunikasi Krisis Pemerintah Prabowo

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Emanuel Boli Manuk
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Oleh: Emanuel Boli Manuk, Mahasiswa Filsafat di IFTK Ledalero Pendahuluan: Latar belakang krisis 1998 sebagai cermin masa kini Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Sejarah ekonomi Indonesia menyimpan catatan kelam yang selalu menghantui setiap kali nilai tukar Rupiah mengalami guncangan: Krisis Moneter 1998. Pada masa itu, ketidakstabilan ekonomi yang dipicu oleh pelarian modal […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

expand_less