Breaking News
light_mode
Trending Tags

333 Calon Siswa Baru Resmi Ikuti MPLS Ramah Anak, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae: “Kalian adalah Angkatan Bersejarah”

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Boawae, 14 Juli 2026 – Sebanyak 333 calon peserta didik baru resmi mengikuti Apel Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMPSK Kotagoa Boawae, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena para peserta didik baru merupakan Angkatan ke-75, bertepatan dengan perayaan Pesta Intan (75 Tahun) SMPSK Kotagoa Boawae yang akan diperingati pada 1 Agustus 2026.

Apel pembukaan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik baru, siswa kelas VIII dan IX, dewan guru, hingga tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae mengajak seluruh warga sekolah untuk mensyukuri penyertaan Tuhan atas dimulainya perjalanan baru di tahun pelajaran 2026/2027.

“Puji dan syukur patut kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan penyelenggaraan-Nya kita dapat berkumpul kembali sebagai satu keluarga besar di Kotagoa, rumah untuk semua,” ungkapnya.

Ia secara khusus menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta didik baru yang akan memulai perjalanan mereka di bangku SMP, sekaligus menyambut kembali siswa kelas VIII dan IX yang telah menyelesaikan masa liburan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa Angkatan ke-75 memiliki makna historis tersendiri.

“Anak-anak Angkatan 75 adalah angkatan yang sangat beruntung. Kalian memilih berada di sekolah ini pada tahun yang tepat, saat sekolah merayakan usia 75 tahun. Ini adalah sejarah yang akan selalu kalian bawa. Kelak, kalian dapat dengan bangga mengatakan bahwa kalian adalah bagian dari Angkatan Pesta Intan SMPSK Kotagoa Boawae,” ujarnya di hadapan ratusan peserta didik baru.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap SMPSK Kotagoa Boawae. Menurutnya, jumlah peserta didik baru yang mencapai 333 orang merupakan bukti bahwa sekolah terus mendapat tempat di hati masyarakat.

“Kalian tidak salah memilih sekolah. Saya ulangi, kalian tidak salah. Ini adalah pilihan yang tepat,” katanya yang disambut tepuk tangan para peserta didik.

Selain memberikan motivasi kepada peserta didik baru, Kepala Sekolah juga mengingatkan siswa kelas VIII dan IX untuk menjadi teladan selama proses MPLS berlangsung. Ia berharap para siswa senior mampu membantu, membimbing, dan melindungi adik-adik kelasnya sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh peserta didik untuk tidak menyembunyikan potensi yang dimiliki. Menurutnya, sekolah menyediakan ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya.

“Kalau kalian pemain sepak bola yang hebat, tunjukkan. Kalau kalian penyanyi, pelukis, penari, pesilat, atau memiliki kemampuan lain, sampaikan kepada sekolah. Di sini semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi yang terbaik,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa SMPSK Kotagoa Boawae adalah tempat bagi mereka yang berani bermimpi, berani belajar, dan berani menunjukkan kemampuan.

“Selamat datang di sekolahnya para juara. Selamat datang di tempat di mana setiap orang harus berproses, bersaing secara sehat, dan berjuang menjadi versi terbaik dari dirinya,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Sekolah kembali mengingatkan pentingnya membangun budaya sekolah yang berkarakter melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana. Ia mengajak seluruh warga sekolah membiasakan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta memperkuat karakter dengan membiasakan mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, dan “permisi” dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita mulai dari hal-hal sederhana. Sapalah guru dengan hormat, hargailah teman, lindungi yang lebih lemah, dan jadilah pribadi yang berkarakter. Sekolah yang hebat dibangun bukan hanya oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh sikap dan budaya yang baik,” tutupnya.

Melalui MPLS Ramah Anak Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, SMPSK Kotagoa Boawae berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah secara menyenangkan, membangun relasi yang positif dengan seluruh warga sekolah, serta menumbuhkan semangat belajar sebagai bagian dari keluarga besar Kotagoa, Rumah untuk Semua. Angkatan ke-75 diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya mengukir prestasi, tetapi juga meneruskan sejarah panjang sekolah yang telah mengabdi selama tujuh puluh lima tahun bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Emanuel Boli Manuk
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Oleh: Emanuel Boli Manuk, Mahasiswa IFTK Ledalero Dunia terasa semakin sempit, tetapi justru semakin keras. Dalam satu hari, kita bisa menyaksikan seorang cucu di Jakarta berdebat sengit dengan kakeknya di Surabaya tentang harga cabai, lalu sejam kemudian melihat seorang aktivis lingkungan dan eksekutif perusahaan tambang saling serang di kolom komentar Instagram. Yang menarik, tak jarang […]

  • 𝗡𝗢𝗩𝗘𝗟 𝗠𝗔𝗛𝗔𝗥 𝗚𝗔𝗗𝗜𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗟𝗔𝗛 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗜𝗧, 𝗣𝗜𝗢𝗡 𝗥𝗔𝗧𝗨𝗟𝗢𝗟𝗟𝗬 𝗨𝗦𝗨𝗡𝗚 𝗕𝗨𝗗𝗔𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗟𝗜𝗦 𝗟𝗔𝗠𝗔𝗛𝗢𝗟𝗢𝗧

    𝗡𝗢𝗩𝗘𝗟 𝗠𝗔𝗛𝗔𝗥 𝗚𝗔𝗗𝗜𝗡𝗚 𝗧𝗘𝗟𝗔𝗛 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗜𝗧, 𝗣𝗜𝗢𝗡 𝗥𝗔𝗧𝗨𝗟𝗢𝗟𝗟𝗬 𝗨𝗦𝗨𝗡𝗚 𝗕𝗨𝗗𝗔𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗟𝗜𝗦 𝗟𝗔𝗠𝗔𝗛𝗢𝗟𝗢𝗧

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Novel Mahar Gading telah resmi dipublikasikan pada Kamis (02/07/2026). Novel ini ditulis oleh Pion Ratulolly yang merupakan nama pena dari Muhammad Soleh Kadir. Novel ini berisi kisah asmara antara Arakian Sabon Ama dan Mutiara Belaon Bur’an. Kisah asmara keduanya harus berbenturan dengan tuntutan adat berupa mahar gading. Di sinilah pergulatan kisah keduanya mengalami konflik yang […]

  • Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 298
    • 2Komentar

    Martha Grimes pernah berkata, “kita tidak tahu siapa diri kita sampai kita melihat apa yang bisa kita lakukan.” Pertama kali membaca kutipan tersebut di sebuah buku yang berjudul Life Lessons yang ditulis oleh para pengarang Chicken Soup For The Soul, ada sesuatu yang mendorong saya untuk segera mengambil tindakan. Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah […]

  • Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Oleh: Filemon Pandu Wimastha (Seorang calon imam Katolik Keuskupan Agung Ende)  Sebagai calon Imam yang hidup dalam rahim sebuah komunitas homogen, saya perlahan menyadari bahwa tradisi bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan dari masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi adalah kenangan yang menjelma kebiasaan, lalu tumbuh menjadi identitas bersama. […]

  • Barangkali, Melepaskan adalah Bentuk Cinta yang Paling Dewasa

    Barangkali, Melepaskan adalah Bentuk Cinta yang Paling Dewasa

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Mencintai sesuatu yang belum pasti sering kali menjadi cara paling sunyi untuk menciptakan luka. Kita menggantungkan harapan pada kemungkinan-kemungkinan yang belum menemukan bentuknya, lalu diam-diam percaya bahwa kesungguhan hati akan cukup untuk mengubah segalanya. Padahal, tidak semua yang diperjuangkan akan berakhir menjadi kenyataan. Ada yang hanya singgah untuk mengajarkan kehilangan, lalu pergi meninggalkan penyesalan. Manusia […]

  • Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Ketika seorang bayi perempuan lahir, kalimat pertama yang paling sering terdengar bukan “Semoga ia tumbuh berani.” Bukan pula, “Semoga ia menjadi manusia yang bijaksana.” Yang keluar justru, “Cantik sekali .” Lalu waktu berjalan, dan masyarakat melanjutkan pelajarannya. Perempuan cenderung diajari memakai bedak sebelum diajari berdebat, diajari bagaimana cara duduk anggun sebelum diajari menyampaikan pendapat. Diajari […]

expand_less