Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

  • account_circle Filemon Pandu Wimastha
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tuhan dan Puan Sedang Online

Kucumbui minggu dijantung rindu

Ada sehelai cemburu yang gugur

Di dinding yang tak bercentang biru hanya dua garis abu-abu

yang muram yang begitu setia menunggu di bukit setia.

 

Aku tahu,

Mungkin kau sedang memulung harimu

Dalam kesibukan

Hingga serentetan pesanku kau abaikan.

Minggu yang kucumbui kali ini begitu rapuh,

Tanpa bayang-bayang pesanmu

Aku memutuskan untuk mengirim pesan puisi

Di hari minggu

Dan kutemui ternyata Tuhan dan Puan sedang online di sana.

 

Kopi dan kenangan kita di Masa lalu

Kita sama-sama membuka baju, aku membuka pengerat,

yang menopang dadamu.

Tanganmu, melingkari leherku. Meninggalkan jejak,

kecupan yang rayu.

Kau masih di sini, di antara uap yang menua

bersama napas.

Barangkali cinta, seperti kopi di malam hari: selalu hangat dan ingat.

 

Tak Semua Harus Tentang Kita

Kita pernah menjadi semacam  berita kecil

Di sudut pantai

Di baca oleh  angin

Lalu dilupakan Oleh hujan

 

Aku ingin memelukmu

Namun dunia menuntut perhatian

Dari mereka yang tak punya suara

Maaf, cintaku tidak setuli itu

Aku tak sanggup memuja sepasang mata

Sementara ribuan pasang lain

Di paksa menunduk

 

Cintamu hangat

Namun lebih hangat lagi

Amarah ibu-ibu di pasar

Yang menawar hidup

Dengan suara parau  dan mata merah.

 

Aku lelah merangkai puisi

Tentang cemburu dan rindu

Sementara keadilan dan kemakmuran hanya berpihak

Bagi mereka yang berkuasa.

 

Jika aku diam saat kau berbicara

tentang masa depan kita

Bukan karena aku tak cinta

Namun aku hanya sedang berpikir

Bahwa pelukan tak selalu cukup

Untuk menutup bunyi perut yang kosong

 

Tak semua harus tentang kita

Kadang rindu harus menyingkir sebentar

Memberi jalan untuk mereka yang

Mencintai hidup

Tanpa pernah dicintai dunia

Jika kau masih mau tinggal

Tinggallah, bukan hanya di dadaku

Tapi di sisi mereka yang lemah

Dan mereka yang dilupakan oleh negara.

 

Cinta dan kebahagiaan

Cinta itu tanda bahwa kau pernah  menjadi istimewa dan

bukan tanda bahwa kau pernah bahagia.

 

Tentang Jalan

Tuhan, jika ini rindu,

Biarlah ia menjadi jalan sunyi

Yang membawaku semakin dekat

Kepada-Mu.

 

Filemon Pandu Wimastha, yang akrab disapa Wima Wimastha, lahir di Boawae, Nagekeo, pada 13 Maret 2003. Ia merupakan seorang calon Imam Projo Keuskupan Agung Ende yang sedang menapaki jalan panggilan hidupnya dengan kesetiaan dan ketekunan. Sejak masa pendidikan di Seminari Toda Belu Mataloko, ia telah dibentuk dalam disiplin, doa, dan kehidupan persaudaraan yang menjadi dasar panggilannya.

Saat ini, Wima melanjutkan studi di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, sambil menjalani masa formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret. Di sana, ia tidak hanya mengembangkan intelektualitasnya melalui filsafat, tetapi juga memperdalam kehidupan batin dan spiritualitasnya.

Selain dunia akademik dan pembinaan, Wima juga aktif dalam bidang seni, khususnya teater dan sastra. Ia dipercaya sebagai Ketua Kelompok Minat Teater Tanya periode 2025/2026, sebuah ruang kreatif yang menjadi wadah ekspresi dan refleksi kehidupan. Ia juga mencintai puisi serta menjadikannya sebagai medium kontemplasi. Di samping itu, ia menikmati olahraga sepak bola sebagai bagian dari keseimbangan hidupnya.

Sebagai pribadi, Wima dikenal sederhana, reflektif, dan mendalam. Ia memadukan kehidupan doa, pemikiran filsafat, dan ekspresi seni sebagai cara untuk memahami makna hidup, manusia, dan panggilan imamat yang sedang ia jalani.

 

  • Penulis: Filemon Pandu Wimastha
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat AI Ikut Makan Bersama:  Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    Saat AI Ikut Makan Bersama: Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba (Mahasiswa Teologi-Wedabhakti-Sanata Dharma) Pendahuluan Meja makan bukan sekadar tempat untuk menyantap makanan. Dalam banyak budaya, meja makan sering diartikan sebagai ruang yang paling istimewa, tempat di mana keluarga berbagi cerita satu dengan yang lain. Tradisi makan bersama sudah berlangsung ribuan tahun sebagai perekat atau pelekat hubungan. Namun belakangan ada semacam  perubahan yang kelihatanya […]

  • Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Hidup adalah serentetan pengulangan yang kadang memaksa kita harus bertahan pun berserah, bukan menyerah. Entah setelahnya bagaimana manusia bisa melewati semuanya, itu adalah rahasia tersembunyi yang dimiliki oleh masing-masing pribadi. Semesta menawarkan banyak godaan, dilematisme memeluk manusia dengan sungguh. Jatuhkan pilihan sekarang atau kau kehilangan segalanya. Dengan terpaksa, juga buru-buru, tanpa pijak pikir yang matang, […]

  • 32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah

    32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Mertin Lusi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Ngada – Sebanyak 32 siswa baru SMAN 1 Jerebuu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, jurnalistik, dan penulisan karya tulis ilmiah. MPLS yang berlangsung setiap hari mulai pukul […]

  • Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Oleh: Filemon Pandu Wimastha (Seorang calon imam Katolik Keuskupan Agung Ende)  Sebagai calon Imam yang hidup dalam rahim sebuah komunitas homogen, saya perlahan menyadari bahwa tradisi bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan dari masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi adalah kenangan yang menjelma kebiasaan, lalu tumbuh menjadi identitas bersama. […]

  • SDI Olaewa Juara Futsal Kotagoa Diamond Competition 2026 Usai Taklukkan SDK Natanage A 4-2

    SDI Olaewa Juara Futsal Kotagoa Diamond Competition 2026 Usai Taklukkan SDK Natanage A 4-2

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kotagoa, 24 Juni 2026 – SDI Olaewa sukses menorehkan sejarah sebagai juara cabang futsal antar Sekolah Dasar pada Kotagoa Diamond Competition 2026. Gelar juara diraih setelah menaklukkan SDK Natanage A dengan skor meyakinkan 4-2 pada laga grand final yang berlangsung di Kotagoa Sport Area, Rabu (24/6/2026). Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit utama, pertandingan langsung berlangsung […]

  • Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Singkirkan dulu euforia kemenangan 2-0 Prancis atas Maroko di laga Piala Dunia dini hari tadi. Ada rangkaian peristiwa penting lain yang lebih menyita perhatian masyarakat, yaitu penggeledahan yang dilakukan Polri ke sejumlah tempat, pernyataan Kejaksaan Agung, dan penjelasan TNI. Peristiwa tersebut, meski penting dan menjadi perhatian publik, sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Ini bukan […]

expand_less