Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bangsa yang Sedang Bertumbuh, Anak Muda yang Sedang Gelisah

  • account_circle John Orlando, S.Fil
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: JOHN ORLANDO, S.FIL (Alumni FFA UNWIRA)

Bangsa ini seperti cermin retak: memantulkan wajah-wajah yang kadang membuat kita ingin tertawa getir. Keluarga, komunitas, budaya, kerja, negara. semuanya hadir, tapi tidak selalu memberi pelukan hangat. Anak muda berdiri di depan cermin itu, bertanya-tanya: apakah ini wajah masa depan, atau sekadar bayangan masa lalu yang enggan pergi?

Keluarga, katanya, adalah sekolah pertama kasih. Nyatanya, sering jadi arena gladi resik trauma. Ekonomi yang ringkih, konflik yang tak selesai, pola asuh yang lebih mirip komando militer. Fondasi etis? Ah, kadang lebih mirip pondasi rumah kayu yang digerogoti rayap. Anak muda pun belajar: dunia tidak selalu adil, dan keadilan kadang hanya kata indah di buku.

Komunitas, konon, adalah panggung solidaritas. Tapi panggung itu sering berubah jadi arena gladiator. siapa kuat, dia berkuasa; siapa lemah, dia jadi tontonan. Anak muda tumbuh di tengah sorak-sorai diskriminasi, sambil berharap ada tepuk tangan untuk keberanian mereka. Bangsa ini suka bicara tentang “gotong royong,” tapi praktiknya lebih sering “gotong ego.”

Budaya, katanya, adalah identitas. Tapi identitas kadang terasa seperti rantai emas. Indah, tapi tetap mengikat. Tradisi yang mengekang dibungkus dengan kata “warisan leluhur,” padahal lebih mirip warisan masalah. Anak muda berdiri di tengah pusaka dan paku, mencoba menafsir ulang, mana yang bisa jadi jembatan, mana yang harus ditinggalkan di museum.

Relasi sosial? Sartre bilang eksistensi butuh pengakuan. Tapi di sini, pengakuan sering datang dalam bentuk “diam saja, kamu masih muda.” Anak muda jadi bayangan yang berjalan, bukan suara yang didengar. Ironisnya, bangsa ini suka mengklaim “pemuda adalah harapan,” tapi harapan itu sering diperlakukan seperti dekorasi acara resmi. Indah di spanduk, tapi jarang nyata di ruang kebijakan.

Kerja, katanya, adalah aktualisasi diri. Nyatanya, lebih sering aktualisasi stres. Dunia kerja sempit, persaingan ketat, gaji pas-pasan. Anak muda bertanya: apakah hidup hanya soal bertahan? Jawabannya: ya, bertahan sambil berharap startup ajaib atau konten viral bisa menyelamatkan. Kreativitas? Teknologi? Kadang lebih terasa seperti lotre daripada peluang.

Negara, dalam filsafat politik, adalah tatanan etis. Tapi di sini, negara lebih sering jadi tatanan administrative. Sibuk dengan birokrasi, lupa dengan rakyat. Program untuk anak muda? Ada, tapi sering lebih mirip brosur daripada solusi. Kritik pun lahir supaya negara harus kembali pada tujuan dasarnya. Tapi entah kenapa, kritik itu sering dianggap keluhan, padahal justru tanda cinta yang paling jujur.

Pada akhirnya, anak muda sedang belajar. Belajar bertanya, belajar gelisah, belajar menertawakan absurditas bangsa ini. Mereka tahu, perubahan tidak datang dengan menunggu. Harus digerakkan, meski kadang dengan energi yang lebih mirip sarkasme daripada optimisme. Karena di balik setiap krisis, ada peluang refleksi dan di balik setiap refleksi, ada kemungkinan transformasi.

Bangsa ini, seperti hidup, selalu dalam proses menjadi. Pertanyaannya: menjadi apa? Anak muda adalah aktor utama, meski sering dipaksa jadi figuran. Dengan refleksi yang tajam dan tindakan yang berani, mereka bisa membuat bangsa ini bukan hanya lebih adil, tapi juga lebih jujur pada dirinya sendiri.

Tabe.

  • Penulis: John Orlando, S.Fil
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 396
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

  • Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. PAKET CINTA DARI LAUTAN Sewaktu aku mandi di lautan Sungguh, aku merasakan getaran cintanya Dia tak pernah mengingkari jati dirinya, setia memberi asin garamnya Laut memang pergi dan datang menghempas tepian Gelora suaranya bertebaran ke langit Namun tak pernah […]

  • PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 305
    • 2Komentar

    PERMEN edisi Selasa 5 Paskah – 05 MEI 2026 –  Bekerja Sama dan Sama-Sama Bekerja Inspirasi: Kis 14:19-28 ; Yohanes 14:27-31a Paulus dan Barnabas buat sesuatu yang membuka mata hati penikmat Permen akan pentingnya bekerja dalam tim. Yah, dalam perjalanan misi pewartaan, keduanya mengangkat para penatua jemaat untuk memimpin jemaat kristiani yang mereka dirikan. Mereka […]

  • Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 102
    • 2Komentar

    oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )   PURNAMA Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah akan kujadikan diriku purnama bagimu agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu. Ende, 15 April 2026.   LOLONG Putih […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 67
    • 0Komentar

    SMPSK Kotagoa Sport Area tidak hanya dipadati sorak-sorai para pendukung pada ajang Kotagoa Diamond Competition antar Sekolah Dasar yang berlangsung setiap sore hingga malam hari. Ketika matahari kembali menyinari lapangan di pagi dan siang hari, suasana yang sama meriah kembali tercipta. Kali ini, para pelakunya adalah siswa-siswi SMPSK Kotagoa Boawae sendiri melalui kegiatan rutin yang […]

  • PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 226
    • 5Komentar

    PERMEN edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan 14 Mei 2026 – Kenaikan Yesus: Jaminan bagi Gereja Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan Inspirasi: Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Matius 28:16-20 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Cerita-cerita tetang Yesus yang bangkit dari antara orang mati telah kita terima selama 40 hari. Yesus bangkit yang selanjutnya menampakkan diri, […]

expand_less