Breaking News
light_mode
Trending Tags

DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Maria Makdalena
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 295
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Doa

Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu.

Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit.

Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah doa paling pilu yang mampu menyayat hati Sang Bunda?

Doaku usai, namun dia dan mereka mulai berdatangan. Sembari membawa intensi berkepemilikan, Bunda mulai menadah. Tangis, tawa, marah, kecewa, benci dan haru melebur bersama tanah dan air yang mengalir.

Bunda, ditengah harap yang kulafas ini akankah menjadi doa paling lestari seindah mawar yang kuberi? Ataukah seperih duri yang tertanam di daging? Berharap kelak seluruh niat turut mekar seperti mawar yang tertanam di bawah tangga.

Harapku telah usai kulafaskan dan mereka tetap diam dalam keheningan waktu, inginku ucapkan salam pisah. Sampai bertemu kembali di harap mendatang, aku pulang.

Gua lembah karmel, April 2026

 

Air

Mereka bilang air itu murni, mampu menghidupkan segala yang kritis menuju ambang kematian.

Setenang jiwa yang damai, sesejuk itu air yang mengalir.

Air yang disangka tenang, terkadang mampu menenggelamkan bahkan menghanyutkan ribuan jiwa yang tersesat dari rumah pangkuan ibu.

Sesuci itu air yang dikandung bumi. Penuh sakral dan maut yang datang silih berganti.

Lembah karmel, April 2026

Tanah

Di sepanjang penapakan, banyak harap tertanam di sana. Terik matahari mulai membara, bongkahan tanah mulai terlihat. Kekeringan terus melanda.

Tanah yang kau bilang tempat kelahiran kini berganti nama menjadi tanah kematian. Segala perkara yang diangkara oleh mereka melebur bersama tanah yang kau pijak.

Perjalanan panjang tiada ujung, satu persatu dari mereka mulai lelah. Tertatih lalu tersungkur, harap yang redup tak lagi terdengar. Hanya nafas terakhir menjadi tanda pisah sebelum berakhir membumi bersama tanah.

Lembah karmel, April 2026

 

Sendal jepit

Anak kecil itu terus berlari menyusuri kali kecil. Ibu berlarian kesana kemari mengejar anak itu, ada yang tertinggal. Sendal jepit hadiah dari sang bapak sebagai salam pisah diakhir kiamatnya.

Sendal jepit itu sudah buruk rupa namun ibu terus menenteng tanpa menyarung. Seberharga itukah dia? Ataukah karna sendalnya mahal? Tulusnya hati menganggap kesakralannya ada, ada juga dengan segala keluh kesah meraung raung pasrah. Entah semiskin apa waktu itu, namun ini bukan sendal biasa, ini hadiah salam pisah. Kembali ibu berjalan tanpa alas kaki, sendalnya dengan setia digenggam erat.

Anak kecil mulai tertangkap namum sendal tak pernah dilepas. Katanya pelepas rindu untuk dia yang kau ambil kembali.

Lembah karmel, April 2026

 

Sabtu

Akhir pekan sudah tiba, mereka mulai bergegas untuk libur bersama. Ada yang jauh dan ada yang dekat.

Ada yang diam dirumah dan memilih untuk diam dalam keheningan. Ada yang suka euforia tanpa batas.

Semua yang terlihat bebas ada di hari itu

Lembah karmel, April 2026

 

Maria Makdalena, dengan nama pena Aksaramar, lahir di Malaysia, pada tahun 2000. Sehari-hari sebagai seorang Wiraswasta yang suka Menulis, travelling, nyanyi ( artis kamar mandi ). Alumni dari jurusan psikologi Unipa Maumere. Selain bekerja di yayasan yang bergerak di pemberdayaan wanita dan anak, dia juga aktif berwirausaha di bidang kuliner, ternak dan tani. Untuk mengenal lebih dekat dengan penulis, silakan di follow akun medsos di FB Mar Mkdlna, Instagram Mar Mkdlna dan Tiktok Aksaramar.

  • Penulis: Maria Makdalena
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjalanan ke Nuasele dan Lokapau: Ketika Anak-Anak Smps Katolik Kotagoa Boawae Mengantar Harapan

    Perjalanan ke Nuasele dan Lokapau: Ketika Anak-Anak Smps Katolik Kotagoa Boawae Mengantar Harapan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 84
    • 2Komentar

    Sabtu, 15 Agustus 2026 menjadi salah satu hari yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat di tujuh kabupaten di Pulau Flores. Pukul 05.58 pagi. Di saat sebagian orang baru saja memulai aktivitas, menyiapkan sarapan, membuka pintu rumah, atau mungkin masih menikmati sisa tidur di akhir pekan, tanah Flores tiba-tiba berguncang begitu kuat. Gempa magnitudo […]

  • Sudut Pandang: Jejak Pengabdian dan Kasih Sayang Felix Japang

    Sudut Pandang: Jejak Pengabdian dan Kasih Sayang Felix Japang

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Maria Yunita
    • visibility 138
    • 4Komentar

    Nama: Drs Felix Japang Tempat Tanggal Lahir: Bekek, 30 Mei 1965 Alamat: Desa tadho, kecamatan riung, kabupaten ngada, nusa tenggara timur Meninggal: Bajawa 16 Februari 2012   Mengenal Sosok Felix Japang Felix Japang adalah seorang putra Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, yang lahir Pada tanggal 30 mei 1965. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan […]

  • Meremehkan PSN Ngada di Babak 8 Besar adalah Kesalahan Sejarah

    Meremehkan PSN Ngada di Babak 8 Besar adalah Kesalahan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Keberhasilan PSN Ngada menahan imbang Persibangga Purbalingga dengan skor 1:1, sekaligus memastikan tiket lolos ke babak 8 besar, merupakan penegasan tentang identitas asli Laskar Jaramasi. Mereka adalah tim dengan mentalitas baja yang menolak menyerah sebelum peluit panjang berbunyi. Hasil ini sekaligus menggagalkan upaya Persibangga untuk mengambil alih posisi puncak klasemen dari genggaman PSN Ngada. Mencetak […]

  • Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    Sudut Pandang: Anak Kecil dari Rosario

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Di sudut kota Rosario yang riuh dan berdebu, sebuah rumah sederhana berdiri tenang. Rumah itu tidak dibangun oleh arsitek terkenal, melainkan oleh tangan seorang ayah dan kakek yang percaya bahwa keluarga selalu membutuhkan tempat untuk pulang. Di sanalah, pada 24 Juni 1987, lahir seorang bocah bernama Lionel Andrés Messi, anak ketiga […]

  • KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Noyaldista Lisan
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Oleh: Noyaldista Lisan Npm : 25201051 Kelas:2025B Program Studi: Keperawatan   Kesehatan reproduksi wanita merupakan salah satu aspek penting yang sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai di masyarakat. Padahal, kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seorang wanita untuk memiliki keturunan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi. […]

  • SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    SKENARIO PARIPURNA OLIGARKI: Menanti Pahlawan Keadilan di Balik Kriminalisasi Nadiem Makarim

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Mohammad Sjafie Tama
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Oleh: Mohammad Sjafie Tama Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Ibarat Tubuh, Indonesia sedang disayat-sayat oleh pedang hukum milik kuasa modal. Baru saja dipertontonkan kepada kita, ruang sidang yang seharusnya menjadi altar suci bagi keadilan kini berubah menjadi ruang jagal bagi para inovator dan pengabdi. Tuntutan 18 tahun penjara serta denda Rp 5,6 […]

expand_less