Breaking News
light_mode
Trending Tags

๐—ก๐—ข๐—ฉ๐—˜๐—Ÿ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฅ ๐—š๐—”๐——๐—œ๐—ก๐—š ๐—ง๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—•๐—œ๐—ง, ๐—ฃ๐—œ๐—ข๐—ก ๐—ฅ๐—”๐—ง๐—จ๐—Ÿ๐—ข๐—Ÿ๐—Ÿ๐—ฌ ๐—จ๐—ฆ๐—จ๐—ก๐—š ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ ๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—›๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—ง

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Novel Mahar Gading telah resmi dipublikasikan pada Kamis (02/07/2026). Novel ini ditulis oleh Pion Ratulolly yang merupakan nama pena dari Muhammad Soleh Kadir.

Novel ini berisi kisah asmara antara Arakian Sabon Ama dan Mutiara Belaon Bur’an. Kisah asmara keduanya harus berbenturan dengan tuntutan adat berupa mahar gading. Di sinilah pergulatan kisah keduanya mengalami konflik yang bertubi-tubi.

Novel setebal 410 halaman ini tidak hanya berisi kisah romantisme. Tapi juga berisi pengetahuan tentang sistem perkawinan di Lamaholot, khususnya mahar gadis Lamaholot berupa gading. Selain itu, ada juga sejarah kemunculan gading sebagai mahar. Serta, nilai-nilai moral di balik gading sebagai mahar. Ada juga tentang dampak positif dan negatif mahar gading terhadap pasangan suami istri pasca menikah.

Agnetis Da Noa, seorang kolega pendidik, menyebut mahar gading di buku ini bukan sekadar latar. Tapi merupakan masalah utama yang menggerakkan napas cerita. Demikianlah, sebuah isu lokal dikemas dengan begitu apik oleh penulis yang merupakan guru pada SMPN 1 Adonara Timur ini.

Menurut Pion, dalam prakata buku ini, dirinya tidak menulis dari ruang hampa. Benih ceritanya tumbuh sejak 2017. Ia baru merajut naskah ini dari 2023 sampai 2026 ini. Selama tiga tahun berturut-turut ini dirinya menulis pada setiap bulan Ramadhan.

โ€œNovel ini adalah sebuah gugatan terhadap rasa kemanusiaan yang perlahan bergeser,โ€ tulis Prof. Simon Sabon Ola dalam prolognya. Guru Besar Undana itu menilai karya ini sukses mengurai kebuntuan cara pandang tentang cinta, adat, dan agama yang kerap dianggap bertolak belakang.

Sementara bagi jurnalis Yurgo Purab, novel ini adalah asupan bergizi yang menarik pembaca dari hiruk-pikuk menuju takzim. Gaya penulisannya pun unik. Kalimatnya pendek-pendek. Bernas. Tidak bertele-tele. Penulis Djafar Doel AH memuji penggunaan metafora yang begitu teliti dan menggugah kesadaran. Pion memang sengaja menyajikan narasi yang lincah agar pembaca bisa meresapi setiap konflik tanpa kehilangan napas.

Di balik kisah cinta tokoh utamanya, Ara dan Muti, terselip pesan transformasi budaya. Ony Tukan dari Simpasio Institute melihat buku ini sebagai ruang diskusi untuk mendaur ulang nilai tradisi agar tetap relevan di zaman modern.
Kini, Mahar Gading telah siap menghuni rak buku Anda. Ia hadir untuk mengingatkan kita semua. Bahwa ketaatan pada adat dan kesalehan agama bisa berjalan beriringan jika ditopang keikhlasan cinta.

โ€œNovel ini mengajarkan kepada kita bahwa sehitam apapun masa lalumu, masa depanmu masih terlalu putih,โ€ pungkas penyair Ary Toekan dalam endorsement-nya. Sebuah undangan bagi siapa saja untuk kembali pulang ke akar identitas, lewat sebatang gading yang melegenda.

Bagi Anda yang berminat untuk membaca keseluruhan isi buku ini, silakan memesan melalui bagian promosi. Nomor kontak resminya 0852-3916-3535. Atau, dapat menghubungi langsung penulis melalui Facebook Muhammad Soleh Kadir.

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEBANGKITAN SASTRA DI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI DIALOG SASTRAWAN KE RUANG IMAJINATIF

    KEBANGKITAN SASTRA DI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI DIALOG SASTRAWAN KE RUANG IMAJINATIF

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Mataleza
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Begitu tenang, membaca sastra adalah menakar keikhlasan. Ikhlas menimbang keadaan berdasakan elemen bahasa yang harus dipahami melalui ruang analisis itu. Hal ini jelas terlihat dan terdengar, ketika orang-orang begitu tabah melipat bahasa sastra ke dalam ruang teduh yang selalu menguji pemahaman. Hal ini senada dengan hasil proses kreatif yang ditunjukkan penulis sastra dan sastrawan Nusa […]

  • Sudut Pandang: ๐—”๐—ž๐—จ ๐—•๐—˜๐—•๐—ข

    Sudut Pandang: ๐—”๐—ž๐—จ ๐—•๐—˜๐—•๐—ข

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 229
    • 0Komentar

    1/ Hari Rabu. Detukeli berkabut dan dingin. Angin bergerak lambat. Jarum jam dinding di ruang makan bergerak menuju pukul 07.30 pagi. Saya sedang meneguk segelas susu di ruang makan ketika pintu depan diketuk dan disusul teriakan ‘selamat pagi.’ Dari dalam ruangan itu, saya membalas ‘halo’, lalu melangkah mendekati pintu. “๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ข (Pater), selamat pagi.” Mama […]

  • AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Aku ingin pamerkan setiap aktivitasku, sejak subuh hingga petang. Supaya mereka tidak mempermainkanku soal waktu, membuatku menunggu, tanpa rasa bersalah, tanpa usaha untuk berbenah. (Ia dan Mereka yang Berisik) Saya membuka tulisan sederhana ini dengan mengutip sebuah pernyataan dalam buku yang berjudul Ambivert. Dan persis buku inlah yang akan saya ulas seringkas mungkin sesuai kapasitas […]

  • PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 327
    • 5Komentar

    PERMEN edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan 14 Mei 2026 – Kenaikan Yesus: Jaminan bagi Gereja Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan Inspirasi: Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Matius 28:16-20 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Cerita-cerita tetang Yesus yang bangkit dari antara orang mati telah kita terima selama 40 hari. Yesus bangkit yang selanjutnya menampakkan diri, […]

  • 4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 211
    • 4Komentar

    Apa yang paling kau takuti saat bertemu teman-teman lama? Ini pertanyaan pembuka yang saya coba ajukan untuk diri sendiri sebagai pemberi stimulus. Tujuannya adalah agar saya bisa menulisnya sampai tuntas! Tepatnya tidak ke luar dari ide besar yang sudah didapatakan melalui judul di atas. Senin, 09 Desember 2024 tepat di jam 17:27 saya ditelepon oleh […]

  • Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang photo_camera 3

    Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Julianti Nainggolan Parhusip
    • visibility 76
    • 0Komentar

    โ€œPendidikan nasional seharusnya menimbulkan rasa cinta terhadap kebudayaan dan kebatinan sendiri.โ€ (Ki Hajar Dewantara) Samosir datang dengan cara yang berbeda. Udara terasa lebih lapang, sementara Danau Toba terbentang luas seolah tidak memiliki ujung. Perbukitan mengelilingi pulau dengan tenang, menciptakan pemandangan yang membuat mata ingin tinggal sedikit lebih lama. Di tempat ini, perjalanan rasanya bukan sekadar […]

expand_less