Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang Terancam 

  • account_circle Humberto Verbita
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Humberto Verbita

Diskursus Film Dokumenter PESTA BABI bukan lagi sekedar tayangan tetapi menjadi sebuah movement, suatu gerakan mulai dari para akademisi, talk show saluran TV nasional, lahan edukasi-promosi-monetisasi dari para pegiat sosial media bahkan sampai level masyarakat akar rumput (grass root).

Namun semua gerakan massive ini mendadak terguncang dengan video viral yang berisikan kesaksian Mama Yasinta Moiwend yang BERTOLAK BELAKANG dengan kesaksiannya di Film Dokumenter Pesta Babi dan perjuangannya selama ini untuk menentang program PSN yang sudah meluluhlantakkan kampung halaman, hutan rawa dan tanah adat marganya dari suku Marind di Merauke, Papua Selatan. What the hell is going on?

Fenomena perubahan sikap Yasinta Mowiend dalam kontroversi film dokumenter Pesta Babi dapat dibaca melalui lensa psikologi sosial yang disebut coercive persuasion (persuasi koersif). Apa itu?

Dalam kajian applied psychology (psikologi terapan) populer disebut teknik dark psychology atau PSIKOLOGI HITAM.

Dark Psychology adalah teknik manipulasi psikologis seseorang untuk mengendalikan jalan pikiran, persepsi, rasa takut, dan mengendalikan identitas seseorang. Wawancara itu walaupun masih kontroversial karena masih diduga DEEP FAKE oleh AI (artifisial intelligent) tetapi publik sudah harus tahu bahwa DARK PSYCHOLOGY itu sangat nyata dalam hidup.

Analisis ini berbicara tentang pola dominasi umum antara siapa yang memiliki kekuasaan di satu pihak dan kerentanan manusiawi dari pihak mereka yang berada di bawah tekanan kekuasaan.

Dalam ilmu human behaviour (perilaku manusia) manusia itu bukan makhluk rasional murni. Ketika seseorang hidup dalam tekanan struktural—kemiskinan, usia yang menua, keterbatasan pendidikan, ketergantungan ekonomi, ancaman sosial, rasa takut kehilangan akses hidup—maka sistem psikologinya lebih mudah diguncang dan digiring lalu seterusnya dikuasai.

Mama Yasinta Moiwend, adalah rakyat jelata yang serba kekurangan. Ia bukan seorang terpelajar atau akademisi dengan jaringan perlindungan kuat; ia perempuan kampung Wokegel dari tanah rawa Papua Selatan yang harus berhadapan dengan TRITUNGGAL MAHA KUASA: negara, oligarki, dan aparatus militer bersenjata yang kehadirannya seperti hama, terlihat ada di mana-mana di wilayahnya.

Dalam situasi seperti itu, manipulasi psikologi hitam tidak selalu datang lewat ancaman todongan senjata terang-terangan. Ia bisa hadir lewat rasa takut yang perlahan ditanamkan: “Bagaimana kalau ibu dipenjara?”, “Bagaimana kalau keluarga ibu susah?”, “Bagaimana kalau ibu diperalat?” Teknik ini dikenal dalam psikologi sebagai fear conditioning (rasa takut yang diciptakan oleh yang berkuasa) dan suggestive interrogation—pertanyaan sugesti yang diarahkan oleh manipulator untuk menggiring keraguan dalam ingatan dan keyakinan korban.

Video wawancara yang beredar memperlihatkan pola klasik dalam Dark Psychology yang disebut leading questions: penanya yang adalah manipulator tidak sekadar bertanya, tetapi membentuk jalan pikiran dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada jawaban yang manipulator sudah siapkan.

Orang yang berada di bawah tekanan emosional sering memasuki kondisi cognitive dissonance—konflik antara keyakinan kebenaran lama dan rasa takut baru. Untuk mengurangi tekanan mental itu, seseorang bisa membalikkan pernyataan sebelumnya demi mencari rasa aman psikologis sesaat. Itulah yang dialami Mama Yasinta kalau memang video itu real bukan Deep Fake atau buatan AI. Dan itu manusiawi, karena itulah situasi yang dalam Filsafat Eksistensialisme disebut situasi BATAS.

Dalam kasus wawancara Mama Yasinta Moweind, kita harus katakan dan sekaligus MENGUTUK bahwa di sinilah manipulator sebagai pihak kekuasaan bekerja dengan sangat dingin tetapi mematikan.

Ketika ledakan publik Pesta Babi sudah tidak terkontrol lagi karena borok-borok keserakahan mereka mulai terkuak maka TRITUNGGAL MAHAKUASA harus meredam dengan cara yang dipelajari dari kisah Ular menggoda Hawa di taman firdaus. Halus, tetapi efektif dan mematikan. Dan itulah DARK PAYCHOLOGY.

Gerakan massa untuk nonton bareng, diskusi publik, publikasi secara nasional bahkan sudah go internasional melalui Al Jazeera News dari Qatar dan ABC News Australia sudah mulai mengancam legitimasi proyek raksasa bernama PSN yang bernilai politik untuk terus berkuasa dan meraup kentungan ekonomi.

Untuk membendung tsunami perakan massal Pesta Babi maka butuh narasi tandingan senjata utama pemungkas mereka.

Karena menurut PSIKOLOGI HITAM: Membendung satu aksi massa yang sudah menjalar seperti tsunami dengan memanfaatkan orang dalam untuk membantah semua kebenaran yang diperjuangkannya jauh lebih murah daripada menjawab substansi kehancuran ekologis jutaan hektar tanah adat dan akuntabilitas megaproyek ambisius ini.

Maka integritas Mama Yasinta Moweind, wanita kampung dari hutan Rawa suku Marind sudah dijadikan medan perang propaganda.

Akhirnya: Yang paling tragis dari manipulasi semacam ini adalah martabat korban sering dihancurkan dua kali.

Pertama: ketika tanah dan hutan adat warisan leluhurnya dirampas tanpa ada akuntabilitas dan transparansi. Kedua: ketika kebenaran yang lahir dari kesederhanaan dan keberanian hatinya untuk bersuara diracuni oleh persuasi manipulatif yang memanfaatkan keterbatasannya.

Dan sejarah selalu mencatat dan kita harus ingat dan camkan: para manipulator psikologi hitam mungkin memenangkan ketakutan sesaat atas seorang Mama Yasinta Moweind. Namun mereka para manipulator itu telah meninggalkan luka sosial yang jauh lebih brutal dan panjang daripada umur kekuasaan mereka sendiri, lalu kita dan anak cucu kita khususnya warga Papua harus menanggung akibatnya.

 

  • Penulis: Humberto Verbita
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 299
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    Ruang Rasa: Menikah Itu Indah. Sampai Tamu Pulang dan Lampu Pelaminan Dipadamkan.

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang usianya mungkin lebih tua daripada umur sebagian besar jomlo di negeri ini. “Kapan nikah?” Pertanyaan itu aneh. Ia terdengar seperti doa, tetapi sering kali terasa seperti ancaman. Diucapkan sambil tersenyum, tetapi meninggalkan perasaan seperti baru saja gagal memenuhi target hidup yang ditentukan orang lain. Yang lebih lucu lagi, sebagian orang yang […]

  • Sudut Pandang: Vitalitas dan Krisis Makna Pelecehan Seksual Digital: Analisis Perspektif Harold D. Lasswell

    Sudut Pandang: Vitalitas dan Krisis Makna Pelecehan Seksual Digital: Analisis Perspektif Harold D. Lasswell

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Robertus Pitang
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Oleh: Robertus Pitang, Mahasiswa IFTK Ledalero, Prodi Filsafat Perkembangan media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi secara radikal. Platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok tidak lagi sekadar menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi telah berkembang menjadi ruang produksi opini, emosi, bahkan popularitas. Dalam kondisi tersebut, komunikasi tidak selalu berfungsi sebagai sarana membangun pemahaman sosial, melainkan […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23 Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun: Maksud hati mengunjungi Om Strom, apa daya bertemu Veronika. ROH KUDUS menjadikan kita Strong. Di tengah situasi sedih dan terluka. Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja […]

  • Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 507
    • 6Komentar

    Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12 Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan. Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan. Tor monitor penikmat […]

expand_less