Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang Terancam 

  • account_circle Humberto Verbita
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Humberto Verbita

Diskursus Film Dokumenter PESTA BABI bukan lagi sekedar tayangan tetapi menjadi sebuah movement, suatu gerakan mulai dari para akademisi, talk show saluran TV nasional, lahan edukasi-promosi-monetisasi dari para pegiat sosial media bahkan sampai level masyarakat akar rumput (grass root).

Namun semua gerakan massive ini mendadak terguncang dengan video viral yang berisikan kesaksian Mama Yasinta Moiwend yang BERTOLAK BELAKANG dengan kesaksiannya di Film Dokumenter Pesta Babi dan perjuangannya selama ini untuk menentang program PSN yang sudah meluluhlantakkan kampung halaman, hutan rawa dan tanah adat marganya dari suku Marind di Merauke, Papua Selatan. What the hell is going on?

Fenomena perubahan sikap Yasinta Mowiend dalam kontroversi film dokumenter Pesta Babi dapat dibaca melalui lensa psikologi sosial yang disebut coercive persuasion (persuasi koersif). Apa itu?

Dalam kajian applied psychology (psikologi terapan) populer disebut teknik dark psychology atau PSIKOLOGI HITAM.

Dark Psychology adalah teknik manipulasi psikologis seseorang untuk mengendalikan jalan pikiran, persepsi, rasa takut, dan mengendalikan identitas seseorang. Wawancara itu walaupun masih kontroversial karena masih diduga DEEP FAKE oleh AI (artifisial intelligent) tetapi publik sudah harus tahu bahwa DARK PSYCHOLOGY itu sangat nyata dalam hidup.

Analisis ini berbicara tentang pola dominasi umum antara siapa yang memiliki kekuasaan di satu pihak dan kerentanan manusiawi dari pihak mereka yang berada di bawah tekanan kekuasaan.

Dalam ilmu human behaviour (perilaku manusia) manusia itu bukan makhluk rasional murni. Ketika seseorang hidup dalam tekanan struktural—kemiskinan, usia yang menua, keterbatasan pendidikan, ketergantungan ekonomi, ancaman sosial, rasa takut kehilangan akses hidup—maka sistem psikologinya lebih mudah diguncang dan digiring lalu seterusnya dikuasai.

Mama Yasinta Moiwend, adalah rakyat jelata yang serba kekurangan. Ia bukan seorang terpelajar atau akademisi dengan jaringan perlindungan kuat; ia perempuan kampung Wokegel dari tanah rawa Papua Selatan yang harus berhadapan dengan TRITUNGGAL MAHA KUASA: negara, oligarki, dan aparatus militer bersenjata yang kehadirannya seperti hama, terlihat ada di mana-mana di wilayahnya.

Dalam situasi seperti itu, manipulasi psikologi hitam tidak selalu datang lewat ancaman todongan senjata terang-terangan. Ia bisa hadir lewat rasa takut yang perlahan ditanamkan: “Bagaimana kalau ibu dipenjara?”, “Bagaimana kalau keluarga ibu susah?”, “Bagaimana kalau ibu diperalat?” Teknik ini dikenal dalam psikologi sebagai fear conditioning (rasa takut yang diciptakan oleh yang berkuasa) dan suggestive interrogation—pertanyaan sugesti yang diarahkan oleh manipulator untuk menggiring keraguan dalam ingatan dan keyakinan korban.

Video wawancara yang beredar memperlihatkan pola klasik dalam Dark Psychology yang disebut leading questions: penanya yang adalah manipulator tidak sekadar bertanya, tetapi membentuk jalan pikiran dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada jawaban yang manipulator sudah siapkan.

Orang yang berada di bawah tekanan emosional sering memasuki kondisi cognitive dissonance—konflik antara keyakinan kebenaran lama dan rasa takut baru. Untuk mengurangi tekanan mental itu, seseorang bisa membalikkan pernyataan sebelumnya demi mencari rasa aman psikologis sesaat. Itulah yang dialami Mama Yasinta kalau memang video itu real bukan Deep Fake atau buatan AI. Dan itu manusiawi, karena itulah situasi yang dalam Filsafat Eksistensialisme disebut situasi BATAS.

Dalam kasus wawancara Mama Yasinta Moweind, kita harus katakan dan sekaligus MENGUTUK bahwa di sinilah manipulator sebagai pihak kekuasaan bekerja dengan sangat dingin tetapi mematikan.

Ketika ledakan publik Pesta Babi sudah tidak terkontrol lagi karena borok-borok keserakahan mereka mulai terkuak maka TRITUNGGAL MAHAKUASA harus meredam dengan cara yang dipelajari dari kisah Ular menggoda Hawa di taman firdaus. Halus, tetapi efektif dan mematikan. Dan itulah DARK PAYCHOLOGY.

Gerakan massa untuk nonton bareng, diskusi publik, publikasi secara nasional bahkan sudah go internasional melalui Al Jazeera News dari Qatar dan ABC News Australia sudah mulai mengancam legitimasi proyek raksasa bernama PSN yang bernilai politik untuk terus berkuasa dan meraup kentungan ekonomi.

Untuk membendung tsunami perakan massal Pesta Babi maka butuh narasi tandingan senjata utama pemungkas mereka.

Karena menurut PSIKOLOGI HITAM: Membendung satu aksi massa yang sudah menjalar seperti tsunami dengan memanfaatkan orang dalam untuk membantah semua kebenaran yang diperjuangkannya jauh lebih murah daripada menjawab substansi kehancuran ekologis jutaan hektar tanah adat dan akuntabilitas megaproyek ambisius ini.

Maka integritas Mama Yasinta Moweind, wanita kampung dari hutan Rawa suku Marind sudah dijadikan medan perang propaganda.

Akhirnya: Yang paling tragis dari manipulasi semacam ini adalah martabat korban sering dihancurkan dua kali.

Pertama: ketika tanah dan hutan adat warisan leluhurnya dirampas tanpa ada akuntabilitas dan transparansi. Kedua: ketika kebenaran yang lahir dari kesederhanaan dan keberanian hatinya untuk bersuara diracuni oleh persuasi manipulatif yang memanfaatkan keterbatasannya.

Dan sejarah selalu mencatat dan kita harus ingat dan camkan: para manipulator psikologi hitam mungkin memenangkan ketakutan sesaat atas seorang Mama Yasinta Moweind. Namun mereka para manipulator itu telah meninggalkan luka sosial yang jauh lebih brutal dan panjang daripada umur kekuasaan mereka sendiri, lalu kita dan anak cucu kita khususnya warga Papua harus menanggung akibatnya.

 

  • Penulis: Humberto Verbita
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 328
    • 8Komentar

    PERMEN edisi Sabtu Paskah ke-5 – 09 MEI 2026 – Tuhan dan Remote Control Inspirasi: Kis 16:1-10 ; Yohanes 15:18-21 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Bacaan pertama menggambarkan Paulus yang di dalam benaknya penuh dengan idealisme dan gagasan-gagasan mengenai kerasulan dan perutusan. Mau ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, pokoknya ide cemerlang dan itu sudah […]

  • Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 13
    • 0Komentar

    oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )   PURNAMA Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah akan kujadikan diriku purnama bagimu agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu. Ende, 15 April 2026.   LOLONG Putih […]

  • Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Oleh: Filemon Pandu Wimastha (Seorang calon imam Katolik Keuskupan Agung Ende)  Sebagai calon Imam yang hidup dalam rahim sebuah komunitas homogen, saya perlahan menyadari bahwa tradisi bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan dari masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi adalah kenangan yang menjelma kebiasaan, lalu tumbuh menjadi identitas bersama. […]

  • Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 116
    • 0Komentar

    OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program […]

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 325
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

  • Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Hidup adalah serentetan pengulangan yang kadang memaksa kita harus bertahan pun berserah, bukan menyerah. Entah setelahnya bagaimana manusia bisa melewati semuanya, itu adalah rahasia tersembunyi yang dimiliki oleh masing-masing pribadi. Semesta menawarkan banyak godaan, dilematisme memeluk manusia dengan sungguh. Jatuhkan pilihan sekarang atau kau kehilangan segalanya. Dengan terpaksa, juga buru-buru, tanpa pijak pikir yang matang, […]

expand_less