Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 249
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permen edisi SENIN 5 PASKAH –

04 MEI 2026 –

Katanya Sama Dengan Nyatanya

Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26

Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan Hari Pemadam Kebakaran Internasional (International Firefighters’ Day).

Bersamaan dengan itu, Yesus pun memahami situasi dan kondisi para murid setelah Dia pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi mereka. Sebab itu, Ia tidak akan meninggalkan mereka begitu saja, bagaikan yatim piatu. Upaya untuk mengobati kegalauan hati para murid yang bakal ditinggal Yesus pas sedang sayang-sayangnya, maka Yesus meminta agar Bapa-Nya mengirimkan penolong, Yaitu Roh Kebenaran. Sehingga, Injil yang menginspirasi penikmat permen hari ini sering diberi judul sebagai kata-kata penghiburan Yesus. Kata-kata penghiburan Yesus itu nyata karena kita pun alami sampai saat ini.

Dari Yesus kita belajar bahwa kata-kata penghiburan bukan karena daya puitis atau ada rima-rima nya. Kata yang punya kekuatan apalagi membawa dampak kebahagiaan ialah kata-kata yang dapat diterjemahkan ke dalam kenyataan. Sehingga, katanya sama dengan nyatanya. Penghormatan atas dedikasi pemadam kebakaran (damkar) bukan karena kata-kata mereka yang terangkai dalam motto nya yang beken “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Namun, lebih dari itu penghormatan atas Damkar karena memang mereka berlaku demikian. Mereka menunjukkan keberanian, pengabdian, dan kemanusiaan yang bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain. Dunia pemadam kebakaran adalah dunia yang memang seharusnya menunjukkan katanya sama dengan nyatanya. Kita dapat bayangkan kalau seandainya Damkar seperti teman-teman kita yang ketika ada kebakaran, ditelpon lalu mereka terima laporan dan mereka langsung katakan: On The Way (OTW). Tetapi tunggu punya tunggu, mereka tidak nongol-nongol. Jago merah sudah lahap semua, baru mereka tiba. Nah, itu lah pentingnya katanya harus sama dengan nyatanya.

Hal ini serupa dengan kisah Paulus dan Barnabas sewaktu mereka berjalan ke Listra. Mereka berjalan sambil berbuat baik dengan menyembuhkan orang yang lumpuh. Membuat orang lain berdiri tegak di atas kakinya sendiri. Karya nyata mereka bahkan sampai membuat imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, datang mempersembahkan kurban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Sampai di sini kita dapat melihat bagaimana kekuatan kata-kata harus sampai pada karya nyata.

Penikmat permen pun diminta dalam iman untuk selalu memiliki karakter diri yang katanya sama dengan nyatanya. Semoga kita tidak terjebak dengan kata “bombastis” tetapi kelakuan kita seperti kena bom-bardir, hancur berantakan.

Agar bisa sampai di titik katanya sama dengan nyatanya, maka kita perlu yang namanya Roh Kebenaran. Mintalah selalu Roh Kebenaran itu dari Allah Bapa lewat perantaraan Yesus Kristus. Semoga kita selalu tanya diri, apakah kata-kata saya sudah sejalan dengan kenyataan atau karya nyata? Sadarlah kita ketika kata-kata kita sama dengan kenyataan maka itulah kata-kata penghiburan. Kata yang menjadi nyatanya membuat orang lain dapat berdiri di atas kaki mereka sendiri. Namun, jika sebaliknya, orang lain yang sudah jatuh bisa seperti “butiran debu”, terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr

 

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (3)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih atasan tulisannya yang sangat menyentuh hati dan membuka pikiran,setiap kalimat memiliki makna yang mendalam dan luar biasa,sangat menginspirasi rasanya seperti mendapat energi baru setelah membaca renunga ini.Tetap semangat dan jadikan hari ini kesempatan untuk melakukan yang terbaik dan tetap semangat untuk menuliskan karya-karya selanjutnya.

    Balas4 Mei 2026 12:35 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Pasti Salah Hitung, Masa’ Koperasi Merah Putih Untungnya Cuma Rp78 Ribu

    Sudut Pandang: Pasti Salah Hitung, Masa’ Koperasi Merah Putih Untungnya Cuma Rp78 Ribu

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh: Rosadi Jamani Ketua Satu Pena Kalbar   Lupakan kekalahan Mesir atas Argentina 3-2. Untung menghibur diri, baca cerita Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang bisa mensejahterakan rakyat, ternyata untungnya cuma Rp78 ribu. Ah, yang benar, Bang. Salah hitung kali tu? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Koperasinya ada di Melawai Blok M, Jakarta Selatan. Lokasinya […]

  • Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.   TIGA RINDU Rindu ini tiba – tiba datang Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun Rindu ini […]

  • Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang photo_camera 3

    Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Julianti Nainggolan Parhusip
    • visibility 76
    • 0Komentar

    “Pendidikan nasional seharusnya menimbulkan rasa cinta terhadap kebudayaan dan kebatinan sendiri.” (Ki Hajar Dewantara) Samosir datang dengan cara yang berbeda. Udara terasa lebih lapang, sementara Danau Toba terbentang luas seolah tidak memiliki ujung. Perbukitan mengelilingi pulau dengan tenang, menciptakan pemandangan yang membuat mata ingin tinggal sedikit lebih lama. Di tempat ini, perjalanan rasanya bukan sekadar […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 98
    • 0Komentar

    SMPSK Kotagoa Sport Area tidak hanya dipadati sorak-sorai para pendukung pada ajang Kotagoa Diamond Competition antar Sekolah Dasar yang berlangsung setiap sore hingga malam hari. Ketika matahari kembali menyinari lapangan di pagi dan siang hari, suasana yang sama meriah kembali tercipta. Kali ini, para pelakunya adalah siswa-siswi SMPSK Kotagoa Boawae sendiri melalui kegiatan rutin yang […]

  • Sudut Pandang: Scaloni, Salah, dan Seni Membaca Laga

    Sudut Pandang: Scaloni, Salah, dan Seni Membaca Laga

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Menit ke-67, papan skor menunjukkan Argentina 0, Mesir 2. Lionel Scaloni berdiri kaku di tepi lapangan. Di belakangnya, bangku cadangan Argentina senyap. Di depannya, sebelas pemain Mesir merayakan gol kedua seperti orang yang baru menemukan pintu keluar. Juara bertahan itu sedang dipermalukan oleh tim yang sepanjang laga hanya melepaskan empat tembakan. Kita tahu akhirnya: […]

  • Sudut Pandang: Ka Sinta yang Selalu Ada Untukku

    Sudut Pandang: Ka Sinta yang Selalu Ada Untukku

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Yesi Kristiani
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Oleh: Yesi Kristiani Cerita sederhana tentang seorang kakak yang selalu menjadi bagian penting dalam hidupku. Setiap orang pasti mempunyai seseorang yang berarti dalam hidupnya. Seseorang yang mungkin tidak selalu kita sadari kehadirannya, tetapi selalu ada ketika kita membutuhkannya. Bagiku sosok kakak Sinta sangat berarti dalam setiap perjalanan ku, terutama ketika saya dapat dukungan dari kedua […]

expand_less