Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 229
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permen edisi SENIN 5 PASKAH –

04 MEI 2026 –

Katanya Sama Dengan Nyatanya

Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26

Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan Hari Pemadam Kebakaran Internasional (International Firefighters’ Day).

Bersamaan dengan itu, Yesus pun memahami situasi dan kondisi para murid setelah Dia pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan tempat bagi mereka. Sebab itu, Ia tidak akan meninggalkan mereka begitu saja, bagaikan yatim piatu. Upaya untuk mengobati kegalauan hati para murid yang bakal ditinggal Yesus pas sedang sayang-sayangnya, maka Yesus meminta agar Bapa-Nya mengirimkan penolong, Yaitu Roh Kebenaran. Sehingga, Injil yang menginspirasi penikmat permen hari ini sering diberi judul sebagai kata-kata penghiburan Yesus. Kata-kata penghiburan Yesus itu nyata karena kita pun alami sampai saat ini.

Dari Yesus kita belajar bahwa kata-kata penghiburan bukan karena daya puitis atau ada rima-rima nya. Kata yang punya kekuatan apalagi membawa dampak kebahagiaan ialah kata-kata yang dapat diterjemahkan ke dalam kenyataan. Sehingga, katanya sama dengan nyatanya. Penghormatan atas dedikasi pemadam kebakaran (damkar) bukan karena kata-kata mereka yang terangkai dalam motto nya yang beken “Pantang Pulang Sebelum Padam”. Namun, lebih dari itu penghormatan atas Damkar karena memang mereka berlaku demikian. Mereka menunjukkan keberanian, pengabdian, dan kemanusiaan yang bertaruh nyawa demi menyelamatkan orang lain. Dunia pemadam kebakaran adalah dunia yang memang seharusnya menunjukkan katanya sama dengan nyatanya. Kita dapat bayangkan kalau seandainya Damkar seperti teman-teman kita yang ketika ada kebakaran, ditelpon lalu mereka terima laporan dan mereka langsung katakan: On The Way (OTW). Tetapi tunggu punya tunggu, mereka tidak nongol-nongol. Jago merah sudah lahap semua, baru mereka tiba. Nah, itu lah pentingnya katanya harus sama dengan nyatanya.

Hal ini serupa dengan kisah Paulus dan Barnabas sewaktu mereka berjalan ke Listra. Mereka berjalan sambil berbuat baik dengan menyembuhkan orang yang lumpuh. Membuat orang lain berdiri tegak di atas kakinya sendiri. Karya nyata mereka bahkan sampai membuat imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, datang mempersembahkan kurban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Sampai di sini kita dapat melihat bagaimana kekuatan kata-kata harus sampai pada karya nyata.

Penikmat permen pun diminta dalam iman untuk selalu memiliki karakter diri yang katanya sama dengan nyatanya. Semoga kita tidak terjebak dengan kata “bombastis” tetapi kelakuan kita seperti kena bom-bardir, hancur berantakan.

Agar bisa sampai di titik katanya sama dengan nyatanya, maka kita perlu yang namanya Roh Kebenaran. Mintalah selalu Roh Kebenaran itu dari Allah Bapa lewat perantaraan Yesus Kristus. Semoga kita selalu tanya diri, apakah kata-kata saya sudah sejalan dengan kenyataan atau karya nyata? Sadarlah kita ketika kata-kata kita sama dengan kenyataan maka itulah kata-kata penghiburan. Kata yang menjadi nyatanya membuat orang lain dapat berdiri di atas kaki mereka sendiri. Namun, jika sebaliknya, orang lain yang sudah jatuh bisa seperti “butiran debu”, terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr

 

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (3)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih atasan tulisannya yang sangat menyentuh hati dan membuka pikiran,setiap kalimat memiliki makna yang mendalam dan luar biasa,sangat menginspirasi rasanya seperti mendapat energi baru setelah membaca renunga ini.Tetap semangat dan jadikan hari ini kesempatan untuk melakukan yang terbaik dan tetap semangat untuk menuliskan karya-karya selanjutnya.

    Balas4 Mei 2026 12:35 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 309
    • 2Komentar

    Martha Grimes pernah berkata, “kita tidak tahu siapa diri kita sampai kita melihat apa yang bisa kita lakukan.” Pertama kali membaca kutipan tersebut di sebuah buku yang berjudul Life Lessons yang ditulis oleh para pengarang Chicken Soup For The Soul, ada sesuatu yang mendorong saya untuk segera mengambil tindakan. Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah […]

  • Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun 6:17 Play Button

    Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya. Waktu memang berjalan cepat, apalagi […]

  • 𝐋𝐀𝐌𝐀𝐔𝐑𝐈, 𝐒𝐄𝐁𝐔𝐀𝐇 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋  (𝘾𝙖𝙩𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙇𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙉𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙁𝙞𝙣𝙘𝙚 𝘽𝙖𝙩𝙖𝙤𝙣𝙖)

    𝐋𝐀𝐌𝐀𝐔𝐑𝐈, 𝐒𝐄𝐁𝐔𝐀𝐇 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 (𝘾𝙖𝙩𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙇𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙉𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙁𝙞𝙣𝙘𝙚 𝘽𝙖𝙩𝙖𝙤𝙣𝙖)

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Selasa sampai Jumat yang lalu, saya kunjungi stasi-stasi di pedalaman di paroki kami di Alenquer-Amazon, untuk rayakan misa bersama umat. Pedalaman di sini jauh dari kebisingan, penuh dengan keheningan. Karena itu, saya gunakan kesempatan ini untuk baca karya kedua Kaka Fince Bataona, 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘶𝘳𝘪, ‘istri’ dari 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘧𝘢, karya pertamanya. “Ada 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘧𝘢, maka harus ada 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘶𝘳𝘪 supaya […]

  • Sudut Pandang: Sepuluh Gol dalam Pertandingan yang Katanya Tidak Penting

    Sudut Pandang: Sepuluh Gol dalam Pertandingan yang Katanya Tidak Penting

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pertandingan perebutan tempat ketiga biasanya diperlakukan seperti acara ramah-tamah setelah pemakaman. Dua tim baru saja gagal mencapai final, lalu diminta kembali memakai seragam, berbaris di lorong stadion, dan menunjukkan semangat untuk memperebutkan medali perunggu. Tidak ada anak kecil yang menempelkan poster di kamar sambil berbisik, “Kelak aku ingin finis ketiga.” Prancis dan Inggris tampaknya memahami […]

  • Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 157
    • 2Komentar

    oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )   PURNAMA Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah akan kujadikan diriku purnama bagimu agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu. Ende, 15 April 2026.   LOLONG Putih […]

  • Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Marianus Lako
    • visibility 164
    • 2Komentar

    Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan Apa itu sebuah kerinduan? Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka? Apa itu kerelaan? Kalau tentang melepas tapi masih melekat Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan Meo 2026 Gagasan Kesepian Apa pernah […]

expand_less