Breaking News
light_mode
Trending Tags

Haru dan Syukur Warnai Kelulusan Siswa Kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Boawae, 2 Juni 2026– Suasana penuh haru dan syukur mewarnai acara pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan orang tua siswa menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak sekolah atas keberhasilan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang membantu siswa mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kreativitas.

Sebagai orang tua, ia berbagi pengalaman pribadi yang membekas dalam ingatannya. Pada tahun 2024, putranya mendapat kepercayaan menjadi komandan upacara dalam kegiatan Pramuka setelah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat itu, sebagai orang tua, ia mengaku diliputi rasa khawatir karena merasa kemampuan dirinya sendiri bahkan tidak sebaik yang ditunjukkan oleh anaknya. Namun ketika kegiatan berlangsung, ia menyaksikan putranya mampu menjalankan tugas dengan baik dan penuh percaya diri.

“Pengalaman kecil itu membuat saya menyadari bahwa anak-anak memiliki kemampuan yang sering kali belum kita lihat sepenuhnya. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, bimbingan, dan kepercayaan untuk menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki,” ungkapnya.

Mewakili seluruh orang tua siswa kelas IX, ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kelulusan putra-putri mereka. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja keras para siswa, tetapi juga buah dari bimbingan, kesabaran, dan dedikasi para guru yang selama ini mendidik mereka.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, para guru, wali kelas, serta seluruh tenaga kependidikan yang telah membimbing, mengajar, dan mendidik siswa dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

“Terima kasih atas ilmu pengetahuan, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan yang telah ditanamkan kepada anak-anak kami. Segala pengorbanan, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan akan selalu kami kenang dan menjadi bagian penting dalam perjalanan masa depan mereka,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan apabila selama proses pendidikan terdapat sikap, perkataan, maupun tindakan dari para siswa yang kurang berkenan. Permohonan maaf juga disampaikan apabila selama ini terdapat kekeliruan dari pihak orang tua dalam menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sekolah.

Kepada para siswa yang telah dinyatakan lulus, ia berpesan agar menjadikan kelulusan ini sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Ia mengingatkan agar mereka terus belajar, berjuang, menjaga nama baik keluarga dan almamater, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada SMPSK Kotagoa Boawae yang telah memasuki usia ke-75 tahun. Harapannya, sekolah tersebut terus berkembang dan tetap menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan berprestasi.

“Selamat kepada seluruh siswa kelas IX yang telah lulus. Semoga keberhasilan hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih gemilang. Dan untuk SMPSK Kotagoa Boawae, teruslah menjadi rumah pendidikan yang membentuk generasi penerus bangsa yang unggul dan membanggakan,” pungkasnya. (mataleza)

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 127
    • 0Komentar

    8 Juni 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang layak dikenang dalam perjalanan pendidikan di Boawae. Sore itu, Kotagoa Sport Area tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lapangan itu berubah menjadi panggung harapan, tempat lahirnya keberanian, kerja keras, dan mimpi-mimpi besar anak-anak. Sebanyak 27 tim dari berbagai Sekolah Dasar siap bertarung dalam cabang olahraga voli […]

  • Ruang Rasa: Pohon Mangga

    Ruang Rasa: Pohon Mangga

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Saya belum berjalan lagi ke beberapa sawah yang dulu begitu akrab dengan masa kecil saya: Pomaboa, Lodo Au, Lodo Wawo, dan Balejawa. Entah sudah berapa lama saya tidak menyusuri jalan-jalan kecil itu. Jalan tanah yang dulu saya kenal tanpa perlu berpikir, pematang sawah yang bisa saya lewati dengan langkah-langkah kecil, dan sudut-sudut tempat kami biasa […]

  • Ruang Rasa: Suara Anak yang Tak Pernah Didengar

    Ruang Rasa: Suara Anak yang Tak Pernah Didengar

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Katharina Tasik Busa
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Aku tidak ingat bagaimana rasanya tumbuh dalam pelukan ayah dan ibu setiap hari. Sejak kecil, aku dibesarkan oleh opa dan oma dari pihak ayah. Dari merekalah aku mengenal arti rumah, kasih sayang, dan perjuangan. Mereka memberiku makan, menyekolahkanku, dan berusaha memenuhi kebutuhanku. Untuk semua itu, aku sungguh bersyukur. Namun, di balik rasa syukur itu, ada […]

  • Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Wima Wimastha
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Oleh: Frater Wima Wimastha adalah Frater tingkat III di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, keuskupan Agung Ende dan mahasiswa semester 6 di Institute Filsafat katolik dan Kreatif ledalero(IFTK).   Di era digital, informasi tidak lagi bergerak seperti arus sungai yang tenang dan searah. Ia menyerupai ombak yang terus memecah, berbalik, dan membentuk pantai-pantai baru […]

  • Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    Beny K. Harman: Pesta Babi yang Menakutkan?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Beny K. Harman
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Oleh: Benny K. Harman Ketika aparat bergerak cepat membubarkan diskusi dan melarang pemutaran film Pesta Babi, Kolonialisme di Jaman Kita, sebuah pesan benderang sedang dikirimkan oleh penguasa kepada rakyatnya: kalian boleh hidup di negara ini, tapi kalian tidak boleh berpikir. Pelarangan massal terhadap film ini bukan sekadar tindakan sensor birokratis yang kolot. Ini adalah ekspresi ketakutan […]

  • JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Emil E Wakei
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Oleh: Emil E Wakei (Dewan Jalanan)  Jangan caci-maki Mama Yasinta Moiwend. Jgn rubah konflik vertikal menjadi konflik horizontal antara sesama kita yang sama-sama terjepit. Siapa Mama Yasinta? Mama Yasinta adalah bagian dari masyarakat kecil. Hidupnya hanya di kampung dan hutan-hutan adat di Merauke. Pagi ke kebun, sore pulang bawa sagu. Tanah bagi Mama bukan sertifikat. […]

expand_less