Breaking News
light_mode
Trending Tags

Haru dan Syukur Warnai Kelulusan Siswa Kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 243
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Boawae, 2 Juni 2026– Suasana penuh haru dan syukur mewarnai acara pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan orang tua siswa menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak sekolah atas keberhasilan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang membantu siswa mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kreativitas.

Sebagai orang tua, ia berbagi pengalaman pribadi yang membekas dalam ingatannya. Pada tahun 2024, putranya mendapat kepercayaan menjadi komandan upacara dalam kegiatan Pramuka setelah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat itu, sebagai orang tua, ia mengaku diliputi rasa khawatir karena merasa kemampuan dirinya sendiri bahkan tidak sebaik yang ditunjukkan oleh anaknya. Namun ketika kegiatan berlangsung, ia menyaksikan putranya mampu menjalankan tugas dengan baik dan penuh percaya diri.

“Pengalaman kecil itu membuat saya menyadari bahwa anak-anak memiliki kemampuan yang sering kali belum kita lihat sepenuhnya. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, bimbingan, dan kepercayaan untuk menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki,” ungkapnya.

Mewakili seluruh orang tua siswa kelas IX, ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kelulusan putra-putri mereka. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja keras para siswa, tetapi juga buah dari bimbingan, kesabaran, dan dedikasi para guru yang selama ini mendidik mereka.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, para guru, wali kelas, serta seluruh tenaga kependidikan yang telah membimbing, mengajar, dan mendidik siswa dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

“Terima kasih atas ilmu pengetahuan, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan yang telah ditanamkan kepada anak-anak kami. Segala pengorbanan, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan akan selalu kami kenang dan menjadi bagian penting dalam perjalanan masa depan mereka,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan apabila selama proses pendidikan terdapat sikap, perkataan, maupun tindakan dari para siswa yang kurang berkenan. Permohonan maaf juga disampaikan apabila selama ini terdapat kekeliruan dari pihak orang tua dalam menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sekolah.

Kepada para siswa yang telah dinyatakan lulus, ia berpesan agar menjadikan kelulusan ini sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Ia mengingatkan agar mereka terus belajar, berjuang, menjaga nama baik keluarga dan almamater, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada SMPSK Kotagoa Boawae yang telah memasuki usia ke-75 tahun. Harapannya, sekolah tersebut terus berkembang dan tetap menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan berprestasi.

“Selamat kepada seluruh siswa kelas IX yang telah lulus. Semoga keberhasilan hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih gemilang. Dan untuk SMPSK Kotagoa Boawae, teruslah menjadi rumah pendidikan yang membentuk generasi penerus bangsa yang unggul dan membanggakan,” pungkasnya. (mataleza)

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Dr. Made Supriatma
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Made Supriatma, Peneliti masalah Sosial dan Politik (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Matinya Altruisme? Serangan terhadap film dokumenter Pesta Babi datang dari semua arah. Kemarin, beredar video Mama Yasinta yang mengatakan dia tidak mengijinkan video dirinya dipakai dalam dokumenter ini. Seperti yang dikatakan oleh dua sutradara film ini, kita […]

  • Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang, luka yang paling dalam justru datang dari orang-orang yang paling dekat dengan kita. Dari rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, kadang muncul perlakuan yang membuat seseorang merasa tidak dihargai atau dianggap berbeda. Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah komentar di salah satu tulisan yang […]

  • Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    Kotagoa Diamond Competition: Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menumbuhkan Mimpi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 94
    • 0Komentar

    8 Juni 2026 akan menjadi salah satu tanggal yang layak dikenang dalam perjalanan pendidikan di Boawae. Sore itu, Kotagoa Sport Area tidak sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Lapangan itu berubah menjadi panggung harapan, tempat lahirnya keberanian, kerja keras, dan mimpi-mimpi besar anak-anak. Sebanyak 27 tim dari berbagai Sekolah Dasar siap bertarung dalam cabang olahraga voli […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SMPSK Kotagoa Sport Area tidak hanya dipadati sorak-sorai para pendukung pada ajang Kotagoa Diamond Competition antar Sekolah Dasar yang berlangsung setiap sore hingga malam hari. Ketika matahari kembali menyinari lapangan di pagi dan siang hari, suasana yang sama meriah kembali tercipta. Kali ini, para pelakunya adalah siswa-siswi SMPSK Kotagoa Boawae sendiri melalui kegiatan rutin yang […]

  • Ruang Rasa: Apakah Aku Bertahan karena Cinta, atau Hanya karena Takut Memulai Kembali?

    Ruang Rasa: Apakah Aku Bertahan karena Cinta, atau Hanya karena Takut Memulai Kembali?

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Oleh: Fian N “Lama bersama belum tentu berakhir di pelaminan.” Kita mungkin pernah mendengar ungkapan itu diucapkan dalam berbagai kesempatan. Ada yang menyampaikannya sebagai nasihat, ada pula yang mengatakannya dengan nada getir setelah mengalami sendiri pahitnya perpisahan. Karena terlalu sering terdengar, kalimat itu terkadang dianggap sebagai ungkapan biasa. Padahal, bagi sebagian orang, ia lahir dari pengalaman […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

expand_less