Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

  • account_circle Alvarez Keupung
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.

 

TIGA RINDU

Rindu ini tiba – tiba datang
Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam
Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi
Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun
Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun

Rindu ini pun tiba – tiba bersua
Untuk ibu, aku begitu gelisah pada kata miliknya tak bersahutan lagi
Diamnya kali ini begitu lengang melewati hari-hari yang masih berdetak
Tak lagi bersuara seperti yang sudah-sudah
Ibu, biarkan aku sejenak bertanya: alamat mana kita nanti berjumpa ?

Rindu ini pun tiba lagi
Untukmu kakanda, aku hanya ingin memastikan apakah senyum itu masih ada
Entah mengapa sepiku begitu menusuk
Tak ada lagi cerita dan diskusi kita yang begitu mengalir
Kanda, peluk rinduku erat-erat
Agar tak pernah jadi luka abadi yang kutanggung sendiri

Bagimu semua, tiga rindu ini adalah doa yang menggetarkan mata batin Tuhan kita.

Ende, 8 Mei 2026.

ROH

Kalau engkau adalah angin
Berhembuslah saja dengan sepoimu

Kalau engkau adalah api
Menyalahlah saja dengan hangatmu

Kalau engkau adalah merpati
Kepaklah saja dengan sayapmu

Datanglah mengunjungi jiwaku yang bertepi
Tempat merangkul segala darimu.

Ende, 8 Mei 2026.

MENULIS DIRI

Aku tak mau gelisah membeku di ujung sukma
Maka yang semula adalah kata kutulis di sini
Tentang aku : “yang adalah apa yang aku pikirkan”

Mula-mula aku menulis diri di atas helai hati sendiri
Kemudian berjumpa dengan apa yang paling abadi, yang namanya waktu

Aku memburu sepi di ruang-ruang keramaian
Membahasakan tubuhku, membahasakan jiwaku, membahasakan rasaku, membahasakan kehendakku, membahasakan adaku

Sesudah menjelajahi segala dengan kata
Lalu kualamatkan kepada lubuk semesta:
Puisi ini seibarat keromantisan yang paling intim
Lebih mahal dari mentari yang dirindui pada musim hujan.

Ende, 8 Mei 2026.

JEJAK

Tuhan,
Aku bingung di sini
Pada gelapnya hidup ini

Ingin kutuntun diriku
Dengan rupa-rupa langkah, entah berapa hitungan

Jawablah saja Tuhan
Dengan cahaya manakah aku pastikan ada yang sebegitu dekat menemaniku

Mungkinkah Kau, tak berkesudahan menggendong jejakku dalam segala kegembiraanku, pun dalam segala sedihku.

Ende, 8 Mei 2026.

SEPI YANG BERISIK

Angin datang sepagi ini
Merayu dedaunan untuk bercinta sejenak
Mungkin sekadar canda
Agar datangnya tidak sia-sia

Sepi ini pun menjelma berisik
Entahlah mau berkabar kepada siapa
Sedang di balik jendela, aku melihat dedaunan “berdansa” merayakan pesta cinta

Aku pun tak seberuntung mujur
Sepi ini sebegitu berisik.

Ende, 8 Mei 2026.

  • Penulis: Alvarez Keupung
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DEKONSTRUKSI NARASI KORBAN: KRITIK ATAS BIAS MASKULIN DAN OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM ARTIKEL “DILEMA LAKI-LAKI DI BALIK TUNTUTAN BELIS” KARYA AGUSTINUS S. SASMITA

    DEKONSTRUKSI NARASI KORBAN: KRITIK ATAS BIAS MASKULIN DAN OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM ARTIKEL “DILEMA LAKI-LAKI DI BALIK TUNTUTAN BELIS” KARYA AGUSTINUS S. SASMITA

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Alvianus Tay
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada kesempatan pertama, penulis mengapresiasi tulisan yang berjudul “Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis” karya Agustinus S. Sasmita. Agustinus mencoba membaca situasi yang sedang terjadi di NTT dengan kacamata yang tajam dan cukup menggugah eksistensi budaya belis. Tulisan ini juga menawarkan sebuah potret nyata yang melankolis mengenai “beban laki-laki NTT” dalam menghadapi ritual perkawinan […]

  • Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 238
    • 2Komentar

    Martha Grimes pernah berkata, “kita tidak tahu siapa diri kita sampai kita melihat apa yang bisa kita lakukan.” Pertama kali membaca kutipan tersebut di sebuah buku yang berjudul Life Lessons yang ditulis oleh para pengarang Chicken Soup For The Soul, ada sesuatu yang mendorong saya untuk segera mengambil tindakan. Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah […]

  • KEBANGKITAN SASTRA DI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI DIALOG SASTRAWAN KE RUANG IMAJINATIF

    KEBANGKITAN SASTRA DI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI DIALOG SASTRAWAN KE RUANG IMAJINATIF

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Mataleza
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Begitu tenang, membaca sastra adalah menakar keikhlasan. Ikhlas menimbang keadaan berdasakan elemen bahasa yang harus dipahami melalui ruang analisis itu. Hal ini jelas terlihat dan terdengar, ketika orang-orang begitu tabah melipat bahasa sastra ke dalam ruang teduh yang selalu menguji pemahaman. Hal ini senada dengan hasil proses kreatif yang ditunjukkan penulis sastra dan sastrawan Nusa […]

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 234
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 170
    • 3Komentar

    Permen edisi SENIN 5 PASKAH – 04 MEI 2026 – Katanya Sama Dengan Nyatanya Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26 Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan […]

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 298
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

expand_less