Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

  • account_circle Alvarez Keupung
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.

 

TIGA RINDU

Rindu ini tiba – tiba datang
Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam
Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi
Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun
Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun

Rindu ini pun tiba – tiba bersua
Untuk ibu, aku begitu gelisah pada kata miliknya tak bersahutan lagi
Diamnya kali ini begitu lengang melewati hari-hari yang masih berdetak
Tak lagi bersuara seperti yang sudah-sudah
Ibu, biarkan aku sejenak bertanya: alamat mana kita nanti berjumpa ?

Rindu ini pun tiba lagi
Untukmu kakanda, aku hanya ingin memastikan apakah senyum itu masih ada
Entah mengapa sepiku begitu menusuk
Tak ada lagi cerita dan diskusi kita yang begitu mengalir
Kanda, peluk rinduku erat-erat
Agar tak pernah jadi luka abadi yang kutanggung sendiri

Bagimu semua, tiga rindu ini adalah doa yang menggetarkan mata batin Tuhan kita.

Ende, 8 Mei 2026.

ROH

Kalau engkau adalah angin
Berhembuslah saja dengan sepoimu

Kalau engkau adalah api
Menyalahlah saja dengan hangatmu

Kalau engkau adalah merpati
Kepaklah saja dengan sayapmu

Datanglah mengunjungi jiwaku yang bertepi
Tempat merangkul segala darimu.

Ende, 8 Mei 2026.

MENULIS DIRI

Aku tak mau gelisah membeku di ujung sukma
Maka yang semula adalah kata kutulis di sini
Tentang aku : “yang adalah apa yang aku pikirkan”

Mula-mula aku menulis diri di atas helai hati sendiri
Kemudian berjumpa dengan apa yang paling abadi, yang namanya waktu

Aku memburu sepi di ruang-ruang keramaian
Membahasakan tubuhku, membahasakan jiwaku, membahasakan rasaku, membahasakan kehendakku, membahasakan adaku

Sesudah menjelajahi segala dengan kata
Lalu kualamatkan kepada lubuk semesta:
Puisi ini seibarat keromantisan yang paling intim
Lebih mahal dari mentari yang dirindui pada musim hujan.

Ende, 8 Mei 2026.

JEJAK

Tuhan,
Aku bingung di sini
Pada gelapnya hidup ini

Ingin kutuntun diriku
Dengan rupa-rupa langkah, entah berapa hitungan

Jawablah saja Tuhan
Dengan cahaya manakah aku pastikan ada yang sebegitu dekat menemaniku

Mungkinkah Kau, tak berkesudahan menggendong jejakku dalam segala kegembiraanku, pun dalam segala sedihku.

Ende, 8 Mei 2026.

SEPI YANG BERISIK

Angin datang sepagi ini
Merayu dedaunan untuk bercinta sejenak
Mungkin sekadar canda
Agar datangnya tidak sia-sia

Sepi ini pun menjelma berisik
Entahlah mau berkabar kepada siapa
Sedang di balik jendela, aku melihat dedaunan “berdansa” merayakan pesta cinta

Aku pun tak seberuntung mujur
Sepi ini sebegitu berisik.

Ende, 8 Mei 2026.

  • Penulis: Alvarez Keupung
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Maria Makdalena
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Doa Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu. Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit. Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah […]

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 376
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 412
    • 8Komentar

    PERMEN edisi Sabtu Paskah ke-5 – 09 MEI 2026 – Tuhan dan Remote Control Inspirasi: Kis 16:1-10 ; Yohanes 15:18-21 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Bacaan pertama menggambarkan Paulus yang di dalam benaknya penuh dengan idealisme dan gagasan-gagasan mengenai kerasulan dan perutusan. Mau ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, pokoknya ide cemerlang dan itu sudah […]

  • Sudut Pandang: Pasti Salah Hitung, Masa’ Koperasi Merah Putih Untungnya Cuma Rp78 Ribu

    Sudut Pandang: Pasti Salah Hitung, Masa’ Koperasi Merah Putih Untungnya Cuma Rp78 Ribu

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh: Rosadi Jamani Ketua Satu Pena Kalbar   Lupakan kekalahan Mesir atas Argentina 3-2. Untung menghibur diri, baca cerita Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang bisa mensejahterakan rakyat, ternyata untungnya cuma Rp78 ribu. Ah, yang benar, Bang. Salah hitung kali tu? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Koperasinya ada di Melawai Blok M, Jakarta Selatan. Lokasinya […]

  • Ruang Rasa: Aku Anak yang Tidak Pernah Dipilih

    Ruang Rasa: Aku Anak yang Tidak Pernah Dipilih

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Halo, teman-teman. Apa kabar? Salam jumpa lagi bersama saya di Ruang Rasa. Pada kesempatan ini saya akan berbagi sebuah tulisan yang saya kembangkan dari salah satu postingan di Facebook. Sebelum teman-teman membaca tulisan di bawah ini lebih lanjut, perlu saya sampaikan bahwa tulisan ini murni hanyalah respon atas postingan tersebut. Mungkin saja di luar sana […]

  • Sudut Pandang: Di Bawah Terik Matahari, Ia Menanam Harapan

    Sudut Pandang: Di Bawah Terik Matahari, Ia Menanam Harapan

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Melinda Kristy Setyarini
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh: Melinda Kristy Setyarini Pagi belum sepenuhnya terang ketika bapakku sudah memulai harinya. Saat sebagian orang masih menikmati sisa tidur atau bersiap dengan pakaian rapi sebelum berangkat bekerja, bapak sudah lebih dahulu sibuk di peternakan bebek. Ada bebek-bebek yang harus diurus dan pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Setelah semuanya selesai, langkahnya berlanjut menuju sawah. Dari […]

expand_less