Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: Pasti Salah Hitung, Masa’ Koperasi Merah Putih Untungnya Cuma Rp78 Ribu

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rosadi Jamani

Ketua Satu Pena Kalbar

 

Lupakan kekalahan Mesir atas Argentina 3-2. Untung menghibur diri, baca cerita Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang bisa mensejahterakan rakyat, ternyata untungnya cuma Rp78 ribu. Ah, yang benar, Bang. Salah hitung kali tu? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Koperasinya ada di Melawai Blok M, Jakarta Selatan. Lokasinya strategis. Orang lalu-lalang seperti semut ketumpahan gula. Harusnya duit mengalir deras. Kenyataannya, di luar ekspektasi. Setelah enam bulan berjuang jungkir balik, keuntungan koperasi itu cuma Rp78 ribu. Iya, benar. Delapan tujuh? Bukan. Tujuh puluh delapan ribu rupiah. Nominal kalau dipakai nongkrong di Blok M, mungkin baru cukup beli kopi, parkir, lalu pulang sambil menahan lapar.

Ketuanya, Paiman, sampai bingung tujuh keliling. Cari anggota susahnya minta ampun. Padahal koperasi berdiri di kawasan komersial. Orang lewat ribuan setiap hari. Tapi yang masuk lebih banyak nanya, “Mas, numpang cas HP boleh?”

Lalu datanglah rombongan Agrinas ke NTT dengan aura seperti penasihat ekonomi dari galaksi lain. Dengan wajah penuh keyakinan, mereka mengeluarkan jurus pamungkas.

“Kalau ada 400 kepala keluarga belanja Rp1 juta per bulan, omset koperasi langsung Rp400 juta.” Semua mengangguk. “Setahun berarti Rp4,8 miliar.”

Luar biasa! Rumus ini begitu sakti sampai kalkulator Casio mendadak minta pensiun dini. Kalau teori semudah itu, kemiskinan tinggal disuruh minggir. Warren Buffett mungkin langsung daftar jadi anggota koperasi desa. Elon Musk pun bisa saja batal ke Mars dan memilih buka cabang di NTT.

Sementara angka miliaran beterbangan di udara, para pegawai koperasi tetap bekerja gotong royong tanpa gaji. Mereka mengandalkan semangat nasionalisme, doa ibu, dan mungkin kopi sachet hasil patungan. Yang menerima gaji? Manajernya. Dibayar Agrinas. Beginilah gotong royong edisi premium. Yang satu gotong. Yang lain menikmati royong.

Kalau untung, semua senang. Kalau rugi? Ya rugi rame-rame. Demokratis sekali.

Belum selesai. Menteri Desa, Yandri kemudian tampil bak motivator seminar pukul delapan pagi. “80% keuntungan kembali kepada rakyat. Dua puluh persen untuk PADes.”

Netizen langsung menatap layar dengan ekspresi seperti habis melihat ikan lele terbang. “Lho… untungnya saja belum nongol.”

Ini seperti membagi bonus juara dunia sebelum lolos penyisihan grup. Atau menghitung cucu sebelum menikah. Optimisme level dewa memang tidak membutuhkan bantuan logika.

Bagian paling epik justru datang dari pelatihan calon manajer koperasi. Entah siapa penulis skenarionya, mereka sempat digembleng ala tentara. Baris-berbaris. Push-up. Lari. Disiplin. Siaga. Seolah-olah besok pagi mereka akan menyerbu benteng musuh. Padahal mereka hanya menjaga koperasi.

Bayangkan suasananya.

“Mie instan tinggal lima dus!”

“Siap! Merayap!”

“Harga bawang naik!”

“Push-up lima puluh!”

“Minyak goreng datang!”

“Hormat… grak!”

Ironisnya, pelatihan itu sampai memakan korban. Setelah itu konsepnya langsung diubah menjadi Pembekalan Bela Negara yang lebih humanis. Durasi cukup dua minggu. Mungkin dianggap sudah cukup untuk menghadapi musuh paling berbahaya di koperasi, pelanggan yang bilang, “Utang dulu ya.”

Program ini memang penuh kejutan. Modal pas-pasan. Pegawai sukarela. Manajer rasa komando. Target omset miliaran. Menteri optimistis. Semua dibungkus dengan mantra paling sakti di republik ini, gotong royong.

Kalau untung, gotong royong. Kalau rugi, gotong royong. Kalau belum jalan, gotong royong. Kalau masih seret, gotong royong sambil senyum.

Di negara lain koperasi dihitung pakai neraca keuangan. Di sini kadang dihitung pakai semangat, pidato, dan rumus optimisme. Siapa tahu besok laba benar-benar datang. Kalau belum juga, tenang saja. Tinggal buat target lebih besar. Syukur-syukur tahun depan bukan lagi Rp4,8 miliar. Langsung tembus triliunan. Toh bermimpi masih gratis, sementara keuntungan Rp78 ribu sudah berhasil membuktikan, kenyataan kadang punya selera humor yang jauh lebih ganas daripada stand-up comedy.

“Itu koperasi di tengah kota. Gimana yang di atas gunung, di kuburan, di tengah sawah, dekat hutan, apakah untung lebih besar, Bang?”

“Ente jangan meragukan gitu. Manajernya sudah digembleng ala militer, pasti buntung, eh salah, pasti untung besar, wak.” Ups.

#camanewak

#jurnalismeyangmenyapa

#JY

  • Penulis: Rosadi Jamani
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MONIKA DI UJUNG NASIB

    MONIKA DI UJUNG NASIB

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Ando Sola
    • visibility 377
    • 2Komentar

    “Semua mereka melihatku seperti selembar rupiah yang bisa ditukar dengan kehormatan” Pada simpang tiga ujung desa Watu Ngadha, sekelompok anak kompleks duduk lingkar memainkan gitar tua. Mereka menyayikan lagu-lagu nostalgia, sambil menepuk dada dan mengerutkan dahinya. Mereka tenggelam pada setiap syair yang dinyanyikan. Aku tahu mereka sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Terdengar beberapa lagu yang […]

  • 𝐋𝐀𝐌𝐀𝐔𝐑𝐈, 𝐒𝐄𝐁𝐔𝐀𝐇 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋  (𝘾𝙖𝙩𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙇𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙉𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙁𝙞𝙣𝙘𝙚 𝘽𝙖𝙩𝙖𝙤𝙣𝙖)

    𝐋𝐀𝐌𝐀𝐔𝐑𝐈, 𝐒𝐄𝐁𝐔𝐀𝐇 𝐍𝐎𝐕𝐄𝐋 (𝘾𝙖𝙩𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙇𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙉𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙁𝙞𝙣𝙘𝙚 𝘽𝙖𝙩𝙖𝙤𝙣𝙖)

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Selasa sampai Jumat yang lalu, saya kunjungi stasi-stasi di pedalaman di paroki kami di Alenquer-Amazon, untuk rayakan misa bersama umat. Pedalaman di sini jauh dari kebisingan, penuh dengan keheningan. Karena itu, saya gunakan kesempatan ini untuk baca karya kedua Kaka Fince Bataona, 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘶𝘳𝘪, ‘istri’ dari 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘧𝘢, karya pertamanya. “Ada 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘧𝘢, maka harus ada 𝘓𝘢𝘮𝘢𝘶𝘳𝘪 supaya […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • 32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah

    32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Mertin Lusi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Ngada – Sebanyak 32 siswa baru SMAN 1 Jerebuu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, jurnalistik, dan penulisan karya tulis ilmiah. MPLS yang berlangsung setiap hari mulai pukul […]

  • Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Publikasi Politeknik St. Wilhelmus Boawae
    • visibility 186
    • 0Komentar

    NAGEKEO, 30 Maret 2026 – Politeknik St. Wilhelmus (PSW) mempertegas komitmennya dalam pembangunan masyarakat berbasis vokasi melalui kegiatan panen perdana wortel organik di Desa Lajawajo, Kabupaten Nagekeo, Senin (30/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Vokasi Desa melalui pembuatan kebun percontohan (demplot) hortikultura di lahan milik desa. Sebagai desa binaan PSW, Desa Lajawajo menjadi […]

  • Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

    Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 242
    • 1Komentar

    Lara Aku tak bermaksud menggodamu, aku hanya tak ingin mengabaikan kehadiran seseorang yang tidak sengaja aku temukan di ujung jalan. Salahkah aku, bila aku menuliskan cerita itu pada serangkai huruf menjelma kata, katakan saja. Jujur saja kamu itu bak fajar di pagi, hadir selalu dini dan pergi tanpa sepata kata Aku tahu bahwa kehadiranmu bukan […]

expand_less