Breaking News
light_mode
Trending Tags

๐—ก๐—ข๐—ฉ๐—˜๐—Ÿ ๐— ๐—”๐—›๐—”๐—ฅ ๐—š๐—”๐——๐—œ๐—ก๐—š ๐—ง๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—› ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—•๐—œ๐—ง, ๐—ฃ๐—œ๐—ข๐—ก ๐—ฅ๐—”๐—ง๐—จ๐—Ÿ๐—ข๐—Ÿ๐—Ÿ๐—ฌ ๐—จ๐—ฆ๐—จ๐—ก๐—š ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—•๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ ๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—›๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—ง

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Novel Mahar Gading telah resmi dipublikasikan pada Kamis (02/07/2026). Novel ini ditulis oleh Pion Ratulolly yang merupakan nama pena dari Muhammad Soleh Kadir.

Novel ini berisi kisah asmara antara Arakian Sabon Ama dan Mutiara Belaon Bur’an. Kisah asmara keduanya harus berbenturan dengan tuntutan adat berupa mahar gading. Di sinilah pergulatan kisah keduanya mengalami konflik yang bertubi-tubi.

Novel setebal 410 halaman ini tidak hanya berisi kisah romantisme. Tapi juga berisi pengetahuan tentang sistem perkawinan di Lamaholot, khususnya mahar gadis Lamaholot berupa gading. Selain itu, ada juga sejarah kemunculan gading sebagai mahar. Serta, nilai-nilai moral di balik gading sebagai mahar. Ada juga tentang dampak positif dan negatif mahar gading terhadap pasangan suami istri pasca menikah.

Agnetis Da Noa, seorang kolega pendidik, menyebut mahar gading di buku ini bukan sekadar latar. Tapi merupakan masalah utama yang menggerakkan napas cerita. Demikianlah, sebuah isu lokal dikemas dengan begitu apik oleh penulis yang merupakan guru pada SMPN 1 Adonara Timur ini.

Menurut Pion, dalam prakata buku ini, dirinya tidak menulis dari ruang hampa. Benih ceritanya tumbuh sejak 2017. Ia baru merajut naskah ini dari 2023 sampai 2026 ini. Selama tiga tahun berturut-turut ini dirinya menulis pada setiap bulan Ramadhan.

โ€œNovel ini adalah sebuah gugatan terhadap rasa kemanusiaan yang perlahan bergeser,โ€ tulis Prof. Simon Sabon Ola dalam prolognya. Guru Besar Undana itu menilai karya ini sukses mengurai kebuntuan cara pandang tentang cinta, adat, dan agama yang kerap dianggap bertolak belakang.

Sementara bagi jurnalis Yurgo Purab, novel ini adalah asupan bergizi yang menarik pembaca dari hiruk-pikuk menuju takzim. Gaya penulisannya pun unik. Kalimatnya pendek-pendek. Bernas. Tidak bertele-tele. Penulis Djafar Doel AH memuji penggunaan metafora yang begitu teliti dan menggugah kesadaran. Pion memang sengaja menyajikan narasi yang lincah agar pembaca bisa meresapi setiap konflik tanpa kehilangan napas.

Di balik kisah cinta tokoh utamanya, Ara dan Muti, terselip pesan transformasi budaya. Ony Tukan dari Simpasio Institute melihat buku ini sebagai ruang diskusi untuk mendaur ulang nilai tradisi agar tetap relevan di zaman modern.
Kini, Mahar Gading telah siap menghuni rak buku Anda. Ia hadir untuk mengingatkan kita semua. Bahwa ketaatan pada adat dan kesalehan agama bisa berjalan beriringan jika ditopang keikhlasan cinta.

โ€œNovel ini mengajarkan kepada kita bahwa sehitam apapun masa lalumu, masa depanmu masih terlalu putih,โ€ pungkas penyair Ary Toekan dalam endorsement-nya. Sebuah undangan bagi siapa saja untuk kembali pulang ke akar identitas, lewat sebatang gading yang melegenda.

Bagi Anda yang berminat untuk membaca keseluruhan isi buku ini, silakan memesan melalui bagian promosi. Nomor kontak resminya 0852-3916-3535. Atau, dapat menghubungi langsung penulis melalui Facebook Muhammad Soleh Kadir.

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 376
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    KRISIS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN INDONESIA YANG MASIH TERABAIKAN

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Noyaldista Lisan
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh: Noyaldista Lisan Npm : 25201051 Kelas:2025B Program Studi: Keperawatan   Kesehatan reproduksi wanita merupakan salah satu aspek penting yang sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai di masyarakat. Padahal, kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seorang wanita untuk memiliki keturunan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi. […]

  • Sudut Pandang: Di Antara Cinta dan Perjuangan, Kisah Pierre Tandean

    Sudut Pandang: Di Antara Cinta dan Perjuangan, Kisah Pierre Tandean

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Patricius Aldi
    • visibility 142
    • 2Komentar

    Oleh: Patricius Aldi, Mahasiswa Universitas Sanata Dharma ย  โ€œCintaย yangย sudahย sampaiย padaย tahapย palingย dekatย denganย bahagia,ย hanyaย untukย direnggutย olehย satuย malamย kelamย dalamย sejarahย bangsa.โ€ Rencana hidup terkadang tidak sesuai ekspetasi kita. Begitu pula dengan pernikahan, ada yang pernikahannya batal karena hati yang berubah, dan ada yang batal karena maut datang memisahkan seperti kisah Pierre Tendean dan tunangannya. Pierre Andries Tendean lahir di Jakarta, 21 Februari 1939, putra seorang dokter berdarah […]

  • Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 357
    • 2Komentar

    PENGAKUAN Gebby, katakan kita orang berdosaโ€” bukan untuk mengadili, melainkan untuk meletakkan batu-batu luka di altar yang sama. Namamu gugur di kertas sunyi seperti hujan yang menyingkap rahasia tanah; aku menulis, lalu mengakui kebodohanku, mengumpulkan sisa-sisa kata yang terluka. Di matamu, kutemukan langit yang lain, yang merengkuh semua kesalahan, menyulapnya jadi debu yang lambat jatuh […]

  • Ruang Rasa: Perempuan yang Diajari Bertahan

    Ruang Rasa: Perempuan yang Diajari Bertahan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 218
    • 6Komentar

    Sebelum teman-teman mataleza.com lanjutkan membaca keseluruhan tulisan berikut ini, perlu saya sampaikan bahwa, tidak semua laki-laki demikian, tetapi pengalaman perempuan yang mengalami manipulasi adalah kenyataan yang tidak boleh diperkecil atau diabaikan. Luka mereka nyata. Selamat membaca! *** Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah pesan dari seorang teman. Ia perempuan, tinggal jauh di seberang. Jarak memisahkan […]

  • PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 238
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 – 07 MEI 2026 – Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani. Kasih […]

expand_less