Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: Pasti Salah Hitung, Masa’ Koperasi Merah Putih Untungnya Cuma Rp78 Ribu

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rosadi Jamani

Ketua Satu Pena Kalbar

 

Lupakan kekalahan Mesir atas Argentina 3-2. Untung menghibur diri, baca cerita Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang bisa mensejahterakan rakyat, ternyata untungnya cuma Rp78 ribu. Ah, yang benar, Bang. Salah hitung kali tu? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Koperasinya ada di Melawai Blok M, Jakarta Selatan. Lokasinya strategis. Orang lalu-lalang seperti semut ketumpahan gula. Harusnya duit mengalir deras. Kenyataannya, di luar ekspektasi. Setelah enam bulan berjuang jungkir balik, keuntungan koperasi itu cuma Rp78 ribu. Iya, benar. Delapan tujuh? Bukan. Tujuh puluh delapan ribu rupiah. Nominal kalau dipakai nongkrong di Blok M, mungkin baru cukup beli kopi, parkir, lalu pulang sambil menahan lapar.

Ketuanya, Paiman, sampai bingung tujuh keliling. Cari anggota susahnya minta ampun. Padahal koperasi berdiri di kawasan komersial. Orang lewat ribuan setiap hari. Tapi yang masuk lebih banyak nanya, “Mas, numpang cas HP boleh?”

Lalu datanglah rombongan Agrinas ke NTT dengan aura seperti penasihat ekonomi dari galaksi lain. Dengan wajah penuh keyakinan, mereka mengeluarkan jurus pamungkas.

“Kalau ada 400 kepala keluarga belanja Rp1 juta per bulan, omset koperasi langsung Rp400 juta.” Semua mengangguk. “Setahun berarti Rp4,8 miliar.”

Luar biasa! Rumus ini begitu sakti sampai kalkulator Casio mendadak minta pensiun dini. Kalau teori semudah itu, kemiskinan tinggal disuruh minggir. Warren Buffett mungkin langsung daftar jadi anggota koperasi desa. Elon Musk pun bisa saja batal ke Mars dan memilih buka cabang di NTT.

Sementara angka miliaran beterbangan di udara, para pegawai koperasi tetap bekerja gotong royong tanpa gaji. Mereka mengandalkan semangat nasionalisme, doa ibu, dan mungkin kopi sachet hasil patungan. Yang menerima gaji? Manajernya. Dibayar Agrinas. Beginilah gotong royong edisi premium. Yang satu gotong. Yang lain menikmati royong.

Kalau untung, semua senang. Kalau rugi? Ya rugi rame-rame. Demokratis sekali.

Belum selesai. Menteri Desa, Yandri kemudian tampil bak motivator seminar pukul delapan pagi. “80% keuntungan kembali kepada rakyat. Dua puluh persen untuk PADes.”

Netizen langsung menatap layar dengan ekspresi seperti habis melihat ikan lele terbang. “Lho… untungnya saja belum nongol.”

Ini seperti membagi bonus juara dunia sebelum lolos penyisihan grup. Atau menghitung cucu sebelum menikah. Optimisme level dewa memang tidak membutuhkan bantuan logika.

Bagian paling epik justru datang dari pelatihan calon manajer koperasi. Entah siapa penulis skenarionya, mereka sempat digembleng ala tentara. Baris-berbaris. Push-up. Lari. Disiplin. Siaga. Seolah-olah besok pagi mereka akan menyerbu benteng musuh. Padahal mereka hanya menjaga koperasi.

Bayangkan suasananya.

“Mie instan tinggal lima dus!”

“Siap! Merayap!”

“Harga bawang naik!”

“Push-up lima puluh!”

“Minyak goreng datang!”

“Hormat… grak!”

Ironisnya, pelatihan itu sampai memakan korban. Setelah itu konsepnya langsung diubah menjadi Pembekalan Bela Negara yang lebih humanis. Durasi cukup dua minggu. Mungkin dianggap sudah cukup untuk menghadapi musuh paling berbahaya di koperasi, pelanggan yang bilang, “Utang dulu ya.”

Program ini memang penuh kejutan. Modal pas-pasan. Pegawai sukarela. Manajer rasa komando. Target omset miliaran. Menteri optimistis. Semua dibungkus dengan mantra paling sakti di republik ini, gotong royong.

Kalau untung, gotong royong. Kalau rugi, gotong royong. Kalau belum jalan, gotong royong. Kalau masih seret, gotong royong sambil senyum.

Di negara lain koperasi dihitung pakai neraca keuangan. Di sini kadang dihitung pakai semangat, pidato, dan rumus optimisme. Siapa tahu besok laba benar-benar datang. Kalau belum juga, tenang saja. Tinggal buat target lebih besar. Syukur-syukur tahun depan bukan lagi Rp4,8 miliar. Langsung tembus triliunan. Toh bermimpi masih gratis, sementara keuntungan Rp78 ribu sudah berhasil membuktikan, kenyataan kadang punya selera humor yang jauh lebih ganas daripada stand-up comedy.

“Itu koperasi di tengah kota. Gimana yang di atas gunung, di kuburan, di tengah sawah, dekat hutan, apakah untung lebih besar, Bang?”

“Ente jangan meragukan gitu. Manajernya sudah digembleng ala militer, pasti buntung, eh salah, pasti untung besar, wak.” Ups.

#camanewak

#jurnalismeyangmenyapa

#JY

  • Penulis: Rosadi Jamani
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 231
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 – 07 MEI 2026 – Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani. Kasih […]

  • Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Resentator Buku Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Tepat, 2015. Saya masuk Jakarta untuk studi master di Unas Jakarta Selatan, beberapa bulan kemudian berkunjung ke salah satu toko buku di Jakarta Timur: Gramedia Matraman. Tujuan ke sana untuk belanja buku-buku politik, karena studi master saya ilmu politik. Ketika keliling di […]

  • Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang  Terancam 

    Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang Terancam 

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Humberto Verbita
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Oleh: Humberto Verbita Diskursus Film Dokumenter PESTA BABI bukan lagi sekedar tayangan tetapi menjadi sebuah movement, suatu gerakan mulai dari para akademisi, talk show saluran TV nasional, lahan edukasi-promosi-monetisasi dari para pegiat sosial media bahkan sampai level masyarakat akar rumput (grass root). Namun semua gerakan massive ini mendadak terguncang dengan video viral yang berisikan kesaksian […]

  • Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Harsandi Pratama Putra
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Kepada Rindu Bernama Kenangan Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian. 2026 Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan Aku ingin reda Dari luka […]

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 360
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    SMPSK Kotagoa Boawae Class Meeting: Ketika Setiap Anak Mendapat Kesempatan untuk Bersinar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 95
    • 0Komentar

    SMPSK Kotagoa Sport Area tidak hanya dipadati sorak-sorai para pendukung pada ajang Kotagoa Diamond Competition antar Sekolah Dasar yang berlangsung setiap sore hingga malam hari. Ketika matahari kembali menyinari lapangan di pagi dan siang hari, suasana yang sama meriah kembali tercipta. Kali ini, para pelakunya adalah siswa-siswi SMPSK Kotagoa Boawae sendiri melalui kegiatan rutin yang […]

expand_less