Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

  • account_circle Maiton Gurik
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Maiton Gurik, Resentator Buku

Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini

Tepat, 2015. Saya masuk Jakarta untuk studi master di Unas Jakarta Selatan, beberapa bulan kemudian berkunjung ke salah satu toko buku di Jakarta Timur: Gramedia Matraman. Tujuan ke sana untuk belanja buku-buku politik, karena studi master saya ilmu politik. Ketika keliling di setiap rak-rak buku, saya jumpai salah satu buku sejarah dengan judul yang bagi saya penasaran dan sangat menantang, tidak banyak pikir, saya langsung membeli bukunya.

Buku dengan judul aslinya “The Secret History of the World”, terjemahannya; ‘Sejarah Dunia Yang Disembunyikan’ ini, buku sejarah rangkaian peristiwa yang telah tercatat denagn jelas, objektif, dan dapat dipertanggung jawabkan, seolah-olah apa yang tertulis di dalam buku ini satu-satunya kebenaran yang mutlak. Namun, Jonathan Black melalui bukunya menyuguhkan pandangan yang sama sekali berbeda dan menantang pemikiran konvensional tersebut. Buku ini bukan sekadar catatan sejarah biasa, melainkan sebuah karya yang berusaha mengungkapkan sisi sejarah yang dianggap tersembunyi, jarang dibahas, atau bahkan sengaja diabaikan dalam narasi sejarah arus utama. Melalui pendekatan yang menggabungkan penelitian sejarah, mitos, legenda, hingga pandangan spiritual dan mistis, penulis mengajak kita untuk melihat kembali perjalanan sejarah manusia dari sudut pandang yang baru, yang mungkin selama ini luput dari perhatian.

Buku ini menjadi salah satu karya yang cukup populer dan mengundang berbagai reaksi dari masyarakat pembaca maupun kalangan akademis. Di satu sisi, banyak pembaca merasa terbuka wawasannya dan tertarik dengan perspektif baru yang ditawarkan. Di sisi lain, buku ini juga menuai kritik dan keraguan terkait keakuratan data serta cara penulis menyajikan informasi.

Buku ini membahas perjalanan sejarah manusia mulai dari zaman pra-sejarah, peradaban kuno, masa pertengahan, zaman penemuan, hingga masa modern. Namun, cara pandang yang digunakan oleh penulis sangat berbeda dengan buku sejarah pada umumnya. Black tidak hanya membahas peristiwa politik, perang, atau ekonomi yang biasa dijadikan fokus utama dalam buku sejarah, tetapi juga memasukkan unsur-unsur mistis, spiritual, organisasi rahasia, simbolisme, dan pengaruh kekuatan tak kasat mata yang dianggap berperan penting dalam membentuk jalannya sejarah.

Penulis memulai membahas dengan menelusuri asal-usul manusia dan peradaban pertama. Ia mengaitkan kisah-kisah mitos dari berbagai belahan dunia, seperti mitos Mesir kuno, Yunani, Babilonia, hingga tradisi lisan masyarakat adat, sebagai sumber informasi sejarah yang memiliki makna tersirat. Menurutnya, mitos bukan sekadar cerita khayalan belaka, melainkan cara nenek moyang kita menyampaikan pengetahuan, kebijaksanaan, dan pengalaman yang mendalam tentang kehidupan dan alam semesta. Sebagai contoh, penulis membahas tentang keberadaan peradaban-peradaban kuno yang dianggap sangat maju dalam pengetahuan astronomi, arsitektur, dan spiritualitas, yang menurutnya memiliki hubungan dengan kekuatan atau pengetahuan yang bersifat gaib.

Selain itu, buku ini juga membahas peran organisasi atau kelompok rahasia yang dianggap memiliki pengaruh besar dalam jalannya sejarah dunia. Penulis menyebutkan berbagai kelompok seperti kaum Gnostik, Templar, Freemason, hingga kelompok -kelompok esoterik lainnya, serta mengaitkan peran mereka dalam peristiwa-peristiwa penting seperti Revolusi Prancis, Perang Dunia, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa modern. Menurut pandangan yang disajikan dalam buku ini, kelompok-kelompok tersebut memiliki tujuan dan rencana tersembunyi yang berusaha mereka wujudkan melalui kekuasaan dan pengaruh yang mereka miliki.

Dalam membahas masa modern, Black menyoroti bagaimana pengetahuan kuno dan pandangan spiritual tersebut masih memengaruhi berbagai aspek kehidupan saat ini, mulai dari seni, sastra, arsitektur, hingga kebijakan politik dan ekonomi. Ia juga membahas tentang bagaimana pengetahuan tersebut sering kali disembunyikan atau diubah maknanya oleh pihak-pihak tertentu agar tidak diketahui oleh masyarakat luas. Penulis berusaha menunjukkan adanya benang merah yang menghubungkan berbagai peristiwa sejarah yang tampak terpisah menjadi satu rangkaian cerita besar tentang perjalanan manusia dalam mencari pengetahuan dan makna kehidupan.

Jonathan Black menyajikan bukunya dengan gaya bahasa yang mengalir, mudah dipahami, dan mampu menarik perhatian pembaca dari awal hingga akhir. Ia tidak menggunakan bahasa akademis yang kaku dan berat, sehingga buku ini dapat dibaca oleh berbagai kalangan pembaca, baik yang memiliki latar belakang sejarah maupun yang tidak. Penulis juga menyusun cerita dengan cara yang dramatis, seolah-olah sedang menceritakan sebuah novel atau kisah misteri, sehingga membuat pembaca penasaran untuk terus membaca halaman demi halaman.

Namun, di sisi lain, gaya penyajian yang dilakukan penulis juga menimbulkan beberapa catatan. Penulis menggabungkan fakta sejarah yang telah terbukti dengan teori, dugaan, dan spekulasi yang belum tentu kebenarannya. Ia juga mengaitkan peristiwa-peristiwa sejarah yang tampak tidak berhubungan satu sama lain dengan alasan yang terasa dipaksakan. Selain itu, dalam banyak bagian buku, penulis tidak menyertakan sumber referensi yang jelas atau bukti-bukti yang kuat untuk mendukung pendapatnya, sehingga sulit bagi pembaca untuk membedakan antara fakta sejarah yang valid dan interpretasi pribadi penulis.

Hal ini membuat buku ini terlihat lebih seperti karya sastra yang berisi interpretasi pribadi penulis terhadap sejarah, daripada buku sejarah ilmiah yang disusun berdasarkan penelitian yang ketat. Bagi pembaca yang kurang berhati-hati atau kurang memiliki pengetahuan sejarah yang cukup, hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman atau penerimaan informasi yang belum tentu benar sebagai kebenaran mutlak.

Salah satu kelebihan terbesar dari buku ini adalah kemampuannya untuk memicu pemikiran kritis dan rasa ingin tahu pembaca tentang sejarah dunia. Buku ini berhasil membuka wawasan pembaca bahwa sejarah tidak selalu sesederhana apa yang tertulis di buku teks, dan masih banyak sisi sejarah yang mungkin belum terungkap atau belum dipahami dengan baik. Penulis juga berhasil mengumpulkan berbagai kisah, mitos, dan informasi dari berbagai budaya dan zaman, sehingga memberikan pandangan yang luas dan beragam tentang sejarah manusia.

Selain itu, buku ini juga memberikan perspektif yang unik tentang hubungan antara spiritualitas, mistis, dan perkembangan sejarah manusia. Dalam banyak buku sejarah, unsur-unsur tersebut sering kali diabaikan atau dianggap tidak penting, namun dalam buku ini, penulis menunjukkan bahwa hal tersebut memiliki peran yang tidak bisa diabaikan dalam membentuk pola pikir, budaya, dan tindakan manusia sepanjang sejarah. Hal ini memberikan pandangan yang lebih utuh dan manusiawi dalam memandang sejarah, yang tidak hanya melihat aspek materiil tetapi juga aspek non-materiil.

Dari segi penyajian, buku ini sangat menarik dan tdk membosankan. Penulis mampu menyajikan materi yang berat dan rumit menjadi cerita yang mudah dicerna dan menyenangkan untuk dibaca. Hal ini membuat buku ini cocok dijadikan bahan bacaan bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan tentang sejarah dengan cara yang berbeda.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, buku ini juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan kritik. Kritik utama terhadap buku ini adalah kurangnya keakuratan dan keobjektifan dalam penyajian informasi. Banyak sejarawan dan peneliti menganggap bahwa teori-teori yang disajikan dalam buku ini lebih banyak didasarkan pada dugaan, spekulasi, dan interpretasi pribadi penulis daripada bukti sejarah yang kuat dan valid. Beberapa informasi yang disajikan juga dianggap sudah usang atau terbukti salah berdasarkan penelitian terbaru, namun tetap dimuat dalam buku ini.

Selain itu, cara penulis menghubungkan berbagai peristiwa sejarah yang berbeda dianggap terlalu sederhana atau berlebihan. Penulis seolah-olah ingin membuktikan bahwa semua peristiwa sejarah memiliki satu benang merah atau rencana tersembunyi yang sama, padahal dalam kenyataannya, sejarah adalah hasil dari berbagai faktor yang saling berinteraksi dengan cara yang sangat kompleks dan sulit untuk disederhanakan. Hal ini bisa membuat pembaca memiliki pandangan yang terlalu sederhana atau keliru tentang sejarah dunia.

Kritik lainnya adalah kurangnya keseimbangan dalam penyajian pandangan. Penulis cenderung menekankan pandangannya sendiri dan kurang memuat pandangan atau pendapat lain yang berbeda, sehingga membuat buku ini terasa sepihak. Selain itu, kurangnya catatan kaki atau daftar pustaka yang lengkap juga menjadi kelemahan tersendiri, karena membuat pembaca sulit untuk memverifikasi informasi yang disajikan atau mencari sumber informasi lebih lanjut.

Secara keseluruhan, Sejarah Dunia yang Disembunyikan karya Jonathan Black adalah buku yang, menarik, dan mengundang banyak perdebatan. Buku ini menawarkan perspektif baru yang berbeda dari buku sejarah konvensional dan mampu memicu pemikiran kritis serta rasa ingin tahu pembaca tentang sejarah dunia. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk melihat kembali sejarah dari berbagai sudut pandang, termasuk unsur-unsur spiritualitas dan mistis yang sering kali diabaikan.

Namun, pembaca juga perlu menyikapi buku ini dengan bijak dan kritis. Buku ini sebaiknya dianggap sebagai salah satu interpretasi atau pandangan pribadi penulis terhadap sejarah, bukan sebagai kebenaran mutlak yg harus diterima begitu saja. Pembaca disarankan untuk membandingkan informasi yang disajikan dalam buku ini dengan sumber informasi lainnya yang terpercaya dan melakukan penelitian sendiri agar bisa mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap dan akurat tentang sejarah dunia.

Bagi anda yang bosan dengan buku sejarah yang monoton dan ingin mencoba melihat sejarah dari sudut pandang yang berbeda, buku ini bisa menjadi pilihan bacaan yang menarik. Namun, bagi anda yang mencari buku sejarah yang murni ilmiah dan berdasarkan bukti yang kuat, buku ini mungkin kurang cocok untuk dibaca. Apa pun itu, buku ini tetap menjadi salah satu karya yang layak dibaca dan diperbincangkan karena kemampuannya untuk memicu diskusi dan pemikiran baru tentang sejarah manusia. Semoga!

Saya sudah pernah baca 3 X tapi kini masih baca ulang-ulang, anda kapan bacanya?

Salam Literasi!

Jprx ( Waena), 21 Mei 2026

 

  • Penulis: Maiton Gurik
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    PERMEN: Bekerja Sama dan Sama-sama Bekerja, Renungan Harian Katolik 05 Mei 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 292
    • 2Komentar

    PERMEN edisi Selasa 5 Paskah – 05 MEI 2026 –  Bekerja Sama dan Sama-Sama Bekerja Inspirasi: Kis 14:19-28 ; Yohanes 14:27-31a Paulus dan Barnabas buat sesuatu yang membuka mata hati penikmat Permen akan pentingnya bekerja dalam tim. Yah, dalam perjalanan misi pewartaan, keduanya mengangkat para penatua jemaat untuk memimpin jemaat kristiani yang mereka dirikan. Mereka […]

  • Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 461
    • 2Komentar

    Dalam karyanya “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Yuval Hoah Harari mengatakan “jika masa depan umat manusia diputuskan tanpa melibatkan anda, kerena anda sibuk memberi makan dan memakaikan pakaian anak anda, tetap saja anda dan anak anda tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Ini memang sungguh tidak adil, tetapi siapa bilang sejarah itu adil?” (Harari, 2023). Namun […]

  • Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.   TIGA RINDU Rindu ini tiba – tiba datang Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun Rindu ini […]

  • DI BALIK GELAS KEMASAN MANIS GEN Z, ANCAMAN DIABETES DI TENGAH KECANDUAN MINUMAN MURAH 

    DI BALIK GELAS KEMASAN MANIS GEN Z, ANCAMAN DIABETES DI TENGAH KECANDUAN MINUMAN MURAH 

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Viktoria Eyen
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Oleh: Viktoria Eyen Npm:25201043 Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Keperawatan Indonesia hari ini menghadapi masalah kencing manis atau diabetes sangat mengkhawatirkan , apakah anda pernah melihat antrian di gerai minuman kekinian manapun di kota-kota besar pada siang hari. Hampir pasti yang mengantri didominasi anak muda, pelajar, mahasiswa dan pekerja muda yang rela menunggu belasan menit demi […]

  • PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 200
    • 3Komentar

    Permen edisi SENIN 5 PASKAH – 04 MEI 2026 – Katanya Sama Dengan Nyatanya Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26 Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan […]

  • Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 233
    • 2Komentar

    PENGAKUAN Gebby, katakan kita orang berdosa— bukan untuk mengadili, melainkan untuk meletakkan batu-batu luka di altar yang sama. Namamu gugur di kertas sunyi seperti hujan yang menyingkap rahasia tanah; aku menulis, lalu mengakui kebodohanku, mengumpulkan sisa-sisa kata yang terluka. Di matamu, kutemukan langit yang lain, yang merengkuh semua kesalahan, menyulapnya jadi debu yang lambat jatuh […]

expand_less