Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

  • account_circle Filemon Pandu Wimastha
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tuhan dan Puan Sedang Online

Kucumbui minggu dijantung rindu

Ada sehelai cemburu yang gugur

Di dinding yang tak bercentang biru hanya dua garis abu-abu

yang muram yang begitu setia menunggu di bukit setia.

 

Aku tahu,

Mungkin kau sedang memulung harimu

Dalam kesibukan

Hingga serentetan pesanku kau abaikan.

Minggu yang kucumbui kali ini begitu rapuh,

Tanpa bayang-bayang pesanmu

Aku memutuskan untuk mengirim pesan puisi

Di hari minggu

Dan kutemui ternyata Tuhan dan Puan sedang online di sana.

 

Kopi dan kenangan kita di Masa lalu

Kita sama-sama membuka baju, aku membuka pengerat,

yang menopang dadamu.

Tanganmu, melingkari leherku. Meninggalkan jejak,

kecupan yang rayu.

Kau masih di sini, di antara uap yang menua

bersama napas.

Barangkali cinta, seperti kopi di malam hari: selalu hangat dan ingat.

 

Tak Semua Harus Tentang Kita

Kita pernah menjadi semacam  berita kecil

Di sudut pantai

Di baca oleh  angin

Lalu dilupakan Oleh hujan

 

Aku ingin memelukmu

Namun dunia menuntut perhatian

Dari mereka yang tak punya suara

Maaf, cintaku tidak setuli itu

Aku tak sanggup memuja sepasang mata

Sementara ribuan pasang lain

Di paksa menunduk

 

Cintamu hangat

Namun lebih hangat lagi

Amarah ibu-ibu di pasar

Yang menawar hidup

Dengan suara parau  dan mata merah.

 

Aku lelah merangkai puisi

Tentang cemburu dan rindu

Sementara keadilan dan kemakmuran hanya berpihak

Bagi mereka yang berkuasa.

 

Jika aku diam saat kau berbicara

tentang masa depan kita

Bukan karena aku tak cinta

Namun aku hanya sedang berpikir

Bahwa pelukan tak selalu cukup

Untuk menutup bunyi perut yang kosong

 

Tak semua harus tentang kita

Kadang rindu harus menyingkir sebentar

Memberi jalan untuk mereka yang

Mencintai hidup

Tanpa pernah dicintai dunia

Jika kau masih mau tinggal

Tinggallah, bukan hanya di dadaku

Tapi di sisi mereka yang lemah

Dan mereka yang dilupakan oleh negara.

 

Cinta dan kebahagiaan

Cinta itu tanda bahwa kau pernah  menjadi istimewa dan

bukan tanda bahwa kau pernah bahagia.

 

Tentang Jalan

Tuhan, jika ini rindu,

Biarlah ia menjadi jalan sunyi

Yang membawaku semakin dekat

Kepada-Mu.

 

Filemon Pandu Wimastha, yang akrab disapa Wima Wimastha, lahir di Boawae, Nagekeo, pada 13 Maret 2003. Ia merupakan seorang calon Imam Projo Keuskupan Agung Ende yang sedang menapaki jalan panggilan hidupnya dengan kesetiaan dan ketekunan. Sejak masa pendidikan di Seminari Toda Belu Mataloko, ia telah dibentuk dalam disiplin, doa, dan kehidupan persaudaraan yang menjadi dasar panggilannya.

Saat ini, Wima melanjutkan studi di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, sambil menjalani masa formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret. Di sana, ia tidak hanya mengembangkan intelektualitasnya melalui filsafat, tetapi juga memperdalam kehidupan batin dan spiritualitasnya.

Selain dunia akademik dan pembinaan, Wima juga aktif dalam bidang seni, khususnya teater dan sastra. Ia dipercaya sebagai Ketua Kelompok Minat Teater Tanya periode 2025/2026, sebuah ruang kreatif yang menjadi wadah ekspresi dan refleksi kehidupan. Ia juga mencintai puisi serta menjadikannya sebagai medium kontemplasi. Di samping itu, ia menikmati olahraga sepak bola sebagai bagian dari keseimbangan hidupnya.

Sebagai pribadi, Wima dikenal sederhana, reflektif, dan mendalam. Ia memadukan kehidupan doa, pemikiran filsafat, dan ekspresi seni sebagai cara untuk memahami makna hidup, manusia, dan panggilan imamat yang sedang ia jalani.

 

  • Penulis: Filemon Pandu Wimastha
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 174
    • 4Komentar

    Apa yang paling kau takuti saat bertemu teman-teman lama? Ini pertanyaan pembuka yang saya coba ajukan untuk diri sendiri sebagai pemberi stimulus. Tujuannya adalah agar saya bisa menulisnya sampai tuntas! Tepatnya tidak ke luar dari ide besar yang sudah didapatakan melalui judul di atas. Senin, 09 Desember 2024 tepat di jam 17:27 saya ditelepon oleh […]

  • Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

    Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 237
    • 1Komentar

    suka sibuk pagi-pagi sekali di hari minggu, kami ke gereja. seperti orang-orang, kami berpakaian rapi. sebelum keluar pintu rumah, pastikan semua dalam keadaan siap, batin maupun pakaian. di pintu masuk gereja, semua mata mencari sumber bunyi kaki. lihat atas-bawah. di dalam gereja, ekaristi sebentar lagi mulai. masih ada yang sibuk menilai. sebentar sambut hosti, bikin […]

  • Sudut Pandang: Pasal Karet, Pembungkaman Mulut:  Tanggapan Kritis terhadap KUHP Baru dalam Perspektif Teori Komunikasi Lasswell

    Sudut Pandang: Pasal Karet, Pembungkaman Mulut: Tanggapan Kritis terhadap KUHP Baru dalam Perspektif Teori Komunikasi Lasswell

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Kristoforus Mage
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Kristoforus Mage, Mahasiswa semester 6, IFTK Ledalero. Undang-undang menjadi landasan konstruktif perpolitikan. Politik tanpa undang-undang dalam sebuah negara tidak lain adalah gejolak untuk menguasai dan dikuasai. Demikian halnya yang terjadi di Indonesia kini: begitu terpampang jelas bahwa undang-undang tidak didefinisikan secara tegas tentang apa yang dilarang, seolah hukum bukan lagi sebagai pagar pelindung, melainkan senjata […]

  • Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

    Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Yeremias Laba Lein
    • visibility 319
    • 4Komentar

    TAK INGIN SEDANGKAL ITU Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu sedangkan mencintaimu saja aku harus menyelam sedalam-dalamnya lautan asmaramu, berenang seluas-luasnya samudra di hatimu, dan melewati pasang surutnya air matamu   Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu sebab aku ingin berlayar sejauh mungkin di lautan asmaramu, menjala cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin […]

  • Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sepak bola bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol lebih banyak, melainkan tentang menjunjung tinggi spirit fair play. Laga krusial semifinal Liga 4 Nasional yang mempertemukan Pesik Kuningan dan PSN Ngada di Stadion Sriwedari, Solo, pada Rabu (8/7), seharusnya menjadi panggung pembuktian taktik dan talenta. Namun sayang seribu sayang, sorotan utama justru bergeser dari aksi […]

  • Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Perjalanan SMPSK Kotagoa Boawae dalam mengikuti Turnamen SMATER NDAO CUP merupakan bagian dari proses pembinaan yang panjang, terencana, dan berkesinambungan. Keikutsertaan dalam ajang ini tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya untuk meraih kemenangan dalam waktu singkat, melainkan sebagai sarana strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dari aspek keterampilan, karakter, maupun mentalitas bertanding. Sekolah […]

expand_less