Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 238
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 –

07 MEI 2026 –

Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi

Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani.

Kasih dapat menjadi landasan dan mampu membuat kita hidup dalam komunitas. Sehingga ada benarnya bahwa penatua-penatua Jemaat di Yerusalem tidak ‘srek’, merasa terganggu, merasa tidak ‘worth it’ misalnya orang itu harus dipisahkan antara bersunat dan tidak bersunat. Persaudaraan dalam Kristus harus melampaui itu semua.

Allah yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima semua orang tanpa kecuali, tanpa meng-kotak-kotak-kan, yang bersunat ataukah yang tidak bersunat. Kasih menjadikan para penatua berdiskusi dengan saling mendengarkan pendapat satu sama lain secara sabar dengan pikiran yang jernih dan hati yang bening. Sehingga, kasih-lah yang menjadikan komunikasi lancar dan menjadi komunitas yang besar, yah komunitas Kristiani yang menerima orang lain apa adanya, tidak persoalkan bersunat atau tidak bersunat. Maka dalam iman kita percaya bahwa kasih bukan perasaan semata, tetapi tindakan nyata dan konsisten dalam relasi baik dengan sesama.

Dengan demikian tidak heran, dari kasih lahirnya komunitas suami-istri, yang buah kasih mereka menjadi komunitas ayah, ibu, dan anak. Kasih membuat orang dengan tulus berkomunikasi satu sama lain. Ketulusan komunikasi itu yang menumbuhkan benih-benih cinta, yang mengikat satu sama lain dalam kenyamanan relasi sehingga terjadilah keluarga atau komunitas. Sehingga, jangan katakan komunitas keluarga kalau tidak ada komunikasi.

Rumah tangga yang api kasih-nya padam pasti tidak ada kehangatan komunikasi. Istri yang sudah terlanjur kecewa dengan suami yang selalu merasa superior, pasti akan memilih “berelasi dengan dingin” dan berkomunikasi yang minim. Kalau sudah di titik ini maka harapan terbentuknya komunitas seperti kucing tumbuh tanduk, mustahil.

Anak-anak yang terlanjur kecewa dengan orang tua yang lemah dalam mendengarkan mereka tetapi kuat dalam men-judge mereka, pasti akan memilih tutup pintu kamar, mengurung diri di kamar, pasang earphone, main game, dari pada dengarkan kata-kata yang mengkerdilkan mental. Yah, bagian dari menutup hati kepada orang tua. Hilang kasih, hilang komunikasi makanya komunitas menjadi jauh panggang dari api.

Nah, karena itu, milikilah kasih suci itu. Yesus tahu bahwa Allah Bapa mengasihi-Nya, maka Dia pun mengasihi Bapa-Nya. Berlandaskan kasih, Yesus mendengarkan sungguh kehendak Bapa-Nya dan bahkan sampai taat.  Kasih menjadikan orang untuk bertahan dalam mendengarkan, menjadikan orang sabar, sehingga tidak lekas berbicara sampai-sampai menghakimi orang lain. Sehingga Yesus kita sedemikian memahami sesama-Nya dan mau berkomunikasi dengan sesama-Nya sehingga terwujudlah komunitas. Bentuk tertinggi dari tinggal dalam Kasih Tuhan adalah mau menjadi pribadi yang inklusif, yang bisa menerima setiap orang apa adanya bukan ada apanya.

Hari ini kita peringati Hari Asma Sedunia. Mari, jadilah orang Katolik yang menghayati nama Katolik dengan spiritualitas kasih kepada mereka yang menderita Asma. Kalau selama ini kita hidup dengan orang asma dan merasa terganggu dengan penyakit mereka, maka coba dipikirkan lagi, sudahkah kita mempunyai kasih? Ketika kita tidak dapat memahami dan mengerti keadaan orang lain, maka komunikasi sudah mandek, sedang mandek, dan akan mandek. Maka, jangan harapkan ada komunitas pecinta dan pemerhati orang sakit (asma). Sudah pahamkan sejauh ini? (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

  • Hyasinta Mi

    Komunitas yang sejati bukan hanya tentang kita datang untuk berkumpul-kumpul tetapi bagaimana kita saling mendengakan dengan kasih.Komunikasi yang sehat adalah jembatan yang menghubungkan hati bukan sekedar bertukar informasi,melainkan komunikasi itu akan sejalan dengan kasih agar kita bisa berdialog,menerima perbedaan dan menyelesaikan segala hal yang terjadi baik dilingkungan keluarga,umat basis maupun di lingkungan dimana kita bekerja
    Sesuai dengan renungan hari ini yang bertema Kasih tidak ada komunitas tampa komunikasi .
    Terima kasih sudah membagi renungan hari ini yang mengingatkan saya begitu pentingnya komunikasi akan menjadi tempat yang hanyat ketika setiap anggotanya berkomitmen untuk berkomunikasi secara jujur dansaling saling menghargai satu sama lainnya.Sekali lagi terima kasih dan semoga sukses selalu dalam karya-karya selanjutnya.

    Balas7 Mei 2026 1:37 pm
  • Adi Tandi

    Selamat hari Asma bagi Semua orang Penderita Asma,,,Bersama Yesus semua Penyakit akan di sembuhkannya🙏🙏🙏

    Balas7 Mei 2026 10:01 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Resentator Buku Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Tepat, 2015. Saya masuk Jakarta untuk studi master di Unas Jakarta Selatan, beberapa bulan kemudian berkunjung ke salah satu toko buku di Jakarta Timur: Gramedia Matraman. Tujuan ke sana untuk belanja buku-buku politik, karena studi master saya ilmu politik. Ketika keliling di […]

  • Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

    Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 259
    • 2Komentar

    ini puisi apa?  ibu bangun tidur. bapak ke sawah. adik menangis cari bapak. saya cari batang pisang. pagi, selalu sibuk di setiap detik kami. ada rindu-dendam yang tak tuntas pada bunga mimpi. rumah yang lain, ayam-ayam berebut makanan. adik ikut tertawa. saya sibuk mengeja suara babi kelaparan. lalu, lewatlah segerombolan masa lalu di kepala saya. […]

  • Ruang Rasa: Banggalah Pada Dirimu Sendiri

    Ruang Rasa: Banggalah Pada Dirimu Sendiri

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Banggalah pada dirimu sendiri bukan karena hidupmu sempurna. Bukan karena semua yang kamu inginkan akhirnya menjadi milikmu. Dan bukan pula karena kamu selalu kuat. Banggalah karena, setelah sekian banyak hal yang hampir membuatmu menyerah, kamu masih memilih untuk melanjutkan hidup. Ada banyak hal dalam perjalananmu yang tidak pernah diketahui orang lain. Tentang malam-malam ketika pikiranmu […]

  • Sudut Pandang: Ka Sinta yang Selalu Ada Untukku

    Sudut Pandang: Ka Sinta yang Selalu Ada Untukku

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Yesi Kristiani
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Oleh: Yesi Kristiani Cerita sederhana tentang seorang kakak yang selalu menjadi bagian penting dalam hidupku. Setiap orang pasti mempunyai seseorang yang berarti dalam hidupnya. Seseorang yang mungkin tidak selalu kita sadari kehadirannya, tetapi selalu ada ketika kita membutuhkannya. Bagiku sosok kakak Sinta sangat berarti dalam setiap perjalanan ku, terutama ketika saya dapat dukungan dari kedua […]

  • MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Aurelio Morghan
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Oleh: Aurelio Morghan, SVD TUAN MAXI DI MATA SAYA Entah kenapa semalam saya tak bisa tidur. Bolak-balik, tutup mata tapi tetap tak bisa nyenyak. Saya sedikit gelisah. Tapi saya pikir ini efek karena saya bekerja lama di depan komputer. Ternyata Sabtu pagi waktu saya bangun, pesan dari beberapa umat Waibalun membuat saya harus menangis di […]

  • Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang photo_camera 3

    Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Julianti Nainggolan Parhusip
    • visibility 76
    • 0Komentar

    “Pendidikan nasional seharusnya menimbulkan rasa cinta terhadap kebudayaan dan kebatinan sendiri.” (Ki Hajar Dewantara) Samosir datang dengan cara yang berbeda. Udara terasa lebih lapang, sementara Danau Toba terbentang luas seolah tidak memiliki ujung. Perbukitan mengelilingi pulau dengan tenang, menciptakan pemandangan yang membuat mata ingin tinggal sedikit lebih lama. Di tempat ini, perjalanan rasanya bukan sekadar […]

expand_less