Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya
- account_circle Anto Narasoma
- calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
- visibility 142
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SEJILID BUKU
kubuka sejilid buku
yang kemarin membawa aku
melintasi segala kisah
dari ruang-ruang fisika
dan format wajah-Nya
yang teduh di atas sajadah
kaulah gudang pengisi
petak-petak di ruang kosong
otakku
lalu kubuka lembaran
yang tuntas kubaca
karena dari titik ke titik
belahan bumi ini adalah buku
maka segala kalimat
panjang itu pun
kuhitung dari jumlah
jari-jariku yang kecil seluas
pikiranku. maka bukulah
yang mengantar sebongkah
otakku memahami sejumlah
kebodohan
karena buku dan waktu
harus kusimpan di otakku
sebab hari-hari bahagia
yang kau janjikan dulu
adalah masa depanku
22 April 2022
KARTINI
ibu,
kau ada di antara catatan
sejarah yang lupa pada
celotehmu sendiri
setelah surat-suratmu
beterbangan dari masa ke masa, kau pun tiba dengan kenangan yang membawa kata-kata
dari isi dan kandungan namamu, hanya engkaulah ibu yang mendidik dari ada
setelah kau tiada
masih kuingat
kata-kata bijak dalam suratmu, mengungkap
harga dirimu yang kandas di antara kejinya
kebijakan kaum kolonialis setelah lupa pada kemanusiaannya sendiri
maka,
kehadiran harimu
yang sejuk penuh
percikan hujan di bulan april, membawa lagu-lagu masa lalu
yang membangkitkan
ingatan dari alam kuburmu
21 April 2024
TARI BARONG
tradisi itu baju berwarna-warni
yang menampilkan seribu wajah dalam strata kehidupan
dari gerak-gerak tari dan kenongan yang mengilustrasi latar belakang tradisi,
menjadi sahabat meski berada di balik topeng kehidupan
tari barong dan nada-nada etnik,
tampil garang dalam skenario catatan yang menampilkan seribu
gerakan patah-patah
dalam pertunjukan tanpa tawa, wajah-wajah di balik topeng itu
mengurai kehidupan hampa yang tergeletak di balik kolong-kolong jembatan
: menarilah sebelum nada-nada sumbang terurai dalam perjalanan pulang, katanya
sebab,
adat istiadat yang terbentuk sebelum perutmu keropos di balik
kemiskinan, tarian barong akan membuka jumlah kata hati dari
gerakan-gerakan kehilangan metapora
maka,
dari raut wajah
dan patahan gerak tari yang tiba pada hakikat terakhir,
seperti surat cinta kehilangan kata-kata
24 Desember 2024
TITIK IMANKU
menatap-Mu
lewat hatiku,
melahirkan taman-taman surga
yang berkembang penuh aroma bunga
ruhulqudus pun melafalkan kebenaran lewat perjalananmu,
ya Rasul
inilah iman
yang tumbuh di atas lahan hatiku –ketika kebajikan menyampaikan
keteguhan pada hamparan langit dan bumi
pada ayat-ayat yang istiqamah menuturkan suara-Mu
setegar getaran petir, tak ada kekhawatiran memburu cahaya surga
* o, engkaukah penghuni surga?
pertanyaan itu meluncur dari segala firman. sebab tiap
langkah meneguhkan pendirian tanpa batas
maka,
kukejar pada tiap sujud yang terhampar di dalam ruang-ruang tak
terlihat —untuk menatap kebenaran di hatiku
maka,
tak ada kata-kata pilihan tatkala Kau katakan bagi orang-orang yang beristiqamah
hanya tercatat
pada garis-garis batas keimanan setelah bentuk apa menjadi siapa
Palembang, 30 Maret 2026
KOSAKATA DALAM HUJAN
sesekali hujan tiba
di bulan juli
percikan kata-katanya begitu membadai hingga untaian
sajak tampil memikat di panggung pementasan bulan kemarin
o, begitu kreatif larik-larik sajak yang kau tulis dari balik
kosakata pada lembaran kedua buku itu
maka,
takdir yang mendatangkan hujan diksi dalam perbendaharaan
kata-kata itulah menghadirkan para penyair
di awal bulan juli inilah
kompetisi hati nurani mengundang seribu gagasan untuk
tampil dalam kumpulan puisi tak berjudul
ayo, kita mengais kalimat terpilih dalam kubangan hujan di bulan juli ini !
ajakan itu pun bergaung
dari kota ke kota
yang menyimpan puluhan penyair dalam kosakata kamus bahasa ibu
lalu,
dari kelokan jalan itulah
kita berbincang diksi-diksi pilihan,
ketika ide dan gagasan menjadi pertanyaan paling sulit
kutafsirkan dalam kosakata yang padat air mata
18 Juli 2025
PUISI
puisi itu tak pernah mati
meski cengkaraman ajal
selalu mengitari ketakutan yang berdiri
di ruang kata-kata
maka,
puisi selalu berganti wajah dengan seribu rasa,
yang melahirkan hari ini, esok, dan ribuan pekan
ke depan yang membara menjadi api
memang,
hari puisi selalu bicara
dalam percakapan diksi-diksi pilihan
dari bentuk dan wajah
puisi pun mengulas
gagasan yang akrab dengan ide-ide secerdas hari puisi indonesia
maka,
teruslah bangkit
dari waktu ke waktu
sebelum pertarungan ajal mematikan kreativitas penyair
sebab,
puisi adalah kata-kata yang tak pernah mati
sebelum pertarungan ajal menjadi makam bagi kreativitas penyair
21 Mei 2025
KEMARAU
panggilkan aku hujanMu, Kekasih
karena percik rindu yang basah di dadaku,
telah kuyub bersama
ayat-ayat di atas hamparan kalimat permohonan selama kemarau memanas
dalam pikiran
sebab air mataku
telah menyatu,
ketika jarak waktu
yang kunantikan itu
membayang samar
di dalam cerita sedih
karena panen
padi petani pun
menjadi hampa
dan berhamburan
di atas tanah kering
dan retak
maka,
panggilkan aku hujanMu,
Kekasih
sebab jarak kemarau
dan udara kering
dalam permintaanku
telah merobek segala
harapan tatkala hujan
turun di dalam angan-anganku
11 Januari 2024
SURAT CINTA
lama sejarahmu mengalir
ke dalam rindu di surat ini
seperti air menggenang
di dalam kejernihan laut
yang membentur perasaan, setelah kita
bercumbu di dalam surat
pertama
pada tiap baris,
kau kisahkan katakata
dalam kalimat panjang
tentang daya ucap cinta
o surat itu memang mewakili hatimu-hatiku
ketika cinta datang tanpa permisi
sebab
setiap langkah
yang kau tulis,
tak mampu menyembunyikan kerinduan di antara pecahan suku kata
maka kuputuskan;
tulisan ini kuungkap
setelah kata cinta itu
hilang dari daya ungkap
yang tak mampu melewati kejujuran hatiku
Palembang, 19 November 2023
CINTAKU, CINTAMU
di kotamu,
aku sendiri. air laut
yang menggenang,
mengapungkan rinduku
dari alunan lagu delillah
di atas perahu ini
dari dinding gedung
memanjang ke hulu
cintaku, menggetarkan
senyummu yang kuyub
dan basah di atas perahu ini
lalu,
kupeluk rinduku
setelah bibirmu ranum
dan bertaut pada cintaku
yang tertatih jauh tak bertepi
o kapan kita bertaut
di dalam rinduku dan rindumu, kekasih?
Palembang, 25 November 2023
SERIBU POTRET CINTA
kalau tubuhmu halal,
akan kupeluk
meski beribu bom sulfur
dan senjata membakar
kecantikanmu dari balik
tumpukan batubatu gedung
sebab,
asap, debu, dan kekejaman, menjadi pupuk bagi cintaku
ke padamu, aleena
sejak kekejian tiba
lewat nyawa dan darah dua anakmu; kehadiranmu pupus
andaikan hatiku tak bergetar menatapmu
maka relawan ini
mengungkap cinta
ketika desah napasmu
nyaris hilang dari kekejian hidup yang menghadirkan ribuan ajal
ketika suamimu lebur
di antara serpihan pasir
gurun
o aleena,
andaikan duniamu
dan duniaku satu
pada kampung halaman
yang padat tradisi;
kau akan kusandingkan
lewat seribu potret cinta
di dinding kamarku
Palembang, 25 November 2023
Anto Narasoma, asal Palembang. Sejak 1975 sudah aktif menulis cerpen dan puisi.
- Penulis: Anto Narasoma
- Editor: Fian N

Saat ini belum ada komentar