Breaking News
light_mode
Trending Tags

Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Maxi L. Sawung
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Redup

Aku akhirnya memilih agar tu(h)an

ataupun siapa saja tidak merenggut luka milikku.

Beberapa tangan datang mengetuk,

beberapa tangan mencoba memeluk tapi tetap

aku tutup pintu makam batu itu.

Kau pernah sekali atau bahkan berkali-kali

dengan buru-buru berlari agar lekas sampai

ketika datang melayat lukaku.

Sekadar menanyakan perihal masa penyembuhan atau

bagaimana dengan bekas luka-luka kenangannya.

 

Kau bertanya dengan nada lembut-serius

Aku menjawab penuh nada ketus

 

Redup, semua orang membicarakan kubur, rasa luluh,

rasa lelah dan memiliki yang tak lagi utuh.

Gua Maria 2026

 

Amin

Hari ini kami berdoa

Bunda mendengarkan, seperti biasa tabah

Dalam hati dia ucap

“Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”

Dari kejauhan seseorang menyahut Amin

Dengan air mata yang ditahan dan mulut yang malu mengucap

Gua Maria, 2026

 

Hanyut

Hari ini orang-orang tertawa diiringi tanya dan jawab

Saya mengikutinya dari belakang

Sambil menebak

apakah air tetap segar di musim kemarau

Apa kita tetap dekat ketika kekeringan tiba

Air terus mengalir

Rasa tetap mengikuti alur

Batu tetap seperti itu

Daun jatuh

Pandangan saling menyahut

 

Berpaut, rasa nyaman itu seperti kau berjalan di depan

tanpa perlu diberitahu bahwa seseorang di belakang

mendoakan langkahmu

Gua Maria, 2026

 

Api

Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar rasa cemburu

yang kaku menjadi abu

 

Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar asuh

menjadi asa

 

Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar malu

menjadi mau

 

Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar tangis

jadi tawa

 

Di tengah hutan aku melihat api bekerja dari lilin yang

dinyalakan sepenuh hati yang berhati-hati

Gua Maria, 2026

 

Paskah

Tidak ada yang menyangka sebelum akhirnya kita terperanjat

bahwa pada masa silam ada sabda yang kini menjelma menjadi nyata

 

Doa-doa yang dilangitkan bersama cahaya lilin oleh dua rupa

kini terucap dari banyak wajah

 

Paskah, jika kebersamaan berarti harus menapaki jalan-jalan Golgota,

maka kita akan meminum anggur dari cawan yang sama

Gua Maria, 2026

 

Masakan Mama

di dapur seorang ibu memasak doa

selepas menyalakan lilin

selepas tidak lagi menyalahkan takdir

Amin, masakan ibu yang kadang kurang garam

tetapi kelebihan kasih sayang

Dapur Ema, 2026

 

Maxi L Sawung, anak Bajawa yang makin betah tinggal di Maumere karena Moke,  Buku dan KopRo.

  • Penulis: Maxi L. Sawung
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kasianus Sebho
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Di banyak daerah di Indonesia, terdapat satu fenomena yang sering dibicarakan tetapi jarang dipahami secara mendalam. Banyak petani yang berhasil membesarkan keluarga, membangun rumah, membeli lahan, hingga menyekolahkan anak-anak mereka sampai menjadi sarjana, pegawai negeri, pengusaha, guru, dokter, maupun profesi lainnya. Namun ketika anak-anak tersebut telah dewasa, tidak sedikit yang justru memilih meninggalkan sektor pertanian. […]

  • Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Dr. Made Supriatma
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Made Supriatma, Peneliti masalah Sosial dan Politik (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Matinya Altruisme? Serangan terhadap film dokumenter Pesta Babi datang dari semua arah. Kemarin, beredar video Mama Yasinta yang mengatakan dia tidak mengijinkan video dirinya dipakai dalam dokumenter ini. Seperti yang dikatakan oleh dua sutradara film ini, kita […]

  • Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Perjalanan SMPSK Kotagoa Boawae dalam mengikuti Turnamen SMATER NDAO CUP merupakan bagian dari proses pembinaan yang panjang, terencana, dan berkesinambungan. Keikutsertaan dalam ajang ini tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya untuk meraih kemenangan dalam waktu singkat, melainkan sebagai sarana strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dari aspek keterampilan, karakter, maupun mentalitas bertanding. Sekolah […]

  • DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Maria Makdalena
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Doa Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu. Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit. Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah […]

  • PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23 Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun: Maksud hati mengunjungi Om Strom, apa daya bertemu Veronika. ROH KUDUS menjadikan kita Strong. Di tengah situasi sedih dan terluka. Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja […]

  • Duka Pernikahan  dan Puisi-puisi Lainnya Karya Sella Suhardi

    Duka Pernikahan dan Puisi-puisi Lainnya Karya Sella Suhardi

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Sella Suhardi
    • visibility 342
    • 5Komentar

    Duka Pernikahan (I) Aku pernah, pernah sekali mencintaimu Sampai akhirnya mengambil sumpah mendebar Untuk meletakanmu dalam hati paling dasar   Membiarkan wajahmu mengendap di penghujung malam Tetapi sepertinya mencintaimu adalah luka paling dalam Kepergian adalah secangkir duka yang kau suguhkan di atas meja pernikahan Dan tiap teguknya melumur habis doa dan harapan yang gagal terucap […]

expand_less