Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya
- account_circle Maxi L. Sawung
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 210
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Redup
Aku akhirnya memilih agar tu(h)an
ataupun siapa saja tidak merenggut luka milikku.
Beberapa tangan datang mengetuk,
beberapa tangan mencoba memeluk tapi tetap
aku tutup pintu makam batu itu.
Kau pernah sekali atau bahkan berkali-kali
dengan buru-buru berlari agar lekas sampai
ketika datang melayat lukaku.
Sekadar menanyakan perihal masa penyembuhan atau
bagaimana dengan bekas luka-luka kenangannya.
Kau bertanya dengan nada lembut-serius
Aku menjawab penuh nada ketus
Redup, semua orang membicarakan kubur, rasa luluh,
rasa lelah dan memiliki yang tak lagi utuh.
Gua Maria 2026
Amin
Hari ini kami berdoa
Bunda mendengarkan, seperti biasa tabah
Dalam hati dia ucap
“Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”
Dari kejauhan seseorang menyahut Amin
Dengan air mata yang ditahan dan mulut yang malu mengucap
Gua Maria, 2026
Hanyut
Hari ini orang-orang tertawa diiringi tanya dan jawab
Saya mengikutinya dari belakang
Sambil menebak
apakah air tetap segar di musim kemarau
Apa kita tetap dekat ketika kekeringan tiba
Air terus mengalir
Rasa tetap mengikuti alur
Batu tetap seperti itu
Daun jatuh
Pandangan saling menyahut
Berpaut, rasa nyaman itu seperti kau berjalan di depan
tanpa perlu diberitahu bahwa seseorang di belakang
mendoakan langkahmu
Gua Maria, 2026
Api
Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar rasa cemburu
yang kaku menjadi abu
Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar asuh
menjadi asa
Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar malu
menjadi mau
Di tengah hutan aku melihat api bekerja membakar tangis
jadi tawa
Di tengah hutan aku melihat api bekerja dari lilin yang
dinyalakan sepenuh hati yang berhati-hati
Gua Maria, 2026
Paskah
Tidak ada yang menyangka sebelum akhirnya kita terperanjat
bahwa pada masa silam ada sabda yang kini menjelma menjadi nyata
Doa-doa yang dilangitkan bersama cahaya lilin oleh dua rupa
kini terucap dari banyak wajah
Paskah, jika kebersamaan berarti harus menapaki jalan-jalan Golgota,
maka kita akan meminum anggur dari cawan yang sama
Gua Maria, 2026
Masakan Mama
di dapur seorang ibu memasak doa
selepas menyalakan lilin
selepas tidak lagi menyalahkan takdir
Amin, masakan ibu yang kadang kurang garam
tetapi kelebihan kasih sayang
Dapur Ema, 2026
Maxi L Sawung, anak Bajawa yang makin betah tinggal di Maumere karena Moke, Buku dan KopRo.
- Penulis: Maxi L. Sawung
- Editor: Fian N

Saat ini belum ada komentar