Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sastra Indonesia

DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • account_circle Maria Makdalena
  • visibility 221
  • 0Komentar

Doa Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu. Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit. Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah […]

Penggali Sumur: Kembali ke Masa Lalu-Menata Masa Depan

Penggali Sumur: Kembali ke Masa Lalu-Menata Masa Depan

  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • account_circle Fian N
  • visibility 219
  • 2Komentar

“Kita akan menimba kehidupan, anak-anakku. Kita akan bercerita, belajar sabar, dan dikuatkan oleh persatuan, Nak. Di sumur, kita menemukan diri kita bukan lagi satu, tetapi menjelma persekutuan yang kuat, sebagaimana satu tetes air yang utuh dari bibir sumur dan menjadi banyak di dasar sana, anak-anakku. Itu sebabnya, om ingin menjadi penggali sumur.” Lima belas cerpen […]

MONIKA DI UJUNG NASIB

MONIKA DI UJUNG NASIB

  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • account_circle Ando Sola
  • visibility 284
  • 2Komentar

“Semua mereka melihatku seperti selembar rupiah yang bisa ditukar dengan kehormatan” Pada simpang tiga ujung desa Watu Ngadha, sekelompok anak kompleks duduk lingkar memainkan gitar tua. Mereka menyayikan lagu-lagu nostalgia, sambil menepuk dada dan mengerutkan dahinya. Mereka tenggelam pada setiap syair yang dinyanyikan. Aku tahu mereka sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Terdengar beberapa lagu yang […]

Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

Jika Cinta Lahir Dari Puisi dan Puisi-puisi Lainnya

  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • account_circle Yeremias Laba Lein
  • visibility 232
  • 4Komentar

TAK INGIN SEDANGKAL ITU Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu sedangkan mencintaimu saja aku harus menyelam sedalam-dalamnya lautan asmaramu, berenang seluas-luasnya samudra di hatimu, dan melewati pasang surutnya air matamu   Aku tak ingin jatuh cinta sedangkal itu sebab aku ingin berlayar sejauh mungkin di lautan asmaramu, menjala cinta dan kasih sayang sebanyak mungkin […]

KEBANGKITAN SASTRA DI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI DIALOG SASTRAWAN KE RUANG IMAJINATIF

KEBANGKITAN SASTRA DI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI DIALOG SASTRAWAN KE RUANG IMAJINATIF

  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • account_circle Mataleza
  • visibility 256
  • 0Komentar

Begitu tenang, membaca sastra adalah menakar keikhlasan. Ikhlas menimbang keadaan berdasakan elemen bahasa yang harus dipahami melalui ruang analisis itu. Hal ini jelas terlihat dan terdengar, ketika orang-orang begitu tabah melipat bahasa sastra ke dalam ruang teduh yang selalu menguji pemahaman. Hal ini senada dengan hasil proses kreatif yang ditunjukkan penulis sastra dan sastrawan Nusa […]

Duka Pernikahan  dan Puisi-puisi Lainnya Karya Sella Suhardi

Duka Pernikahan dan Puisi-puisi Lainnya Karya Sella Suhardi

  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • account_circle Sella Suhardi
  • visibility 218
  • 3Komentar

Duka Pernikahan (I) Aku pernah, pernah sekali mencintaimu Sampai akhirnya mengambil sumpah mendebar Untuk meletakanmu dalam hati paling dasar   Membiarkan wajahmu mengendap di penghujung malam Tetapi sepertinya mencintaimu adalah luka paling dalam Kepergian adalah secangkir duka yang kau suguhkan di atas meja pernikahan Dan tiap teguknya melumur habis doa dan harapan yang gagal terucap […]

Prihartini

Prihartini

  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • account_circle Alvianus Tay
  • visibility 293
  • 2Komentar

Kunang-kunang beterbangan kian kemari, sesekali hinggap di meja makan tua dari kayu mahoni, sesekali mendarat di kepala Prihartini yang tengah tenggelam dalam lamunan. Kesedihan terukir jelas pada wajah mudanya. Matanya merah, serupa tumpahan air sirih pinang di pelataran teras. Tak ada hujan air mata, hanya perih yang melumat habis kesadarannya. Ia seolah meluruh, tak berdaya […]

expand_less