Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

  • account_circle Aprianus Jebarus
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari

Menyebut Namamu
Aku pernah mencoba
mencari celah pada bingkai
senyummu
Namun yang aku dapat hanyalah
rajutan kata yang di bungkus rapi
pada wajah cantikmu
Itulah alasan pasti
mengapa aku tetap di sini
menatap langit tanpa henti
sembari melantunkan doa
di sepertiga malam
menyebutkan namamu
pada puisiku untuk Tuhan.
2026

Lukisan Tak Bernama
Di antara jutaan orang
yang ada di dunia ini
Kau dititipkan Tuhan
untuk datang menjemputku
pulang pada pangkuan
cinta dan kasih,
bersemi, tumbuh
bak fajar menyapa pagi,
menjemput hari.

Ketahuilah
Sebelum kau datang
Aku t’lah lebih dulu ada
bersama bayang yang
kau tinggalkan;
Menemani rasa yang abadi,
terjebak dalam halaman
roman bukan kenyamanan.

Sudahlah
Kau diam saja
Aku tak ingin pulang
Aku hanya ingin damai
bersama nama yang abadi
dalam lukisan tak bernama
pada dinding kamar kecil ini.
2026

Bukan Kita
Pada malam kutitipkan
sajak roman untukmu
Tentang aku yang tak
bisa melupakanmu
dari ingatanku

Pada Malam
Kusulam warna hitam
bercampur cantikmu
yang masih saja
membekas pada
cerita yang tak
dapat kuhapuskan
dari lembaran kisah
aku dan kamu
Bukan kita.
2026

Aku
Aku terlahir untuk menyambut
setiap mimpi yang aku tanam
sebelum aku mengenal dunia
Bukan untuk menghibur sedih
yang dimiliki ribuan mata
di ruangan penuh.

Aku
Hanyalah sepasang rasa
yang tercipta untuk
menciptakan cerita
pada ruang yang aku
ukir dengan tulus
tanpa ragu, hanya;
Cinta
Kasih
Mimpi
dan
keyakinan
dalam diri.
2026

Mencari Cinta Sejati
Sepotong surat masih tersimpan
rapi dengan balutan kenangan
pada cerita tentang kamu
yang dulu
Serpihan ingatan beterbangan
menelusuri samudera yang pernah
kamu lewati
berharap kan menemukan setitik
embun yang akan menghantarkan
langkah kaki yang masih tertatih ini
menuju pada senyum yang di sebut
rumah ternyaman untuk bercerita
tentang cinta.
2026

  • Penulis: Aprianus Jebarus
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Resentator Buku Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Tepat, 2015. Saya masuk Jakarta untuk studi master di Unas Jakarta Selatan, beberapa bulan kemudian berkunjung ke salah satu toko buku di Jakarta Timur: Gramedia Matraman. Tujuan ke sana untuk belanja buku-buku politik, karena studi master saya ilmu politik. Ketika keliling di […]

  • Sudut Pandang: Tubuh Perempuan dalam Kepala Laki-laki

    Sudut Pandang: Tubuh Perempuan dalam Kepala Laki-laki

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 699
    • 32Komentar

    Mbay-22 Mei 2026. Saya tidak tahu apakah pengalaman ini layak disebut menarik atau justru menyakitkan. Mungkin keduanya. Atau mungkin hanya sebuah pengalaman biasa yang kebetulan saya dengar secara langsung sehingga meninggalkan kesan yang lebih dalam di kepala saya. Yang jelas, ada sesuatu yang terasa ganjil sejak awal. Sesuatu yang terus tinggal diam-diam di pikiran saya […]

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Aku ingin pamerkan setiap aktivitasku, sejak subuh hingga petang. Supaya mereka tidak mempermainkanku soal waktu, membuatku menunggu, tanpa rasa bersalah, tanpa usaha untuk berbenah. (Ia dan Mereka yang Berisik) Saya membuka tulisan sederhana ini dengan mengutip sebuah pernyataan dalam buku yang berjudul Ambivert. Dan persis buku inlah yang akan saya ulas seringkas mungkin sesuai kapasitas […]

  • Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

    Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 221
    • 1Komentar

    Lara Aku tak bermaksud menggodamu, aku hanya tak ingin mengabaikan kehadiran seseorang yang tidak sengaja aku temukan di ujung jalan. Salahkah aku, bila aku menuliskan cerita itu pada serangkai huruf menjelma kata, katakan saja. Jujur saja kamu itu bak fajar di pagi, hadir selalu dini dan pergi tanpa sepata kata Aku tahu bahwa kehadiranmu bukan […]

  • KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Stefen B
    • visibility 194
    • 2Komentar

    Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku […]

expand_less