Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Renungan Harian Katolik 8 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 171
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Jumat Paskah ke-5 – 08 MEI 2026 –

Kasih: Hati yang “Baku Rapat”

Inspirasi: Kis 15:22-31 ; Yohanes 15:12-17

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Yesus titip pesan penting ke setiap sanubari kita: “Kasihilah seorang akan yang lain”. Bersamaan dengan itu, dalam bacaan Pertama, tindakan kasih coba diterjemahkan oleh Paulus dan mereka semua yang kembali dari sidang di Yerusalem, membahas kasak-kusuk tentang sunat bagi orang yang jadi Kristen.

Beberapa hal yang jadi penekanan utama: 1. Keputusan yang diambil adalah buah dari Roh Kudus. 2. Sunat tidak penting-penting amat bagi seorang Kristen. Yang terpenting ialah membuka hati bagi Roh Kudus. 3. Persatuan dan kesatuan iman tetap harus dijaga, jangan sampai umat murtad lantaran banyak info sesat yang tidak segera diklarifikasi. 4. Mengutus Yudas dan Silas untuk menjelaskan isi “notulen rapat” di Yerusalem kepada umat di Antiokhia.

Cerita tentang tatap muka Yudas dan Silas dengan umat di Antiokhia tetap jadi perhatian, untuk kita tidak begitu saja meniadakan sebuah pertemuan yang melibatkan hati. Pertemuan yang melibatkan kasih. Itulah cikal-bakal sebuah tindakan kasih.

Mimbar dan media sosial adalah model pastoral yang efisien dan efektif, alias zaman now. Namun, tetap harus diakui bahwa kehadiran personal adalah hal yang jauh lebih berarti. Perjumpaan hati dengan hati tetap menjadi pilihan model pastoral yang ampuh dan penuh kasih. Silas dan Barnabas ke Antiokhia untuk secara langsung bertemu dengan sanak saudara di sana dan menjelaskan isi agenda meeting.

Kiranya, ini membuat saya sebagai imam, para pemimpin yang sering hanya “gas” umat di tempat umum, dari mimbar, dari medsos; mari kita berefleksi dan mau masuk ke bilik-bilik rumah atau hati umat, untuk menyapa umat secara lebih dekat dan penuh kasih.

Pertemuan pastoral antarpribadi tak pernah boleh tergantikan oleh metode-metode canggih apa pun. Perjumpaan antar-hati selalu lebih ampuh ketimbang yang lainnya. Bahkan, di Era New Normal, ada pengakuan anak sekolah kalau ilmu yang diajarkan melalui HP membuat bingung, tetapi kalau guru yang mengajar di depan kelas, lebih mudah dimengerti dan malah tambah semangat. Ini bukan berarti kita ketinggalan zaman.

Saling mengasihi muncul dari sekian sering kita bertemu, berkumpul, bercerita tentang kehidupan. Rasanya kita tidak buang-buang waktu untuk hal yang satu ini.

Berani berkorban, bahkan bertaruh nyawa untuk orang lain itu juga mengandaikan keseringan ada bersama dengan orang lain secara personal.

Menjunjung kebersamaan menuai hati penuh kasih. “Hendaknya kamu saling mengasihi”, tidak datang dari jarak jauh, melainkan dari hati yang “baku rapat”.

Saya amati, sekarang orang mulai membangun solidaritas maya. HP tidak bisa menggantikan perjumpaan personal. HP malah hanya memastikan kita untuk bertemu secara personal.

Waktu awal-awal HP tenar di Flores, sekitar tahun 2004, ada hal menarik terjadi. Staf desa dibagikan HP lalu dilatih bagaimana ber-SMS dan menerima telepon. Suatu kali, seorang staf desa, pas jam kantor, dia pulang ke rumahnya karena ada tamu mendadak di rumahnya. Parahnya, staf desa pulang ke rumah tanpa izinan dari Bapak desa. Sekitar 10 menit di rumah, tiba-tiba HP barunya itu berdering. Dia ambil dari sakunya, dia lihat di layar tertulis: “Bapa desa memanggil…”. Tanpa pikir panjang lagi, dia langsung lari dari rumah menuju kantor desa, segera menghadap bapa desa. Tiba di kantor dia ketemu bapak desa dan tanya: “Bapa desa panggil saya kah?” “Tidak, saya telepon engkau,” jawab Bapak desa. “Tapi di hape ini tulis: Bapa Desa memanggil, makanya saya datang”.

Penikmat permen. Kecanggihan teknologi dan pemikiran, jangan sampai mengabaikan kasih sayang. Kalau dengan sesama kita tidak mau bertemu dan berkumpul, bagaimana kita dapat bersatu dengan Yesus? (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • ,Hyasinta Mi

    Terima kasih sudah membagi renungan mengingatkan saya agar bisa memeriksa kembali hati saya yang seringkali mengeraskan hati,merasa diri paling benar tidak mau mengakui jika sudah berbuat salah ,kiranya dengan renungan ini membuat saya sadar bahwa pentingnya hidup saling mengalami itu jalan yang terbaik untuk mencapai suatu keberhasilan baik diri sendiri,keluarga ataupun dimana saja kita berada.Tuhan kiranya lembutkan hati saya dalam menghadapi segala rintangan atau tantangan yang dihadapinya.Terima kasih sekali lagi dan sukses selalu untuk karya-karya selanjutnya.

    Balas9 Mei 2026 10:52 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Pada Punggung yang Menyanggah Langit

    Sudut Pandang: Pada Punggung yang Menyanggah Langit

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Maria Melati Kefi
    • visibility 88
    • 10Komentar

    Oleh: Maria Melati Kefi (Pendikan Sejarah, Universitas Sanata Dharma)   “Sebelum mengenal dunia, aku lebih dulu mengenal cinta dari seorang lelaki yang kupanggil Bapak.” Sebuah Kisah dari Sainiup dan Hangatnya Cinta Keluarga Pagi di desa sainiup, selalu memiliki caranya sendiri untuk bercerita. Desa kami terletak di kecamatan Biboki Selatan,Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. […]

  • Meremehkan PSN Ngada di Babak 8 Besar adalah Kesalahan Sejarah

    Meremehkan PSN Ngada di Babak 8 Besar adalah Kesalahan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Keberhasilan PSN Ngada menahan imbang Persibangga Purbalingga dengan skor 1:1, sekaligus memastikan tiket lolos ke babak 8 besar, merupakan penegasan tentang identitas asli Laskar Jaramasi. Mereka adalah tim dengan mentalitas baja yang menolak menyerah sebelum peluit panjang berbunyi. Hasil ini sekaligus menggagalkan upaya Persibangga untuk mengambil alih posisi puncak klasemen dari genggaman PSN Ngada. Mencetak […]

  • Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

    Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari Menyebut Namamu Aku pernah mencoba mencari celah pada bingkai senyummu Namun yang aku dapat hanyalah rajutan kata yang di bungkus rapi pada wajah cantikmu Itulah alasan pasti mengapa aku tetap di sini menatap langit tanpa henti sembari melantunkan doa di sepertiga malam menyebutkan namamu pada puisiku untuk […]

  • Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang photo_camera 3

    Sudut Pandang: Pulau Samosir Keindahan yang Tidak Hanya Dipandang

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Julianti Nainggolan Parhusip
    • visibility 76
    • 0Komentar

    “Pendidikan nasional seharusnya menimbulkan rasa cinta terhadap kebudayaan dan kebatinan sendiri.” (Ki Hajar Dewantara) Samosir datang dengan cara yang berbeda. Udara terasa lebih lapang, sementara Danau Toba terbentang luas seolah tidak memiliki ujung. Perbukitan mengelilingi pulau dengan tenang, menciptakan pemandangan yang membuat mata ingin tinggal sedikit lebih lama. Di tempat ini, perjalanan rasanya bukan sekadar […]

  • Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 225
    • 2Komentar

    oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )   PURNAMA Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah akan kujadikan diriku purnama bagimu agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu. Ende, 15 April 2026.   LOLONG Putih […]

  • Sudut Pandang: Argentina Tidak Lagi Bergantung pada Messi

    Sudut Pandang: Argentina Tidak Lagi Bergantung pada Messi

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Giorgio Babo Moggi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Oleh: Giorgio Babo Moggi Kemenangan Argentina atas Swiss dengan skor 3-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026 menghadirkan satu kesimpulan penting. Tim asuhan Lionel Scaloni telah berevolusi menjadi kesebelasan yang mampu memenangkan pertandingan melalui kualitas kolektif, bukan lagi bertumpu sepenuhnya pada kecemerlangan Lionel Messi. Laga di Kansas City menjadi bukti bahwa sang juara bertahan […]

expand_less